Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

INGAT FIRMAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-248:1 Saleleng Ho Di Tano On
Saleleng ho di tano on patigor ma roham. Paingotingot ma tongtong nidok ni Debatam.

PEMBACAAN FIRMAN
Rom. 15:1-4 (Pagi)
Yes. 40:6-8 (Malam)

RENUNGAN
Yohanes 2:22
Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

INGAT FIRMAN TUHAN
Lupa adalah salah satu sifat manusia. Lupa dapat dialami siapa saja, tanpa memandang usia. Lupa dapat terjadi untuk hal-hal yang ringan tetapi dapat juga terjadi untuk hal-hal yang sangat penting. Namun, ada juga orang ada yang menggunakan “lupa” untuk menghindar dari tanggung jawab dan lari dari kenyataan. Disadari atau tidak, sifat lupa ini pasti merugikan bagi yang melakukannya.

Pada nas hari ini, kita diingatkan betapa penting mengingat firman Tuhan. Ketika Tuhan melakukan pelayanan di dunia ini, DIA memberikan firman, perintah dan janji kepada murid-murid-Nya untuk meneguhkan dan memperlengkapi mereka di dalam hidup dan pelayanan mereka kelak. Tentu firman, perintah dan janji Tuhan itu berlaku juga bagi kita yang hidup pada masa kini. Di tengah-tengah pergumulan hidup setiap hari, firman TUHAN harus menjadi jawaban. Karena itu, sangat baik dan berguna, jika kita mengingat firman, perintah dan janji Tuhan. Ada beberapa manfaat yang dapat kita peroleh ketika mengingat dan hidup menurut firman Tuhan, yaitu : 1. Menjadi pelita bagi perjalanan hidup kita. Hal ini akan menuntun kita untuk setia mengikuti-Nya. 2. Menjaga supaya hidup kita berpadanan dengan kehendak-Nya. Firman Tuhan akan menolong kita untuk dapat membedakan yang baik dan yang tidak baik, yang berguna dan tidak berguna. 3. Menyadarkan akan kesalahan dan kekurangan kita di hadapan Tuhan sekaligus mendidik dan membawa kita dalam kebenaran. Karena itu, mari terus belajar mengingat firman Tuhan dan melakukannya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-392:1 ‘Ku Berbahagia
‘Ku berbahagia, yakin teguh: Yesus abadi kepunyaanku! Aku waris-Nya, ‘ku ditebus, ciptaan baru Rohul kudus. Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya. Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

JADILAH PERCAYA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-826:3 Gohi Au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite hataMi, gohi au Tuhan marhite hataMi. Asa tang jala matoras au marhite hataMi, gohi au Tuhan marhite hataMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Rom. 1:16-17 (Pagi)
Ul. 30: 11-14 (Malam)

RENUNGAN
Lukas 24:25
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!

JADILAH PERCAYA
Kalau mau jadi juara, sukses dan berprestasi bisa saja dunia ini memberikannya dan itu mudah juga diberikan si Iblis. Tapi untuk ditemukan menjadi orang yang percaya kepada Tuhan hingga akhirnya, itu hanyalah karena karya Roh Kudus yang memelihara iman kita, dunia tidak bisa. Bagian kita adalah bagaimana kita mau bergerak dari tempat kita yang tidak percaya menjadi percaya kepada Tuhan. Pengalaman para murid yang berjalan menuju Emaus dan mereka sedang mempercakapkan tentang kematian Yesus. Mereka tidak sadar bahwa Yesuslah yang ikut nimbrung dalam percakapan mereka. Singkatnya mereka telah mendengar kisah kebangkitan Yesus dari para perempuan dan murid yang lain, namun mereka belum percaya. Maka, muncullah perkataan Yesus: betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu.

Saudara, ada beberapa yang menghalangi para murid tidak percaya, yaitu: kedagingan mereka yang takut kepada para penguasa, mereka butuh bukti yang bisa dilihat oleh mata, dan tidak belajar tentang firman Tuhan yang telah dikatakan para nabi. Semuanya tampak alamiah dan manusiawi. Hanya saja berbahagialah orang yang percaya kepada Tuhan dengan tidak gentar, tanpa harus melihat bukti dan menyukai kebenaran firman Tuhan. Tuhan senang dan bangga ketika kita ditemukan menjadi orang yang percaya. Seharusnya keadaan kita yang kaya, miskin, pintar, terbatas intelektualitasnya, cantik, ganteng, sehat, sakit dan sebagainya tidak menghalangi kita untuk percaya kepada Tuhan. Menjadi orang yang percaya kepada Tuhan justru menembus kebingungan, kekhawatiran, kegelapan, kebuntuan hidup kita karena percaya akan menghantar kita kepada sebuah harapan, kepastian dan kehidupan di dalam Yesus Kristus.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 416:1 Tersembunyi Ujung Jalan
Tersembunyi ujung jalan, hampir atau masih jauh; ‘ku dibimbing tangan Tuhan ke neg’ri yang tak ‘ku tahu. Bapa ajar aku ikut, apa juga maksud-Mu, tak bersangsi atau takut, beriman tetap teguh.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

SESAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-28:1 – Hata Ni Jahowa
Hata ni Jahowa sipadame jolma, hangoluan i. Halalas ni roha siapuli roha ni na marsak i. Gogo ni Debatangki paluahon na porsea, sian nasa jea

PEMBACAAN FIRMAN
Kis. 17:1-11 (Pagi)
Ul. 30: 1-10 (Malam)

RENUNGAN
Matius 22:29
Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!

SESAT
Dahulu waktu masih aktif bekerja pengalaman pertama mendapat kesempat berkunjung ke luar negeri dengan rombongan. Biasanya setelah tugas-tugas selesai diberi kesempatan untuk melihat-lihat kota tempat berkunjung. Rombongan berangkat ke suatu lokasi yang demikian ramai. Oleh karena pendapat dan keinginan sendiri, saya menyimpang dari rombongan, hati dag dig dug dan khawatir berkecamuk menjadi satu. Tersesat, itulah yang saya alami pada saat itu. Setelah sekian lama dalam kekhawatiran, entah bagaimana dari kejauhan pandangan saya akhirnya tertuju kepada salah satu anggota rombongan dan saya berlari menghampirinya. Pandangan tersebut menghilangkan seluruh kekhawatiran saya, aman!.

Beberapa orang Saduki yang memiliki pendapat dan keinginan bahwa tidak ada kebangkitan dari orang mati bertanya kepada Yesus dengan menyampaikan dalil dari kitab Musa tentang siapakah suami dan istri yang sudah mati kelak pada hari kebangkitan? Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat!” Kata sesat ini tidak mereka pahami dan tidak membuat mereka khawatir karena mereka bergeming dari pendapat dan keinginan mereka tentang tidak ada kebangkitan dari kematian. Demikian juga setiap orang siapapun apabila oleh karena pendapat dan keinginan sendiri membuat sesat, suatu tanda kekhawatiran akan mengingatkan bahwa kita tersesat. Pada saat itulah kita mengangkat wajah dan pandangan kita tertuju kepada Yesus. Saat itu pula rasa khawatir akan hilang dan aman dalam rangkulan-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-242:2 Muliakanlah Allah Bapa
Muliakan Raja Kasih yang menjadi Penebus, yang membuat kita waris Kerajaan-Nya terus. Haleluya, puji Dia, Anak domba yang kudus!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

LITURGI HKBP: “Warta Jemaat”


Bahagian ini adalah dimulainya bahagian manusia. Pada bahagian inilah hendaknya seluruh Koor yang ada dapat diperdengarkan. Dalam bahagian ini juga diperdengarkan suara rajani serta suara pelayanan diakonia di dalam koinonia dan Marturia. Dengan mendengarkan warta jemaat, kita di ajak untuk membuka mata kita tentang realitas kehidupan orang beriman. Kehidupan persekutuan tersebut hendaknya dilanjutkan ke dalam kehidupan sosial yang sesungguhnya. Sebab tanggung jawab orang beriman bukan hanya di dalam Gereja saja, tetapi harus diwujudnyatakan melalui sikap dalam lingkungan masing-masing. Yeremia 29:7 berkata: “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu”. Dengan memahami hal ini kita tentunya memahami, bahwa apa yang diwartakan bukan hanya untuk didengarkan saja, tetapi untuk dilanjutkan melalui pelayanan sosial dari tengah-tengah gereja kepada kehidupan realitas.

Pengumpulan persembahan setelah warta jemaat ini adalah bentuk pelayanan nyata atas berita yang disampaikan dalam warta jemaat. Banyak yang tidak memahami, bahwa ternyata pengumpulan persembahan (dua kantong) setelah warta ini adalah benar-benar theologi. Bukan mengenai uang yang dikumpulkan tetapi jauh lebih dari itu, artinya jemaat benar-benar membuka diri untuk membantu serta mengupayakan kesejahteraan yang dinyatakan dalam Yeremia 29:7.

WARISKANLAH FIRMAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-249:4 – Ngot Ma Ho O Tondingki
Dungo jaga rohami unang dililuhon. hisap ni dagingmu i jala ditaluhon. Ginjang ni roha i do jumotjot ala pangalapan sala.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 28:19-20 (Pagi)
Yer. 1:9-10 (Malam)

RENUNGAN
Ulangan 32:2
Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

WARISKANLAH FIRMAN TUHAN
Ingatkah Anda sebuah lagu, “Hidup ini adalah kesempatan…?” Umur kita di dunia ini sangat terbatas. Menurut data statistik rata-rata umur orang Indonesia sekitar 65 tahun. Nas hari ini adalah khotbah dan nyanyian Nabi Musa sebelum dia meninggal dunia pada usia 80 tahun. Isinya yaitu ajakan kepada bangsa Israel untuk memperhatikan semua hukum Tuhan agar mereka dapat memiliki hidup yang penuh berkat. Sebelum meninggal, Musa naik ke atas bukit Nebo untuk melihat tanah Kanaan yang dijanjikan Tuhan pada Bangsa Israel, namun dia sendiri tidak diperkenankan masuk ke Kanaan, dia meninggal dunia di situ. Inilah saat persiapan terakhir dan perpisahan dia dengan bangsa Israel. Kalau kita coba masuk dalam situasi seperti itu, suasana terharu bercampur sedih bukan?

Pengajaran Musa sungguh indah dan sarat dengan sastra. Kata-katanya menggambarkan bagaimana suasana jika hujan turun dengan deras, mengalir di atas tanaman. Membuat tanaman hidup dan bertumbuh. Demikianlah Musa mengajarkan bagaimana tindakan dan kebenaran Allah bagaikan air hujan dan embun yang menumbuhkan tanaman. Selain itu, Musa memberikan teladan pada setiap pelayan/pemimpin rohani agar berusaha sunggguh-sungguh memperbaiki kualitas nyanyian, pengajaran, terutama kualitas khotbahnya agar visioner, segar, membumi artinya Firman Tuhan itu hendaknya betul-betul menyatu dengan pergumulan/masalah/penderitaan dan jeritan jemaat. Kualitas yang mengintegrasikan kebenaran Firman Tuhan dengan kehidupan real. Dengan cara itulah kualitas pertumbuhan gereja akan semakin meningkat, partisipasi jemaat dalam pelayanan secara holistik. Semakin meningkat. Akhirnya, setelah kita tua dan tidak berdaya lagi, kita bisa berkata hidup ini sudah jadi berkat. Soli Deo Gloria. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-4:4 Hai Mari Sembah
Pengasuhan-Mu betapa megah: udara dan t’rang menyatakannya, embun bertetesan dan hujan sejuk, lembah maupun bukit cermin kasih-Mu!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MENELADANI PEMIMPIN ROHANI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-12:4 – Dipuji Rohangkon Do Ho
Ai Ho do na margogo i Sitompa sasude. Ho do na pangoluhon i, nang marmuduhon pe.

PEMBACAAN FIRMAN
2 Tim. 2:7-10 (Pagi)
Yes. 40:9-11 (Malam)

RENUNGAN
Ibrani 13:7
Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.

MENELADANI PEMIMPIN ROHANI
Pemimpin yang menyampaikan firman Tuhan adalah sebagai pemimpin rohani, bisa sebagai Pendeta, Bibelvrow, Diakones, Evangelis, Penatua. Pemimpin rohani adalah orang-orang yang telah ditetapkan Tuhan untuk memimpin kita dalam kerohanian, yang bekerja keras untuk mengajar, membimbing, menegur dan menyampaikan kebenaran firman Tuhan sehingga Jemaat mengalami pertumbuhan iman. Membedakan pemimpin rohani dengan pemimpin lainnya bahwa pemimpin rohani harus meninggikan Kristus dengan cara menyangkal diri (menghilangkan sifat egois) dalam arti menolak usaha-usaha manusia dalam mengembangkan kepemimpinannya, mengizinkan Kristus bermanifestasi melalui dan dalam dirinya, membiarkan Kristus yang memimpin. Sehingga membuat orang dipimpinnya makin dekat dengan Tuhan, dan bisa panutan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai jemaat harus menyadari, bagaimanapun juga seorang pemimpin rohani adalah manusia biasa yang sama seperti kita sehingga mereka punya kelemahan dan kekurangan, tetapi bagaimanapun keadaanya kita sebagai jemaat harus mengingat dan menghormati akan firman Tuhan yang telah diajarkan pada kita.

Dalam keluarga Kristen orangtua terutama ayah menjadi pemimpin rohani di dalam rumah tangga. Pria yang telah ditetapkan sebagai kepala rumah tangga oleh Allah sendiri (1Kor. 11;3). Dalam tulisannya Derek Prince menemukan empat hal utama yang harus dilakukan seorang ayah untuk menjalankan fungsinya sebagai imam yaitu mempersembahkan ucapan syukur, berdoa syafaat, membuka jalan keselamatan dan menghidupi iman sebagai teladan bagi anak-anak. Jadi hari ini kita diingatkan sebagai orangtua agar menjadi pemimpin dalam rumah tangga yang mampu menyampaikan firman Tuhan kepada anak-anak kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-407:1 Tuhan Kau Gembala Kami
Tuhan Kau gembala kami, tuntun kami domba-Mu. B’rilah kami menikmati hikmat pengorbanan-Mu. Tuhan Jesus, Juruslamat, kami ini milik-Mu. Tuhan Jesus, Juru slamat, kami ini milik-Mu,

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TUHAN MENDAMPINGI HAMBA-NYA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-14:2 – Puji Hamu Jahowa Tutu
Ingot tongtong ale tondingkon, sude na denggan na dipasonggop Debata tu ho. Denggan basaNa do na pangoluhon ho.

PEMBACAAN FIRMAN
2 Tim. 2:1-3 (Pagi)
Ams. 29:19-21 (Malam)

RENUNGAN
2 Timotius 4:17a
Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya.

TUHAN MENDAMPINGI HAMBA-NYA
Amanat agung Yesus kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya, “…pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat. 28:19-20a). Tidak mudah melayani orang lain karena sebelum melangkah dan menjangkau orang lain kehidupan kita harus dipastikan memiliki integritas pada setiap aspek kehidupan, artinya perkataan dan perbuatan kita itu selaras. Bila kita hanya bisa berkata-kata namun tidak mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, tidak mungkin kita bisa menginjili orang lain. Namun, jika hidup kita sudah selaras dengan ajaran Kristus jangan ragu atau takut melakukan perintah Kristus. Tuhan dekat kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan, dan Tuhan pasti mendampingi dan menguatkan setiap orang yang melaksanakan amanat agung Yesus.

Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Dia tetap menyertai, sehingga disebut dengan “Immanuel”, Tuhan beserta kita. Di saat kesusahan Dia menopang dan memberi jalan keluar; di saat kita terjatuh dia mengangkat kita. Untuk itu saudara jangan takut untuk memberitakan tentang kebenaran Firman Tuhan, karena Dia akan menyertai kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-393:3 Tuhan, Betapa Banyaknya
Setiap hari rahmat-Mu tiada putusnya: hendak kupuji nama-Mu tetap selamanya. T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku! Padaku telah Kauberi hidup bahagia abadi.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin