Yesus Kristus Menjadi Korban Tebusan Bagi kita


Minggu XXIII Setelah Trinitatis, 08 November 2015
Ibrani 9:24-28
Adalah pemberian yang paling besar dan paling luhur bila seseorang rela berkorban bukan untuk dirinya, melainkan untuk orang lain. Demikian yang dilakukan Yesus Kristus bagi dunia ini, dan bagi kita semua. Yesus adalah korban yang sempurna yang melebihi dan melampaui segala korban yang dipersembahkan dalam Perjanjian Lama. Dengan kasih yang penuh pengorban, Ia rela membayar lunas segala hutang dosa kita. Inilah yang disampaikan penulis surat Ibrani kepada jemaat yang tengah mengalami penderitaan, tekanan, dan penganiayaan, dengan tujuan agar mereka tabah dan tetap setia kepada Yesus Kristus yang sudah mengaruniakan keselamatan itu. Di dalam Yesus ada keselamatan yang sempurna.

Penulis surat Ibrani juga menyampaikan kepada pembacanya tentang keunggulan Yesus dari malaikat ( 1: 1-2:18), dari Musa (3:1-19), dari Yosua (4:1-13) dan secara khusus dalam nas kotbah kita hari ini disampaikan keunggulan Yesus sebagai Imam Besar dari imam-imam dalam Perjanjian Lama seperti Harun dan Melkisedek. Para imam-imam dalam Perjanjian Lama, harus mempersembahkan anak domba jantan sekali setahun untuk keampunan dosa. Tidak demikian halnya dengan Yesus Kristus. Sebagai Imam Besar yang turun dari sorga, Ia bukan mempersembahkan anak domba jantan, melainkan Ia mempersembahkan diri-Nya melalui pengorbanan-Nya di kayu salib dan mencurahkan darah-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Dialah korban yang sempurna, yang dilakukan-Nya sekali untuk selama-lamanya.

Keselamatan yang sempurna terjadi bukan melalui usaha dan pekerjaan manusia, melainkan oleh karya pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Semuanya ini Ia lakukan hanya karena kasihnya semata (Yoh. 3:16). Yesus Kristus menjadi pengantara dan membuka jalan bagi kita yang percaya untuk masuk ke hadirat Allah yang Mahakudus. Kini Imam Besar Yang Agung itu sudah berada di hadirat Allah. Dia akan datang kembali bukan lagi untuk menebus dosa-dosa kita, namun untuk menganugerahkan keselamatan kepada kita yang percaya kepada-Nya. Untuk itu, dalam perjalanan hidup yang penuh penderitaan dan tantangan ini, hendaklah kita tabah dan kuat, serta memegang teguh kepercayaan dan kesetiaan kita kepada Yesus Kristus Tuhan kita. Sebab hanya kepada mereka yang setia sampai akhir Tuhan akan mengaruniakan mahkota kehidupan (Why. 2:10c).
(Pdt. Krisman Sianturi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s