Arsip Tag: Renungan

SEORANG PUTRI KERAJAAN, DILAMAR OLEH TIGA PANGERAN


Kisah zaman dahulu, dimana seorang putri kerajaan yang cantik, dilamar oleh tiga orang pangeran dari kerajaan yang jauh dan berbeda-beda satu sama lain

Ketika penerima tamu kerajaan menerima mereka , heran karena tiga orang pangeran sekaligus itu dari kerajaan yang berbeda datang pada hari yang sama tapi jam yang berbeda untuk melamar putri kerajaan yang cantik ini

Ketiga pangeran ini diberi tantangan untuk menabrak sebuah tembok putih yang kelihatannya kekar dan kuat, sampai roboh untuk masuk pada tantangan berikutnya.

Masing-masing diberi kesempatan yang berbeda, sesuai dengan waktu tiba dan mendaftarkan diri pada penerima tamu kerajaan

Pangeran yang tiba duluan diberi kesempatan pertama untuk masuk, setelah ia tiba ditembok putih itu , ia masih pikir, kalau menabrak tembok ini dan berusaha untuk merubuhkannya bisa membawa kematian, lalu ia mundur teratur.

Sekarang giliran pangeran yang tiba nomor dua, iapun diberi kesempatan untuk menabrak tembok putih itu, agar dapat masuk pada tantangan berikutnya, guna mendapatkan putri kerajaan ini, ia berkata, “kalau saya menabrak tembok ini sampai roboh, alhasil saya akan mati, percuma bukan mendapatkan putri raja ini, tetapi justri mati konyol” , akhirnya ia mundur teratur juga

Kini kesempatan bagi pangeran yang tiba belakangan dengan tantangan yang sama, ia tanpa pikir dan tanpa perhiitungan langsung lari dengan kencang dan menabrak dirinya pada tembok putih besar ini sampai tembus ke dalam.

Ternyata tembok besar yang kelihatan kokoh ini terbuat dari kertas putih, dan dibalik tembok ini sedang duduk putri kerajaan yang sudah siap untuk dinikahinya dan mengadakan resepsi dengan si pemenang atau pangeran yang menang dalam ujian ini

Ia langsung menggendong putri raja dan dibawa ke tempat resepsi dimana para tamu kerajaan itu sedang menanti kedua mempelai, untuk dimulainya resepsi pernikahan

Hidup dalam dunia ini banyak pergumulan dan tantangan yang siap mengganjal kita sebagai ujian iman, jika kita hadapi dengan iman yang teguh , pasti akan mendapat kemenangan, karena telah tersedia anugerah keselamatan bagi setiap orang yang percaya dan mengambil tindakan sebagai respons dalam melewati pergumulan dan tantangan tersebut.

Dalam Yesus ada jawaban dan kemenangan disepanjang kehidupan kita, Setialah dalam perkara-perkara yang kecil maka Allah akan menambahkan tanggung jawab dalam perkara-perkara yang besar, dan orang yang setia sampai akhir, ialah yang selamat.

Demi Nama Baik


Bagi sebagian orang, nama baik sangatlah penting.. Mereka akan melakukan apapun supaya nama baiknya dikenal banyak orang. Ironisnya, ada orang yang mengupayakan nama baiknya dengan cara-cara tidak terpuji. Seperti, menjelek-jeleka­n orang lain, berpura-pura/­berlagak ‘sok rohani‘ agar mendapatkan pengakuan dari orang lain, dan banyak lagi usaha-usaha lainnya untuk meraih simpatik bahkan pujian dari orang lain.

Kisah Para Rasul 5:4b
“Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”
Pertanyaannya : mana yang lebih penting, terlihat baik dan terhormat di hadapan orang atau di hadapan Tuhan??

Yohanes 5:44
“Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?”
Ingatlah bahwa Tuhan senantiasa mengetahui perbuatan kita, bahkan isi hati kita, dan Ia pun menyediakan balasan yang setimpal sesuai rancangan hati serta perbuatan kita!!

Yeremia 17:10
“Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

(sahabat doa)

Foto diatas meja


Seorang artis pencandu obat-obatan dan divonis oleh dokter bahwa dia terkena virus HIV, kini tergolek sekarat di rumahnya. Seorang teman datang untuk menghibur dan mencoba menguatkan imannya. Namun dosa-dosa yang telah diperbuat sang artis ini telah membutakannya sehingga dia merasa sangat putus asa. “Aku berdosa”, katanya. “Aku telah menghancurkan hidupku sendiri dan kehidupan banyak orang di sekelilingku. Sekarang aku tersiksa dan tidak ada lagi yang bisa aku perbuat untuk memperbaikinya. Aku akan masuk neraka.”

Temannya ini melihat ada sebuah potret gadis kecil yang cantik dan lucu dengan figura indah di atas meja kecil di samping tempat tidur sang artis. Lalu dia bertanya, “Foto siapa ini?”

Mendengar pertanyaan itu, si artis bangkit semangatnya dan menjawab dengan antusias, “Itu putriku. Dia adalah mutiara hidupku. Satu-satunya yang terindah yang aku miliki”.

“Apakah kamu akan menolongnya jika dia mendapat kesulitan atau apakah kamu memaafkannya apabila dia melakukan kesalahan. Apakah kamu masih menyayanginya?”, tanya sang teman.

“Tentu saja”, jawab sang artis. “Aku akan melakukan apapun demi dia. Mengapa kamu bertanya seperti ini?”

“Saya ingin kamu tahu bahwa Allah juga punya foto dirimu di atas mejanya.”

Sang artis tersentak. Sudah lama ia tidak mendengar kata Allah dan bahkan tidak pernah mengucapkannya.

Saudara, mengapa kita sering menghakimi diri kita sendiri dengan tuduhan-tuduhan yang kejam, dengan pikiran-pikiran yang jelek? 

Kalau kita saja menghakimi diri sendiri seperti itu, bagaimana dengan orang lain? 

Apakah kita lupa, bahwa kita ini milik kepunyaan Allah? 

Apakah kita lupa pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib adalah untuk membuktikan kepada kita bahwa kita ini berharga dan mulia? 

Kita sangat sangat dikasihi-Nya. Seburuk apapun kesalahan dan pelanggaran kita, Allah mau mengampuninya. 

Kasih-Nya menutupi semuanya. Kasih-Nya tulus, yang dibuktikan-Nya dengan datang sebagai Bayi kecil, kemudian Dia mencurahkan darah-Nya untuk menebus kita dan menguduskan kita sekali untuk selamanya. Dia bukan hanya mempunyai foto diri kita, tapi juga keseluruhan hidup kita. Kita harus bersyukur karena kita terpahat ditangan-Nya.

AKU TAHIR KARENA DARAH YESUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-464:3, Huboan ma Diringku
Ias do au diburi Ho ale Tuhanhi.
Naeng dohot parulanhu hombar tu hataMi.
Pagalak ma rohangku dison managam au.
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

PEMBACAAN FIRMAN
Wah. 7 : 9-12 (Pagi)
Obaja 1 : 1-9 (Malam)

RENUNGAN
Amsal 20 : 9 – Siapakah dapat berkata: “Aku telah membersihkan hatiku, aku tahir dari pada dosaku?”

AKU TAHIR KARENA DARAH YESUS
Saudara, kita tahu bahwa tidak seorang pun dapat bersih dari dirinya sendiri. Coba Anda pikirkan, ketika tubuh Anda berlumuran lumpur, dapatkan Anda bersih dengan sendirinya? Tentu tidak! Anda bersih karena air dan sabun. Artinya, seseorang bersih, itu karena ada sesuatu dari luar dirinya yang menjadikan dia bersih. Baca lebih lanjut

BEKERJASAMA MENGGUNAKAN KARUNIA BERBEDA


Minggu XVII Setelah Trinitatis, 27 September 2015
Markus 9:38-50

Saudara yang dikasihi Tuhan, dalam bacaan injil, kita menyaksikan murid Yesus bertindak mencegah, melarang dan menghentikan praktik-praktik pengusiran setan dalam nama Kristus, yang dilakukan oleh mereka-mereka yang sesungguhnya bukan pengikut Kristus. Ini adalah sebuah tindakan wajar para murid Yesus. Ada beberapa masalah yang dimunculkan dalam teks, antara lain, tentang Superioritas Pribadi: “Siapa yang terbesar di antara para murid-murid”. Baca lebih lanjut

MELIHAT DARI HATI ATAU DARI MATA


RENUNGAN
Kisah Rasul 11 : 23 – Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan.

MELIHAT DARI HATI ATAU DARI MATA
Barnabas adalah anggota jemaat Antiokhia yang berasal dari Siprus. Dia adalah orang yang ikut serta dalam mengkristenkan orang-orang Yunani pada saat itu. Dia seorang missioner yang berhati mulia. Baca lebih lanjut

BERANI KARENA IMAN


RENUNGAN
1 Samuel 14 : 6 – Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu: “Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang-orang yang tidak bersunat ini. Mungkin TUHAN akan bertindak untuk kita, sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang”.

BERANI KARENA IMAN
Kata ‘berani’ menjadi sesuatu yang mahal. Kebanyak orang cenderung menjadi safety player maksudnya orang yang bermain aman, tidak mau ambil resiko dalam melakukan suatu kegiatan yang baik dan benar. Baca lebih lanjut