Menyampaikan Injil kepada orang sengsara


MINGGU ADVENT III, 14 Desember 2014
Yesaya 61:1-4+8-11
Bangsa Israel sangat menantikan kehadiran orang yang diurapi Tuhan untuk menolong mereka terlepas dari perbudakan, menghapus air mata mereka, membalut luka-luka mereka, dan menghibur mereka dari duka yang berkepanjangan. Pengalaman bangsa Israel bahwa Tuhan selalu mengutus hamba-Nya untuk memberkati orang pilihan-Nya memimpin bangsa Israel ke masa depan yang lebih baik. Justru saat bangsa Israel berada di pembuangan, Tuhan memakai Raja Persia menyelamatkan bangsa Israel dengan mengalahkan bangsa Babel penjajah bangsa Israel.

Meskipun bangsa Israel telah kembali dari buangan ternyata realita kehidupan mereka masih mengalami berbagai tantangan, kesulitan, dan sepertinya harapan Yerusalem benar-benar dipulihkan penuh damai sejahtera masih harus terus diperjuangkan.
Firman Tuhan yang disampaikan nabi Yesaya ini benar-benar dipelihara dan dinantikan bangsa Israel. Bahkan jauh sesudah dari Babel kini dijajah oleh bangsa Romawi. Mereka yakin dan percaya bahwa Dia yang diurapi Tuhan akan datang. Ketika Yesus membaca nas tersebut (Luk. 4:16-21), maka Dia dengan tegas mengatakan bahwa nubuatan itu telah digenapi (dalam diri Yesus). Dalam artian, bahwa Dialah yang diurapi Tuhan itu, yang telah lama dinantikan. Ia akan menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, merawat orang-orang yang remuk hati, memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara serta menghibur orang berkabung.

Saudara yang kekasih, sepertinya setelah Yesus naik ke sorga justru keadaan yang sama masih juga terus kita temukan hingga hari ini. Firman Tuhan yang mengatakan:“Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu” (Yoh. 12:8). Tetapi, Tuhan tidak pernah berdiam untuk setiap keadaan itu. Yesus pun sering berpesan kepada murid-muridnya untuk bersemangat memberitakan Injil kepada orang sengsara dan pembebasan kepada orang yang terkurung (Mat. 11:5, Luk. 7:22). Dewasa ini, Gereja mengambil peran untuk menjalankan tugas mulia itu sebagai sebuah tanggung jawab. Setiap orang percaya yang merupakan adalah Gereja itu sendiri terpanggil untuk melakukan tugas mulia tersebut. Selanjutnya, Ia pun akan datang kelak untuk keduakalinya untuk menyempurnakan kehidupan itu lebih baik. Momen Adven ini, anak-anak Tuhan terpanggil untuk melaksanakan tugas ilahi ini. (Pdt. Rudi SM Pardede)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s