SETIALAH DALAM MENANTI


Minggu Akhir Tahun Gerejawi, 22 November 2015
Minggu Peringatan Orang Yang Telah Meninggal
LUKAS 12:35-43

Menunggu atau menanti adalah salah satu pekerjaan yang membosankan. Apalagi yang ditunggu atau yang dinanti-nantikan tidak jelas kapan datangnya. Satu jam serasa satu hari, sehari serasa seminggu, dan seterusnya. Namun demikian, kita tetap disuruh harus menunggu atau menanti. Bagaimana sikap kita dalam menunggu itu seharusnya? Di sini kita dituntut dalam menunggu itu harus berjaga-jaga. Yang dimaksudkan berjaga-jaga di sini, adalah dengan sebuah sikap yang aktif, siaga, peduli, tidak bisa tidur, bukan berpangku tangan, pasrah tidak menentu atau nrimo saja, supaya tidak kecolongan.
Tidak terasa sebentar lagi, kita segera meninggalkan tahun 2015 dan kita memasuki tahun baru 2016. Begitu banyak suka dan duka yang kita lalui, yang kadang kala kita ceria dan bahagia, bahkan mungkin mengalami kepahitan atau penderitaan. Namun semuanya itu bisa kita lewati, siapa yang memampukan kita untuk melewatinya? Dari sisi positif menyegarkan kembali ingatan akan masa lalu merupakan sesuatu yang penting dalam hidup. Hal ini dilakukan khususnya di saat memasuki suatu tahap yang baru dalam perjalanan hidup. Mengingat kembali masa lalu akan memberikan suatu pelajaran yang sangat berharga untuk melanjutkan kehidupan, di mana pelajaran itu akan memberikan sumbangsih kepada manusia masa kini, untuk mengatasi ataupun memahami peristiwa yang sedang dan akan dihadapi. Untuk itu, jangan pernah melupakan masa lalu, karena masa lalu adalah pelajaran yang sangat berharga untuk masa kini demi masa depan yang lebih baik.

Dengan demikian, kita dalam memasuki tahun yang baru, tahun 2015, hendaklah senantiasa kita siap sedia dan berjaga-jaga dengan takut akan Tuhan agar apapun yang sampai kepada kita, tidak membuat kita jatuh atau terpuruk, baik dalam suka maupun dalam penderitaan. Untuk itu tetaplah pinggang kita berikita dan pelita kita tetap menyala. Supaya kondisi ini tetap berjalan, haruslah kita lakukan dengan cara:
1. Tetap tekun berdoa (bnd. Yak. 4: 2b)
2. Tetap tekun membaca Firman Tuhan
3. Tetap tekun beribadah dengan benar menurut Tuhan Yesus
4. Tetap tekun bersaksi menurut Terang Kristus.

(Pdt. Krisman Sianturi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s