USIRLAH IBLIS YANG MENGGODA KITA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE 268: 1 Debatangku do donganku
Debatangku do donganku Ganup ari ganup taon. TumpahanNa do langkangku urupan-Na au manaon. Pos do rohangki disi Debata do donganki Salelenglelengna i.

PEMBACAAN FIRMAN
2 Tes. 2: 1-12 (Pagi) Ulangan 18: 18-22 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, 25 Januari 2018
Matius 4: 10
Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

USIRLAH IBLIS YANG MENGGODA KITA
Iblis berusaha memikat Yesus agar mau “menjual” keyakinan-Nya. Cobaan datang ketika Yesus sedang letih dan lapar. Iblis menawarkan kepuasan sesaat; roti segar yang bisa diciptakan dalam hitungan detik, kelepasan yang ajaib, dan seluruh kerajaan dunia beserta kemegahannya. Tiga kali Yesus mengatakan, ‘ada tertulis’, Dia tetap teguh berpegang pada keyakinan akan kebenaran Allah dan firman-Nya.

Nas ini memberi petunjuk bagaimana mengatasi cobaan. Yesus menunjukkan bahwa Dia tidak mencari pemuasan bagi kebutuhan sesaat. Dia juga tidak membuat sesuatu yang spektakuler dari kedudukan dan kemampuan-Nya, apalagi sampai bersahabat dengan iblis demi kekuasaan. Yesus tahu bahwa jalan pintas adalah musuh yang berbahaya. Jalan pintas mungkin menawarkan suatu pilihan tanpa penderitaan, tetapi pada akhirnya jalan itu mendatangkan penderitaan yang jauh lebih dalam dari yang pernah kita bayangkan.
Sikap Yesus sebagai ketaatan hanya kepada Allah adalah teladan bagi kita yang mungkin juga dicobai hanya untuk memperhatikan kepentingan pribadi maupun kelompok bahkan untuk mencari pengaruh dan kekuasaan tanpa memperhatikan keadilan dan moralitas. Jadilah orang yang setia kepada Allah di dalam Kristus. Usirlah iblis yang menggoda kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 436: 1 Lawanlah Godaan
Lawanlah godaan, s’lalu bertekun; tiap kemenangan kau tambah teguh; nafsu kejahatan harus kautentang; harap akan Yesus: pasti kau menang. Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan; Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI,
Amin, Amin, Amin

DITARIK DAN DISELAMATKAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE 432: 1 Sian Hurungan ni Dosangki
Sian hurungan ni dosangki ro au tu Ho, ro au tu Ho. Tu haluaon di mudarMi, Jesus au rot u Ho. Nasa rohangku malum hipas, gabe mamora nang pe pogos. Sian jeangku ro au tu Ho, Jesus au ro tu Ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Kisah 4: 8-12 (Pagi) Kel. 7: 1-7 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 24 Januari 2018
Yohanes 6: 44
Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

DITARIK DAN DISELAMATKAN
Dosa membuat manusia begitu hina, bobrok dan rusak, sehingga tidak mungkin dan tidak akan ada manusia yang mampu datang kepada Kristus tanpa ditarik oleh Allah. Nas ini menjelaskan bagaimana caranya Allah Bapa “menarik” orang. Dia tidak menarik dengan paksaan, melainkan dengan suatu proses ajaran rohani yang lembut. Allah menarik (memanggil) semua orang kepada Yesus Kristus melalui Roh Kudus. Aku akan menarik semua orang (Yoh. 12:32). Dorongan yang kuat dari Roh Kuduslah, yang membuat manusia yang tadinya tidak mau menjadi mau. Namun tarikan ini sering ditolak oleh manusia. Manusia lebih tertarik dengan kebahagiaan dunia yang sesaat yang seolah-olah membawa keselamatan tetapi pada akhirnya adalah kehancuran. Sekarang kita diperhadapkan kepada pilihan yaitu maukah kita ditarik untuk diselamatkan atau kita lari dari tarikan?

Allah Mahakasih, Dia tidak mau manusia mati dalam dosanya. Kasih Allah itu lebih besar dari murka-Nya, sehingga Allah berinisiatif untuk menyelamatkan manusia dengan mengutus anakNya Yesus Kristus untuk menyelamatkan dunia. Jika Allah sedang menarik kita maka kita dengan mudah akan datang kepada Yesus. Istilah “datang kepada Yesus” berarti meninggalkan kebenarannya sendiri dan berbalik kepada Yesus, menerima kematian-Nya sebagai penebusan kita dan mengenakan pakaian kebenaran-Nya. Jadi datanglah kepada Yesus dan percaya akan panggilan-Nya, sehingga dosa-dosamu disucikan oleh Darah-Nya.Yesus akan menyelamatkan setiap orang yang datang kepada Dia. Untuk itu jangan keraskan hatimu. Sambut uluran tanganNya yang dengan lembut menarik dan memanggilmu ikut serta dalam anugrah keselamatanNya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 19: 5 Tuhanku Yesus
Apa yang indah dalam dunia ini nampak dalam diri-Mu. Yang Mahaindah, Harta sorgawi, hanya Engkau, ya Tuhanku!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI,
Amin, Amin, Amin

Minggu Septuagesima, 28 Januari 2018


Persiapan untuk Minggu 28 Januari 2018

Minggu Septuagesima
Hari Ke-Tujuhpuluh Sebelum Kenaikan Yesus Ke Sorga

Tema Minggu : Allah yang Murah Hati, Adil, dan Benar
(Parasiroha Do Jahowa, Paruhum Jala Partigor)

Warna Tutup Altar : Hijau (Ratarata)
Warna kekudusan dan kesempurnaan, lambang kekudusan Tuhan Yesus dan para malaikat.
Ev. Yeremia 9.23-24
Ep. Matius 20.1-16

TUHAN SUMBER HIDUP


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE 14: 1 Puji hamu Jahowa tutu
Puji hamu Jahowa tutu, Pardengganbasa, parasiroha salelengna i. Pardengganbasa i, parasiroha i.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk 4 : 14 – 20 (Pagi) Kel 3: 1-9 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 23 Januari 2018
Kisah Para Rasul 17: 25b
Karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.

TUHAN SUMBER HIDUP

Nas hari ini berlatar belakang ketika rasul Paulus berada di kota Athena sebagai bagian perjalanannya untuk memberitakan Injil tentang Yesus dan kebangkitan-Nya. Kota Athena pada saat itu sudah maju sebagai tempat perkembangan ilmu pengetahuan, peradaban, perdagangan, kesenian dan para ahli pikir. Masyarakatnya senang akan hal-hal yang baru dan mau menerima ajaran baru yang bisa diterima akal. Mereka percaya bahwa segala sesuatu ada yang menciptakan dan memeliharanya. Karena itu mereka menghormati “pencipta” dengan membuat dewa-dewa dan patung-patung berhala untuk disembah. Ketika Paulus berjalan-jalan di kota Athena, dia menemukan mezbah tempat penyembahan kepada “Allah yang tidak dikenal”. Hal ini sangat menyedihkan hati Paulus, karena penduduk Athena taat beribadah, namun kepada dewa-dewa dan patung-patung buatan tangan manusia. Dalam hikmat Tuhan, Paulus memanfaatkan “Allah yang tidak dikenal” sebagai jalan untuk memberitakan Injil. Paulus menegaskan bahwa Allahlah yang menjadikan bumi dan segala isinya. Dia adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia melainkan di tempat yang maha kudus – di sorga. Paulus mengajarkan supaya masyarakat Athena tidak boleh berpikir bahwa keilahian Allah sama seperti emas, perak, atau hasil ciptaan dan keahlian manusia lainnya. Dia memberitakan Injil supaya mereka bertobat, tunduk dan beribadah hanya kepada Allah.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memudahkan manusia untuk menjauh dan melupakan Tuhan. Sesungguhnya, Tuhan memberikan kuasa kepada kita untuk mengelola dan mengusahakan bumi serta segala ciptaan lainnya. Bagaimana dengan kita sekarang? Baiklah kita merenung supaya kita bisa menjaga dan menghargai ciptaan-Nya dengan benar. Kita harus tetap tunduk dan beribadah hanya kepada-Nya, Karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 289: 1 Tuhan, Pencipta semesta
Tuhan, Pencipta semesta, Kaulah Yang Mahamulia; sungguh besar karunia yang Kauberi.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin

ALLAH MAHA KUASA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-504:1 Ditogu Tuhan Jesus Au
Ditogu Tuhan Jesus au, ido na mangapuli au. Di ganup dalan nang tung maol tanganNa do tongtong huhaol. Ditogutogu Jesus au tanganNa sai maniop au. Tongotong ma siseanNa au, paima boi tu surgo lao.

PEMBACAAN FIRMAN
Mrk 12: 28-34 (Pagi) 1 Sam 3: 1-10 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 22 Januari 2018
Ulangan 10:14
Sesungguhnya, TUHAN, Allahmulah yang empunya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit, dan bumi dengan segala isinya.

ALLAH MAHA KUASA
Ayat renungan di atas merupakan ucapan Musa terhadap umat Israel yang mengingatkan agar mereka takut akan Tuhan, beribadah kepada Tuhan dan melakukan segala perintah-Nya. Allah sudah banyak menolong Bangsa Israel mulai dari jaman perbudakan di Mesir dan selama dalam perjalanan menuju tanah Kanaan. Jadi tidak ada alasan bagi umat Israel untuk berpaling dari Allah dan memuja allah-allah lain.

Yang menjadi pertanyaan saat ini, mengapa manusia masih banyak tidak takut akan Tuhan, mengapa manusia masih banyak tidak lagi beribadah kepada Tuhan dan mengapa manusia tetap melanggar perintah Tuhan? Membutuhkan suatu perenungan yang mendalam untuk menjawabnya. Sebenarnya manusia itu menyadari dan mengakui Tuhan itu ada, namun manusia itu mau keinginannyalah yang terjadi, tidak perduli itu berkenan atau tidak berkenan kepada Allah. Dan dalam perjalanan sejarah anak manusia, selalu kita bertemu dengan kondisi yang demikian. Yang mana pada akhirnya orang-orang yang tidak taat dan takut akan Tuhan itu akan mengalami penderitaan dan kesusahan sepanjang sisa hidupnya. Dan bukti dari hal tersebut banyak kita temui dalam Alkitab maupun kejadian dan peristiwa di jaman sekarang ini. Marilah kita berpaling hanya kepada Allah yang Maha Kuasa, agar hidup kita selamat sampai akhir jaman, dan lakukanlah apa yang baik di mata Tuhan, bantulah sesamamu manusia, dan berdoalah senantiasa kepada Tuhan baik dalam suka maupun duka. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-446:4 Setialah
Setialah kepada Yang Menang, meski maut kautempuh. Setialah sehabis berperang terima upahmu: mahkota hidup diberi-Nya, kau masuk dalam t’rang ceria. Setialah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

OTORITAS ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE 117: 1 Jahowa Debatanta do
Jahowa Debatanta do Partanobatoanta. Musunta ingkon talu do. Dibaen pangondinganta. Ianggo musu i, i ma sibolis i, jorbut do tahi ni Mangago jolma i; ndang dapot na mangatup.

PEMBACAAN FIRMAN
Mrk 5: 1-20 (Pagi) Kel. 19: 1-6 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 20 Januari 2018
Ulangan 5: 6-7
“Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku

OTORITAS ALLAH

Pekerjaan kami, mengharuskan kami sering melakukan penerbangan ke luar negeri dengan menggunakan pesawat terbang. Selama perjalanan harapan kami adalah pesawat dapat terbang dengan baik dan selamat. Untuk itu, sebelum pesawat berangkat kami selalu menaikkan doa dan bersyukur meminta penyertaan Tuhan selama perjalanan. Dalam kenyataannya, bisa jadi, tidak semua orang menyampaikan syukur kepada Tuhan. Mengapa? Karena ada di antara mereka berpendapat bahwa teknologi sudah menjamin keselamatan.

Hal yang sama juga terjadi pada bangsa Yahudi yang sudah keluar dari perbudakan di tanah Mesir. Namun, oleh berbagai kesulitan yang mereka hadapi, mereka mulai tidak lagi mengakui Allah yang menolong dan membawa mereka keluar dari perbudakan Mesir. Mereka malah sebaliknya menganggap Allahlah yang membuat mereka semakin menderita di perjalanan. Akhirnya kita ketahui bahwa perjalanan hidup bangsa Yahudi selalu mengalami pasang surut, mereka seolah-olah memiliki allah lain yang mampu menolong mereka. Sesungguhnya Allah memiliki otoritas dalam kehidupan manusia, Allah yang menciptakan, Allah yang menyediakan bumi dengan segala kebutuhan hidup ciptaan-Nya, Allah yang memelihara manusia dengan memberi udara, siang dan malam sehingga ada waktu bekerja dan ada waktu berhenti atau istirahat. Allah jugalah yang memberi kita kekuatan sehingga dengan hikmat dan pengetahuan kita dapat memahami bumi ini dan mengelolanya untuk memenuhi kebutuhan manusia sehingga ada diantara kita yang menjadi guru, pengusaha, dokter, perawat dan lain-lain. Apakah kita sungguh mengakui bahwa Allahlah yang memimpin hidup kita, atau ada allah lain yang kepadanya kita menyembah? Allah ingin agar kita menyembah Dia dengan hati yang sungguh-sungguh. Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ 287b: 1 Sekarang bersyukur
Sekarang bersyukur, hai hati mulut, tangan! Sempurna dan besar segala karya Tuhan! Dib’riNya kita pun anug’rah dan berkat. Yang tak terbilang, t’rus, semula dan tetap.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin

SALAM


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE 248: 1 Saleleng ho di tano on
Saleleng ho di tano on, patigor ma roham. Paingotingot ma tongtong nidok ni Debatam.

PEMBACAAN FIRMAN
Mrk 1: 21-28 (Pagi) Maleaki 3 : 1 – 6 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 19 Januari 2018
Kejadian 21: 22b
“Allah menyertai engkau dalam segala sesuatu yang engkau lakukan.

SALAM
Perjumpaan seorang pemimpin dengan temannya sesama pemimpin sering diawali dengan kalimat “salam.” Sebagai ungkapan hormat dan sekaligus doa berkat atau pernyataan kebaikan bagi yang menerimanya. Abimelekh seorang Raja dengan rendah hati dan takjub menyapa Abraham, yaitu seorang Pemimpin yang kuat dan berjaya, serta terkenal karena dipelihara dan dilindungi oleh Allah. Dalam sapaan salamnya, Abimelekh melihat dan mau mengakui bahwa Allah selalu menyertai Abraham dalam segala sesuatu yang dikerjakannya. Melalui keberhasilan-keberhasilan yang kita capai ternyata ketaatan dan kesungguhan seseorang pada Tuhan dapat terlihat dan dirasakan oleh orang lain. Penyertaan Allah kepada Abraham membuat Abimelekh tidak berani bermusuhan melainkan ingin mengikat janji perdamaian dengannya. Abraham menerima salam Abimelekh dan mau bersepakat membuat perdamaian serta berjanji tidak akan menyerang dan memusuhinya.

“Syaloom” atau “Damai Sejahtera Tuhan” adalah ucapan salam yang sering kita dengar dan bahkan juga kita ucapkan. Di dalam Mat.10:12, Yesus Kristus memerintahkan kepada para murid untuk mengucapkan salam, setiap berjumpa dan memasuki rumah seseorang. Untuk itu marilah kita berjanji, untuk senantiasa mengucapkan salam itu, kita mengingatkan dan sekaligus diingatkan bahwa Allah menyertai langkah kita untuk membawa damai sejahtera dan berkat. Kita datang bukan membawa permusuhan atau pertengkaran. Karena itulah rancangan Tuhan bagi kehidupan kita untuk selalu hidup dalam kasih, sukacita dan damai sejahtera-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 285: 1 Tuhankulah Gembalaku
Tuhankulah Gembalaku; oleh Nya ‘ku tent’ram di padang hijau yang segar, di pinggir air tenang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI,
Amin, Amin, Amin