Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

YESUS SANG GEMBALA AGUNG


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-691:1 – Hupasahat Ma Tu Jesus
Hupasahat ma tu Jesus saluhutna ngolungki. Roha nang pambaenanku saluhutna tingkingki. Hupasahat ma tu Jesus saluhutna diringki. Hupasahat ma tu Jesus saluhutna ngolungki

PEMBACAAN FIRMAN
Tit. 1:4-9 (Pagi)
2 Taw. 26:3-5 (Malam)

RENUNGAN
1 Petrus 5:2
Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

YESUS SANG GEMBALA AGUNG
Yesus mengatakan ada dua jenis gembala yaitu; pertama gembala upahan yang tidak rela mempertaruhkan hidupnya untuk keselamatan domba gembalaannya, tidak mengenal domba-dombanya, dan domba-dombanya tidak mengenal gembalanya, karena tidak ada hubungan yang intim. Kedua gembala yang baik, yaitu yang telah menyerahkan nyawa-Nya untuk keselamatan domba-domba. Demikian juga; ada dua jenis kandang yaitu; pertama, kandang yang ada di kampung atau kota yang terbuat dari kayu atau batu dan memiliki pintu akses keluar-masuk domba agar terhindar dari predator atau pemangsa domba tersebut. Kedua, kandang yang ada di hutan atau di padang belantara yang terbuat dari batu-batu besar yang ditumpuk atau disusun rapi berbentuk kandang domba di atasnya dibuat daun-daunan agar terlindung dari hujan dan panas. Namun, kandang itu tidak punya pintu, gembala di padang belantara atau di hutan berfungsi sebagai gembala dan pintu artinya jika ada predator atau pemangsa yang ingin mengganggu atau memangsa domba tersebut pertama sekali akan berhadapan dengan gembala, karena hidup matinya domba yang ada di kandang tergantung pada gembala bukan pada domba. Hubungan gembala dan domba seperti hubungan manusia dengan Allah, karena manusia tidak dapat berbuat apa-apa tanpa Yesus (bnd. Yoh 15:5). Kita semua adalah domba-domba Allah, lalu apakah kita sudah punya hati seperti domba? Yang bergantung sepenuhnya kepada Yesus gembala agung tersebut? Jika Allah di dalam kita dan kita di dalam Allah apakah masih ada yang dapat memangsa kita? Jawabnya ada yaitu iblis, karena itu bangunlah hubungan yang intim dengan Allah, menjadi murid Yesus yang setia, tekun berdoa, dan menjadi pelaku firman, agar kita semakin hari semakin serupa dengan Kristus. Jangan hanya sebatas pengikut dan ingin berkat tetapi jadilah murid Yesus yang taat dan setia. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-285:1 Tuhanlah Gembalaku
Tuhankulah Gembalaku; oleh Nya ‘ku tent’ram di padang
hijau yang segar, di pinggir air tenang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

PESAN TERAKHIR SAMUEL


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-125:1 Marlasniroha Hita on
Marlas ni roha hita on mamuji Debata. Ai asi ni rohaNa ido bongot tu rohanta i. Umbaen nuaeng mardomu i dison sadarion, dison sadarion.

PEMBACAAN FIRMAN
Gal. 6:6-8 (Pagi)
2 Taw. 17:3-9 (Malam)

RENUNGAN
1 Samuel 12:23
Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus.

PESAN TERAKHIR SAMUEL
Hidup dalam doa itu adalah perintah Tuhan, disukai Tuhan dan akan menghindarkan kita dari jebakan si jahat untuk berbuat dosa. Itulah yang dilakukan oleh Samuel dan menjadi teladan bagi bangsa Israel. Inilah salah satu pesan terakhir sebelum Samuel mohon diri dari bangsa Israel. Samuel sudah tua. Anak-anaknya Yoel dan Abia diangkatnya menjadi hakim atas Israel. Namun, mereka tidak hidup seperti Samuel. Mereka mengejar laba, suap dan memutabalikkan keadilan (1Sam. 8:3). Melalui para tua-tua Israel, bangsa Israel menyampaikan kepada Samuel bahwa mereka menginginkan seorang raja untuk memimpin mereka. Saul terpilih sebagai raja pertama bagi bangsa Israel.

Perjalanan bangsa Israel ke depan masih panjang. Tidak semuanya berjalan dengan mudah, lancar dan sesuai dengan harapan kita. Samuel mengajak agar bangsa Israel tetap percaya, menyembah dan berjalan di jalan Tuhan. Jangan sekali-kali takut, menyimpang untuk menyembah dewa-dewa, dan melakukan perbuatan dosa. Meski seorang raja nantinya yang memimpin bangsa Israel seperti permintaan mereka, tapi jangan sekali-kali menjauh dari Tuhan.
Saudara, pesan terakhir Samuel ini tentu bukanlah hal yang tidak penting atau tidak berguna. Karena dia melihat bahwa hanya bersama Tuhanlah maka kita hidup dalam damai sejahtera, mampu bersyukur dan bisa sampai ke tempat tujuan. Meski banyak tantangan dan cobaan, tapi pengalaman selama ini bersama Tuhan, meyakinkan bahwa Dia adalah Allah yang Mahakuasa. Undanglah Allah dalam perjalanan hidup kita dengan tetap berdoa dan tekun hidup dalam doa kepada-Nya.

BERDOA

BERNYANYI KJ-405:1 Kaulah, Ya Tuhan, Surya Hidupku
Kaulah, ya Tuhan, Surya hidupku; asal Kau ada, yang lain tak perlu. Siang dan malam Engkau kukenang; di hadirat-Mu jiwaku tenang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MEMBERITAKAN INJIL ADALAH KEWAJIBAN!


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-790:1 – Marlas Roha Ma Hamu
Marlas roha ma hamu di bagasan Jesus./Na pasonangkon hamu, Jesus Kristus Tuhanmu jonok do di lambungmu.

PEMBACAAN FIRMAN
Kis. 18:24-28 (Pagi)
Ul. 6:4-9 (Malam)

RENUNGAN
1 Korintus 9:16
Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.

MEMBERITAKAN INJIL ADALAH KEWAJIBAN!
Secara harafiah dan sederhana, kata hamba berarti seseorang yang berada di bawah perintah pihak lain, seperti pembantu, budak yang paling rendah dan cenderung dianggap hina. Orang Kristen adalah hamba Tuhan Yesus, artinya dalam segala hal, di mana pun dan dalam situasi apa pun maka harus tunduk kepada perintah-Nya. Status ini juga memberikan arti, bahwa kalau pun hamba merasa berhasil melakukan apa yang diperintahkan tuan, maka tidaklah patut kalau ia bermegah diri, mengapa? Karena bagaimana pun dia mengerjakan pekerjaan tuannya, keberhasilan itu untuk menyenangkan hati tuannya. Sama halnya dengan kehidupan kita, meski pun ada pelayanan yang berhasil maka itu bukan untuk memegahkan diri tetapi memuliakan Tuhan Yesus.

Rasul Paulus adalah pelayan yang sangat sukses, namun dia tetap melihat dirinya sebagai hamba (1Kor.9:16a). Keberhasilannya dilihat sebagai milik Tuhan Yesus, dan dia menyadari bahwa memberitakan injil adalah kewajiban sebagai orang yang telah ditebus. Lalu apa keberhasilan yang kita miliki pada saat ini? Gedung geraja yang besar? Saldo kas yang banyak? Banyaknya anggota jemaat? Keberhasilan bukan hanya di situ, namun yang utama adalah di saat kita semua telah menjadi hamba yang baik, yang tetap memberitakan injil baik atau tidak waktunya. Kita telah dipilih dan ditetapkan untuk memberitakan injil (Mrk. 3:14), yang dapat kita tunjukkan rendah hati, mengasihi orang lain dan kehidupan yang saling tolong menolong. Dan ingatlah apa pun yang dapat kita lakukan dan dinilai sebagai keberhasilan, jadikanlah itu untuk memuliakan Yesus bukan jalan untuk memegahkan diri, karena kita tetaplah sebagai hamba dan Yesus sebagai tuan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-367:4 Pada-Mu, Tuhan Dan Allahku
Betapa Kau mencari aku, hati-Mu rindu padaku. Kau raih aku kepada-Mu membuat aku milik-Mu. Diriku sudah Kaukasihi, Kau jualah yang aku pilih.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

LITURGI HKBP: “Kredo”


Pada poin kelima dalam Liturgi HKBP adalah Pengakuan Iman. Pengakuan iman ini biasa disebut dengan Credo, atau Konfessi atau Syahadat Para Rasul. Umumnya HKBP selalu menggunakan Credo Apostolik dalam setiap ibadahnya, terutama dalam ibadah Minggu. Namun perlu diketahui bahwa HKBP sendiri mengakui 3 credo yang berbeda. Yaitu Pengakuan Apostolik, Pengakuan Nicea Konstantinopel dan Pengakuan Athanisianus. Ketiga hal ini tertulis dalam buku Konfessi HKBP, dan ketiga pengakuan itu semuanya menjiwai seluruh isi dari konfessi HKBP.

Credo ini adalah puncak dari bahagian Allah yang pertama, yang dimulai dari Votum sampai dengan Pengakuan Iman (Credo) ini. Itu sebabnya seluruh poin-poin dalam bahagian Allah yang pertama ini adalah satu kesatuan yang utuh yang tidak dapat dipisah-pisah. Credo itu sendiri adalah respon jemaat terhadap semua karya Allah yang telah dinyatakan mulai dari Votum sampai Epistel sebagai petunjuk hidup baru. Seluruhnya di sambut jemaat dalam ketetapan proclame, hal ini menunjukkan bahwa seluruh jemaat akan berbuat seperti yang telah ditetapkan Allah dalam ibadah tersebut, dengan tidak surut sedikit pun. Credo ini juga adalah itroit menuju kepada bahagian yang kedua, yaitu bahagian manusia. Dengan berakhirnya credo, maka saatnya untuk melihat apa dan bagaimana realita kehidupan beriman yang sesungguhnya melalui pewartaan.

PERGAULAN YANG BAIK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-5:1-Sai TapujiMa Jahowa
Sai tapuji ma Jahowa Debatanta tutu. Tapatimbul ma Amanta na bonar huhut burju. Binsan hosangki disi, pujionhu Tuhanhi.

PEMBACAAN FIRMAN
2 Tes. 3:10-12 (Pagi)
Ams. 22:1-6 (Malam)

RENUNGAN
1 Korintus 15:33-34
Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.

PERGAULAN YANG BAIK
Dalam kehidupan sehari-hari saudara pasti pernah mendengar perkataan “Dia mirip dengan pacarnya, pasti akan berjodoh”, atau “Dulu istrinya tidak mirip dengan suaminya, tapi sekarang mereka bagaikan kakak adik sangking miripnya!”. Lalu apa yang menjadikan itu? Ternyata disadari atau tidak, jika seseorang berjumpa dengan orang lain dengan intensitas yang tinggi maka akan terjadi perubahan fisik, tingkah laku dan akan menjadi sama dengan orang yang dijumpainya. Kita katakanlah dulu, pasangan atau suami-istri yang baru. Tentu awalnya banyak perbedaannya, baik itu dari bentuk wajah, cara berbicara atau lain sebagainya, namun pada akhirnya akan terjadi kesamaan. Mengapa itu terjadi? Karena manusia memiliki sifat meniru, dan itu juga terjadi di dalam proses pergaulan. Paulus mengingatkan kepada jemaat Korintus agar hidup di dalam pergaulan yang baik, yaitu dalam pergaulan yang menerima dan percaya kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Setidaknya mereka harus memberitakan itu, dan tidak terpengaruh atas ajaran lain yang menolak kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Pergaulan yang baik yang dimaksudkan Paulus adalah pergaulan yang menghadirkan Yesus Kristus di dalam pergaulan itu, yang nyata dalam penelaahan Alkitab, pergaulan yang mengutamakan kasih, pergaulan yang membawa kebaikan, damai dan kerukunan. Bukan pergaulan yang saling mencerca, menjelekkan orang lain, atau memiliki rencana jahat. Pergaulan seperti itu akan nyata, jika Yesus Kristus dan kasih-Nya diutamakan. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-406:1 Ya Tuhan, Bimbing Aku
Ya Tuhan, bimbing aku di jalanku, sehingga ‘ku selalu bersama-Mu. Engganlah ‘ku melangkah setapak pun, ‘pabila Kau tak ada di sampingku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MENDENGAR NASIHAT DAN DIDIKAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-421:1 – Marsomba Au di JoloMon
Marsomba au di joloMon, ponjot, targogot rohangkon. Dibaen godang ni dosangkon, sai jangkon dohot au. Sai jangkon ma au on, na ramun diringkon; tung pos do rohangki di Ho, dijangkon Ho au on.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Tes. 1:1-10 (Pagi)
Ams. 8:6-13 (Malam)

RENUNGAN
Amsal 19:20-21
Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.

MENDENGAR NASIHAT DAN DIDIKAN
Nasihat dan didikan sangat penting dalam kehidupan. Bila ada seseorang yang selalu cenderung menganggap diri yang paling benar, paling hebat, paling pintar, paling kuat, paling berkuasa sedang orang lain tidak, maka akan menghambat seseorang mendengarkan nasihat dan didikan orang lain. Sedang seseorang yang mau mendengar nasihat dan didikan, inilah orang yang berhikmat dan hidupnya menjadi bijak, yang mampu membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Mampu menyelesaikan segala masalah yang timbul dalam hidupnya.

Raja Salomo adalah Raja yang terkenal sebagai raja yang bijaksana, yang bermula saat dia meminta hikmat kepada Tuhan. Hikmat Tuhan menjadikannya mampu untuk menimbang dan menenentukan yang baik dan jahat (1 Raja 3:10-11). Oleh karena itulah, sebagai warga jemaat marilah kita selalu rindu dan setia mendegarkan nasihat dan didikan Tuhan agar kita menjadi orang yang bijak dan berhikmat mampu mengatasi segala permasalahan dan penderitaan yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang bijak tidak selalu mengandalkan akan pikirannya, pengetahuannya, kuasanya, rencananya, tetapi selalu mengandalkan akan kuasa Tuhan. Orang yang bijak selalu hidup dalam nasihat dan didikan yang selalu menyerahkan diri kepada Tuhan, sehingga apapun yang akan direncanakan, yang mau dilakukan, walaupun hal itu tidak terwujud sesuai dengan rencana dan harapanya, tetapi tidak membuat dia menjadi putus asa, justru menyadari keputusan Tuhan yang terbaik dalam hidupnya. Karena itulah yang dikatakan dalam amsal ini: Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhan yang terlaksana. Oleh karena itu marilah kita dalam hidup ini selalu menyerahkan diri kepada Tuhan yang setia membuat yang terbaik dalam hidup kita. Amen.

BERDOA

BERNYANYI KJ-363: 2 Bagi Yesus Kuserahkan
Tanganku kerja bagiNya, kakiku mengikutNya; mataku memandang Yesus; yang kupuji Dialah! Bagi Yesus semuanya, yang kupuji Dialah. Bagi Yesus semuanya, yang kupuji Dialah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

NASIHAT-NASIHAT TERAKHIR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-227:6 – Jesus Ngolu Ni Tondingku
Tondimi sai tong paian di au on tinobusMi./ Tung patau ma au manean pinarbagabagaMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Fil. 3:17-21 (Pagi)
Maz. 1:1-3 (Malam)

RENUNGAN
Filipi 4:4-5
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!

NASIHAT-NASIHAT TERAKHIR
Dalam kondisi bagaimanakah seseorang dapat bersukacita? Jawabnya tentu saja ketika seseorang bisa menerima keadaannya, baik itu suka maupun duka, pergumulan hidup maupun dalam puncak kejayaan bahkan ketika kita sedang bergumul melawan penyakit. Ketika semua yang kita alami kita yakini adalah seturut dan sesuai kehendak Tuhan, maka semuanya dapat kita syukuri dan kita bisa bersukacita, karena kita yakin dan percaya semuanya itu adalah yang terbaik buat kita.

Paulus menulis surat ini kepada jemaat di Filipi dari dalam penjara, namun melalui suratnya ini dia mampu mengajak seluruh jemaat di Filipi agar senantiasa mengucap syukur dalam segala hal, mengajak semua jemaat agar sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri. Dia menasehati Euodia dan Sintikhe untuk kembali mengingat akan tugas panggilan pelayanan yang tidak berfokus pada kehormatan dan kedudukan pribadi tetapi berfokus pada kehidupan kekal kelak di sorga, hal ini mengingatkan kita seluruh jemaat dan pelayan Tuhan untuk bisa melaksanakan tugas dan pelayanan kita hanya untuk kemuliaan nama Tuhan, kita harus ingat tujuan utama dari pelayanan kita adalah untuk Tuhan bukan untuk kepentingan pribadi. Paulus juga mengajak semua orang untuk berbuat baik, berbuat baik dalam arti benar-benar melakukannya dalam kehidupan nyata, bukan hanya melalui ucapan tetapi benar-benar melakukan kebaikan kepada semua orang, sehingga melalaui perbuatan kita dapat bersaksi tentang kebaikan dan kebenaran akan firman Tuhan, yang mengajarkan kasih terhadap sesama manusia seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-322:1-2 Terang Matahari
Terang matahari telah menyinari segala neg’ri, dan gunung dan padang dan sawah dan ladang senang berseri.
Gembira sekali kulihat kembali terang merekah, dan Bapa yang di sorga, yang Bapaku juga hendak ku sembah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin