Daniel 12:1-13
Kitab Daniel merupakan kitab apokalitik yang menceritakan tentang akhir dari sejarah manusia. Pada masa itu Raja Antiokhus IV sedang berkuasa dan membawa kengerian bagi bangsa Israel, karena dia menyatakan dirinya sebagai keturunan ilahi dan secara terang-terangan, dia menyatakan dirinya sebagai “Epifanes” yang berarti, “Allah yang menampakkan diri”, yang tertera di mata uangnya. Penderitaan yang dialami bangsa Israel begitu hebat. Di tengah kondisi demikian, wahyu Tuhan datang kepada Daniel, yang memberitakan tentang apa yang akan terjadi pada akhir zaman. Pemberitaan ini diharapkan dapat memberikan kekuatan untuk tetap bertahan selama masa penganiayaan karena kelak Tuhan memberikan kehidupan yang kekal. Angka-angka yang diberikan Daniel pada ayat 11-12 sepertinya hendak menunjukkan berakhirnya masa penderitaan pada masa Raja Antiokhus IV. Sedangkan ayat 13 merupakan berakhirnya penderitaan pada masa akhir zaman. Baca lebih lanjut
Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar
SUKACITA DAN SORAK-SORAI
PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.
BERNYANYI, BE-9: 1, Hupuji holong ni
Hupuji holong ni rohaMu, o Tuhan Jesus Rajangki.
Tu Ho hulehon ma tondingku ai do pinangidoMi.
Hu halupahon ma diringku. Mamingkir holong ni rohaMu.
PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 4 : 16-30 (Pagi)
Rut 4 : 7-22 (Malam)
RENUNGAN
Mazmur 100 : 2 – Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
SUKACITA DAN SORAK-SORAI
Sukacita dan Soraksorai ibarat dua sisi dari 1 mata uang. Salah satu di antaranya tidak ada, membuat satu dan lainnya tidak bermakna. Sukacita adalah sesuatu yang terpendam sementara sorak-sorai sesuatu yang muncul ke permukaan. Hasil dari keduanya menjadi nyata dan dapat dilihat oleh sekitar siapapun dia. Beribadahlah! Orang Batak bilang “Pasomalsomal ma dirim tu hadaulaton” “Latihlah dirimu beribadah”. Baca lebih lanjut
KEMULIAAN ALLAH YANG MENGHAKIMI
PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.
BERNYANYI, BE-368:1, Tuhan Jesus, Tuhan Jesus
Tuhan Jesus, Tuhan Jesus ro mulak hape. TinobusNa,
tinobusNa ditogu muse. Sai marhilong nasida songon bintang sude.
Sai marlinang saksak do ulosNa tahe.
PEMBACAAN FIRMAN
Rut 3:14 – 4:6 (Pagi)
1 Tim. 5 : 9-16 (Malam)
RENUNGAN
Matius 25 : 31-32 – Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing.
KEMULIAAN ALLAH YANG MENGHAKIMI
Kemuliaan Allah terdapat dalam diri manusia karena kita diciptakan Allah segambar dengan-Nya. Akan tetapi, kejatuhan manusia ke dalam dosa, maka manusia itu kehilangan kemuliaan Allah. Dalam Roma 3:23 disebutkan karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Baca lebih lanjut
LURUSKANLAH JALAN ORANG YANG SALAH
PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.
BERNYANYI, BE 188:1 Jahowa Siparmahan Au
Jahowa Siparmahan au, ndang hurang manang aha.
Ai nasa jea dipadao do sian dorbiaNa.
Tongon dibaen na lomak i, lao pangoluhon tondingki,
dibaen asi rohaNa.
PEMBACAAN FIRMAN
1 Tim. 5 : 1-8 (Pagi)
Rut 1 : 1-22 (Malam)
RENUNGAN
Yehezkiel 34 : 2 – “Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu?”
LURUSKANLAH JALAN ORANG YANG SALAH
Saudara yang kekasih! Yehezkiel diperintahkan Tuhan untuk berbicara kepada para pemimpin Israel yang sudah menyimpang dari tugas yang mereka terima dari Tuhan. Dari seorang gembala yang memikirkan domba-dombanya kepada gembala yang hanya memikirkan kenyaman hidupnya sendiri. Domba-dombanya tidak dibawa ke rumput yang hijau dan ke mata air yang bersih, melainkan dibiarkan mencari makanannya sendiri, tidak dijaga dari bahaya-bahaya terkaman binatang buas, Baca lebih lanjut
SETIALAH! BERITAKANLAH INJIL!
PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.
BERNYANYI, BE-461:3, Songgop tu hami
Lehon hataM, i ma tau podangki, Debatangki na gogo i.
Asa sai talu sude musuMi, Debatang-ki, na gogo i.
Manghatindangkon tongtong goarMi, asa malua pardosa disi,
asa dijangkon Tuhanta ma i. Debatangki na gogo i.
PEMBACAAN FIRMAN
Ul. 24 : 17-22 (Pagi)
ar. 11 : 12-14, 20-24 (Malam)
RENUNGAN
2 Timotius 4 : 17 – Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberi-takan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.
SETIALAH! BERITAKANLAH INJIL!
Kitab Timotius merupakan surat terakhir Paulus (+ thn 72 M) pada masa kaisar Nero yang berusaha menghentikan dengan perkembangan kekristenan di Roma dengan menjebloskannya ke dalam penjara. Di tengah penderitaannya, Paulus tetap memelihara imannya tetap setia pada Tuhan. Meski menderita dan ditinggal oleh sahabat-sahabatnya, jiwanya selalu berkobar untuk memberitakan Injil, dia tetap yakin bahwa Kristus akan memelihara Injil dan pelayanannya. Baca lebih lanjut
GUNAKAN SENJATA TUHAN MAKA KITA AMAN SEJAHTERA
PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.
BERNYANYI, BE-5:1 Sai Tapuji ma Jahowa
Sai tapuji ma Jahowa Debatanta na tutu
Tapatimbul ma Amanta na bonar huhut burju
Binsan hosangki disi Pujionku Tuhanki.
PEMBACAAN FIRMAN
Ibr. 9 : 15-24 (Pagi)
Ul. 15 : 1-11 (Malam)
RENUNGAN
Efesus 6 : 13 – Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
GUNAKAN SENJATA TUHAN MAKA KITA AMAN SEJAHTERA
Saudara, biasanya kita memulai hari kita dengan memilih pakaian yang cocok untuk kegiatan kita. Lalu bagaimana dengan perlengkapan perang rohani kita? Apakah kita sudah mengenakan perlengkapan rohani kita? Banyak orang Kristen meninggalkan rumah tanpa perlengkapan rohani padahal persenjataan ini sangat vital bagi kemenangan kita setiap hari. Lalu senjata apa yang harus dipakai dan dimiliki orang kristen?
Pertama, berikatpinggangkan kebenaran. Ikat pinggang yang dikenakan tentara Roma sangat penting melindungi bagian perutnya. Bagaimana mencari kebutuhan tetap berada dalam kebenaran.
Kedua, berbaju zirah keadilan. Kita dapat memukul mundur setiap godaan untuk hidup dengan emosi, baik kemarahan, rasa takut atau rasa tidak puas dan menanggapi setiap persoalan dengan sikap yang benar.
Ketiga, berkasutkan Injil damai sejahtera. Kasut tentara Roma bertapak tebal dan berpaku-paku sehingga dapat berdiri tegap di lumpur. Sekuat apapun musuh berusaha menjatuhkan kita, kita tetap kuat tertanam dalam kehendak Kristus. Perisai yang digunakan prajurit Roma bukan sekeping pelat bundar yang tipis melainkan peralatan selebar daun pintu. Perisai iman menggambarkan perlindungan Kristus terhadap segala yang dilemparkan Iblis ke arah kita. Dengan ketopong keselamatan, kita menaruh pikiran Kristus yang memberi kita ketajaman dan hikmat.
Akhirnya, kita mengambil pedang Roh supaya dapat melawan setiap dusta Iblis dengan kebenaran firman-Nya. Tuhan mengetahui apa saja yang akan kita hadapi setiap hari. Karena itu, Dia menyediakan perlengkapan yang sempurna yang kita butuhkan menghadapi berbagai tantangan. Kenakanlah senjata Tuhan setiap hari. Amin.
BERDOA
BERNYANYI, KJ-345:1 Sertai kami, Tuhan
Sertai kami, Tuhan, dengan anug’rah-Mu;
berilah pertolongan melawan si set’ru.
DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-566 : 1 Na Badia
Na badia do Ho, dipuji rohangkon do
Diboto rohangkon do mandok,
badia do Ho
TUHAN MEMPERHATIKANMU!
PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.
BERNYANYI, BE-6:2 Puji Jahowa na Sangap
Puji Jahowa Sigomgom sude parluhutan.
Na manogihon ho songon niiring ni tangan.
Dohot hosam, songon hombar tu roham sai diramoti Ibana.
PEMBACAAN FIRMAN
Bil. 36 : 1-13 (Pagi)
Rom. 5 : 6-11 (Malam)
RENUNGAN
Matius 10 : 30-31 – Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
TUHAN MEMPERHATIKANMU!
Benarkah Tuhan Yesus tahu berapa helai rambut kita? Ya Yesus tahu! Apakah Yesus pernah menghitung jumlah rambut kita? Tidak! Jadi, kalau memang Tuhan Yesus tidak pernah menghitungnya, kok Dia tahu? Kan, dia Tuhan! Rambut adalah bagian tubuh kita yang paling halus, paling lembut, dan paling tipis. Meskipun rambut paling tipis, tapi Tuhan tetap memperhatikannya. Baca lebih lanjut
