BERKAT ATAU SUMBER BERKAT?


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-565:4- Las Rohangku Lao Mamuji
Rap ma hita mangendehon sangap di GoarNai. Tapangiar soaranta lao mamuji Tuhan i. sun do holong ni rohaNa na so marnamontok i. i do pasadahon hita salelenglelengna i.

PEMBACAAN FIRMAN
Yak. 3: 11 – 13 (Pagi) Kej. 21:14-19 (Malam)

RENUNGAN
Keluaran 23:25
Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu.

BERKAT ATAU SUMBER BERKAT?
Pernahkah Anda mendengar teologia sukses? Teologia sukses adalah pandangan yang menekankan bahwa jika menjadi orang Kristen, akan terus diberkati dengan harta yang melimpah, pasti sembuh dari penyakit, dan menjadi kaya; fokus utamanya adalah berkat atau kekayaan. Percaya Tuhan pasti diberi kekayaan dan kesembuhan. Namun, nyatanya jika doanya tidak dikabulkan Tuhan, maka dia kecewa dan sebagian meninggalkan Tuhan. Pandangan seperti itu tidak sesuai dengan Alkitab. Ajaran yang benar adalah iman harus berpusat pada Kristus dan kebangkitan-Nya. Percaya pada Tuhan tidak otomatis hidup senang dan kaya, bahkan bisa sebaliknya menderita berkepanjangan. Oleh karena itu, pusat iman Kristen adalah salib Kristus.

Ibadah yang benar adalah ibadah yang berpusat pada Allah Tritunggal. Percaya dan taat pada perintah Tuhan, menolak penyembahan harta, patung, dan allah lain. Itu adalah Berkat terbesar dalam hidup. Kemudian jika ada berkat makanan dan minuman, serta pertolongan akan kesembuhan adalah berkat sekunder atau tambahan. Iman kita tidak dibangun di atas berkat Tuhan, tidak dibangun di atas materi, dan kesembuhan penyakit. Demikian juga dalam era internet ini, hendaklah kita memegang prinsip bahwa iman kita harus dibangun di atas Firman Tuhan dan Doa, bukan di atas kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi. Biarlah kita terus berjuang membangun iman dan ibadah kita pada Tuhan Yesus. Dialah roti kehidupan sejati yang memberi makanan dan minuman yang tiada habisnya. “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33). Marilah kita tekun membangun iman kita di atas sumber berkat yaitu Allah Tritunggal. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-450: 4 Hidup Kita yang Benar
Bertekun bersyukurlah hingga suara-Nya kaudengar: “Sungguh indah Anak-Ku, ungkapan syukurmu.” Dalam susah pun senang dalam segala hal, aku bermazmur dan ucap syukur, itu kehendak-Nya!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TUHAN AKAN MEMENUHI KEBUTUHAN KITA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-475:1 Tuhan Jesus Siparmahan
Ho tongtong ihuthononku Jesus, Sipangolu au. Tung na so tadingkononhu Ho na paluahon au. Sai marguru au tu Ho, sai marguru au tu Ho, Ho tongtong ihuthononku Jesus Sipangolu au.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 14:1-6 (Pagi) 2 Sam. 23:14-17 (Malam)

RENUNGAN
Yesaya 44:3
Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.

TUHAN AKAN MEMENUHI KEBUTUHAN KITA
Setiap hari banyak orang dipusingkan oleh harga kebutuhan pokok yang cenderung semakin mahal, baik itu makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, biaya sekolah dan lain sebagainya. Akibatnya banyak orang bekerja keras untuk mencari uang untuk memenuhinya. Uang dijadikan ukuran dalam kebahagiaan hidup. Benarkah? Kenyataannya tidak demikian, kita tetap saja merasa kurang dan tidak pernah terpuaskan seperti yang dikatakan Salomo, “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan pernah puas dengan penghasilannya” (Pengkotbah 5:9a). Akibatnya pikiran kita dipenuhi oleh kekuatiran setiap hari; kuatir akan kebutuhan, kuatir akan biaya sekolah anak dan lain-lain. Alkitab menasihati, “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Mat. 6:34). Ada pun arti kata ‘kuatir’ itu sendiri adalah rasa takut, gelisah, cemas terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti. Untuk bisa keluar dari kekuatiran itu, Tuhan mengajarkan kita untuk memprioritaskan perkara-perkara rohani terlebih dahulu. Sudahkah kita menempatkan Tuhan sebagai yang utama dalam hidup ini?
Dalam Yesaya kita bisa melihat janji Tuhan begitu indah buat kita, “Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu. Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohion-pohon gandarusa di tepi pohon”. Ketika kita berkenaan kepada Tuhan, Allah sendiri yang akan mencukupkan kebutuhan kita dan akan mencurahkan Roh-Ku ke keturunan kita, dan berkatNya ke anak cucu kita.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-412:1 Tuntun Aku, Tuhan Allah
Tuntun aku, Tuhan Allah, lewat gurun dunia. Kau perkasa dan setia; bombing aku yang lemah. Roti sorga, Roti sorga, puaskanlah jiwaku, puaskanlah jiwaku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TUHAN MEMELIHARA HIDUPMU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-475:1 Tuhan Jesus Siparmahan
Ho tongtong ihuthononku Jesus, Sipangolu au. Tung na so tadingkononhu Ho na paluahon au. Sai marguru au tu Ho, sai marguru au tu Ho, Ho tongtong ihuthononku Jesus Sipangolu au.

PEMBACAAN FIRMAN
Bil. 20:2-8 (Pagi) 2 Raj. 3:16-19 (Malam)

RENUNGAN
Ulangan 11:11-12
Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit; suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.

TUHAN MEMELIHARA HIDUPMU
Aku adalah Penciptamu. Engkau ada dalam pemeliharaan-Ku bahkan sebelum engkau dilahirkan (bnd. Yes. 44:2). Saudara, kelahiran kita di dunia ini bukanlah terjadi secara kebetulan atau sebuah kekeliruan. Bisa jadi kita tidak tahu bahkan tidak merancangkan kelahiran kita di dalam dunia ini, tapi Tuhanlah yang merancangkannya. Dia begitu rinci merancangnya, mulai dari bentuk tubuh, jenis kelamin, suku, orangtua yang melahirkan dan sebagainya. Pasti Tuhan tidak berhenti di situ saja, termasuk pemeliharaan Tuhan dalam hal kebutuhan dalam hidup, seperti makanan, minuman, keamanan dan tempat tinggal.

Begitu juga pemilihan Abraham menjadi leluhur bangsa Israel, sejak dipanggil dari Ur-Kasdim hingga menjadi sebuah bangsa besar, Tuhan memiliki tujuan terhadap bangsa Israel dan terus memelihara hidup mereka. Nas hari ini, meyakinkan umat Israel bahwa Tuhan adalah Allah yang setia, Mahabesar dan Pemelihara hidup mereka. Dia membawa mereka keluar dari Mesir memasuki tanah Perjanjian yang penuh dengan makanan, minuman, dan kenyamanan. Pemeliharaan ini meminta respon dari kita untuk hidup dalam ketaatan kepada Tuhan Allah. Kita harus berpegang kepada seluruh perintah Tuhan Allah, mengasihi Tuhan Allah dan beribadah kepada-Nya maka pemeliharaan Tuhan itu akan nyata bagi kita. Di sisi lain, si Iblis akan mencoba mengganggu dan menawarkan berbagai kemudahan lainnya, yang membuat kita tergiur, tapi itu semua membuat kita harus tunduk menyembah kepadanya. Itu akan membawa ke neraka tapi bersama Tuhan Allah Dia akan terus memelihara kita sampai menuju sorga. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-407:4 Tuhan, Kau Gembala Kami
Kehendak-Mu kami cari, ingin turut maksud-Mu. Tuhan, isi hati kami dengan kasih-Mu penuh. Tuhan Yesus, Jurus’lamat, tak terhingga kasih-Mu. Tuhan Yesus, Jurus’lamat, tak terhingga kasih- Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Setia pada segala perkara


Alkisah ada 3 orang pekerja yang sedang bekerja membangun sebuah bangunan yang besar , lalu seseorang mahasiswa yang sedang melakukan tugas lapangan nya datang kepada 3 orang tersebut dan bertanya

Apa yang sedang anda lakukan di sini pak ?

Pekerja pertama menjawab : ” saya sedang menata batu batu ini untuk menjadi sebuah tembok, sebenar nya saya malas dengan pekerjaan saya ini kalau ada peluang ataupun pekerjaan yang lebih baik saya akan cepat-cepat keluar dari tempat yang menjemukan ini ”

Lalu mahasiwa itu mendatangi pekerja yang kedua dan menanyakan pertanyaan yang sama

Pekerja kedua menjawab : ” saya sedang mencari nafkah di tempat ini. Lumayanlah untuk membuat dapur rumah saya agar tetap dapat selalu mengebul ”

Setelah mendapatkan jawaban dari pekerja yang kedua itu sang mahasiswa tersebutpun mendatangi orang yang terakhir atau orang yang ketiga dan tetap menanyakan pertanyaan yang sama

Sang orang terakhir itupun menjawab : ” saat ini saya sedang menjadi bagian dari sebuah sejarah yang besar bagi kehidupan saya pribadi dengan ikut serta membangun sebuah gedung yang besar ini , saya akan selalu berusaha memberikan setiap sentuhan terbaik yang saya miliki agar tercipta sebuah bangunan yang kokoh dan sempurna dari sentuhan tangan saya ini
Kelak apabila bangunan ini telah rampung secara keselurahan , saya akan mengajak anak anak saya kesini , saya akan berkata kepada mereka bahwa di balik bangunan yang megah ini ada sentuhan tangan ayah nya , sentuhan yang membuat nya lebih sempurna ”

Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah ilustrasi di atas ,
Tentang pekerja pertama : ini karakter jiwa yang tak boleh orang Kristen miliki bekerja tidak sepunuh hati sambil mengerutu
Apa bila nanti ia pindah bekerja ke tempat yang jauh lebih baik dari pada saat ini akankah ada jaminan bahwa dia akan total dalam melakukan pekekerjaan dan akan dapat menikmati nya ? Tidak , tidak ada jaminan sama sekali
Di dalam kehidupan nyata , ada orang orang yang bertipe seperti ini biasa di sebut ” kutu loncat ” tidak betah di setiap tempat bekerja nya karena ia tak punya cinta untuk melakukan setiap tanggung jawab tugas nya
bahkan di lingkungan gereja pun ada juga ” tipe kutu loncat ” dengan alasan di gereja ini berkat nya lebih besar dari pada di gerja yang itu
Apa Tuhan menakar nakar berkat Nya ? Tidak sama sekali , di manapun berkat Tuhan selalu tercurah bukan hanya di gereja besar saja, tapi di gereja yang paling kecil sekalipun, berkat Tuhan selalu tercurah.

Tentang orang kedua : ini karakter hidup yang juga jangan orang orang Kristen miliki yaitu sebuah pandangan bekerja yah sekedar hanya untuk perut saja , yang penting di gaji itu saja! tak lebih, ini jelas salah ,

Tentang orang ketiga : inilah karakter yang harus bisa kita miliki sebagai umat pilhan Tuhan , karakter yang menerima dengan penuh cinta setiap pekerjaan yang sedang kita jalani
terlihat ada jiwa luas yang di miliki orang ke tiga ini , jiwa totalitas penuh cinta dalam melakukan setiap pekerjaan nya bukan hanya sekedar tugas dan tanggung jawab saja yang ada di otak nya tetapi lebih dari itu lebih dari sekedar hanya tugas saja ”

Ada di karakter nomor berapakah anda para sahabat sahabat Kristen berada ?

Lukas 16 : 10

” Barangsiapa setia dalam perkara perkara kecil , ia setia juga dalam perkara perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara perkara kecil , ia tidak benar juga dalam perkara perkara besar “

PAULUS TELADAN ORANG BERTOBAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-458:1- Barita Na Umuli i
Barita na umuli i, na sian Tuhan Jesus. Sai ido margogoihon au, nang arsak pe hubolus. On mangapuli rohangki: Sai Tuhanki na basa i do donganki.

PEMBACAAN FIRMAN
Mzm. 65:10 – 11 (Pagi) Kel. 2:15b–19 (Malam)

RENUNGAN
Kisah Para Rasul 22: 16
Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!

PAULUS TELADAN ORANG BERTOBAT
Perikop ini merupakan kesaksian Paulus tentang panggilan pertobatannya (I Tim. 1:15-16; Kis. 9; 22; 26; Gal. 1, 2; Flp 3:1-14). Ada tiga fase pengalaman pertobatan Paulus yaitu; Allah menerima Paulus tanpa syarat, Allah mempercayai dan mendidik Paulus menjadi hamba-Nya. Paulus mentransformasi emosinya, memperbaharui pikiran jahat, dan panggilan Allah memampukan Paulus mewujudnyatakan kehendak Allah dalam hidupnya. Dalam mengikut Yesus Paulus mempercayai Yesus sebagai Juruselamat, menyangkal diri dan memikul salib. Banyak pengikut Kristus gagal, karena hanya percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat tetapi tidak mau menyangkal diri dan memikul salib, akibatnya gagal menaati Allah. Pertobatan Paulus membuat dirinya berubah 180 derajat nyata dari penyangkalan diri, dan kerelaannya memikul salib terbukti dalam setiap ucapan dan tindakan Paulus (Fil. 3:7).

Allah memanggil kita semua agar bertobat, meninggalkan kehidupan lama masuk kedalam panggilan pelayanan (Kis. 1:18). Sedikitnya ada 3 cara untuk meninggalkan masa lalu kita yaitu; Berdamai dengan masa lalu, menerima setiap pengalaman masa lalu sebagai bagian dari pengalaman hidup, dan mengampuni segala kesalahan orang lain. Jangan biarkan kepahitan, kekecewaan, amarah, dan kesedihan, memenjarakan hidupmu, ucapkan selamat tinggal pada masa lalu baik atau buruk, indah atau kelam, semuanya sudah berlalu, seperti Yusuf tidak terpenjara akan masa lalunya, jangan selalu mengingat masa lalu lihat lah kedepan. Tuhan mau kita bertobat dalam sukacita, bersyukurlah untuk hari ini, fokus menatap ke masa depan kepada Tuhan. Tanpa perjumpaan dan pengalaman pribadi dengan Tuhan, mustahil seseorang jadi murid Allah. Panggilan jadi murid Yesus identik dengan belajar agar semakin hari semakin sama dengan Kristus (Mat. 16:24).

BERDOA

BERNYANYI KJ-289:6 Tuhan, Pencipta Semesta
Tidak terbalas kurnia, ampunan dosa dunia dan pengharapan yang baka yang Kauberi

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

AIR KEHIDUPAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-405:1- Adong Sada Mual
Adong sada mual, tung sae uli ni. Sombu do disi uasmi. Ai manang beha jorbut ni sahitmi, na malum luhutna disi. Oloi ma joujouna i, lului mual na uli i, so pola martuhor mual i. Porsea di ho nama i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 6: 11 (Pagi) Kel. 17: 1 – 7 (Malam)

RENUNGAN
Zakaria 14: 8
Pada waktu itu akan mengalir air kehidupan dari Yerusalem; setengahnya mengalir ke laut timur dan setengahnya lagi mengalir ke laut barat; hal itu akan terus berlangsung dalam musim panas dan dalam musim dingin.

AIR KEHIDUPAN
Nabi Sakaria bernubuat tentang pemulihan bangsa Israel pada waktu mereka masih dalam pembungan Babel. Kota Yerusalem yang hancur akan dipulihkan kembali, musuh-musuhnya akan ditaklukkan. Dari Yerusalem akan mengalir air kehidupan, seperti dalam nas hari ini. Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu mengalir menuju ke timur, sebab Bait Suci juga menghadap ke timur, dan air itu mengalir dari bawah bagian samping Kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah (Yehezkiel 47 : 1). Di mana ada kehadiran Allah maka akan mengalir air kehidupan yang memberi kehidupan bagi setiap makhluk hidup. Bagi mereka yang menerima air itu, akan mengalami kelegaan dan bersukacita (Mzm 46: 5, Yes. 12:3). Hal ini juga yang dikatakan oleh Yesus waktu merayakan puncak hari raya Pondok Daun, Yesus menyerukan: Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum (Yoh. 7:37), yang mau ditekankan oleh Yesus adalah Dialah air kehidupan yang kekal, dan ini juga ajakanya bagi perempuan Samaria, barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal (Yoh. 4:14).

Oleh karena itu, marilah kita minum dari air kehidupan dari Yesus agar kita tidak haus lagi, menyerahkan segala pergumulan, beban, kuk, masalah kepada Yesus, agar diberi kelegaan ( Mat. 11:28). Demikian halnya dengan hidup dan tubuh kita yang adalah bait Allah (I Kor. 6:19). Karena itu, biarlah ada air kehidupan yang mengalir dari hati kita dan memberi kehidupan tidak hanya bagi diri kita tetapi juga bagi semua orang. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-358:1 Semua yang letih lesu
Semua yang letih lesu berdosa, bercela. Terima rahmat Tuhanmu, percaya sabda-Nya. Datanglah saja pada Yesus, kini saatnya. Datang saja pada Yesus, t’rima rahmat-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin