Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

CURAHAN ROH KUDUS


01. Nyanyian KJ 407:1, 4.   “Tuhan, Kau Gembala Kami”

Tuhan, Kau Gembala kami, tuntun kami domba-Mu;

b’rilah kami menikmati hikmat pengurbanan-Mu.

Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami ini milik-Mu,

Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami ini milik-Mu.

02. Pembacaan Firman

  • Pagi           :  Ulangan 5:22-33.
  • Malam       : 1 Petrus 3:8-12.

03. Renungan      : Yesaya 32:15.

CURAHAN ROH KUDUS Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebunbuah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan.

Dalam situasi sekarang ini kita sedang diperhadapkan dengan keadaan yang serba sulit di tengah mewabahnya Virus Corana (Covid-19) di hampir seluruh dunia termasuk Indonesia. Umat Tuhan sedang mengalami situasi sulit bahkan penyakit ini dapat menghancurkan dan mematikan. Peristiwa sekarang ini selain kesehatan juga sangat berdampak terhadap perekonomian dalam memenuhi kebutuhan hidup yang dapat membuat kehilangan pekerjaan, berkurangnya mata pencaharian bahkan ada yang di PHK serta berbagai dampak lainnya.  Dalam situasi sulit seperti ini Gereja terpanggil untuk berperan aktif dalam mengatasi berbagai masalah  yang timbul akibat dampak covid-19 ini. Jemaat Tuhan harus peka dengan sesama dan berbagi dengan orang-orang yang sedang membutuhkan uluran tangan, kita harus peka terhadap orang yang sedang mengalami dampak dari peristiwa sekarang ini.  Sebagai orang kristen kita harus berkeyakinan bahwa situasi sulit ini akan berubah kembali ketika Allah bertindak dan campur tangan dalam kondisi situasi sesulit apapun. Tuhan akan mencurahkan Roh KudusNya untuk memulihkan dunia ini. Roh Kuduslah  yang menjadi sumber kekuatan kita untuk bisa bertahan melalui berbagai dampak yang sedang kita hadapi. Dengan Roh Kudus maka Gereja yang dipenuhi kesehatian pelayan Tuhan dengan anggota Jemaat akan bersatu hati untuk menjadi alat Tuhan untuk bersama-sama ikut mengatasi dampak situasi yang sedang terjadi. Mari kita membuka hati untuk menerima Roh Kudus memimpin dan berkuasa memulihkan keadaan kehidupan kita. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE No. 487 : 1       “Tung Halak Na Margogo

Tung halak na margogo, si partangiang i. Dokdok pe sitaonon, ndang olo talu i.

Pos situtu rohana, di Debata na i. Tuhan na manaluhon, sude pangalo i.

06. Doa Bapa kami – Amin.                         ___Tuhan Memberkati, Syalom___

SUKACITA DI DALAM ALLAH


01. Nyanyian KJ No. 26: 1.    “Mampirlah dengar Doaku”            

Mampirlah dengar doaku, Yesus penebus

Orang lain Kau hampiri, jangan jalan t’rus

Yesus, Tuhan, dengar doaku

Orang lain kau hampiri, jangan jalan trus

02. Pembacaan Firman

  • Pagi           : 2 Rajaraja 2 : 13 ; 15
  • Malam       : Yohanes 8 : 21 – 30

03. Renungan : Mazmur 68 : 5

SUKACITA DIDALAM ALLAH Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah namaNya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! namaNya ialah Tuhan; beria-rialah dihadapanNya!

Dalam suatu ibadah keluarga rutin yang dilakukan oleh wijk kami beberapa waktu yang lalu, meski hanya dihadiri oleh beberapa jemaat,  nuansa religious nya sangat terasa dengan kesaksian yang diberikan oleh beberapa anggota jemaat terkait pertolongan Allah yang menghampiri mereka disaat mereka berseru kepadaNya. Ketika Kristus turun tangan, maka selalu ada jaminan  kemenangan terhadap semua pergumulan hidup yang kita alami. Disaat yang tepat, Ia hadir seperti arakan pasukan kemenangan yang membawa kabar kemenangan dan sukacita, yang melepaskan semua beban dan menimbulkan sukacita dan pengharapan.

Masihkah kita ragu akan kuasa kemenangan yang dimiliki Tuhan Kita, Yesus Kristus? KemenaganNya atas kuasa dosa yaitu kematian, adalah jaminan atas kemenangan dan penyelamatan kita (bd. Rom 8:37). Adakah lagi kemenangan yang lebih besar yang bisa kita dapatkan selain daripada sang penakhluk maut, Yesus Kristus?. Takkala kita sudah berserah dan mengangkat tangan atas kemampuan kita melalui doa, melalui nyanyian dan penyerahan diri kepadaNya untuk mengatasi setiap persoalan yang kita hadapi, Allah tahu, ini adalah saatnya bagiNya untuk turun tangan dengan jalan dan cara yang Ia inginkan. Dan ketika itu terjadi, seperti halnya raja Daud yang menyanyikan pujian arakan pemerintahan Allah yang begitu megah dan penuh kuasa, yang dapat melakukan apapun untuk kemuliaan namaNya. Atas semua kemurahan hati dan karunia Allah, Nyanyikanlah pujian dan sukacita untuk Allah yang perkasa, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 811:1.   “Di au ma Ho Tuhan”

Di au ma Ho Tuhan di aringki.Ai denggan ni basaM padame rohangki

Disude partingkian disude inganan Di au maho o Tuhan, asi rohaM06. Doa Bapa kami – Amin.                         

OMNISCIENCE


01. Nyanyian KJ 364:1.    “ Berserah Kepada Yesus”

Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku; kukasihi, kupercaya, kuikuti Dia t’rus.

Aku berserah, aku berserah; kepadaMu, Jurus’lamat, aku berserah!

02. Pembacaan Firman

  • Pagi          : Ulangan 31:1-13.
  • Malam      : Yohanes 16:16-24.

03. Renungan    : Yohanes 16:30.

  OMNISCIENCE Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.”

Selamat pagi dan selamat bersyukur dan menikmati anugerah Tuhan.  Syukur pada Tuhan karena Tuhan kita adalah Tuhan yang omniscience artinya Allah yang mahatahu. Dia tahu segala sesuatu. Dia tahu  motivasi kita, Dia tahu pergumulan kita, Dia tahu kebutuhan kita, Dia tahu  kelemahan kita, dan sebagainya. Dia tahu lebih dari yang kita tahu. Manusia adalah orang yang banyak tahu tentang dirinya sendiri, tetapi Tuhan jauh lebih tahu dari manusia itu sendiri. Sebab siapakah manusia?. Ciri utama manusia ada tiga yaitu 1) ciptaan; 2) terbatas dan 3) berdosa. Manusia kondisinya lemah. Hal utama yang Tuhan inginkan dari kita adalah percaya bahwa Dia Tuhan yang dari sorga datang untuk menyelamatkan. Dia tahu apakah kita percaya dan taat.  Iman sejati adalah tahu dan percaya bahwa keselamatan adalah anugerah Allah melalui iman pada Kristus. Perbuatan baik atau amal adalah respon sebagai ucapan syukur atas kasihNya yang telah diberikanNya. Itulah iman sejati.  Milikilah iman sejati dan layanilah Tuhan dengan sungguh-sungguh, sebab Dia mahatahu termasuk sangat tahu segala hal dalam hidup kita. Camkanlah dalam hati, aku tahu hal utama dan pertama dalam hidup saya adalah percaya pada Tuhan Yesus dan selalu rindu beriman dan mengabadi padaNya dengan penuh ketergantungan dan ketaatan. Kehidupan doa dan pembelajaran Firman Tuhan dan melakukannya setiap hari merupakan kunci pertumbuhan iman sejati, sehingga makin lama, makin menyerupai karakter Kristus. Itulah hal terindah dalam hidup kita di dunia dan di sorga. Peganglah Firman Tuhan ini : Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.(Yer 29:11). Amin.   (St.Partogian Sormin)

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 221:1,4.   “Saleleng Jesuski”

Saleleng Jesuski, na mandongani au. Maporus holsoholsongki, sai di Ibana au

Torop di tano on, mangkaliangi au. Sai Tuhan Jesus do tongtong, maniopniop au.06. Doa Bapa kami – Amin.

TETAP MENGASIHI WALAU DIBENCI


01. Nyanyian KJ 341 : 2 KuasaMu dan NamaMulah

Teladan sudah Kauberi demi deritaMu dan melalui salibMu. Kaut’rima kuasaMu! Bagian kami tak lebih, seperti segenggam. Benih, melintas kubur yang gelap, agar kelak ‘kan menetap. BersamaMu di Firdaus gemerlap.

02. Pembacaan Firman

  • Pagi          : Kejadian 9:8-17.
  • Malam      : Kisah Para Rasul 27:39-44.

03. Renungan    : Yohanes 15:18.

TETAP MENGASIHI WALAU DIBENCI Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.

Selamat pagi dan selamat bersyukur pada Tuhan Yesus. Sejak kejatuhan manusia dalam dosa, maka kebenaran selalu dibenci oleh dunia. Hidup kudus pasti dibenci dunia. Tugas dan tanggungjawab Saudara dan saya sebagai orang percaya adalah menyampaikan Kebenaran yaitu injil Kristus. Dalam hal itu, sebagaimana Tuhan Yesus dibenci karena menyatakan kebenaran TUHAN, kita pun demikian.  Kalau kita dibenci karena melakukan yang salah atau dosa adalah seharusnya demikian. Tetapi, setiap orang dibenci karena melakukan yang benar di mata Tuhan itulah risiko iman. Maka, jangan kaget, kecut, atau  takut, sebab Tuhan sudah mengalami  dan sudah menyatakan hal itu sebelumnya. Firman Tuhan mengatakan:”Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu” (Yoh 15:18). Menderita bagi Kristus karena ketaatan kita kepada-Nya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari iman Kristen (Yoh 15:20).  Renungan hari ini ingin meneguhkan pengertian, sikap, dan iman kita agar : 1) tetaplah menyatakan kebenaran, walaupun dibenci atau dianiaya, karena itulah tugas kita; 2) kita harus tetap mengasihi orang yang membenci kita, dan tidak kompromi dengan kelakuan jahatnya; 3). kehidupan kita harus menjadi berkat bagi orang lain, sekalipun dia membenci kita, 4) ingat dan sadarilah bahwa panggilan Kristiani tertinggi dalam hal mengikut Yesus Kristus adalah menyangkal diri dan memikul salib (Mat 16:24); 5) upah orang yang setia dalam kebenaran TUHAN  adalah kebahagian, sebagaimana Tuhan Yesus berkata:  Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.  (Mat 5:10). Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 221:1,4.   “Saleleng Jesuski”

Saleleng Jesuski, na mandongani au. Maporus holsoholsongki, sai di Ibana au. Torop di tano on, mangkaliangi au. Sai Tuhan Jesus do tongtong, maniopniop au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

KRISTUS PUSAT KEHIDUPAN


01. Nyanyian KJ No. 18: 1 – 2.    “Allah hadir bagi kita”                

Allah hadir bagi kita dan hendak memb’ri berkat. Melimpahkan kuasa Roh-Nya bagai hujan yang lebat. Dengan Roh Kudus ya Tuhan, umatMu berkatilah. Baharui hati kami, o curahkan kurnia.

02. Pembacaan Firman

  • Pagi           : Matius 7:1-24.
  • Malam       : Kisah Para Rasul 27:13-38.

03. Renungan : Ibrani 9:15.

  KRISTUS PUSAT KEHIDUPAN Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Dalam nas ini kita melihat bagaimana ketika Yesus Kristus datang untuk mati bagi kita, Dia membayar korban tertinggi untuk dosa-dosa kita. KematianNya menutupi dosa kita dan karena Dia adalah Imam Besar yang sejati. Dia mempersembahkan dirinya sebagai sarana bagi kita untuk diampuni atas semua pelanggaran dan kesalahan kita. Kita tidak lagi harus menawarkan hewan sebagai alat pengakuan dosa. Dosa kita diampuni  saat kita jatuh, kita sekarang bisa datang kepada Yesus Kristus dengan hati yang terbuka, mengakui dosa kita. Dia membayar hutang yang tidak mampu kita berikan karena tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menghapus dosa kita. Ayat ini mengingatkan kepada kita tidak ada orang yang bisa membangun kehidupan Kristennya berdasarkan kekuatan dan kemampuan diri sendiri tanpa ditopang oleh anugerah Tuhan setiap hari. Tidak pernah kita bisa membangun segala sesuatu berdasarkan kebenaran diri. Setiap saat begitu gampang kita bisa jatuh dalam dosa dan berbuat salah. Kita perlu menyadari kita adalah orang yang berdosa dan bersalah di hadapan Tuhan namun kita dikasihi dan diampuni olehNya. Pemazmur mengatakan “sejauh timur dari barat demikian dijauhkanNya daripada kita pelanggaran kita” (Mzm  103:12), Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2.   “Paian ma di hami”

Paian ma di hami, o Jesus asiMi. Asa tung unang hami, diansi musu i. Paian Tuhannami hataM di hami be. Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.                         

Bahan Sermon GSM, 14 Mei 2020


A. Nas: Lukas 11:9-13.

  • Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
  • Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
  • Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
  • Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
  • Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

B. Pengantar

Masing-masing kitapasti memiliki pengalaman doa yang berbeda. Ketika kita meminta kepada TUHAN, mungkin dalam waktu yang tidak lama langsung diberikan oleh-Nya. Tapi mungkin juga dalam waktu yang lama, Tuhan baru memberikan kepada kita. Bahkan mungkin saja tidak diberikan seperti yang kita inginkan. Tetapi yang pasti, kita menginginkan doa-doa kita dikabulkan Tuhan.

C. Penjelasan Nas

Tuhan Yesus memberikan sebuah perumpamaan yang sangat menarik mengenai pentignnya sebuah ketekunan dalam berdoa seperti yang bisa kita baca dalam Lukas 18:1-8. Mengambil perumpamaan tentang seorang janda, sosok yang lemah dan sering digambarkan sebagai figur yang tertindas dan diperlakukan tidak adil di dalam Alkitab, dan seorang hakim yang lalim. Demikian bunyi ayat pembuka perikop ini. “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.” (Luk 18:1). Dalam kisah ini, si janda diceritakan terus memohon kepada hakim lalim agar haknya dibela. (ay 3). Sementara si hakim bukanlah orang yang takut akan Tuhan, dan sikapnya arogan dan lalim, tidak menghormati siapapun. Sesuai dengan gambaran pribadi si hakim, sudah tentu ia menolak permohonan janda ini. Tapi lihatlah janda itu tidak jemu-jemu mendatanginya dan memohon. Dengan gigih janda itu berjuang. Kegigihan menunjukkan bahwa ia masih menaruh harapan agar permohonannya dikabulkan, karena tidak ada orang yang akan gigih jika mereka tidak punya harapan sama sekali. Lalu pada akhirnya sang hakim yang lalim pun luluh dan membenarkan si janda. Dan Yesus pun berkata, “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!”. Jika hakim yang lalim saja bisa luluh terhadap permohonan tidak jemu-jemu, dan pada akhirnya mau mengabulkan permintaan si janda, bagaimana mungkin Tuhan yang begitu penuh kasih setia tidak mendengarkan seruan kita? “Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?”. Tuhan yang penuh kasih dan adil akan selalu membenarkan anak-anakNya yang siang dan malam berseru kepadaNya dengan tidak jemu-jemu! Dia akan selalu memperhatikan setiap anakNya yang terus datang dengan kerinduan dan kasih untuk berbicara dan mendengar suaraNya tanpa henti, tanpa terpengaruh hal apapun. Dia tidak akan pernah mengulur-ulur waktu untuk menolong kita, Dia tidak akan pernah berbahagia melihat kita menderita.

Dalam nas ini, ada beberapa sikap yang diperlihatkan Tuhan Yesus tentang berdoa, yakni: Pertama, Meminta sesuai dengan kebutuhan kita. Bila kita meminta sesuai dengan kebutuhan kita, maka akan diberikan. Seringkali kita tidak menyadari bahwa apa yang kita minta tidak sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Menurut kita itu adalah kebutuhan, tetapi dalam pandangan Tuhan itu bukan kebutuhan kita. Oleh sebab itu, kita harus meminta sesuai kebutuhan kita dan menurutkehendak Tuhan. Karena Tuhan tahu dengan pasti apa yang kita butuhkan. Sikap inilah yang ditunjukkan seorang yang pada tengah malam datang kepada sahabatnya. Ayat 8 ……sahabatnya akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. Ia tidak meminta pinjam uang untuk membeli roti, tetapi ia meminta pinjam roti yang dibutuhkan pada saat itu. Kedua, Meminta dengan iman dan kesungguhan hati. Ketika kita berdoa kepada Tuhan, kita harus memiliki iman dan kesungguhan hati kepada Tuhan. Berdoalah kepada Tuhan dengan keyakinan penuh, kesungguhan dan sikap yang tidak putus asa. Dalam perumpamaan ini kita dapat melihat orang yang datang kepada sahabatnya ini, menunjukkan kesungguhan hati dan keyakinan penuh. Walaupun ia sudah mendapat penolakan dari sahabatnya, tetapi ia tetap tidak putus asa dan terus menerus meminta dengan kesungguhan hati dan keyakinan bahwa sahabatnya ini pasti memberikan apa yang diperlukannya. Karena ia tidak merasa malu dan minta kepadanya terus-menerus, maka ia pun bangun memberikan apa yang diperlukannya. Ketiga, Memiliki kesabaran. Untuk mendapatkan tiga roti, supaya ia dapat menjamu tamunya tidaklah mudah. Ia harus sabar, karena ia pergi meminta pinjaman tiga roti bukan pada waktu pagi hari atau siang hari tetapi pada tengah malam. Mungkin saja sahabatnya sudah tidur dan tidak mendengarkan panggilannya, karena itu ia harus sabar dan terus menerus memanggil tanpa merasa malu. Seperti yang Yesus katakan “Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. Demikian juga kita untuk memperoleh jawaban doa, kita harus bersabar dan tidak jemu-jemunya berharap kepada-Nya.

D. Renungan

Doa kita dijawab bukan semata-mata karena kita meminta sesuai dengan kebutuhan, tetapi itu terletak pada bagaimana hubungan kita dengan Tuhan. Amsal 15:29 mengatakan bahwa “Tuhan mendengar doa orang yang benar”dan Yakobus 5:16 mengatakan bahwa“doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Jadi, masalahnya adalah apakah kita sudah hidup benar di hadapan Tuhan? Apakah masih ada dosa yang menjadi penghalang hubungan kita dengan Tuhan, seperti yang Yesaya 59:2 katakan bahwa “pemisah antara kita dan Allah ialah segala kejahatan kita, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kita.” Bila kita hidup dan tinggal di dalam Dia, dan firman-Nya tinggal di dalam kita, maka kita akan menerima apa yang kita minta (Yoh. 15:7).

SAKSI KRISTUS


01. Nyanyian KJ No. 300:1.     “Andaikan Yesus”

Andaikan Yesus Kau bukan milikku dan Kau tak b’rikan darahMu bagiku. Kemana aku, mohon pengampunan dan perlindungan.

02. Pembacaan Firman

  • Pagi           : Amsal 3:5-12.
  • Malam       : Kisah Para Rasul 7:44-56.

03. Renungan : Kisah Para Rasul 5:32.

  SAKSI KRISTUS Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang menaati Dia.

Petrus dan para rasul ditangkap oleh kaisar Romawi dan diseret ke Mahkamah Agama dan orang Yahudi. Ini tidak membuat para rasul takut. Mereka menunjukkan ketaatan pada Tuhan yang mengutus mereka, bukan ketaatan karena ketakutan kepada para penguasa. Walaupun diancam, mereka tidak mau berhenti memberitakan firman Tuhan.  Para rasul menjadikan pengadilan ini sebagai kesempatan untuk memberitakan Injil. Mereka menerangkan bahwa Allah nenek moyang Israellah yang telah membangkitkan Yesus. Kalimat ini mempunyai dua implikasi.  Pertama, untuk menjelaskan bahwa para rasul tetap mengakui Allah nenek moyang Israel, yaitu Allah Abraham, Ishak dan Yakus sebagai Allah. Percaya kepada Yesus tidak membuat mereka mengingkari iman kepada Allah nenek moyang Israel. Allah yang disembah turun-temurun oleh bangsa Yahudi adalah Allah yang terlibat dalam pekerjaan Yesus.  Kedua, Para rasul menjelaskan bahwa Yesus adalah yang ditinggikan Allah menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel bertobat dan menerima pengampunan dosa. Selama ini Mesias dipandang akan membawa pembebasan politik dari Romawi, tetapi Mesias sebenarnya adalah untuk membawa kelepasan dari perbudakan dosa. Para rasul mengakui bahwa mereka adalah saksi mata yang melihat, mendengar, bahkan mengalami setiap kejadian yang terjadi pada Yesus. Pada masa sekarang ini, Firman Tuhan mengajar kita untuk tetap setia kepada Kristus dan bertahan dalam iman walaupun banyak tantangan yang kita hadapi, Amin.                       

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 690:1.       “Hibul rohangku tu Tuhan Jesus”

Hibul rohangku tu Tuhan Jesus. Sude ngolungku di Tuhan Jesus. Ihuthononku do Tuhan Jesus, ndang olo au sumurut be.

06. Doa Bapa kami – Amin.