Arsip Kategori: Ibadah Minggu

Mengucap syukur dan beribadah kepada Tuhan dengan hormat dan takut


Ibrani 12:18-29
Simul Iustus et peccator (setiap orang dibenarkan dan sekaligus orang berdosa) dijelaskan Marthin Luther bahwa setiap orang adalah orang yang benar dan sekaligus orang yang berdosa. Setiap orang yang datang beribadah ke Gereja adalah orang-orang berdosa yang menerima pembenaran dari Tuhan Allah dengan pengudusan yang diberikan Tuhan Allah. Kalau dari keberadaan kita sendiri sesungguhnya tidak seorang pun yang layak berjumpa dengan Allah karena keberdosaannya, tapi kita dilayakkan oleh kemurahanNya. Baca lebih lanjut

Terang Tuhan telah Terbit: Kemuliaan-Nya menjadi Nyata


Renungan Minggu Epipanias, 11 Januari 2015
(Yes. 60:1-6)

Minggu Epipanias yang dirayakan beberapa minggu sesudah tahun baru merupakan kelanjutan minggu sesudah Natal yang menunjukkan bahwa terang Kristus telah nyata ke dalam dunia ini. Mengingat kisah Natal, Bintang Timur itu terus menyinari dan menuntun orang majus untuk dapat menemui Sang Mesias yang telah lahir. Baca lebih lanjut

Sunat di dalam Hati secara Rohani


Rom. 2:17-29
Tradisi sunat terpelihara bagi bangsa Israel sejak leluhur mereka, yaitu: Abraham (Kej.17:9-27), Musa (Im. 12:3) dan Yosua (Yos. 5:2-7). Semula sunat (memotong ujung kulit khatan laki-laki) semacam upacara magis, seperti yang dilakukan oleh istri Musa, Zipora, yang menyunat anaknya untuk menyelamatkan Musa (Kel. 4:24-26). Masyarakat Barat modern mendukung pelaksanaan sunat ini dengan alasan kesehatan. Baca lebih lanjut

Bagi Allah tidak ada yang mustahil


MINGGU ADVENT IV, 21 Desember 2014
Lukas 1: 26-38

Memang tidak ada yang mustahil bagi Allah, karya-Nya akan terjadi dan memenuhi seluruh aras kehidupan. Terkadang apa yang kita anggap dosa, justru itu yang dipakai Allah untuk menyatakan kehendak-Nya. Lihat saja dalam Firman Tuhan saat ini. Hal ini bercerita tentang bagaimana Allah mengenapi janji-Nya kepada manusia melalui kabar baik yang disampaikan malaikat Gabriel kepada Maria. Baca lebih lanjut

Menyampaikan Injil kepada orang sengsara


MINGGU ADVENT III, 14 Desember 2014
Yesaya 61:1-4+8-11
Bangsa Israel sangat menantikan kehadiran orang yang diurapi Tuhan untuk menolong mereka terlepas dari perbudakan, menghapus air mata mereka, membalut luka-luka mereka, dan menghibur mereka dari duka yang berkepanjangan. Pengalaman bangsa Israel bahwa Tuhan selalu mengutus hamba-Nya untuk memberkati orang pilihan-Nya memimpin bangsa Israel ke masa depan yang lebih baik. Justru saat bangsa Israel berada di pembuangan, Tuhan memakai Raja Persia menyelamatkan bangsa Israel dengan mengalahkan bangsa Babel penjajah bangsa Israel. Baca lebih lanjut

Menanti dalam kekudusan


MINGGU ADVENT II, 07 Desember 2014
2 Petrus 3:6-15

Kita sudah memasuki Minggu Advent kedua. Kita menantikan kedatangan Yesus keduakali, yang akan memberi kita hidup kekal. Dan itulah tujuan hidup kita. Dengan itu kita diingatkan, bahwa akan ada akhir dari semua. Kita harus akui, menunggu adalah sesuatu yang sangat sulit. Baca lebih lanjut