Arsip Kategori: Ibadah Harian

BERJALAN BERSAMA YESUS


Jumat, 22 Januari 2021

01. Nyanyian KJ. No. 358 : 1 SEMUA YANG LETIH LESU
Semua yang letih lesu, berdosa, bercela, terima rahmat Tuhanmu, percaya sabdaNya. Datang saja pada Yesus; kini saatnya! Datang saja pada Yesus, t’rima rahmatNya

02. Pembacaan Firman
▪ Pagi : Yeremia 20 : 7-13
▪ Malam : 2 Petrus 3 : 1- 7

03. Renungan : Lukas 24 : 15 – 16

Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.

Salam penuh kasih bagimu sekalian!, Dalam percakapan kedua murid Tuhan Yesus pada nats hari ini, mereka sedang terbenam dalam kesedihan, kecewa, dan tidak siap menerima kenyataan bahwa Tuhan Yesus “kalah” hingga mati tragis di Kayu Salib, saking sedihnya mereka tidak sadar bahwa sesungguhnya mereka sedang berjalan bersama Tuhan Yesus. Kesedihan menutupi mata mereka untuk mengenal Tuhan Yesus bahkan mereka tidak mengingat lagi akan perkataan Tuhan Yesus tentang kematian dan kebangkitanNya saat bersama-samaNya. Tuhan Yesus tidak secara langsung menampakkan diri-Nya kepada mereka, Ia memilih untuk menjelaskan kepada mereka tentang apa yang tertulis dalam Kitab Suci tentang diriNya dan ketika itu disampaikan mereka baru sadar dan percaya akan kebangkitanNya. Hal inilah yang ingin disampaikan Tuhan Yesus kepada kita pada hari ini, rasa sedih dan duka cita yang menyelimuti kehidupan kita sering membutakan pandangan kita karena tertutup dengan beban kesedihan dan penderitaan yang mendalam seolaholah tidak ada lagi jalan kehidupan ke depan. Kita tidak lagi mendengar atau mengenali suara Tuhan seperti yang kita kenal sebelumnya. Kita lupa seperti apa kasih dan kebaikan Tuhan, kita mulai meragukan itu semua bahkan meragukan keberadaanNya di tengah-tengah kita. Saudara, Firman Tuhan menjadi pegangan kita untuk kembali beriman dan Percaya kepada JanjiNya yaitu Tuhan selalu ada dalam kesedihan kita dan JanjiNya, Dia tidak akan pernah meninggalkan kita dan Dia mengajak kita untuk datang kepadaNya agar kita memperoleh kelegaan dan ketenangan. Untuk itu saudara, peganglah Firman Tuhan dan JanjiNya agar kita bisa menyingkirkan awan kelabu yang menyelubungi pikiran dan kesedihan kita sehingga kita memiliki pandangan yang bersih dan pendengaran yang jelas akan suara dan kehadiran Tuhan dalam hidup kita. AMIN.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. NO. 69 : 1 JESUS SAI URUPI HAMI
Jesus sai urupi hami Dohot di taon baru on, Paimbaru gogonami Mangihuthon Ho tongtong Pasupasu ma muse Na porsea sasude

06. Doa Bapa kami – Amin.

Tuhan Memberkati, Syalom

TETAP BERSAKSI SAMPAI TUA


Kamis, 21 Januari 2021

01. Nyanyian BE 723 : 1
1. Tu joloM o Tuhan sahat ma diringkon,
pangke ma au hombar tu lomoM
Molo ndang Ho Tuhan maringanan di au,
diringkon ndang mararga be i
Reff : Tung pogos pe di son manang sonang tahe
Marsigantung tu Ho sasude
Holan Ho huihuthon, ndang be diringkon
Togu-togu ma tu na ture.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yeremia 19 : 1 – 15 .
Malam : Penghotbah 18 : 11 – 20

03. Renungan : MAZMUR 71 : 18
Juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa Mu kepada angkatan ini, keperkasaan Mu kepada semua orang yang akan datang.

Semua orang di dunia ini sama-sama menghadapi kenyataan yang tidak terelakkan, yaitu “menjadi tua”. Banyak orang ingin berumur panjang dan tentu juga sehat. Pemazmur mengungkapkan, ia ingin, bukan saja berumur panjang, (mencapai usia tua), tetapi ia juga ingin agar Tuhan tidak meninggalkan dia sampai di usia tuanya, sehingga ia dapat melewati hari-harinya dengan memberitakan kuasa dan keperkasaan Tuhan. Ungkapan “jangan meninggalkan aku” menunjukkan bahwa bagi pemazmur Tuhanlah yang ia percaya dan menjadi sandaran hidupnya, sehingga dengan pertolongan Tuhan, bukan hanya fisik nya yang terpelihara, tetapi terutama rohaninya, sehingga Ia dapat memberitakan kuasa dan keperkasaan Tuhan.

Sebagai orang Kristen, kita masing-masing terpanggil untuk bersaksi memberitakan kuasa dan keperkasaan Tuhan, dan tugas itu bukan hanya menjadi tanggung jawab orang-orang muda yang masih kuat dan lincah, tetapi orang-orang lanjut usia pun terpanggil untuk bersaksi. Dengan iman, kita percaya Tuhan akan senantiasa menyertai kita setiap hari sampai di masa tua kita. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ 365b TUHAN, AMBIL HIDUPKU
Tuhan ambil hidupku, dan kuduskan bagiMu
Pun waktuku pakailah memujiMu s’lamanya
memujiMu s’lamanya.

06. Doa Bapa kami – Amin.
Tuhan Yesus Memberkati, Shalom

PERUBAHAN


Rabu, 20 Januari 2021

01. Nyanyian BE 68 : 2 – 3 MASILELEAN ANGKA TAON
2. Diudut Ho do hosangki, paida-ida ahu
Manang adong parbue ni na niulaM di ahu
Hape jotjot tarhirim Ho, parbue i ndang olo ro.
3. Ra naung tarrimas Debata marnida pambaenanhu
Ra naung didok :”Tinaba ma hau on na so dihangKu,
ndang olo marparbue i tu aha be hasea i.”

02. Pembacaan Firman
Pagi : Kejadian 16 : 1 – 14 .
Malam : Lukas 18 : 15 – 17

03. Renungan : YEREMIA 2 : 21
Namun Aku telah membuat engkau tumbuh sebagai pokok anggur pilihan, sebagai benih yang sungguh murni. Betapa engkau berubah menja di pohon berbau busuk, pohon anggur
liar!

Perubahan adalah suatu keniscayaan, sebab tidak ada yang abadi di dunia ini. Ada perubahan alamiah (misalnya, usia), ada perubahan yang di sengaja (misalnya, penampilan). Perubahan bisa membawa ke arah positip atau negatip. Dalam hidup beriman, setiap orang Kristen harus berubah menjadi manusia baru yang terus menerus diperbaharui (Kol 3 : 10) hingga menjadi “serupa dengan gambarNya” (Rom 8 : 29 ; 2 Kor 3 : 18). Tetapi tidak demikian yang terjadi dengan umat Israel. Di ayat hari ini Tuhan mengungkapkan kekecewaanNya atas umat Israel. Mereka adalah umat pilihan (“pokok anggur pilihan, benih yang sungguh murni”), tetapi mereka telah berubah menjadi pohon yang berbau busuk, pohon anggur liar! Apa yang terjadi? Umat Israel meninggalkan Tuhan (ayat 19), mereka menyembah Baal (ayat 7, 8, 11), sehingga membuat Allah murka. Di Yohanes 15 : 6 Tuhan Yesus berkata, bahwa pokok anggur yang tidak berbuah akan ditebang dan dibakar. Hidup orang Kristen haruslah mengalami perubahan setiap hari hingga semakin serupa dengan Kristus. Karena itu sebagai ranting kita harus tetap melekat pada pokok anggur yang benar, selalu memelihara dan merawat iman, sehingga kita dapat bertumbuh dan berbuah manis dan lebat. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ 309 : 1 BIAR ‘KU TUMBUH DI BATANGMU
1. Biar ku tumbuh di batangMu, ya Pokok Anggur yang benar
Supaya Kau hidupkan daku menjadi ranting yang segar
Jika Engkau beri berkat, aku berbuah yang lebat.

06. Doa Bapa kami – Amin.
Tuhan Yesus Memberkati, Shalom

DOMBA YANG SESAT


Selasa, 19 Januari 2021

01. Nyanyian BE 188 : 1 JAHOWA SIPARMAHAN AU
1. Jahowa Siparmahan au, ndang hurang manang aha
Ai nasa jea dipadao do sian dorbiaNa
Tongon dibaen na lomak i, lao pangoluhon tondingki
Dibaen asi rohaNa.

02. Pembacaan Firman
Pagi : I Samuel 15 : 10 – 31.
Malam : Kisah Para Rasul 5 : 1 – 11

03. Renungan : YESAYA 53 : 6
Kita sekalian sesat seperti domba, masing masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

“Gembala dan domba” adalah gambaran yang khas yang sering dipakai di dalam Alkitab. Mazmur 23 menggambarkan Tuhan sebagai Gembala yang baik, sementara di Yohanes 10 : 11 & 14 Yesus berkata :”Akulah Gembala yang baik”, dan kita adalah domba-dombaNya. Domba tidak dapat dipisahkan dari gembala, sebab gembalalah yang menuntun, memberi makan dan menjaga domba-domba. Karena itu domba harus tunduk kepada gembalanya dan tetap berada di dalam kelompok bersama domba-domba lainnya Bila domba memisahkan diri dari kelompoknya, ia bisa tersesat, diambil pencuri atau dimangsa oleh binatang buas, Tuhan adalah Gembala yang baik dan kita adalah domba-dombaNya Tetapi sebagai domba, ternyata kita adalah domba yang nakal yang sering mengambil jalannya sendiri terpisah dari kumpulan domba, sehinga kita tersesat. Tetapi Tuhan adalah Gembala yang baik Ia tidak membiarkan kita tersesat Ia mencari kita sampai dapat bahkan demi menyelamatkan kita Ia rela menderita. Gembala yang baik itu bukan saja menuntun, memberi makan dan menjaga kita, Ia bahkan rela mengorbankan nyawaNya demi menyelamatkan kita domba-dombaNya. Bersyukurlah kita memiliki Gembala yang baik, karena itu jadilah domba yang baik yang tetap setia dalam persekutuan dan patuh pada Yesus Sang Gembala yang baik. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ 240a : 2 DATANGLAH, YA SUMBER RAHMAT
2. Hingga kini ‘ku selamat dengan kuat yang Kau b’ri
Kuharapkan akan dapat sampai di neg’ri seri
Yesus cari akan daku, domba binal yang sesat
Untuk membela diriku dipikulNya salib b’rat.

06. Doa Bapa kami – Amin.
Tuhan Yesus Memberkati, Shalom

AKAR PAHIT


Senin, 18 Januari 2021

01. Nyanyian BE 211 : 1 TUHAN JESUS SIPARMAHAN
1. Tuhan Jesus Siparmahan, au biru-biruNa do
Jesus gok di Ho rohangku, sai ihuthononhu Ho
Sai ihuthononhu Ho, sai ihuthononhu Ho
Jesus gok di Ho rohangku, sai ihuthononhu Ho. .

02. Pembacaan Firman
Pagi : I Samuel 10 : 1 – 8
Malam : 2 Korintus 6 : 14 – 7 : 1

03. Renungan : IBERANI 12 : 15
Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Gereja adalah persekutuan, di mana setiap anggota dapat merasakan kasih dan damai sejahtera. Sebelumnya, di ayat 14a penulis Surat Iberani berkata: “Berusahalah hidup damai dengan semua orang” Kasih dan damai sejahtera dapat kita peroleh melalui persekutuan, oleh karena itu hari ini kita diingatkan agar jangan ada seorangpun yang menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar pahit dalam hidup kita. “Akar pahit” adalah istilah untuk menggambarkan sesuatu yang buruk yang berakibat panjang dalam hidup seseorang. Akar pahit dikaitkan dengan sikap menjauhkan diri dari kasih karunia Allah. Karena itu bila ada orang Kristen yang menjauhkan diri dari persekutuan, itu berarti ia menjauhkan diri dari kasih karunia Allah dan segala kebaikan yang ditawarkan Allah. Kalau kita tidak terbebas dari akar pahit, maka akan muncul akibat yang buruk, seperti menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang. Kerusuhan adalah situasi yang tidak menyenangkan dan bisa membahayakan orang kain. Mencemarkan artinya sama dengan “menajiskan” dan kenajisan adalah dosa. Karena itu, meskipun di situasi pandemi covid19, janganlah kita menjauhkan diri dari persekutuan (gereja), janganlah kita menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar tidak tumbuh akar yang pahit, melainkan kita dapat beroleh dan berbagi kasih dan damai sejahtera. AMIN.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ 249 : 1 SERIKAT PERSAUDARAAN
1. Serikat persaudaraan berdirilah teguh
Sempurnakan persatuan di dalam Tuhanmu
Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Tuhan Memberkati, Shalom

Pembaharuan Budi


Sabtu, 16 Januari 2021

01. Nyanyian BE 437 : 1 TUNG NA MUBA ROHANGKU
1. Tung na muba rohanku dibaen Tuhanki, dung Jesus maringan di au
Nunga sonang au on, tung dame rohangki, dung Jesus maringan di au
Dung Jesus maringan di au, dung Jesus maringan di au
Tung na sonang do au dung tu Jesus au lao
Dung Jesus maringan di au.

02. Pembacaan Firman
Pagi : I Samuel 2 : 21 – 23
Malam : Matius 25 : 1 – 13

03. Renungan : ROMA 12 : 2b
Tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

“Berani Tampil Beda” adalah kalimat yang sering dipakai sebagai jargon dalam dunia pergaulan, khususnya berkaitan dengan penampilan (fashion/gaya hidup). Seseorang yang tampil dengan gaya yang unik, tidak biasa dan berbeda dari orang banyak, akan selalu menarik perhatian, bahkan bisa menjadi Trend Setter. Orang yang tampil beda biasanya tidak mengikuti pakem atau kebiasaan yang umum.

Ternyata “Tampil Beda” juga berlaku di dalam hidup beriman. Kita hidup di dalam dunia, tetapi kita tidak boleh menjadi serupa dengan dunia. Pengertian “dunia” di sini adalah dunia di mana kita hidup, dengan segala sifat keduniawiannya. (duniawi >< Rohani). Karena itu, meskipun kita tinggal dan hidup di dunia, kita tidak boleh menjadi serupa dengan dunia. Kita harus tampil beda . Tampil beda di sini bukan hanya berkaitan dengan penampilan fisik, tetapi yang terutama adalah hidup, perkataan dan perbuatan. Hidup yang tidak serupa dengan dunia adalah hidup di dalam Firman Tuhan yang menghasilkan pembaharuan budi (pertobatan) sehingga kita bukan saja dapat membedakan tetapi juga melakukan kehendak Allah, yang baik dan yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Itulah hidup yang mencermikan kasih Tuhan serta perkataan dan perbuatan yang menjadi berkat bagi sesama dan menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan. AMIN.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ 441 : 1 ‘KU INGIN MENYERAHKAN
1. Ku ingin menyerahkan seluruh hidupku
Sekalipun tak layak, kepada Tuhanku
Ku bunuh keinginan dan hasrat hatiku
Supaya hanya Tuhan mengisi hidupku.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Tuhan Yesus Memberkati, Shalom

Allah Maha Baik


Jumat, 15 Januari 2021

01. Nyanyian BE 14 : 1-2 PUJI HAMU JAHOWA TUTU
1. Puji hamu Jahowa tutu
Pardenggan basa, Parasi roha salelengna i
Pardenggan basa i, Parasi roha i.
2. Ingot tongtong, ale tondingkon
Sude na denggan na dipasonggop Debata tu ho
Denggan basaNa do na pangoluhon ho.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Habakuk 2 : 16 – 23.
Malam : Kisah Para Rasul 13 : 16 – 25

03. Renungan : ULANGAN 8 : 7
Sebab TUHAN, Allahmu membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah lembah dan gunung gunung

Setiap orang tentu menginginkan keberhasilan dalam hidupnya. Tetapi kelemahan manusia adalah setelah meraih keberhasilan, manusia sering lupa diri dan menjadi sombong, menganggap keberhasilannya adalah merupakan hasil dari usahanya sendiri. Manusia lupa pada Tuhan yang menolong dan memampukan dia meraih keberhasilan itu. Itulah yang diingatkan oleh Musa kepada bangsa Israel melalui ayat hari ini. Bahwa kalaupun nanti umat Israel dapat tiba di tanah perjanjian, pencapaian itu adalah karena pertolongan Tuhan. Bila kita membaca seluruh ayat dalam perikop (Uangan 8 : 1 – 20) kita dapat membaca bahwa Musa berkali-kali memperingatkan agar umat Isarael bersyukur (ayat 10), ; jangan melupakan Tuhan (ayat 11, 18) dan tidak menjadi sombong (ayat 14, 17) atas pencapaian itu.

Kita memang diberi otak, kemampuan dan talenta oleh Tuhan, tetapi sebagai orang percaya, kita patut selalu bersyukur kepada Tuhan atas kehidupan kita, terutama atas keberhasilan yang kita raih dalam hidup kita, sebab peran dan pertolongan Tuhan lah yang memungkinkan kita dapat mencapai keberhasilan itu, sehingga dengan pencapaian itu Tuhan yang dimuliakan, bukan diri sendiri. AMIN.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ 393 : 1 TUHAN, BETAPA BANYAKNYA
4. Tuhan betapa banyaknya berkat yang Kau beri
Teristimewa rahmatMu dan hidup abadi
T’rima kasih ya Tuhanku atas keselamatanku
Padaku telah Kau beri, hidup bahagia abadi.

06. Doa Bapa kami – Amin.
Tuhan Yesus Memberkati, Shalom