Arsip Tag: Renungan Minggu

Berdirilah dengan Teguh di dalam Tuhan!


MINGGU REMINISCERE, 21 FEBRUARI 2016
Filipi 3:17-4:1

“Berdirilah dengan teguh di dalam Tuhan. Ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang juga percaya kepada Yesus Kristus.” Seperti itulah intisari nasihat Paulus kepada jemaat Filipi di perikop kita ini, saat mereka tengah menghadapi propaganda para penyesat, yang mengikuti jalan hidup yang mereka lakukan (Fil. 3:2). Mereka adalah seteru salib Kristus karena mereka tidak percaya kepada Kristus yang disalib dan kebangkitan Kristus. Mereka menaruh kepercayaan kepada daging, menyenangi kenikmatan duniawi, Tuhan mereka adalah perut mereka, kemuliaan mereka adalah aib mereka dan sebagainya (ayat 19). Nasihat Paulus ini menguatkan jemaat Filipi untuk terus hidup dalam sebuah persekutuan yang mengandalkan kuasa Tuhan, persekutuan yang saling berbagi dan saling mengasihi di dalam Tuhan.
Baca lebih lanjut

SETIALAH DALAM MENANTI


Minggu Akhir Tahun Gerejawi, 22 November 2015
Minggu Peringatan Orang Yang Telah Meninggal
LUKAS 12:35-43

Menunggu atau menanti adalah salah satu pekerjaan yang membosankan. Apalagi yang ditunggu atau yang dinanti-nantikan tidak jelas kapan datangnya. Satu jam serasa satu hari, sehari serasa seminggu, dan seterusnya. Namun demikian, kita tetap disuruh harus menunggu atau menanti. Bagaimana sikap kita dalam menunggu itu seharusnya? Di sini kita dituntut dalam menunggu itu harus berjaga-jaga. Yang dimaksudkan berjaga-jaga di sini, adalah dengan sebuah sikap yang aktif, siaga, peduli, tidak bisa tidur, bukan berpangku tangan, pasrah tidak menentu atau nrimo saja, supaya tidak kecolongan. Baca lebih lanjut

Bijaksana sampai Akhir Zaman


Daniel 12:1-13
Kitab Daniel merupakan kitab apokalitik yang menceritakan tentang akhir dari sejarah manusia. Pada masa itu Raja Antiokhus IV sedang berkuasa dan membawa kengerian bagi bangsa Israel, karena dia menyatakan dirinya sebagai keturunan ilahi dan secara terang-terangan, dia menyatakan dirinya sebagai “Epifanes” yang berarti, “Allah yang menampakkan diri”, yang tertera di mata uangnya. Penderitaan yang dialami bangsa Israel begitu hebat. Di tengah kondisi demikian, wahyu Tuhan datang kepada Daniel, yang memberitakan tentang apa yang akan terjadi pada akhir zaman. Pemberitaan ini diharapkan dapat memberikan kekuatan untuk tetap bertahan selama masa penganiayaan karena kelak Tuhan memberikan kehidupan yang kekal. Angka-angka yang diberikan Daniel pada ayat 11-12 sepertinya hendak menunjukkan berakhirnya masa penderitaan pada masa Raja Antiokhus IV. Sedangkan ayat 13 merupakan berakhirnya penderitaan pada masa akhir zaman. Baca lebih lanjut

Yesus Kristus Menjadi Korban Tebusan Bagi kita


Minggu XXIII Setelah Trinitatis, 08 November 2015
Ibrani 9:24-28
Adalah pemberian yang paling besar dan paling luhur bila seseorang rela berkorban bukan untuk dirinya, melainkan untuk orang lain. Demikian yang dilakukan Yesus Kristus bagi dunia ini, dan bagi kita semua. Yesus adalah korban yang sempurna yang melebihi dan melampaui segala korban yang dipersembahkan dalam Perjanjian Lama. Dengan kasih yang penuh pengorban, Ia rela membayar lunas segala hutang dosa kita. Inilah yang disampaikan penulis surat Ibrani kepada jemaat yang tengah mengalami penderitaan, tekanan, dan penganiayaan, dengan tujuan agar mereka tabah dan tetap setia kepada Yesus Kristus yang sudah mengaruniakan keselamatan itu. Di dalam Yesus ada keselamatan yang sempurna.
Baca lebih lanjut

Pertobatan menuju Keselamatan


Minggu XX Setelah Trinitatis, 18 Oktober 2015

Yeremia 8:4-7
Yeremia memberitakan pertobatan kepada bangsa Israel. Kata Ibrani yang dipakai menyebut “Bertobat!” adalah Syuv artinya berbalik kembali atau berbalik dari dosa pada Allah. Sedangkan bahasa Yunani memakai kata metanoia yang artinya memperbaiki kesalahan dengan perubahan pola pikir, ada penyesalan dan sikap kerendahan untuk untuk berbalik. Pertobatan sangat penting karena itu merupakan syarat mutlak untuk memperoleh keselamatan. Yeremia mendapat penglihatan dari Tuhan tentang kehancuran bangsa Israel akibat dosa-dosa yang telah mereka lakukan. Di tengah pemberitaannya, dia menghadapi para nabi palsu yang menubuatkan damai sejahtera. Kedegilan bangsa itu yang tidak jujur, terus melakukan kejahatan, dan praktik keagamaan yang keliru. Mengapa bangsa Israel tidak mau berpaling dan bangkit? Sedangkan orang yang jatuh bangkit dan burung pun tahu kembali ke tempatnya, sedangkan Israel tidak. Baca lebih lanjut

Kekuatan Lidah


Minggu XV Setelah Trinitatis, 13 September 2015

Yakobus 3:1-12
Lidah adalah anggota tubuh yang tersembunyi dan tidak dapat dilihat oleh orang lain dan lidahlah yang mengecap rasa makanan yang masuk ke dalam mulut. Ada empat rasa yang mampu dikecap oleh lidah, yaitu: manis, pahit, asam dan asin ditambah rasa pembakaran yaitu pedas. Namun sama seperti pengecap rasa, demikian juga kemampuannya untuk mengeluarkan kata-kata. Setiap kata yang dikeluarkan mengandung makna tersendiri. Baca lebih lanjut

Tuhan Sanggup Mengubahkan Deritamu!


Minggu XIV Setelah Trinitatis, 06 September 2015
Yes. 35:4-7a
Dia meninggalkan kelasnya karena dia selalu memiliki nilai yang jelek. Dia tidak memiliki ayah dan ibu yang bisa diharapkan kelak bangga jika nanti dia menjadi seorang dokter. Dia harus bekerja untuk membiayai uang kuliahnya sehingga terganggu konsentrasi untuk kuliah. Dan masih banyak lagi yang mencoba untuk menghentikan langkahnya mewujudkan mimpinya menjadi seorang dokter. Sebuah mimpi untuk menolong orang lain di tengah dia sangat butuh pertolongan. Tapi perkataan dosennya itu mengubahkan dirinya dengan berkata: “Aku sendiri yang bangga melihatmu kelak menjadi seorang dokter. Baca lebih lanjut