Anggota Jemaat Baru, 15 November 2015


a. Telah diterima menjadi anggota jemaat HKBP Serpong yaitu Tulusta Ghaniel Putra Sipahutar/ Dian Maya Sari Sidabutar (No. Reg. 0737). Pindah dari Gereja POUK Moria PT Padasa Kota Kampar Riau. Tinggal di Villa Dago Tol (Sion). Kiranya Keluarga tersebut menjadi anggota jemaat yang aktif di gereja kita.

b. Telah diterima menjadi anggota jemaat HKBP Serpong yaitu Josep Hasudungan Pasaribu/ Nency Martaria br Lumban Tobing dengan 1 orang anak (No. Reg. 0738). Pindah dari HKBP Petojo Ressort Petojo Jakarta. Tinggal di Graha Raya Bintaro (Galilea). Kiranya Keluarga tersebut menjadi anggota jemaat yang aktif di gereja kita.

c. Telah diterima menjadi anggota jemaat HKBP Serpong yaitu Maurits Sihombing/ Nevy Lusiaty br Lubis (No. Reg. 0739). Tinggal di Jelupang (Jerusalem A). Kiranya Keluarga tersebut menjadi anggota jemaat yang aktif di gereja kita.

Bijaksana sampai Akhir Zaman


Daniel 12:1-13
Kitab Daniel merupakan kitab apokalitik yang menceritakan tentang akhir dari sejarah manusia. Pada masa itu Raja Antiokhus IV sedang berkuasa dan membawa kengerian bagi bangsa Israel, karena dia menyatakan dirinya sebagai keturunan ilahi dan secara terang-terangan, dia menyatakan dirinya sebagai “Epifanes” yang berarti, “Allah yang menampakkan diri”, yang tertera di mata uangnya. Penderitaan yang dialami bangsa Israel begitu hebat. Di tengah kondisi demikian, wahyu Tuhan datang kepada Daniel, yang memberitakan tentang apa yang akan terjadi pada akhir zaman. Pemberitaan ini diharapkan dapat memberikan kekuatan untuk tetap bertahan selama masa penganiayaan karena kelak Tuhan memberikan kehidupan yang kekal. Angka-angka yang diberikan Daniel pada ayat 11-12 sepertinya hendak menunjukkan berakhirnya masa penderitaan pada masa Raja Antiokhus IV. Sedangkan ayat 13 merupakan berakhirnya penderitaan pada masa akhir zaman. Baca lebih lanjut →

SUKACITA DAN SORAK-SORAI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-9: 1, Hupuji holong ni
Hupuji holong ni rohaMu, o Tuhan Jesus Rajangki.
Tu Ho hulehon ma tondingku ai do pinangidoMi.
Hu halupahon ma diringku. Mamingkir holong ni rohaMu.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 4 : 16-30 (Pagi)
Rut 4 : 7-22 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 100 : 2 – Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!

SUKACITA DAN SORAK-SORAI

Sukacita dan Soraksorai ibarat dua sisi dari 1 mata uang. Salah satu di antaranya tidak ada, membuat satu dan lainnya tidak bermakna. Sukacita adalah sesuatu yang terpendam sementara sorak-sorai sesuatu yang muncul ke permukaan. Hasil dari keduanya menjadi nyata dan dapat dilihat oleh sekitar siapapun dia. Beribadahlah! Orang Batak bilang “Pasomalsomal ma dirim tu hadaulaton” “Latihlah dirimu beribadah”. Baca lebih lanjut →

KEMULIAAN ALLAH YANG MENGHAKIMI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-368:1, Tuhan Jesus, Tuhan Jesus
Tuhan Jesus, Tuhan Jesus ro mulak hape. TinobusNa,
tinobusNa ditogu muse. Sai marhilong nasida songon bintang sude.
Sai marlinang saksak do ulosNa tahe.

PEMBACAAN FIRMAN
Rut 3:14 – 4:6 (Pagi)
1 Tim. 5 : 9-16 (Malam)

RENUNGAN
Matius 25 : 31-32 – Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing.

KEMULIAAN ALLAH YANG MENGHAKIMI
Kemuliaan Allah terdapat dalam diri manusia karena kita diciptakan Allah segambar dengan-Nya. Akan tetapi, kejatuhan manusia ke dalam dosa, maka manusia itu kehilangan kemuliaan Allah. Dalam Roma 3:23 disebutkan karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Baca lebih lanjut →

LURUSKANLAH JALAN ORANG YANG SALAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE 188:1 Jahowa Siparmahan Au
Jahowa Siparmahan au, ndang hurang manang aha.
Ai nasa jea dipadao do sian dorbiaNa.
Tongon dibaen na lomak i, lao pangoluhon tondingki,
dibaen asi rohaNa.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Tim. 5 : 1-8 (Pagi)
Rut 1 : 1-22 (Malam)

RENUNGAN
Yehezkiel 34 : 2 – “Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu?”

LURUSKANLAH JALAN ORANG YANG SALAH
Saudara yang kekasih! Yehezkiel diperintahkan Tuhan untuk berbicara kepada para pemimpin Israel yang sudah menyimpang dari tugas yang mereka terima dari Tuhan. Dari seorang gembala yang memikirkan domba-dombanya kepada gembala yang hanya memikirkan kenyaman hidupnya sendiri. Domba-dombanya tidak dibawa ke rumput yang hijau dan ke mata air yang bersih, melainkan dibiarkan mencari makanannya sendiri, tidak dijaga dari bahaya-bahaya terkaman binatang buas, Baca lebih lanjut →

SETIALAH! BERITAKANLAH INJIL!


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-461:3, Songgop tu hami
Lehon hataM, i ma tau podangki, Debatangki na gogo i.
Asa sai talu sude musuMi, Debatang-ki, na gogo i.
Manghatindangkon tongtong goarMi, asa malua pardosa disi,
asa dijangkon Tuhanta ma i. Debatangki na gogo i.

PEMBACAAN FIRMAN
Ul. 24 : 17-22 (Pagi)
ar. 11 : 12-14, 20-24 (Malam)

RENUNGAN
2 Timotius 4 : 17 – Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberi-takan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.

SETIALAH! BERITAKANLAH INJIL!
Kitab Timotius merupakan surat terakhir Paulus (+ thn 72 M) pada masa kaisar Nero yang berusaha menghentikan dengan perkembangan kekristenan di Roma dengan menjebloskannya ke dalam penjara. Di tengah penderitaannya, Paulus tetap memelihara imannya tetap setia pada Tuhan. Meski menderita dan ditinggal oleh sahabat-sahabatnya, jiwanya selalu berkobar untuk memberitakan Injil, dia tetap yakin bahwa Kristus akan memelihara Injil dan pelayanannya. Baca lebih lanjut →