KUANTITAS YANG BERKUALITAS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE 4: 1 Sai puji Debata
Sai puji Debata, dibaen asi rohaNa. Huhut tongtong basa, di nasa tinompaNa. Ria ma hita be mamuji Debata; Ai sesa do nuaeng dosanta i dibaen

PEMBACAAN FIRMAN
Markus 1: 9-15 (Pagi) Kejadian 18: 9-15 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 18 Januari 2018
Yohanes 6: 68-69
Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.

KUANTITAS YANG BERKUALITAS
Tuhan Yesus sadar bahwa agar manusia mempercayai diriNya bukanlah suatu yang mudah. Apalagi mempercayai Tuhan Allah dalam bentuk yang tidak kelihatan merupakan suatu yang tidak mudah bagi manusia. Inilah salah satu alasan bahwa Tuhan Allah harus hadir bagi manusia dalam ke-Tritunggalan-Nya, atau dikenal dengan Trinitatis, yaitu Ketritunggalan Allah; Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Trinitatis bukan untuk memperdebatkan bahwa Tuhan Allah ada tiga, tetapi Trinitatis atau Ketritunggalan Allah adalah cara Tuhan dan upaya manusia untuk mempercayai Tuhan dan beriman kepada-Nya. Trinitatis dapat dimaknai bahwasanya Tuhan tidak ingin manusia percaya kepada-Nya karena terpaksa, dan asal-asalan, tetapi karena kesungguhan dan komitmen yang kuat.

Nas ini juga mau mengatakan bahwa Tuhan Yesus atau Kekristenan menekankan pada kualitas dan bukan semata-mata pada kuantitas/jumlah/frekuensi. Relasi keluarga di zaman yang serba sibuk dan individualistis ini menekankan kualitas dari pertemuan antarkeluarga meskipun dalam waktu yang singkat dan jarang. Demikian pula halnya dengan pekerjaan. Seseorang bekerja siang malam, hartanya memang melimpah tetapi kualitas hidup/kesehatannya tidak diperhatikan. Akhirnya orang tesebut jatuh sakit, dan harta yang dikumpulkannya habis sekejap untuk pengobatan. Dalam hal bergereja setiap hari Minggu, sangatlah baik bila setiap orang dapat melakukannya setiap hari Minggu. Akan tetapi kualitas ibadah juga penting. Ibadah yang berkualitas apabila jemaat mempersiapkan diri, tidak sibuk dengan urusan lain, dengan WA, dengan medsos, dan sebagainya. Untuk itu pelayan gereja juga harus mempersiapkan diri, menyampaikan kotbahnya dengan baik, sehingga jemaat dapat merasakannya sebagai makanan rohani. Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ 39: 1 Ku diberi Belas Kasihan
‘Ku diberi belas kasihan, walau tak layak hatiku; tadi ‘ku angkuh, kini heran: Tuhan, besarlah rahmat-Mu! Kidung imanku bergema: rahmat-Mu sungguh mulia, Kidung imanku bergema: rahmat-Mu sungguh mulia!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI,
Amin, Amin, Amin

KASIH KARUNIA ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 194: 1 Aut So Asi RohaM
Aut so asi rohaM Aut so godang basaM Tu dia au? Alai dibaen basaM Dohot asi rohaM Tu surgo au.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Tim. 2: 1-7 (Pagi) Yeh. 18: 23-28 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 17 Januari 2018
Titus 2: 11
Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.

KASIH KARUNIA ALLAH
Tahukah saudara apa persamaan antara orang Kristen dengan orang-orang yang ada di terminal, stasiun, pelabuhan, atau bandara? Semua orang yang berada di tempat-tempat itu sedang menanti sesuatu. Entah sedang menanti kendaraan yang akan membawa ke tempat tujuan atau menanti orang yang akan tiba di terminal tersebut. Demikian juga sifat dasar kehidupan orang Kristen di dunia ini. Kita seumpama orang-orang di terminal yang sedang menanti ketibaan kekasih hidup kita, Yesus Kristus. Penantian dan pengharapan berjumpa Kristus membuat kita secara sadar mengembangkan ciri hidup orang-orang dalam penantian. Kita tidak hidup seperti orang yang menjadikan dunia ini rumah abadi mereka. Dunia berdosa ini bukan tempat tinggal kita yang abadi. Sauh hidup kita adalah pengharapan berjumpa Kristus, yang telah menyelamatkan kita oleh kurban kasih-Nya yang mahal dan kasih-Nya itu telah menambat hati kita selama-lamanya. Sama seperti terminal akan segera ditinggalkan begitu yang dinanti-nanti tiba, demikian juga orang Kristen memperlakukan hidup dalam dunia ini.

Apakah seseorang yang telah diselamatkan seharusnya menunjukkan perubahan? Ya! Orang yang menerima keselamatan berarti diubah oleh kasih karunia Tuhan. Kasih karunia yang menyelamatkan itu terjadi melalui pengorbanan Kristus di kayu salib. Maka kasih karunia mendorong kita untuk merubah hidup kita menyenangkan Tuhan dalam segala sesuatu yang dilakukan. Perubahan hidup yang dimaksud adalah menempatkan Tuhan sebagai yang terutama di dalam hidupnya. Konsekuensinya, segala sesuatu yang dapat menggeser tempat Tuhan akan disingkirkannya. Orang Kristen yang sungguh telah mengalami perubahan hidup di dalam Tuhan akan menolak keegoisan, kesombongan, ketamakan, dan segala kesenangan hidup dalam dosa. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 27: 5 Meski Tak Layak Diri Ku
Sebagaimana janji-Mu menyambut dan membasuhku, ya Anak Domba yang kudus,
‘ku datang kini pada-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin

BERSEKUTU DENGAN ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita, beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-159:1. Martua Dongan Angka Na
Martua dongan angka na sabagas, na mardonganhon Tuhan Jesus i. Na mangoloi Ibana mansai ringgas, naso marholang tangiangna i. Tongtong holong rohana di Ibana manungkun lomo ni rohana i. Huhut tongtong marguru tu hataNa, dibaen sandok pangalahona i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 8: 18-22 (pagi) Yer. 23: 21-24 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 16 Januari 2018
Matius 18:20
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, disitu Aku ada di tengah-tengah mereka.

BERSEKUTU DENGAN ALLAH

Banyak orang beranggapan bahwa pertemuan dengan Tuhan Allah hanya pada hari dan tempat tertentu. Dalam nas ini memberikan penjelasan bagi kita tentang kehadiran Tuhan, bahwa Allah itu hadir di semua tempat dan setiap waktu, tanpa mempersoalkan fisik tempat pertemuan kita. Apakah Tuhan itu akan hadir begitu saja? Tentu tidak. Tuhan itu akan hadir di tengah-tengah kehidupan kita, apabila kita menyembah dan memuliakan-Nya, seperti Joh 4:24 “Allah itu Roh dan barang siapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam Roh dan kebenaran”. Selain itu dikatakan kehadiran Tuhan juga apabila berkumpul dua atau tiga orang ini mencerminkan kekeluargaan dimana ada suami, istri dan anak sehingga Tuhan akan selalu hadir di tengah-tengah keluarga. Mulailah bersekutu memuji Tuhan di dalam keluarga.

Keluarga atau rumah tangga adalah salah satu unit yang kecil dalam masyarakat dan memegang peranan yang besar dalam kehidupan suatu gereja atau negara. Dalam sejarah perkembangan jemaat atau gereja mula-mula diabad pertama dalam Perjanjian Baru adalah dimulai dari persekutuan keluarga. Semua orang pasti lahir dan besar di dalam suatu keluarga. Mulailah bersekutu dengan Tuhan dari rumah masing-masing lewat ucapan syukur, puji-pujian dan membaca serta mendengar firman Tuhan. Josua berpesan kepada umat Israel dan juga buat kita seperti tertulis dalam Yosua 24: 15. “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN”. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-18:1 Allah hadir bagi kita
Allah hadir bagi kita dan hendak memb’ri berkat,
Melimpahkan kuasa Roh-Nya bagai hujan yang lebat
Dengan Roh kudus ya Tuhan, umat-Mu berkatilah
Baharui hati kami; o curahkan kurnia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

Minggu III Setelah Epiphanias, 21 Januari 2018


Persiapan untuk MInggu, 21 Januari 2018

Minggu III Setelah Epiphanias
Penyataan Kemuliaan Allah

Tema Minggu : Lakukanlah Ketetapan Allah dengan Setia
(Manongtong Ma Ulahon Uhum Ni Debata)

Warna Tutup Altar : Putih (Bontar)
Warna kekudusan dan kesempurnaan, lambang kekudusan Tuhan Yesus dan para malaikat

Ev. : 2 Petrus 2.10b-16
Ep. : Bilangan 22.21-35

PARTORDING NI ACARA BONA TAON 2018 – IBADAH ARISAN (Bahasa Batak)


01. Pangaradeon …….. hohom (Martangiang dibagasan roha)

02. Joujou tu Parsaoran dohot Debata
U : Punguan na marlas ni roha dibagasan goar ni Tuhan Jesus Kristus, nunga masuk hita tu taon na imbaru na binasabasahon ni Debata tu hita. Tahilala do denggan basa dohot panogunoguon ni Tuhanta manipat ari dohot bulan, boi hita tolhas sahat tu sadarion. Antong, SELAMAT TAON BARU MA DI HITA SALUHUTNA!
H : SELAMAT TAON BARU!
U : Ala ni i, marlas ni roha ma hita jala mandok mauliate tu Debatanta na mangalehon ari na denggan tu hita, boi hita marpungu di acara Bona Taon ni punguan na tahaholongi on.
H : Mauliate ma ale Tuhan, disude denggan basa na nilehonMu tu hami, ala ni i, hupuji hami ma goarMu na badia i.
U : Songon tanda las ni rohanta, taparade ma pujipujian tu Ibana, marende ma hita.

03. Marende BE. No. 361 : 1 – 2 ”Na denggan situtu” BL. 157
1. Na denggan situtu do, mamuji Debata / Jahowa na tumimbo, na sai tongtong basa, / denggan do paboahon manogot asiMi, / bodari mangendehon burjuM nang sintongMi
2. Mardongan sipilliton na denggan situtu, / naeng ma tongtong pujion ni nasa na burju. / Ho, Tuhan Debatangku, ai las ni rohangki / do na tongtong binaenMu dipambahenanMi.

04. Votum~Introitus~Tangiang
Molo partohonan na manguluhon:
U : Marhitehite goar ni Debata Ama, dohot goar ni AnakNa Tuhan Jesus Kristus, dohot goar ni Tondi Porbadia, na tumompa langit dohot tano on.
H : Amen
Molo na so partohonan na manguluhon:
U : Tapungka ma Acara Bona Taon ni punguanta on, dibagasan haporseaon na togu di Debata na manompa hita.
H : Amen
Diuduti ma muse dohot na di toru on:
U : On ma pos ni rohangku, Kristus do naung umpungka ulaon na denggan dibagasan hamu, jala patuluson ni i do i, sahat ro di ari ni Kristus Jesus.
H : Debata do na mamuhai, jala Debata do na paujunghonsa, mauliate ma di Debata.
U : Jahowa do panondangi di ahu dohot hatuaonku, tung ise ma habiaranku?
H : Nang pe marhoronhoron parangan anngka na manungkun ahu, ndang dihabiari rohangku.
U : Sada do naung hupangidohon tu Jahowa saleleng mangolu ahu paidaidaonku hinadenggan ni Jahowa dohot manghalomohonsa.
H : Tahaposi ma Jahowa, tapagomos jala tapatogu rohanta jala taparhanalom Jahowa. Haleluya!
U : Martangiang ma hita! Ale Amanami jala Debatanami! Na mandok mauliate do hami tu Ho sian nasa rohanami, ala dilehon Ho do ari na denggan di hami, marhite i, boi hami marpungu di inganan on di bagasan acara Bona Taon di taon 2018 on. Na mangido do hami nuaeng diadopanMu, sai lam pahot ma haporseaonnami, asa lam togu panghirimonnami, patuduhon holong ni rohaM dohot asi ni rohaM, tarlumobi di na laho mandalani saluhut ari nami di taon 2018 on na so huboto hami dope haujunganna. Sai dongani ma hami, asa lam marpos ni roha hami di Hata ni AnakMu, Tuhan Jesus Kristus Tuhannami. Amen.

05. Marende BE. No. 690 : 1 – 2 “Hibul Rohangku”
1. Hibul rohangku tu Tuhan Jesus, sude ngolungku di Tuhan Jesus. Ihuthononku do Tuhan Jesus, ndang olo au sumurut be.
2. Beta ihuthon ma Tuhan Jesus, ho na dijou do roham patulus. Beta ihuthon ma Tuhan Jesus, sai unang ho sumurut be.

06. 2017 Na Gabe Sejarah
U : Dongan sahaporseaon, molo tarimangi pardalanan ni ngolunta dibagasan taon 2017 naung salpu, godang do na masa ditongatonga ni punguanta suang songon i nang ditongatonga ni parngoluonta siganupari.
H : Sai parroha i ma hami mamilangi angka ariarinami, asa dapotan roha na bisuk hami.
U : Gabe sejarah ma taon 2017 naung salpu. Dipardalanan ni punguanta, tung mansai godang do na mambahen hita masuk tu las ni roha na sian Debata, alai ndada holan i, masa do nang arsak ni roha, godang do tantangan na ingkon taadopi dipardalanan ni ngolunta, na laho paingothon hita ”Debata do nampuna ngolunta” ala ni i, lam tapasolhot ma tu Ibana.
H : Ale Tuhan, guru di Ho do saluhutna, sai togu jala parrohai ma hami asa unang mabiar rohanami marnida saluhut angka na masa i. Sai togu jala dongani ma hami dipardalanan ni ngolunami. Asa lam pos rohanami tu Ho marhitehite haporseaonnami tu AnakMu, Tuhan Jesus Kristus Tuhannami.
U : Gabe sejarah ma taon 2017 naung salpu. Dipardalanan ni punguanta, tung mansai godang do na mambahen hita masuk tu las ni roha na sian Debata, alai ndada holan i, alai masa do nang parsahiton, ditongatonga ni ngolunta nang parianakhon. Saluhutna i laho paingothon hita do ”Ibana do mandongani hita”, ala ni i, lam tapasolhot ma tu Ibana.
H : Ale Tuhan, guru di Ho do saluhutna, sai paingot hami asa marpangunsandean tu Ho hami, ndada tu pingkirannami sandiri. Asa lam pos rohanami tu Ho marhitehite haporseaonnami tu AnakMu Tuhan Jesus Kristus Tuhannami.
U : Gabe sejarah ma taon 2017 naung salpu. Dipardalanan ni punguanta, tung mansai godang do na mambahen hita masuk tu las ni roha na sian Debata, alai ndada holan i, masa do nang arsak ni roha, ditongatonga ni ngolunta nang parianakhon. Sipata sugkunsungkun rohanami taringot tu pardalanan ni masa depan ni saluhut ianakhonta, tarlumobi laho mangadopi parngoluon na mansai maol di tano parserahan on.
H : Ale Tuhan, guru di Ho do saluhutna, sai paingot hami asa unang dirinami sandiri na hupingkiri hami, alai asa lam margogo hami laho patupahon na ringkot tu di tongatonga ni keluarga nang pasahathon poda dohot hata hangoluan tu ianakhonnami. Asa lam pos rohanami tu Ho marhitehite haporseaonnami tu AnakMu Tuhan Jesus Kristus Tuhannami. Amen.

07. Marende BE. No. 707 : 1 “Hagogoon dohot apulapul”
1. Hagogoon dohot apulapul do dilehon Tuhan i tu au. / Ganup ari au ditogutogu, ganup tingki di ondingi au. / Ai hombar tu lomo ni rohaNa do dilehon Tuhan i tu au. / Ro marsorin arsak las ni roha, haporseaonku di patau.
2. Ganup tingki Tuhan raphon ahu jala sai dipasupasu au. / Sai ditogu au molo madabu, talu musu jala monang au. / Ai pargogo na so hatudosan, Debatangku salelengna i. / Mangalehon dame dohot tua, tu angka na bojok roha i.

08. Panghirimon di taon 2018
U : Debata do na mamuhai ulaon na denggan ditongatonganta, ndang paloasonNa hita tartuktuk. Molo dilehon Debata dope sada taon na imbaru tu hita, i ma taon 2018 on, lam tapareahi ma na denggan, songon i nang hasadaon ni roha, asa lam margogo hita dibagasan hasadaon laho mandalani gulmit ni ngolunta na so binoto dope di taon 2018 on.
H : On do na hupangido hami, naeng ma lam sumurung holong ni rohanta, marurat diparbinotoan, dohot di nasa panimbangion partondion laho manangkasi na rumingkot, asa polin hami, tanpar sian partuktuhan. Asa ramos marparbuehon hatigoran bahen hasangapon jala pujipuji di Debata.
U : Debata do na mamuhai ulaon na denggan ditongatonganta, ndang paloasonNa hita tartuktuk. Molo nunga salpu taon 2017 sian ngolunta, ndang tagamon be boi hita mulak, molo boi tasalpuhon saluhut hahurangan nang hasalaan ni donganta, ndang tagamon be hita tarurak, molo boi tatinggalhon saluhut hahurangan ni dirinta, ndang tagamon be ro mara. Ala ni i, lam tu hembangna ma panghobasion di tongatonga ni punguanta, lam tu raratna ma ulaon parasinirohaon. Asa taon na gok las ni roha ma taon on ditongatonganta.
H : Tangkas do huboto hami marhitehite haporseaonnami tu Debata, na dipaimbaru Debata do saluhutna, ai didok do: Ida ma, saluhutna do hupaimbaru! I ma tutu, asa salpu ma na leleng i, soluk ma haimbaruon i dibagasan ngolu nang parsaorannami.
U : Antong, sangap ma di Debata na marmulia!
H : Amen

09. Marende BE. No. 309 : 1, 3 “Raphon Tuhan Jesus i”
1. Raphon Tuhan Jesus i pungka ulaonmu. / Ingkon tu Ibana i parguruhononmu. / Baen Ibana donganmi, hehe dohot modom. / Dege ma bogasNa i, rohami pahohom.
3. Molo Jesus donganmi, ndang tarbaen ho mago. / Nang bisuk sibolis i, Jesus do gumogo. / Asal dihaposi ho Jesus i Tuhanmu, / ingkon sai maporus do na niarsakhonmu.

10. Sijahaon: Epesus 4 : 22 – 24
U : Hata ni Debata, turpuk patujolo ni Jamita dihita, i ma na tarsurat di Epesus 4 : 22 – 24, songon on ma didok disi, jala marsorinsorin ma hita manjahasa: ”Tanggali hamu ma jolma na buruk i, isara dipangalaho na jolo, ai laho mago do i hinorhon ni angka hisaphisap sipaotooto.
H : Alai dipaimbaru hamu ma dirimuna dibagasan tondi ni rohamuna.
U : Jala solukhon hamu ma jolma na imbaru, na tinompa suman tu Debata, dibagasan hatigoran dohot hapolinon na marhasintongan. I do sahat na. Martua do halak na tumangihon hata ni Debata, jala na umpeopsa.
S : Amen

11. Tangiang Pangondianon

12. Marende BE. No. 69 : 1, 3 “Ungkap Bahal na ummuli”
1. Jesus sai urupi hami dohot di taon baru on. / Paimbaru gogonami mangihuthon Ho tongtong. / Pasupapsu ma muse na porsea sasude.
3. Taon parasinirohaon baen di au sandok taon on. / Lam pahot ma hasesaan ni dosangku di au on. / Holan Ho do Jesuski, tuk pasaehon dosangki.

13. Jamita manang Renungan

14. Marende BE. No. 706 : 1 – “Godang ni pasupasu i”
Huhut Papungu Pelean
1. Godang ni pasupasu i dilehon Tuhanhi, / tarlobi asiasiMi marhite AnakMi.
Reff. Jalo ma pujianhi, Jesus sipalua i. / Boi au bongot tu surgo i, marnida hasangaponMi.
2. Tondong nang aleale i palashon rohangki. / Alai na umuli i boi au anakMi.
Reff. Jalo ma pujianhi, Jesus sipalua i. / Boi au bongot tu surgo i, marnida hasangaponMi.
3. Ndang dung mansohot basaMi saleleng ngolungki. / Ho ma tongtong pujionhi, sangap di goarMi.
Reff. Jalo ma pujianhi, Jesus sipalua i. / Boi au bongot tu surgo i, marnida hasangaponMi.

15. Panutup
U : Antong, tapaujung ma partangianganta on, martangiang ma hita!
Ale Tuhan Debata, Amanami na di banua ginjang, mauliate rohanami ala dilehon Ho do tu hami bohal ni hangoluannami. Saluhut basabasa naung hujalo hami, hulehon hami gabe pelean tu adopanMu. Pasupasu ma i, asa gabe pelean halomoan diadopanMu, patuduhon ulaon parasinirohaon ditongatonga ni punguan naung pinadomuM dibagasan AnakMu, Tuhan Jesus Kristus, Tuhannami. Amen.
Antong, rap mangido ma hita di Tangiang Ale Amanami.
H : Ale Amanami na di Banua Ginjang ……. d.u. Amen.
Molo partohonan na manguluhon didok ma pasupasu

JADILAH KEHENDAKMU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-189:1 O Jesus na Pangolu au
O Jesus na Pangolu au, Anak ni Debata
Asi rohaM sai togu au, sahat tu Debata

PEMBACAAN FIRMAN
Rom 9:14-18 (Pagi)
Kel. 33:19-23 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 15 Januari 2018
Matius 6:10
Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

JADILAH KEHENDAKMU

Ayat Ini adalah bagian dari doa yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya. Kita memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Tuhan. Ada perbedaan kehendak Tuhan dengan demokrasi. Demokrasi adalah sebuah ideologi dan ideologi memiliki kekuatan yang sangat sulit untuk dimusnahkan. Pencetus demokrasi telah tiada tetapi ideologinya tidak pernah bisa mati. Tetapi pola demokrasi dengan kerajaan sangat berbeda.

Kitab suci kita adalah kitab konstitusi di mana di dalamnya ada titah-titah dan ketetapan-ketetapan-Nya yang harus ditaati. Firman Tuhan berkata, “Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel. (Kel. 19:5-6). Yesus adalah Raja di atas segala raja, Dia di atas semua penguasa dunia ini, Allah kita memiliki kuasa dan otoritas di atas pemerintahan yang ada di dunia ini. Oleh sebab itu, seharusnya kita harus taat dan setia kepada Dia dan kalau itu yang terjadi dalam kehidupan kita maka semua apa yang dijanjikan oleh Dia akan terjadi di muka bumi ini. Pertanyaannya: siapkah kita bila seandainya cara Tuhan dan keinginan Tuhan itu membuat daging kita sakit? Memang, cara-Nya mungkin membuat daging kita sakit, tapi kita tidak perlu kuatir dengan “rasa sakit” yang akan kita alami, karena saat kehendak Tuhan mulai diterapkan kepada kita, saat itu pula Tuhan memberi kekuatan pada kita agar dapat menanggungnya, sehingga kita akan menghadapinya bersama Tuhan, kita akan dihiburkan. Tuhan Yesus juga berdoa demikian di Getsemani (Mat. 26:42), Dia menyerah kepada kehendak Bapa. Dan doa itu dijawab dengan kekuatan untuk menanggung penderitaanNya (Luk. 22:43). Jadilah kehendak Tuhan, bukan kehendak kita. Jika kehendak Tuhan yang terjadi maka Kerajaan Allah akan hadir dalam kehidupan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-467:1 – Tuhanku bila hati Kawanku
Tuhanku bila hati kawanku, terluka oleh tingkah ujarku, dan kehendakku jadi panduku, ampunilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Semuanya berdosa


Dahulu ada seorang miskin yang karena tidak tahan lapar ia mencuri sepotong kue. Tetapi malang baginya, ia tertangkap dan dimasukan ke dalam penjara. Ia beberapa kali berusaha untuk melarikan diri tetapi selalu mengalami kegagalan. Kemudian ia mendapat akal.

Pada suatu hari ia berkata kepada kepala penjara, pak saya mempunyai sebuah benda berharga yang akan saya persembahkan kepada raja. Pada mulanya kepala penjara tidak menghiraukan perkataannya, tetapi setelah dijanjikan sejumlah uang dari hasil hadiah raja, barulah kepala penjara tersebut membawanya menghadap raja.
Dihadapan raja, ia mempersembahkan sebiji kacang dengan mengatakan, paduka raja, biji kacang ini sangat ajaib. Jika biji kacang ini ditanam akan menghasilkan kacang mas. Setelah raja mendengar perkataan ini, raja menjadi heran dan kurang percaya, lalu berkata jika ini menghasilkan kacang mas mengapa engkau sendiri tidak mau menanamnya? Dengan suara rendah si miskin ini menjawab, ampun tuanku, hamba tidak layak untuk menanam biji kacang ini. Karena hanya orang yang tidak pernah melakukan kesalahan yang layak menanam dan menghasilkan kacang mas.

Setelah mendengar jawaban ini, raja berpikir, aku tidak layak menanam kacang ini, karena waktu kecil aku pernah berbohong dan mencuri. sebab itu raja menolak untuk menanamnya.

Mata si miskin beralih dari raja ke perdana menteri, jika paduka raja menolak, bagaimana jika yang mulia perdana menteri saja yang menanamnya?, dengan gugup perdana menteri menolaknya, Karena ia menyadari bahwa dirinya tidak luput dari kesalahan. Ia sering menerima uang pelicin.

Tibalah panglima perang untuk menerima tawaran itu, tetapi dengan tidak kalah gugup, ia menolak. Karena ia tahu dalam medan perang, ia sering merampas jasa orang lain untuk diri sendiri.

Akhirnya tidak ada satupun pejabat tinggi istana yang berani menerima tugas tersebut. Karena masing masing mengetahui bahwa dalam tugas sebagai abdi kerajaan sering mengkomersialkan jabatan.

Dengan tertawa, si miskin mengatakan, kalian yang melakukan kesalahan lebih besar dan banyak, menikmati hidup senang, sedangkan aku mencuri karena tidak tahan lapar dimasukan dalam penjara. Perkataan ini menyadarkan raja dan pejabat lainnya. Akhirnya mereka melepaskan si miskin ini.

Karena semua orang telah berbuat dosa, dan telah kehilangan kemuliaan Allah. (Roma 3:23)