LURUSKANLAH JALAN ORANG YANG SALAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE 188:1 Jahowa Siparmahan Au
Jahowa Siparmahan au, ndang hurang manang aha.
Ai nasa jea dipadao do sian dorbiaNa.
Tongon dibaen na lomak i, lao pangoluhon tondingki,
dibaen asi rohaNa.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Tim. 5 : 1-8 (Pagi)
Rut 1 : 1-22 (Malam)

RENUNGAN
Yehezkiel 34 : 2 – “Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu?”

LURUSKANLAH JALAN ORANG YANG SALAH
Saudara yang kekasih! Yehezkiel diperintahkan Tuhan untuk berbicara kepada para pemimpin Israel yang sudah menyimpang dari tugas yang mereka terima dari Tuhan. Dari seorang gembala yang memikirkan domba-dombanya kepada gembala yang hanya memikirkan kenyaman hidupnya sendiri. Domba-dombanya tidak dibawa ke rumput yang hijau dan ke mata air yang bersih, melainkan dibiarkan mencari makanannya sendiri, tidak dijaga dari bahaya-bahaya terkaman binatang buas,
Yehezkiel harus berani untuk mengatakan yang salah itu salah dan perlu membawa perubahan ke arah yang benar, jika tidak maka sanksinya cukup berat yaitu: celaka. Dia tidak boleh berdiam diri walaupun pasti ada risiko yang akan dia hadapi dari para gembala tersebut, tetapi di sisi lain kalau dia tidak berbicara untuk menegornya maka nantinya di hari penghakiman justru hutang nyawa mereka akan ditimpakan kepada Yehezkiel (Yeh. 33:8).

Demikianlah orang-orang percaya dipanggil untuk menyuarakan suara nabiah kepada orang-orang yang sudah melenceng atau menyeleweng dari jalan yang benar agar kembali ke jalan Tuhan. Apakah itu perbuatan yang mementingkan diri sendiri tanpa memperhatikan apa yang menjadi dampaknya kepada orang lain; atau perbuatan–perbuatan yang mementingkan kelompoknya, walaupun itu merusak tatanan kehidupan umum yang sudah baik. Hendaknya kita peka dan peduli terhadap apa yang sedang terjadi di sekitar kita, dan kita harus berbuat secara responsip demi kebaikan dunia sekeliling kita.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-285:1 Tuhankulah Gembalaku
Tuhankulah Gembalaku, oleh-Nya ‘ku tent’ram,
di padang hijau yang segar, di pinggir air tenang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-566 : 1 Na Badia
Na badia do Ho, dipuji rohangkon do
Diboto rohangkon do mandok,
badia do Ho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s