Bijaksana sampai Akhir Zaman


Daniel 12:1-13
Kitab Daniel merupakan kitab apokalitik yang menceritakan tentang akhir dari sejarah manusia. Pada masa itu Raja Antiokhus IV sedang berkuasa dan membawa kengerian bagi bangsa Israel, karena dia menyatakan dirinya sebagai keturunan ilahi dan secara terang-terangan, dia menyatakan dirinya sebagai “Epifanes” yang berarti, “Allah yang menampakkan diri”, yang tertera di mata uangnya. Penderitaan yang dialami bangsa Israel begitu hebat. Di tengah kondisi demikian, wahyu Tuhan datang kepada Daniel, yang memberitakan tentang apa yang akan terjadi pada akhir zaman. Pemberitaan ini diharapkan dapat memberikan kekuatan untuk tetap bertahan selama masa penganiayaan karena kelak Tuhan memberikan kehidupan yang kekal. Angka-angka yang diberikan Daniel pada ayat 11-12 sepertinya hendak menunjukkan berakhirnya masa penderitaan pada masa Raja Antiokhus IV. Sedangkan ayat 13 merupakan berakhirnya penderitaan pada masa akhir zaman.

Akhir zaman atau hari Tuhan merupakan sebuah fakta yang nanti pasti terjadi. Bagi dunia hukum, pernyataan ini pasti sangat sulit dipahami dan pasti menolak untuk dijadikan sebagai bahan bukti. Waktu masa terjadinya akhir zaman itu tidak ada pun seorang yang tahu, selain dari Bapa yang di sorga. Hanya tanda-tanda yang diberikan Tuhan, yaitu: kebangkitan orang mati. Dan akan ada penghukuman, yaitu memisahkan mereka yang bangkit itu untuk masuk sorga dan neraka (ayat 2). Di nas epistel disebutkan bahwa bangsa akan bangkit bangsa melawan bangsa, kerajaan melawan kerajaan, terjadi gempa, dan terjadinya kelaparan (ayat 8). Di kitab lain, seperti: Maleakhi, Wahyu dan sebagainya juga memberikan banyak tanda. Dapat dikatakan bahwa semua tanda itu sudah pernah terjadi. Timbul pertanyaan, kapankah datangnya hari Tuhan itu? Tujuan dari pemberitaan akhir zaman bukanlah untuk memuaskan keingintahuan yang tak wajar, tetapi untuk mengingatkan kita agar dapat melepaskan diri dari murka Tuhan yang akan datang (Mat. 3:7, 12), dan untuk itu kita berdoa memohon agar kelak dapat diperhitungkan di hadapan Anak Manusia (Luk. 21:36).

Saudara, melalui renungan ini kita diminta untuk menjadi orang yang bijaksana hingga akhir zaman. Kebijaksanaan itu terletak pada kesetiaan agar nama kita ditulis dan tetap tertulis di Kitab Kehidupan. Kebijaksanaan itu tidak terlepas dari Dia Sang Sumber hikmat. Kitab Amsal menyebutkan takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan (Ams. 1:7a). Tetaplah waspada dan berjaga-jagalah sambil tetap menantikan kedatangan-Nya. Orang yang seperti inilah orang yang bijaksana. Dia tidak akan tergoda dengan godaan-godaan yang datang, karena dia tahu pasti terhadap apa yang ditunggunya. Kitab Daniel ini mengajak kita untuk menjadi orang yang berbahagia yang tetap setia kepada menantikan kedatangan Tuhan meskipun berbagai penderitaan dan cobaan menghampiri (Pdt. Rudi SM Pardede).

Advertisements

One comment

  1. Tolong dikirimkan buku sep saat teduh,or buku ttg keseharian agar rohani maupun jasmani dpt merasakan kesejukan,bhw tuhan jesust selalu ada dlm hidup sy. sudah hampir 12th sy tdk mengikuti kebaktian digereja…karena sesuatu problem. yg berat dlm hidup sya…villa mutiara serpong…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s