Arsip Kategori: Ibadah Minggu

Ibadah Minggu | 13 September 2020 | HKBP Serpong


Ibadah Minggu | 13 September 2020 | HKBP Serpong

https://www.youtube.com/watch?v=wJTVbhHneZI

INKARNASI YESUS


MINGGU MISERICORDIAS DOMINI
Gok asi ni roha ni Jahowa do tano on

Topik: Hasatiaon ni Debata
(Kesetiaan Allah)

Warna Tutup Altar : Na bontar (Putih)
Warna simbol: Kekudusan dan Kesucian

Ev. Roma 3:1-8
Ep. Bilangan 14:17-19

Kata inkarnasi berasal dari bahasa Latin “In Carne” yang dalam bahasa Yunaninya en sarki yang artinya “dalam daging”. Jadi inkarnasi bisa diartikan “masuk ke dalam daging”. Tentu saja yang dimaksud dengan “daging” bukan hanya tubuh, tetapi seluruh manusia. Inkarnasi Tuhan Yesus yakni pribadi kedua dari Allah Tritunggal yang mengambil bentuk kemanusiaan, atau dengan kata lain Anak Allah menjelma dan menjadi daging. Siapakah yang Berinkarnasi?
Bukan Allah Tritunggal yang berinkarnasi, tetapi pribadi kedua dalam Allah Tritunggal, yang mengambil natur manusia. Tetapi juga harus diingat bahwa setiap pribadi dalam Allah Tritunggal ikut aktif dalam inkarnasi (Mat 1:20 Luk 1:35 Yoh 1:14 Kis 2:30 Ro 8:3 Gal 4:4 Fil 2:5-7). Alkitab sendiri dengan tegas mengatakan bahwa Firmanlah yang menjadi manusia (Yoh 1:1,14). Allah menjadi manusia tidak salah mutlak karena Yesus adalah Allah. Tetapi mungkin sebaiknya kita berkata bahwa Allah Anak/Firman/Logos menjadi manusia. Allah mencakup ketiga pribadi tersebut.

TABUT PERJANJIAN


MINGGU QUASIMODOGENITI
Songon Posoposo na imbaru tubu

Topik: Mauas do tondingku tu Debata
(Jiwaku haus kepada Allah)

Warna Tutup Altar : Na Bontar (Putih)
Warna simbol: Kasih

Ev. Mazmur 42:1-6
Ep. 1 Petrus 2:1-5

TABUT PERJANJIAN
Tabut perjanjian adalah peti suci yang dibuat oleh orang Israel zaman dulu sesuai perintah Allah. Allah sendirilah yang merancang Tabut itu. Tabut ini berisi ”Kesaksian”, yaitu Sepuluh Perintah yang ditulis pada dua lempengan batu (Kel. 25:8-10, 16; 31:18). Bentuk dan rancangan. Tabut panjangnya 2,5 hasta, lebarnya 1,5 hasta, dan tingginya 1,5 hasta (111 x 67 x 67 sentimeter). Tabut ini terbuat dari kayu akasia. Bagian dalam dan luarnya dilapisi emas. Di sekeliling bagian atasnya terdapat bingkai yang cantik. Pada penutup Tabut, terdapat dua kerub emas di kedua ujungnya. Penutup itu terbuat dari emas. Kedua kerub itu saling berhadapan dan sedang membungkuk dengan muka menghadap penutup itu. Sayap-sayap mereka terbentang ke atas, menaungi penutup itu. Tabut ini memiliki empat gelang emas di atas keempat kakinya. Kayu akasia berlapis emas dimasukkan ke gelang-gelang itu dan dipakai untuk mengangkat Tabut itu.—Keluaran 25:10-21; 37:6-9.

Tempat. Tabut perjanjian awalnya disimpan di ruang Mahakudus di tabernakel. Tabernakel adalah kemah untuk ibadah yang dapat dipindah-pindahkan, yang dibuat bersamaan dengan tabut perjanjian. Ruang Mahakudus dibatasi dengan suatu tirai agar tidak terlihat oleh para imam dan orang-orang. (Kel 40:3, 21) Hanya imam besar yang bisa masuk ke ruangan ini. Dia melakukannya hanya pada Hari Pendamaian setiap tahun. Pada saat itulah dia melihat tabut perjanjian. (Imamat 16:2; Ibrani 9:7) Belakangan, Tabut dipindahkan ke ruang Mahakudus di bait Salomo (1 Raja 6:14, 19).

SEJARAH PASKAH


PASKAH KEDUA
(Perayaan Kebangkitan Tuhan Yesus)

Topik: Hehe laho Pahehehon
(Bangkit dan Membangkitkan)

Warna Tutup Altar : Na bontar (Putih)
Warna Kasih

Ev. 1 Korintus 15:20-28
Ep. 1 Petrus 1:3-12

SEJARAH PASKAH

Paskah, atau Easter, adalah saat untuk memperingati kematian, khususnya kebangkitan Kristus. Di Inggris orang hampir-hampir tidak akan lupa hari libur ini. Setiap tahun, sedikitnya sebulan sebelum Paskah, toko-toko dan pasar swalayan mengingatkan konsumen dengan memajang berbagai jenis coklat telur dan kelinci, kartu ucapan, dan banyak lagi barang Paskah lainnya. Kata “Paskah” berhubungan dengan dewi musim semi bangsa-bangsa Jermanik (Anglo-Saxon), yang dikenal juga dengan sebutan Eostre, Ostara, atau Eastre. Bangsa Jerman di Eropa Utara mengadakan perayaan tahunan bagi dewi musim semi ini sebagai rasa syukur atas pembaruan hidup setelah musim dingin. Sejarah juga menceritakan ketika para penginjil mula-mula mulai mengabarkan injil di Eropa Utara, mereka membiarkan orang-orang Jermanik untuk mempertahankan praktik penyembahan berhala mereka demi menghindari penolakan atas pengajaran Kristen, dan untuk memudahkan mereka menjadi Kristen4. Para penginjil berhasil memenangkan mereka (menjadi Kristen), dan pada abad ke-8, Orang-orang Jermanik yang telah menjadi Kristen mulai memperingati kebangkitan Kristus dengan perayaan yang mereka sebut Eastra, yang kemudian diubah namanya menjadi Easter (Paskah). Perubahan ini termasuk mengganti Sabat Sabtu menjadi kebaktian hari pertama minggu (Hari Minggu) sebagai perayaan Kebangkitan Kristus secara mingguan, yang juga dikenal dengan “Hari Tuhan”.

PESAN PASKAH


PASKAH PERTAMA
(Perayaan Kebangkitan Tuhan Yesus)

Topik: Huaso ni Haheheon ni Jesus
(Kuasa Kebangkitan Yesus)

Warna Tutup Altar : Na bontar (Putih)
Warna Kasih

Ev. Matius 28:1-10
Ep. Yohanes 11:25-27.

PESAN PASKAH
Marilah kita hayati Pesan Paskah hari ini:
1. Paskah adalah pusat pemberitaan dan inti iman kekristenan
2. Paskah mengatakan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya
3. Kalau Kristus tidak bangkit maka tidak ada kebangkitan orang mati
4. Andaikata Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah iman kamu
5. Hutang dosa telah dibayar mahal, bukan dengan uang dan harta tetapi darah Yesus yang kudus
6. Oleh karena satu orang (Adam), manusia mati selama-lamanya tetapi oleh karena satu orang (Kristus) maka manusia hidup untuk selama-lamanya
7. Peristiwa Paskah mengatakan bahwa jaman baru telah dimulai: Jaman Penuh pengharapan, sukacita dan damai sejahtera
8. Paskah memperjelas Tujuan Hidup orang kristen
– Bersama Kristus dalam Kehidupan
– Bersama Kristus dalam Kematian
– Bersama Kristus dalam Kebangkitan