SETIALAH! BERITAKANLAH INJIL!


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-461:3, Songgop tu hami
Lehon hataM, i ma tau podangki, Debatangki na gogo i.
Asa sai talu sude musuMi, Debatang-ki, na gogo i.
Manghatindangkon tongtong goarMi, asa malua pardosa disi,
asa dijangkon Tuhanta ma i. Debatangki na gogo i.

PEMBACAAN FIRMAN
Ul. 24 : 17-22 (Pagi)
ar. 11 : 12-14, 20-24 (Malam)

RENUNGAN
2 Timotius 4 : 17 – Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberi-takan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.

SETIALAH! BERITAKANLAH INJIL!
Kitab Timotius merupakan surat terakhir Paulus (+ thn 72 M) pada masa kaisar Nero yang berusaha menghentikan dengan perkembangan kekristenan di Roma dengan menjebloskannya ke dalam penjara. Di tengah penderitaannya, Paulus tetap memelihara imannya tetap setia pada Tuhan. Meski menderita dan ditinggal oleh sahabat-sahabatnya, jiwanya selalu berkobar untuk memberitakan Injil, dia tetap yakin bahwa Kristus akan memelihara Injil dan pelayanannya.

Paulus tak surut hatinya untuk selalu membimbing, menasihati, dan menguatkan Timoteus untuk memberitakan Injil kepada semua orang. Supaya semua orang tidak lagi hidup dalam kegelapan namun memperoleh hidup dalam terang kebenaran Injil. Injil tidak akan lenyap dan pemberitaan Injil tidak akan pernah berhenti, inilah yang menjadikan Paulus bahagia hingga menjelang ajalnya tiba.

Ada dua hal yang dapat kita petik dari kisah kehidupan Paulus dalam nas renungan kita hari ini, yaitu: pertama, setialah kepada kebenaran Firman Tuhan. Di jaman Paulus telah dituliskannya bahwa kejahatan dan kemurtadan akan meningkat (2Tim. 3:1-9), namun bagi mereka yang setialah yang beroleh anugerah Tuhan. Maka kita harus setia dan memelihara kebenaran Injil dalam kehidupan kita. Kedua, beritakanlah kebenaran Injil. Ajarlah orang-orang mengenai Firman Tuhan melalui perkataan, sikap, perbuatan yang benar dalam hidup kita sehari-hari dengan harapan agar semua orang hidupnya diterangi Injil. Yakinlah, Tuhan selalu menyertai kita,seperti Dia menyertai Paulus dan Timotius. Dalam pemberitaan itu, selalu ada suka dukanya (2 Tim. 4:2), tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! (2 Tim 4:5).

BERDOA

BERNYANYI, KJ-446:1, Setialah
Setialah kepada Tuhanmu, hai kawan yang penat.
Setialah, sokongan-Nya tentu di jalan yang berat.
Kan datang Raja yang berjaya menolong orang
Yang percaya. Setialah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-566 : 1 Na Badia
Na badia do Ho, dipuji rohangkon do. Diboto rohangkon do mandok,
badia do Ho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s