Arsip Kategori: Ibadah Harian

SELAMAT DARI MAUT


PERSIAPAN
▪ Persiapan, pembagian tugas
▪ Saat teduh

BERNYANYI BE. No. 183:3. NA JUMPANG AU
On pe holan asi ni roha sipangasahononhon i.
Sipujionku do Jahowa dung ro na pamanathon i.
Unduk huhut las rohangki, mamuji asiroha i, mamuji asiroha i.

PEMBACAAN FIRMAN
▪ Pagi :Yosua 6:22-27
▪ Malam : Matius 21:23-32

RENUNGAN: YAKOBUS 5:19-20
Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

SELAMAT DARI MAUT
Saat ini banyak sekali video singkat tentang semangat heroistik, khususnya video yang datang dari Tiongkok. Salah satu video tersebut mendemonstrasikan bagaimana seseorang yang sedang berhandphone melintasi pintu kereta api yang tiba-tiba ditendang oleh seseorang dengan kasarnya sehingga orang tersebut terpental jauh. Setelah kereta api lewat, orang yang terpental itu bukannya marah tetapi sebaliknya berterima kasih pada orang yang menendangnya, karena akhirnya dia selamat dari bahaya maut.

Sediakah kita menendang orang lain agar orang itu bisa keluar dari hukuman maut dosa? Mengajak orang lain untuk meninggalkan kebiasaannya yang buruk ataupun dosanya bukanlah sesuatu pekerjaan yang mudah. Salah-salah kita dituduh sudah mencampuri urusan pribadi seseorang dan balik membenci atau bahkan menyerang kita. Itu sebabnya, banyak orang mencari aman dengan cara berdiam diri. Dapatkah kita bayangkan, bila semua orang percaya memilih untuk berdiam diri serta tidak menyampaikan berita keselamatan yang bisa mengusik kehidupan orang lain, akan menciptakan dunia yang aman dan damai? Jawabannya ”tidak”, ini hanya merupakan rasa aman dan damai yang palsu. Banyak kejahatan dan dosa terus berkembang hingga membawa kehancuran bahkan maut karena tidak ada orang percaya yang mengingatkan dan menegornya. Itu sebabnya pengajaran yang paling nyaman saat ini adalah pengajaran tentang bagaimana mencapai sukses karena tidak mengusik orang lain.

Melalui nas firman Tuhan ini kita diajak untuk mau menaruh hati dan pikiran untuk menarik dan menyelamatkan jiwa orang supaya mereka tidak jatuh ke dalam dosa maut. Carilah gagasan dan dukunglah usaha misionari untuk menyelamatkan orang dari hukuman maut dosa. Dengan demikian banyak dosa yang akan tertutupi dan diampuni. Kiranya Tuhan senantiasa memberkati kita. AMIN.

BERDOA
▪ Program pemberdayaan HKBP
▪ Keluarga yang takut akan Tuhan
▪ Bersyukur untuk pandemi Covid-19 yang sudah semakin menurun

BERNYANYI
KJ. No.29:3. DI MUKA TUHAN YESUS
Di muka Tuhan Yesus ‘ku insaf akan salahku;
bertobat kini hatiku di muka Tuhan Yesus.

DOA PENUTUP
Doa Bapa kami-Amin

LOYALITAS TOTAL


Sabtu, 20 Maret 2021
PERSIAPAN
• Persiapan, pembagian tugas
• Saat teduh

BERNYANYI BE. No. 495: 1, MARINGAN DO DI SURGO I
Maringan do di surgo i, Amanta na sun gogo i, :,: Sai diranapi sian i sudena langkalangkangki:,:

PEMBACAAN FIRMAN
▪ Pagi : Habakuk 3:2-13
▪ Malam : Yohanes 12:1-11

RENUNGAN:
Yohanes 6:38
Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.

Seorang moralis Inggris yang terkenal John Emerich Edward Dalberg Acton atau yang lebih dikenal sebagai Lord Acton (1833-1902) pernah mengatakan “Power tends to corrupt, but absolute power corrupts abosolutely” dan sepertinya ini sangat menjawab legacy penyimpangan kekuasaan oleh manusia. Pada dasarnya tiap kuasa yang dimiliki oleh manusia memiliki hirarki pendelegasian, berjenjang hingga semuanya tidak lain berasal dari sang mahakuasa Allah itu sendiri.

Situasi yang dihadapi Yesus saat itu adalah, pertanyaan dan keraguan orang banyak perihal kuasa yang Dia miliki. Mereka masih tidak percaya dan menuntut legalitas atau tanda yang menunjukkan bahwa Ia adalah pengemban tugas dari Allah (ayat 30). Dengan kuasa yang dimiliki oleh Yesus yang daripada Bapa-Nya, Ia tidak menunjukkan sedikitpun akan menyalahgunakan kuasa atau tugas tersebut dengan menyatakan kebesaran-Nya dihadapan orang banyak. Dengan gamblang Yesus menyampaikan bahwa Ia-lah yang disahkan oleh Allah dengan materai-Nya sebagai perantara bagi kehidupan yang kekal (ayat-27). Yesus menunjukkan loyalitas total kepada Allah yang mengutus-Nya melalui gambaran kesetiaan bahwa pengutusan-Nya adalah penugasan dan kehendak Allah.

Tidakkah kita juga harusnya merefleksikan teladan Kristus dalam hidup kita? Bahwasanya perantauan kita di tempat yang fana ini adalah untuk mengemban amanat agung Kristus sebelum Ia naik ke sorga (Mat 28:20) untuk memberitakan injil sudah kita lakukan melalui upaya nyata dalam tiap aspek kehidupan kita? Semoga Tuhan menguatkan kita, Amin.

BERDOA
▪ Ucapan Syukur atas kasih Allah sepanjang minggu ini
▪ Pelayan dan pelayanan ibadah minggu
▪ Jemaat semakin tekun beribadah

BERNYANYI KJ No. 395 : 1. BETAPA INDAH HARINYA
Betapa indah harinya saat kupilih Penebus. Alangkah sukacitanya, ‘ku membritakannya terus.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku. ’Ku diajari Penebus berjaga dan berdoa ’trus.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku.

DOA PENUTUP
Doa Bapa kami-Amin.

TUNTUNAN ALLAH


Jumat, 19 Maret 2021
PERSIAPAN
• Persiapan, pembagian tugas
• Saat teduh

BERNYANYI
BE. No. 501: 1, SAI DITOGUTOGU JESUS
Sai ditogutogu Jesus tondingki na gale i. Asa unang be au ganggu di panoguan-Na i.
Maradian do rohangku, molo huhaposi i. Nang sitaonon dipasonggop, sai jonok do Tuhanhi:,:

PEMBACAAN FIRMAN
▪ Pagi : Keluaran 30:1-10
▪ Malam : Ibrani 4:14-5:4

RENUNGAN:
Mazmur 32:8
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberikan nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.

Suatu ketika di depan rumah kami ada seorang ayah yang dengan tekun dan fokus perhatiannya tertuju kepada seorang anak yang kelihatannya baru belajar mengendarai sepeda. Sesekali anak itu berhenti dan hampir terjatuh dan seakan mengharapkan pengertian akan kegagalannya. Seketika terdengar suara sang ayah memberikan dorongan semangat dan memberikan petunjuk setiap kali si anak melakukan kesalahan, berlari di sampingnya serta dengan sigap menangkapnya dari sepedanya agar ia tidak jatuh terjerembab ke tanah. Tidak sedetikpun sang ayah luput perhatiannya dari sang anak.

Sebagai manusia, raja Daud juga tidak luput dari kegagalan menjalankan petunjuk dari Tuhan. Terkadang ia melakukan cara yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan dan pada akhirnya ia terjatuh. Tetapi Allah menunjukkan kasih setia-Nya, dengan penuh kasih mengingatkan kembali Daud melalui para nabi agar ia kembali berjalan di jalan Tuhan. Peringatan (petunjuk) dari Tuhan tidak serta merta membuat Daud patah semangat. Ia justru menggambarkan kebahagiaannya akan setiap pertolongan dan pengampunan Allah takkala dia terjatuh, ia percaya, bahwa tiap dosa (kesalahan) yang dilakukannya (ayat 5) tidaklah tersembunyi dari Allah, karena mata-Nya selalu tertuju kepadanya.

Demikian juga dengan kita, setiap tindak-tanduk kita tidaklah tersembunyi dari Allah. Ia yang Omniscient mengetahui semuanya dan dengan setia menuntun siapa yang meminta kepada-Nya. Oleh karena itu, selalulah mengandalkan petunjuk dari Tuhan dalam setiap langkah hidup kita. Amin.

BERDOA
▪ Damai di Indonesia
▪ Hati yang benar bagi para peminpin
▪ Takut akan Tuhan

BERNYANYI
KJ No. 393 : 1. TUHAN, BETAPA BANYAKNYA
Tuhan betapa banyaknya berkat yang Kau beri Teristimewa rahmatMu dan hidup abadi.
T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku! Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi.

DOA PENUTUP
Doa Bapa kami-Amin.

HAKEKAT PERTOBATAN


Kamis, 18 Maret 2021

PERSIAPAN
• Persiapan, pembagian tugas
• Saat teduh

BERNYANYI BE No. 372:1, ROHANGKU SAI HALASHON MA
Rohangku sai halashonma sude na sian Debata, luhut denggan basa-Na.
Sai tatap hauma i sude, nang porlak dohot tombak pe; na uli do rupana, nauli do rupana.

PEMBACAAN FIRMAN
▪ Pagi : Yesaya 30:15 – 18
▪ Malam : Ibrani 4:1-13

RENUNGAN
Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
Matius 3:8

Pertobatan (repentance: English) adalah sebuah istilah teologis yang mendeskripsikan tentang sebuah tahapan atau proses berpaling dari dosa. Di dalam Perjanjian Lama, kata bertobat identik dengan kembali dari kemurtadan (Yeremia 3:11,14). Tindakan bertobat juga dapat didefenisikan sebagai upaya berbalik arah (U-turn) dari jalan hidup yang dijalani saat ini. Dalam konteks keimanan, seseorang tidak dapat mengatakan dirinya telah mengalami pertobatan jika jalan hidupnya masih tidak sejalan dengan kehendak Kristus. Ada semacam ukuran atau patokan atau kriteria akan pertobatan yaitu kebaharuan kehidupan rohani, karena pertobatan itu sendiri adalah karya ilahi dimana jika seseorang telah bertobat -baca berbalik kepada Allah, tercermin suatu tindakan, perbuatan pribadi plus campur tangan Allah.

Kitab Ratapan 5:21 menyatakan orang berdosa bertobat kepada Allah jika Allah membawa orang itu kepada pertobatan. Lihatlah, bagaimana Allah juga berkarya dalam pertobatan Daud yang menegornya melalui nabi Nathan, ada inisiatif dan upaya Allah didalammnya. Ketika mengakui dosa, kita perlu mengundang Allah untuk campur tangan dan berkarya dalam keinginan pertobatan itu, karena roh memang penurut tetapi daging lemah (Mat 26:41). Kita diingatkan untuk selalu berjaga-jaga agar tindakan pertobatan yang dilakukan tidak menjadi sia-sia dan kembali jatuh kedalam pencobaan alias dejavu repentance -kita merasa telah menjadi manusia baru dalam pertobatan, padahal kita sebenarnya merasa masih berada dalam kondisi yang sama dengan sebelumnya.

Jika demikian adanya, pertobatan hanya akan berhasil jika Allah juga berkarya dan kita undang untuk terlibat serta Allah juga berkenaan untuk terlibat. Sehingga hakekat pertobatan memiliki sebuah tujuan yaitu harapan adanya sebuah pengampunan dari Allah agar dosa kita dihapuskan (Kis 3:19) dikabulkan Allah. Pada akhirnya, refleksikanlah pertobatan yang sudah terjadi dalam hidup kita sesuai dengan buah-buah roh yang tampil dari setiap tindakan jasmani dan spritual kita. Amin

BERDOA
▪ Ibadah Minggu
▪ Orang tua yang berhikmat
▪ Syukur atas berkat

BERNYANYI KJ. No. 27: 2, MESKI TAK LAYAK DIRIKU
Sebagaimana adanya jiwaku sungguh bercela, darahMulah pembasuhnya; ‘ku datang, Tuhan, padaMu.

DOA PENUTUP
Doa Bapa kami-Amin.

Disadur dari Buku Ibadah Harian
EIDISI KE 48. BULAN MAR APR 2021 | KAMIS , 18 MARET 2021

MENANG MENGHADAPI COBAAN


Sabtu, 6 Maret 2021

PERSIAPAN
• Persiapan, pembagian tugas
• Saat teduh

BERNYANYI BE No. 672:3. TUNG GODANG SITUTU
Alani i boan ma sondang na tiur i. Boan ma hata ni Tuhan i.
Sai urupi na pogos na mardangol i.
Asa ro tu Jesus Tuhanta i. Sai patupa ma i ala ni Tuhan i.
So mangkirim balosna tu ho.
Debata do marnida na niulami.
Manang na adong parbue ni i.

PEMBACAAN FIRMAN
▪ Pagi : Keluaran 19: 21-25
▪ Malam : Markus 9: 2-8

MENANG MENGHADAPI COBAAN
Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.
Yakobus 1: 17

Pasal 1 dari Surat Yakobus ini menggambarkan karakter yang harus dimiliki oleh orang Kristen antara lain bersyukur dalam segala hal, beriman teguh, tahan menghadapi cobaan, tidak bergantung pada harta duniawi dan melakukan firman Allah. Di Yakobus 1: 12-15, Yakobus mengingatkan kita supaya jangan berpikiran bahwa cobaan datangnya dari Allah melainkan datang dari keinginan kita sendiri. Di Yak 1: 16 dengan tegas Yakobus mengatakan agar kita jangan sesat dengan pikiran yang demikian dan jangan sesat dengan keinginan kita sendiri. Kalau kita renungkan kehidupan kita masing-masing, dapat kita simpulkan bahwa acap kali kita jatuh didalam menghadapi cobaan, baik dalam hal-hal yang kecil seperti sering tidak tepat waktu sampai ke hal-hal seperti malas beribadah atau membaca firman Tuhan. Kita punya banyak alasan untuk menjelaskan mengapa kita gagal menghadapi cobaan, misalnya tidak ada manusia yang sempurna, semua orang melakukannya dan saya tidak tahu bahwa hal tersebut salah. Lalu, bagaimana kita mengatasi keinginan daging yang dapat menyesatkan kita? Dalam Yak 1: 17 dikatakan bahwa Allah adalah sumber anugerah yang sempurna serta Dia tetap setia dan tidak pernah berubah. Di sisi lain, sebagai manusia kita punya banyak kekurangan, untuk itu haruslah kita datang kepada Allah meminta dengan iman agar Allah menguatkan kita dan memberi kita hikmat didalam mengendalikan keinginan daging kita. Dalam Matius 26: 41, Yesus mengatakan kepada murid-muridnya “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Dengan demikian kita akan menang dalam menghadapi cobaan serta menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah, Amin.

BERDOA
▪ Ucapan Syukur atas kasih Allah sepanjang minggu ini
▪ Berkat Tuhan buat parhalado
▪ Jemaat semakin tekun beribadah

BERNYANYI KJ No. 436:1, LAWANLAH GODAAN
Lawanlah godaan, s’lalu bertekun; tiap kemenangan kau tambah teguh;
nafsu kejahatan harus kautentang; harap akan Yesus: pasti kau menang.
Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan; Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang.

DOA PENUTUP
Doa Bapa kami-Amin.

HIDUP BENAR DAN TULUS


Jumat, 5 Maret 2021

PERSIAPAN
• Persiapan, pembagian tugas
• Saat teduh

BERNYANYI BE No. 444 : 2. BONA NI NGOLUNGKU
Jesus, Ho do haholonganki, hatiuron sian ginjang i.
Holan Ho tongtong pujionki, mual ni na denggan, Ho do i.

PEMBACAAN FIRMAN
▪ Pagi : Keluaran 19:16-20
▪ Malam : Kis 7:30-40

HIDUP BENAR DAN TULUS
Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati.
Mazmur 97:11

Dalam pembelaannya di hadapan Mahkamah Agama, Stefanus menceritakan sejarah bangsa Israel dari sejak Abraham dipanggil oleh Allah sampai bangsa Israel diperbudak di Mesir hingga Salomo menjadi raja (Kis 7). Dalam pembelaan tersebut Stefanus menekankan bagaimana nenek moyang bangsa Israel berulang-ulang menolak Allah dan berpaling kepada allah lain walaupun Allah senantiasa menunjukkan kasih-Nya yang besar kepada mereka. Stefanus juga mengingatkan orang-orang di depan Mahkamah Agama tentang pernyataan Musa kepada bangsa Israel bahwa seorang nabi seperti Musa akan dibangkitkan Allah bagi bangsa Israel dari antara saudara-saudara mereka. Allah menepati janji-Nya dengan mengirimkan anak-Nya Yesus Kristus. Namun, sama seperti nenek moyang mereka, bangsa Israel juga menolak kedatangan Kristus yang membawa terang dan keselamatan. Kekerasan hati dan kemunafikan bangsa Israel yang merasa diri mereka benar karena telah menerima hukum Taurat menjadi penghalang bagi mereka untuk menerima terang yang sebenarnya. Bagaimana dengan kita, apakah kita mempunyai beban-beban yang menghambat terang yang sebenarnya terbit di dalam diri kita? Apakah kita masih cenderung munafik atau tidak tulus atas kekurangan-kekurangan kita didalam mengasihi Tuhan dan lebih menyukai kejahatan, apapun bentuknya? Ayat renungan hari ini mengajak kita untuk membebaskan diri kita dari hal-hal yang menghambat terang dan sukacita bersinar di dalam diri kita. Hal-hal yang menghambat terang dan sukacita bersinar dalam diri kita bisa berupa perasaan seperti dengki, iri hati, ambisi yang berlebihan atau berupa sikap/perbuatan seperti sombong, arogan dan kurang bekerja sama. Sebaliknya dengan tetap hidup dengan cara yang benar dan tulus hati maka kita akan merasakan terang dan sukacita bersinar di dalam diri kita dan menghasilkan buah-buah Roh seperti yang tertulis dalam Galatia 5: 22-23. Memang sebagai manusia kita akan tersandung. Untuk itu, kita harus selalu bercermin kepada firman Tuhan dan mengkoreksi kekurangan-kekurangan kita sehingga terang dan sukacita senantiasa bersinar dalam diri kita. Amin.

BERDOA
▪ Damai di Indonesia
▪ Hati yang benar bagi para peminpin
▪ Takut akan Tuhan

BERNYANYI KJ No.424: 1, YESUS MENGINGINKAN DAKU
Yesus menginginkan daku bersinar bagi-Nya,
di mana pun ‘ku berada, ‘ku mengenangkan-Nya.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar, aku bersinar terus.

DOA PENUTUP
Doa Bapa kami-Amin.

KUASA DOA


Kamis, 4 Maret 2021

PERSIAPAN
• Persiapan, pembagian tugas
• Saat teduh

BERNYANYI BE No. 813 : 1. PANGIDO HAMU MA
Pangido hamu ma, sai na lehononNa do tu hamu.
Lului hamu ma, sai na jumpangan do hamu.
Sai tuktuhi hamu ma, sai na ungkaponNa do di hamu.
Angka pangidoanmuna disarihon Debatamu.

PEMBACAAN FIRMAN
▪ Pagi : Keluaran 19:9-15
▪ Malam : 1 Petrus 2: 4-10

KUASA DOA
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
Yakobus 5:16

Kalimat kedua dari Yakobus 5:16 ini menyatakan “Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya”. Bila diperhadapkan pada firman Tuhan sebagai cermin, tidak seorangpun di antara kita dapat mengaku diri kita adalah orang yang benar atau orang yang tidak berdosa walaupun kita telah menjadi Kristen sejak kita dilahirkan. Karena tidak satupun dari kita orang yang tidak berdosa, apakah berarti doa-doa yang kita panjatkan dengan penuh keyakinan tidak mempunyai kuasa? Kunci jawaban dari pertanyaan ini ada pada kalimat pertama dari ayat ini bahwa kita hendaklah mengakui dosa-dosa kita dan memohon pengampunan dari Allah setiap kali kita akan bertemu dengan Dia melalui doa kita. Berdasarkan Keluaran 19:9-15 dapat kita pahami bahwa: 1). Allah adalah kudus, untuk itu kita harus menyucikan diri kita sebelum kita datang menghadap kepada-Nya. 2). Kita harus mempersiapkan tubuh, hati dan pikiran kita sebelum kita bertemu dengan Allah serta merendahkan diri sewaktu bertemu dengan Dia. 3). Kita harus meninggalkan semua hal-hal yang dapat mengganggu kekhusukan kita sewaktu bertemu dengan Allah. Sikap berdoa seperti inilah yang ditunjukkan oleh Daniel (Daniel 9:4-19) dan ia meminta kepada Allah agar permohonannya dikabulkan sesuai dengan belas kasihan-Nya serta dikabulkan semata-mata karena Allah sendiri. Firman ini mengingatkan kita bahwa di dalam berdoa haruslah kita:
1). Terlebih dahulu menguduskan diri kita dengan memohon ampun atas dosa-dosa kita.
2). Mempersiapkan diri kita dan berkonsentrasi kepada perjumpaan kita dengan Allah.
3). Meminta agar Allah mengabulkan doa kita sesuai dengan kehendak-Nya semata-mata karena kasih setia Allah sendiri.
4). Menyampaikan doa kita dengan kerendahan hati dan penuh keyakinan.
Percayalah, kuasa doa kita sangat besar dan dijawab oleh Allah dengan cara dan pada waktu-Nya sendiri. Amin.

BERDOA
▪ Ibadah Minggu
▪ Orang tua yang berhikmat
▪ Anak sekolah

BERNYANYI KJ. No. 26: 1, MAMPIRLAH, DENGAR DOAKU
Mampirlah, dengar doaku, Yesus Penebus.
Orang lain Kauhampiri, jangan jalan t’rus.
Yesus, Tuhan, dengar doaku; Orang lain Kauhampiri, jangan jalan t’rus.

DOA PENUTUP
Doa Bapa kami-Amin.