Arsip Kategori: Dewan Diakonia

Seksi Pendidikan 2018-2020


Dibawah Naungan Dewan Diakonia
Pendamping David Simanjuntak

1. Jonter Nainggolan (Ketua)
2. St. Jalitaida Silalahi (Sekretaris)
3. St. Kontinius Siagian (Anggota)
4. Marsal Tampubolon (Anggota)
5. Albertson Sibarani (Anggota)
6. Sardon Debataraja (Anggota)
7. Manganjur Sinurat (Anggota)
8. Ronal Pangaribuan (Anggota)

Tips menjadi pengunjung pasien yang efektif


Berikut ini beberapa tips menjadi pengunjung pasien yang efektif:

  1. Didasari oleh kasih
  2. Mengetahui informasi lengkap dimana lokasi pasien dirawatMenentukan waktu berkunjung yang tepat yaitu sore atau pagi menjelang siang.
  3. Berangkat sendiri atau rombongan. Ini juga penting, datang rombongan tentu lebih efektif dan ringan. Jika sendiri-sendiri dengan waktu yang berbeda-beda dengan datang satu persatu maka itu melelahkan pasien dan penunggu untuk melayaninya.
  4. Mempersiapkan oleh-oleh, ini tidak prinsip tapi lebih utama. Meskipun orang sakit biasanya tidak mau makan banyak dan sudah disediakan oleh menu rumah sakit. Sehingga utamakan buah-buah yang bergizi tinggi dan tahan lama seperti buah apel, pir, anggur. Atau makanan jadi seperti nasi, lauk dan airnya karena itu sangat diperlukan oleh penunggu pasien agar tetap fit. Atau membawa uang untuk membantu meringankan pembiayaan selama di rumah sakit.
  5. Mencari informasi secukupnya tentang kondisi pasien, jenis sakitnya, sebab-sebabnya dan lain-lain kepada teman atau keluarga yang sudah menjenguknya. Agar saat menjenguk tidak mengulang-ulang pertanyaan atau seperti investigasi sebuah kasus.
  6. Kemudian konfirmasi terlebih dahulu sebelum masuk kamar pasien, agar pasien bersiap diri dan tidak panik karena terkadang belum pakai pakaian, jilbab atau yang lain
  7. Saat sudah di kamar pasien. Jika pasien terlihat lemah maka banyak komunikasi dengan penjaganya. Karena dialah yang selama ini mengetahui informasi dari dokter dan pasien tentunya.
  8. Menghargai pasien lain. Biasanya pasien tidak sendirian di kamar rumah sakit, apalagi kalau kelas ekonomi. Maka harus tetap menyapa pasien lain meskipun tidak kenal. Selanjutnya tidak ribut dengan komunikasi suara yang keras, tertawa terbahak-bahak atau ribut berdebat.
  9. Memberi semangat dan harapan positif.
  10. Durasi waktu tidak terlalu lama sampai berjam-jam dan tidak juga beberapa menit karena hanya setor muka. Sekira sudah cukup menghibur dan giliran yang lain maka segera menyudahi waktu jenguk
  11. Mendoakan pasien yang dijenguk

Turut berdukacita atas meninggalnya Bapak Apostel Marbun (47 tahun). Doa kita bersama, “Tuhanlah yang memberikan kekuatan dan penghiburan sejati kepada keluarga yang ditinggalkan, Ny. Siti Nurani Sihombing, beserta anak yang ditinggalkan Andreas Jantua Marbun (18 tahun), Nico Yehezkiel Marbun (16 tahun) dan Putri Anna Marbun (13 tahun)”