Arsip Kategori: Ibadah Harian

CURAHAN ROH KUDUS


01. Nyanyian KJ 407:1, 4.   “Tuhan, Kau Gembala Kami”

Tuhan, Kau Gembala kami, tuntun kami domba-Mu;

b’rilah kami menikmati hikmat pengurbanan-Mu.

Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami ini milik-Mu,

Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami ini milik-Mu.

02. Pembacaan Firman

  • Pagi           :  Ulangan 5:22-33.
  • Malam       : 1 Petrus 3:8-12.

03. Renungan      : Yesaya 32:15.

CURAHAN ROH KUDUS Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebunbuah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan.

Dalam situasi sekarang ini kita sedang diperhadapkan dengan keadaan yang serba sulit di tengah mewabahnya Virus Corana (Covid-19) di hampir seluruh dunia termasuk Indonesia. Umat Tuhan sedang mengalami situasi sulit bahkan penyakit ini dapat menghancurkan dan mematikan. Peristiwa sekarang ini selain kesehatan juga sangat berdampak terhadap perekonomian dalam memenuhi kebutuhan hidup yang dapat membuat kehilangan pekerjaan, berkurangnya mata pencaharian bahkan ada yang di PHK serta berbagai dampak lainnya.  Dalam situasi sulit seperti ini Gereja terpanggil untuk berperan aktif dalam mengatasi berbagai masalah  yang timbul akibat dampak covid-19 ini. Jemaat Tuhan harus peka dengan sesama dan berbagi dengan orang-orang yang sedang membutuhkan uluran tangan, kita harus peka terhadap orang yang sedang mengalami dampak dari peristiwa sekarang ini.  Sebagai orang kristen kita harus berkeyakinan bahwa situasi sulit ini akan berubah kembali ketika Allah bertindak dan campur tangan dalam kondisi situasi sesulit apapun. Tuhan akan mencurahkan Roh KudusNya untuk memulihkan dunia ini. Roh Kuduslah  yang menjadi sumber kekuatan kita untuk bisa bertahan melalui berbagai dampak yang sedang kita hadapi. Dengan Roh Kudus maka Gereja yang dipenuhi kesehatian pelayan Tuhan dengan anggota Jemaat akan bersatu hati untuk menjadi alat Tuhan untuk bersama-sama ikut mengatasi dampak situasi yang sedang terjadi. Mari kita membuka hati untuk menerima Roh Kudus memimpin dan berkuasa memulihkan keadaan kehidupan kita. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE No. 487 : 1       “Tung Halak Na Margogo

Tung halak na margogo, si partangiang i. Dokdok pe sitaonon, ndang olo talu i.

Pos situtu rohana, di Debata na i. Tuhan na manaluhon, sude pangalo i.

06. Doa Bapa kami – Amin.                         ___Tuhan Memberkati, Syalom___

SUKACITA DI DALAM ALLAH


01. Nyanyian KJ No. 26: 1.    “Mampirlah dengar Doaku”            

Mampirlah dengar doaku, Yesus penebus

Orang lain Kau hampiri, jangan jalan t’rus

Yesus, Tuhan, dengar doaku

Orang lain kau hampiri, jangan jalan trus

02. Pembacaan Firman

  • Pagi           : 2 Rajaraja 2 : 13 ; 15
  • Malam       : Yohanes 8 : 21 – 30

03. Renungan : Mazmur 68 : 5

SUKACITA DIDALAM ALLAH Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah namaNya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! namaNya ialah Tuhan; beria-rialah dihadapanNya!

Dalam suatu ibadah keluarga rutin yang dilakukan oleh wijk kami beberapa waktu yang lalu, meski hanya dihadiri oleh beberapa jemaat,  nuansa religious nya sangat terasa dengan kesaksian yang diberikan oleh beberapa anggota jemaat terkait pertolongan Allah yang menghampiri mereka disaat mereka berseru kepadaNya. Ketika Kristus turun tangan, maka selalu ada jaminan  kemenangan terhadap semua pergumulan hidup yang kita alami. Disaat yang tepat, Ia hadir seperti arakan pasukan kemenangan yang membawa kabar kemenangan dan sukacita, yang melepaskan semua beban dan menimbulkan sukacita dan pengharapan.

Masihkah kita ragu akan kuasa kemenangan yang dimiliki Tuhan Kita, Yesus Kristus? KemenaganNya atas kuasa dosa yaitu kematian, adalah jaminan atas kemenangan dan penyelamatan kita (bd. Rom 8:37). Adakah lagi kemenangan yang lebih besar yang bisa kita dapatkan selain daripada sang penakhluk maut, Yesus Kristus?. Takkala kita sudah berserah dan mengangkat tangan atas kemampuan kita melalui doa, melalui nyanyian dan penyerahan diri kepadaNya untuk mengatasi setiap persoalan yang kita hadapi, Allah tahu, ini adalah saatnya bagiNya untuk turun tangan dengan jalan dan cara yang Ia inginkan. Dan ketika itu terjadi, seperti halnya raja Daud yang menyanyikan pujian arakan pemerintahan Allah yang begitu megah dan penuh kuasa, yang dapat melakukan apapun untuk kemuliaan namaNya. Atas semua kemurahan hati dan karunia Allah, Nyanyikanlah pujian dan sukacita untuk Allah yang perkasa, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 811:1.   “Di au ma Ho Tuhan”

Di au ma Ho Tuhan di aringki.Ai denggan ni basaM padame rohangki

Disude partingkian disude inganan Di au maho o Tuhan, asi rohaM06. Doa Bapa kami – Amin.                         

OMNISCIENCE


01. Nyanyian KJ 364:1.    “ Berserah Kepada Yesus”

Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku; kukasihi, kupercaya, kuikuti Dia t’rus.

Aku berserah, aku berserah; kepadaMu, Jurus’lamat, aku berserah!

02. Pembacaan Firman

  • Pagi          : Ulangan 31:1-13.
  • Malam      : Yohanes 16:16-24.

03. Renungan    : Yohanes 16:30.

  OMNISCIENCE Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.”

Selamat pagi dan selamat bersyukur dan menikmati anugerah Tuhan.  Syukur pada Tuhan karena Tuhan kita adalah Tuhan yang omniscience artinya Allah yang mahatahu. Dia tahu segala sesuatu. Dia tahu  motivasi kita, Dia tahu pergumulan kita, Dia tahu kebutuhan kita, Dia tahu  kelemahan kita, dan sebagainya. Dia tahu lebih dari yang kita tahu. Manusia adalah orang yang banyak tahu tentang dirinya sendiri, tetapi Tuhan jauh lebih tahu dari manusia itu sendiri. Sebab siapakah manusia?. Ciri utama manusia ada tiga yaitu 1) ciptaan; 2) terbatas dan 3) berdosa. Manusia kondisinya lemah. Hal utama yang Tuhan inginkan dari kita adalah percaya bahwa Dia Tuhan yang dari sorga datang untuk menyelamatkan. Dia tahu apakah kita percaya dan taat.  Iman sejati adalah tahu dan percaya bahwa keselamatan adalah anugerah Allah melalui iman pada Kristus. Perbuatan baik atau amal adalah respon sebagai ucapan syukur atas kasihNya yang telah diberikanNya. Itulah iman sejati.  Milikilah iman sejati dan layanilah Tuhan dengan sungguh-sungguh, sebab Dia mahatahu termasuk sangat tahu segala hal dalam hidup kita. Camkanlah dalam hati, aku tahu hal utama dan pertama dalam hidup saya adalah percaya pada Tuhan Yesus dan selalu rindu beriman dan mengabadi padaNya dengan penuh ketergantungan dan ketaatan. Kehidupan doa dan pembelajaran Firman Tuhan dan melakukannya setiap hari merupakan kunci pertumbuhan iman sejati, sehingga makin lama, makin menyerupai karakter Kristus. Itulah hal terindah dalam hidup kita di dunia dan di sorga. Peganglah Firman Tuhan ini : Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.(Yer 29:11). Amin.   (St.Partogian Sormin)

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 221:1,4.   “Saleleng Jesuski”

Saleleng Jesuski, na mandongani au. Maporus holsoholsongki, sai di Ibana au

Torop di tano on, mangkaliangi au. Sai Tuhan Jesus do tongtong, maniopniop au.06. Doa Bapa kami – Amin.

TETAP MENGASIHI WALAU DIBENCI


01. Nyanyian KJ 341 : 2 KuasaMu dan NamaMulah

Teladan sudah Kauberi demi deritaMu dan melalui salibMu. Kaut’rima kuasaMu! Bagian kami tak lebih, seperti segenggam. Benih, melintas kubur yang gelap, agar kelak ‘kan menetap. BersamaMu di Firdaus gemerlap.

02. Pembacaan Firman

  • Pagi          : Kejadian 9:8-17.
  • Malam      : Kisah Para Rasul 27:39-44.

03. Renungan    : Yohanes 15:18.

TETAP MENGASIHI WALAU DIBENCI Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.

Selamat pagi dan selamat bersyukur pada Tuhan Yesus. Sejak kejatuhan manusia dalam dosa, maka kebenaran selalu dibenci oleh dunia. Hidup kudus pasti dibenci dunia. Tugas dan tanggungjawab Saudara dan saya sebagai orang percaya adalah menyampaikan Kebenaran yaitu injil Kristus. Dalam hal itu, sebagaimana Tuhan Yesus dibenci karena menyatakan kebenaran TUHAN, kita pun demikian.  Kalau kita dibenci karena melakukan yang salah atau dosa adalah seharusnya demikian. Tetapi, setiap orang dibenci karena melakukan yang benar di mata Tuhan itulah risiko iman. Maka, jangan kaget, kecut, atau  takut, sebab Tuhan sudah mengalami  dan sudah menyatakan hal itu sebelumnya. Firman Tuhan mengatakan:”Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu” (Yoh 15:18). Menderita bagi Kristus karena ketaatan kita kepada-Nya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari iman Kristen (Yoh 15:20).  Renungan hari ini ingin meneguhkan pengertian, sikap, dan iman kita agar : 1) tetaplah menyatakan kebenaran, walaupun dibenci atau dianiaya, karena itulah tugas kita; 2) kita harus tetap mengasihi orang yang membenci kita, dan tidak kompromi dengan kelakuan jahatnya; 3). kehidupan kita harus menjadi berkat bagi orang lain, sekalipun dia membenci kita, 4) ingat dan sadarilah bahwa panggilan Kristiani tertinggi dalam hal mengikut Yesus Kristus adalah menyangkal diri dan memikul salib (Mat 16:24); 5) upah orang yang setia dalam kebenaran TUHAN  adalah kebahagian, sebagaimana Tuhan Yesus berkata:  Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.  (Mat 5:10). Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 221:1,4.   “Saleleng Jesuski”

Saleleng Jesuski, na mandongani au. Maporus holsoholsongki, sai di Ibana au. Torop di tano on, mangkaliangi au. Sai Tuhan Jesus do tongtong, maniopniop au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

KRISTUS PUSAT KEHIDUPAN


01. Nyanyian KJ No. 18: 1 – 2.    “Allah hadir bagi kita”                

Allah hadir bagi kita dan hendak memb’ri berkat. Melimpahkan kuasa Roh-Nya bagai hujan yang lebat. Dengan Roh Kudus ya Tuhan, umatMu berkatilah. Baharui hati kami, o curahkan kurnia.

02. Pembacaan Firman

  • Pagi           : Matius 7:1-24.
  • Malam       : Kisah Para Rasul 27:13-38.

03. Renungan : Ibrani 9:15.

  KRISTUS PUSAT KEHIDUPAN Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Dalam nas ini kita melihat bagaimana ketika Yesus Kristus datang untuk mati bagi kita, Dia membayar korban tertinggi untuk dosa-dosa kita. KematianNya menutupi dosa kita dan karena Dia adalah Imam Besar yang sejati. Dia mempersembahkan dirinya sebagai sarana bagi kita untuk diampuni atas semua pelanggaran dan kesalahan kita. Kita tidak lagi harus menawarkan hewan sebagai alat pengakuan dosa. Dosa kita diampuni  saat kita jatuh, kita sekarang bisa datang kepada Yesus Kristus dengan hati yang terbuka, mengakui dosa kita. Dia membayar hutang yang tidak mampu kita berikan karena tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menghapus dosa kita. Ayat ini mengingatkan kepada kita tidak ada orang yang bisa membangun kehidupan Kristennya berdasarkan kekuatan dan kemampuan diri sendiri tanpa ditopang oleh anugerah Tuhan setiap hari. Tidak pernah kita bisa membangun segala sesuatu berdasarkan kebenaran diri. Setiap saat begitu gampang kita bisa jatuh dalam dosa dan berbuat salah. Kita perlu menyadari kita adalah orang yang berdosa dan bersalah di hadapan Tuhan namun kita dikasihi dan diampuni olehNya. Pemazmur mengatakan “sejauh timur dari barat demikian dijauhkanNya daripada kita pelanggaran kita” (Mzm  103:12), Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2.   “Paian ma di hami”

Paian ma di hami, o Jesus asiMi. Asa tung unang hami, diansi musu i. Paian Tuhannami hataM di hami be. Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.                         

SAKSI KRISTUS


01. Nyanyian KJ No. 300:1.     “Andaikan Yesus”

Andaikan Yesus Kau bukan milikku dan Kau tak b’rikan darahMu bagiku. Kemana aku, mohon pengampunan dan perlindungan.

02. Pembacaan Firman

  • Pagi           : Amsal 3:5-12.
  • Malam       : Kisah Para Rasul 7:44-56.

03. Renungan : Kisah Para Rasul 5:32.

  SAKSI KRISTUS Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang menaati Dia.

Petrus dan para rasul ditangkap oleh kaisar Romawi dan diseret ke Mahkamah Agama dan orang Yahudi. Ini tidak membuat para rasul takut. Mereka menunjukkan ketaatan pada Tuhan yang mengutus mereka, bukan ketaatan karena ketakutan kepada para penguasa. Walaupun diancam, mereka tidak mau berhenti memberitakan firman Tuhan.  Para rasul menjadikan pengadilan ini sebagai kesempatan untuk memberitakan Injil. Mereka menerangkan bahwa Allah nenek moyang Israellah yang telah membangkitkan Yesus. Kalimat ini mempunyai dua implikasi.  Pertama, untuk menjelaskan bahwa para rasul tetap mengakui Allah nenek moyang Israel, yaitu Allah Abraham, Ishak dan Yakus sebagai Allah. Percaya kepada Yesus tidak membuat mereka mengingkari iman kepada Allah nenek moyang Israel. Allah yang disembah turun-temurun oleh bangsa Yahudi adalah Allah yang terlibat dalam pekerjaan Yesus.  Kedua, Para rasul menjelaskan bahwa Yesus adalah yang ditinggikan Allah menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel bertobat dan menerima pengampunan dosa. Selama ini Mesias dipandang akan membawa pembebasan politik dari Romawi, tetapi Mesias sebenarnya adalah untuk membawa kelepasan dari perbudakan dosa. Para rasul mengakui bahwa mereka adalah saksi mata yang melihat, mendengar, bahkan mengalami setiap kejadian yang terjadi pada Yesus. Pada masa sekarang ini, Firman Tuhan mengajar kita untuk tetap setia kepada Kristus dan bertahan dalam iman walaupun banyak tantangan yang kita hadapi, Amin.                       

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 690:1.       “Hibul rohangku tu Tuhan Jesus”

Hibul rohangku tu Tuhan Jesus. Sude ngolungku di Tuhan Jesus. Ihuthononku do Tuhan Jesus, ndang olo au sumurut be.

06. Doa Bapa kami – Amin.                         

TUHAN SUMBER KEKUATAN


01. Nyanyian KJ No. 243: 1.    “Haleluya Terpujilah”                 

Haleluya terpujilah, Pencipta alam semesta, Sang Bapa Maha Kuasa. Mestilah kebesaranNya dan hikmat kasih sayangNya, dipuji alam raya

02. Pembacaan Firman

  • Pagi           : Keluaran 13:17-22.
  • Malam       : Kisah Para Rasul 7:17-40.

03. Renungan      : Yesaya 40:29.

TUHAN SUMBER KEKUATAN Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya

Semakin lama bangsa Israel mengalami perhambaan semakin lelah bangsa itu merasakan beban, semakin mereka tidak berpengharapan. Mereka berusaha mencari gembala yang mampu membawa kelepasan bagi mereka dan mereka tidak menemukan. Sama halnya juga kejadian wabah pandemic Virus Corona saat ini ada beberapa negara, seperti Italy dan Equador, yang penduduknya mulai putus asa dan menyerah seakan-akan mereka tidak mampu melawan Virus Corona dengan terus diam dirumah, mereka serta merta keluar ke jalan-jalan lalu berdoa menangis minta pertolongan kepada Tuhan, namun tetap saja angka kematian naik terus. Hampir semua negara termasuk negara-negara maju saat ini dicemaskan oleh penyebaran virus corona dengan cepat yang menyebabkan tingkat kematian yang tinggi. Pertanyaannya, apakah tidak cukup dengan menangis dan menyesali dosa-dosanya mereka dapat diampuni dan lepas dari kejaran Virus Corona? Sepertinya tidak, mereka masih terus minta pertolongan Tuhan dengan meronta-ronta dalam situasi seperti ini. Penulispun tidak dapat memberi jawaban, namun yang pasti tahukah mereka bahwa Allah itu kekal dan yang menciptakan bumi ini, kekuasaannya tidak terbatas dan tidak dapat disamakan dengan apapun yang ada di dunia ini bahkan mampu menyembuhkan?   Banyak orang berusaha menunjukkan keinginannya dengan meronta-ronta meminta kepada Tuhan namun dia sendiri lupa apa dan siapa Tuhan itu dan Kuasanya. Dia samakan Tuhan dan Kuasa-Kuasa di dunia ini. Ini salah. Yang benar adalah kenalilah Tuhan dengan segala kuasanya dan keinginannya untuk memberikan kuasa itu kepada manusia maka itulah yang akan membuat kita kuat dan tidak Lelah.  Mereka seumpamarajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya , mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi Lelah. Kenalilah Tuhan dan segala Kuasanya maka itulah kekuatan kita, Amin.  (St Jupiter Sitorus)

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 14:1-2.   “Puji hamu”

Puji hamu Jahowa tutu, Pardengganbasa, Parasiroha salelengna i. Pardengganbasa i, parasiroha i.

06. Doa Bapa kami – Amin.