Tuhan Sanggup Mengubahkan Deritamu!


Minggu XIV Setelah Trinitatis, 06 September 2015
Yes. 35:4-7a
Dia meninggalkan kelasnya karena dia selalu memiliki nilai yang jelek. Dia tidak memiliki ayah dan ibu yang bisa diharapkan kelak bangga jika nanti dia menjadi seorang dokter. Dia harus bekerja untuk membiayai uang kuliahnya sehingga terganggu konsentrasi untuk kuliah. Dan masih banyak lagi yang mencoba untuk menghentikan langkahnya mewujudkan mimpinya menjadi seorang dokter. Sebuah mimpi untuk menolong orang lain di tengah dia sangat butuh pertolongan. Tapi perkataan dosennya itu mengubahkan dirinya dengan berkata: “Aku sendiri yang bangga melihatmu kelak menjadi seorang dokter.

Aku yakin engkau kelak menjadi orang yang banyak menolong orang lain.” Perkataan dosennya itu membuat dia bangkit dan bersemangat lagi untuk berjuang mengubah dirinya yang putus asa menjadi semangat. Orang yang tidak berguna menjadi seorang dokter yang berguna. Dan seterusnya (video motivasi yang diuraikan dalam sebuah narasi).
Saudara, orang lumpuh akan melompat seperti rusa, orang tuli akan mendengar, di padang gurun akan ada mata air, di padang belantara akan mengalir sungai, tanah pasir yang hangat menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber mata air, demikian firman Tuhan hari ini. Keadaan kita yang kecil, tidak ada apa-apanya, lemah, penuh persoalan, penuh dosa, sakit penyakit yang begitu kronis, dan sebagainya seolah-olah penuh kuasa melemahkan untuk menghentikan langkah kita. Bangsa Israel pun demikian; krisis melanda bangsa itu mulai dari krisis politik, ekonomi, dan iman. Berbagai kemerosotan moral dan perilaku mendatangkan hukuman dari Tuhan kepada bangsa itu. Sulit sekali bangsa itu dapat bangkit dan pulih. Pembaharuan dan kebangkitan bangsa itu seolah-olah redup dan hilang diterbangkan angin.
Kini, harapan itu dihembuskan kembali oleh Allah sendiri. “Kuatkanlah hatimu, jangan takut! Allahmu akan menyelamatkanmu!” Sebuah harapan bagi orang yang kehausan ketika ada air yang menetes. Tapi firman Tuhan hari ini jauh melebihi itu semua, karena Dia menjanjikan melebihi dari apa yang kita pikirkan dan harapkan. Mungkinkah: “Persoalanmu yang tengah engkau hadapi bisa menjadi berkat bagimu dan orang lain?” Bisakah “Sakit yang tengah engkau hadapi memberikan berkat bagimu dan orang lain?” Kita akan tetap haus, kering dan kersang jika kita tidak datang sendiri meminum air yang menetes itu. Kristus adalah Sumur Air yang dasarnya tak terselami, Dia mengundang kita untuk minum dan masuk ke dalam-Nya. Percayalah Dia tetap dan selalu bersedia menjadi Sumur Air yang terus menumbuhkan dan memberikan pengharapan yang hidup bagi siapa saja. Marilah kita gumuli dan hidupi bersama di dalam Tuhan: “Tuhan Sanggup mengubah derita kita menjadi berkat dan sukacita” (Pdt. Rudi SM Pardede).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s