PESAN TERAKHIR SAMUEL


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-125:1 Marlasniroha Hita on
Marlas ni roha hita on mamuji Debata. Ai asi ni rohaNa ido bongot tu rohanta i. Umbaen nuaeng mardomu i dison sadarion, dison sadarion.

PEMBACAAN FIRMAN
Gal. 6:6-8 (Pagi)
2 Taw. 17:3-9 (Malam)

RENUNGAN
1 Samuel 12:23
Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus.

PESAN TERAKHIR SAMUEL
Hidup dalam doa itu adalah perintah Tuhan, disukai Tuhan dan akan menghindarkan kita dari jebakan si jahat untuk berbuat dosa. Itulah yang dilakukan oleh Samuel dan menjadi teladan bagi bangsa Israel. Inilah salah satu pesan terakhir sebelum Samuel mohon diri dari bangsa Israel. Samuel sudah tua. Anak-anaknya Yoel dan Abia diangkatnya menjadi hakim atas Israel. Namun, mereka tidak hidup seperti Samuel. Mereka mengejar laba, suap dan memutabalikkan keadilan (1Sam. 8:3). Melalui para tua-tua Israel, bangsa Israel menyampaikan kepada Samuel bahwa mereka menginginkan seorang raja untuk memimpin mereka. Saul terpilih sebagai raja pertama bagi bangsa Israel.

Perjalanan bangsa Israel ke depan masih panjang. Tidak semuanya berjalan dengan mudah, lancar dan sesuai dengan harapan kita. Samuel mengajak agar bangsa Israel tetap percaya, menyembah dan berjalan di jalan Tuhan. Jangan sekali-kali takut, menyimpang untuk menyembah dewa-dewa, dan melakukan perbuatan dosa. Meski seorang raja nantinya yang memimpin bangsa Israel seperti permintaan mereka, tapi jangan sekali-kali menjauh dari Tuhan.
Saudara, pesan terakhir Samuel ini tentu bukanlah hal yang tidak penting atau tidak berguna. Karena dia melihat bahwa hanya bersama Tuhanlah maka kita hidup dalam damai sejahtera, mampu bersyukur dan bisa sampai ke tempat tujuan. Meski banyak tantangan dan cobaan, tapi pengalaman selama ini bersama Tuhan, meyakinkan bahwa Dia adalah Allah yang Mahakuasa. Undanglah Allah dalam perjalanan hidup kita dengan tetap berdoa dan tekun hidup dalam doa kepada-Nya.

BERDOA

BERNYANYI KJ-405:1 Kaulah, Ya Tuhan, Surya Hidupku
Kaulah, ya Tuhan, Surya hidupku; asal Kau ada, yang lain tak perlu. Siang dan malam Engkau kukenang; di hadirat-Mu jiwaku tenang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s