Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

PERCAYA DI HATI, UCAPLAH DI MULUT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-249: 5 Ngot Ma Ho O Tondingki
Martangiang ho huhut, asa saut malua. Sian jea saluhut gabe ho martua. Jesus do na gogo jala tau mangalo, saluhut pangago

PEMBACAAN FIRMAN
Rom. 1: 1 – 7 (Pagi)
Yes. 40: 1 – 5 (Malam)

RENUNGAN
Yesaya 52: 7
Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!”

PERCAYA DI HATI, UCAPLAH DI MULUT
Doa adalah ungkapan iman yang ada dalam hati dan diucapkan dengan mulut (Rom 10:8). Allah berfirman bahwa setiap orang yang meminta kepada-Nya akan diberi, setiap orang yang mencari akan mendapat, setiap orang yang mengetok pintu akan dibukakan baginya. Ada tiga motivasi dalam berdoa, yaitu pertama agar kita jangan jemu-jemu meminta kepada Allah. Kedua bahwa setiap orang yang mencari dan mengetok akan mendapat dan pintu akan dibukakan baginya. Hal ini berlaku bagi setiap anak-anak Allah, karena konteksnya adalah antara Bapa dan anak. Ketiga bahwa hal berdoa berlaku pada semua keadaan. Mencari butuh keyakinan, harapan, usaha, proses, dan waktu yang lama. Janji Allah dikabulkan berdasarkan anugerah Allah bukan usaha manusia. Sama seperti hukum moral orangtua kepada anaknya, mengasihi anak dengan merawat, menyekolahkannya dengan kasih. Jika orangtua tahu melakukan yang baik kepada anak-anaknya apalagi Bapa kita di surga.

Doa yang salah atau motivasi doa yang salah pasti tidak akan di kabulkan oleh Allah (Yak. 4:3). Allah akan mengabulkan atau memenuhi kebutuhan hidup kita bukan keinginan kita (Fil 4:19). Kita harus mampu membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Doa bukan sebatas memohon kepada Allah, sadar tidak sadar Allah acap kali kita perlakukan seperti pembantu kita, yang utama adalah bukan apa yang kita katakan kepada Allah tetapi apa yang Allah katakan kepada kita. Doa merupakan sarana menikmati Allah, hubungan pribadi dengan Allah dan mendengar suara Allah. Karena itu ketoklah terus, mintalah terus, carilah terus, dalam iman, harapan di hati dan di ucapkan di mulut maka Allah akan membuka, memberi, dan mendapatkannya Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-278: 1 Bila Sangkakala menggegap
Bila sangkakala menggegap dan zaman berhenti, fajar baru yang abadi merekah; bila nanti dibacakan nama orang tertebus pada saat itu aku pun serta. Bila nama dibacakan, bila nama dibacakan, bila nama dibacakan, pada saat itu aku pun serta.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Kasih


Pada Minggu advent yang pedua ini, kita akan berbicara mengenai “kasih”. Hal ini mengingatkan kita kepada perkataan Yesus Kristus akan dua hukum yang paling utama dan yang terutama. “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” dan “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Matius 22:37-39). Dalam Advent yang kedua ini, kita diingatkan kembali bahwa salah satu sikap untuk bertahan dalam penderitaan adalah dengan saling berbagi. Ketika ajal seseorang telah dekat, dan ia tahu bahwa kematiannya sudah menjelang, maka satu-satunya hal yang akan dibicarakan adalah “kasih”. Mari kita bayangkan, ketika kasih tidak ada dalam kamus manusia, maka peperangan akan terus terjadi dan hal ini akan membuat manusia musnah dari bumi. Ketika penderitaan itu datang, tidak ada yang mampu membuat manusia bertahan selain menunjukkan kasih. Dengan berbuat demikian, kita di ajak untuk saling berbagi, saling peduli, saling memperhatian dan saling meneguhkan, sampai kegenapan janji Allah itu nyata dalam dunia ini, yaitu kedatangannya yang kedua kalinya. Di sana ketika Yesus datang sebagai hakim adil, orang beriman akan lepas dari penderitaannya.

BERKAT ALLAH DAHSYAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-12:4 Dipuji Rohangkon Do Ho
Ai ho do na margogo i Sitompa sasude. Ho do na pangoluhon i, nang marmuduhon pe.

PEMBACAAN FIRMAN
Zak. 14: 9 – 11 (Pagi)
Dan. 7: 14 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 65: 6
Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami, ya Allah yang menyelamatkan kami, Engkau yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi dan pulau-pulau yang jauh-jauh.

BERKAT ALLAH DAHSYAT
Mazmur ini adalah nyanyian pujian Daud kepada Tuhan atas doa-doanya yang dijawab. Di awal perikop disebutkan bahwa Tuhan melupakan kesalahan-kesalahan manusia bagi mereka yang mau mendekat. Bahkan, Dia berkenan melakukan perbuatan-perbuatan yang dahsyat. Mengapa Tuhan memberikan jawaban yang dasyat tersebut? Karena Dia mendengarkan doa kita (ayat 3). Tekun dan gigihlah berdoa. Firman Tuhan mengatakan “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Mat. 7:7). Jika kita berdoa, mulailah merenungkan siapa yang dapat kita andalkan untuk menolong kita saat mengalami kesulitan.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kita mengabaikan jawaban Tuhan kepada kita, karena selalu berharap jawaban atas keinginan kita sendiri. Jawaban yang mudah kita nikmati dan rasakan sendiri misalnya mendapatkan kenaikan gaji, memperoleh kenaikan jabatan, dapat membeli rumah idaman dan lain-lain. Semua permohonan kita hanya berupa kenikmatan kita sendiri yang efeknya kecil. Padahal jawaban dari Tuhan bisa lebih dahsyat, sebagaimana disebutkan dalam bab ini, Allah dapat menegakkan gunung-gunung (ayat 7), meredakan deru lautan (8), menyuburkan tanah, memberkati tumbuh-tumbuhan, padang gurun menjadi subur dan padang rumput dengan domba-domba (ayat 11-14).

Kita bersyukur atas berkat terdasyat yang diberikan Tuhan. Kita memohon agar Dia senantiasa hadir dan menyertai hidup kita, termasuk dalam setiap pergumulan kita. Bahkan, teruslah berdoa meski apa yang kita mohonkan belum dikabulkan dan sepertinya tidak diberikan, mintalah kekuatan agar bisa bangkit dan berkarya di tengah kelemahan dan keterbatasan kita Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-84: 1 Ya Yesus, Dikau Kurindukan
Ya Yesus, Dikau kurindukan, lipurkan lara batinku; seluruh hatiku terbuka menyambut kedatangan-Mu. Bahagia, terang sorgawi, Engkau harapan dunia: terbitlah, Surya Mahakasih, dan jiwaku terangilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

ALLAH MEMILIHMU MENJADI UMAT-NYA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-44: 3 O’ Tondi Parbadia i, Bongoti
Sigati rohamuna be, sai tanda dosamu sude, paringkot rohamuna. Manjangkon Sipalua i, na tuat sian surgo i manggarar utangmuna. Tanda hata hangoluan na binoan ni tuhanta, na pasae sude dosanta.

PEMBACAAN FIRMAN
Yes. 53: 2 – 5 (Pagi)
Yes. 12: 1 – 3 (Malam)

RENUNGAN
Yeremia 30: 22
Maka kamu akan menjadi umat-ku, dan Aku akan menjadi Allahmu.

ALLAH MEMILIHMU MENJADI UMAT-NYA
Apakah hidup yang saudara miliki adalah sebuah kebetulan? Bagaimana dengan pekerjaan saudara? Atau lain hal yang dapat kita temukan di dalam kehidupan seseorang, apakah itu adalah sebuah kebetulan? Ternyata tidak. Setiap kehidupan sudah ditata rapi oleh Allah ini dimulai semenjak masa penciptaan sampai pada hari ini. Hal ini terjadi karena Allah adalah Mahakuasa dan Mahatahu. Dia adalah pencipta, Dia juga yang memperlengkapi dan segala sesuatu adalah milik-Nya. Dengan demikian, sekarang ini kita menjadi orang Kristen bukanlah sebuah kebetulan, tetapi itu adalah rencana Allah.

Perenungan hari ini dinyatakan pada masa Advent yang mengajak kita untuk merenungkan tentang sudah bagaimana kehidupan kita sebagai umat Allah. Yeremia menyuarakan tentang keselamatan dan pemulihan yang akan dilakukan oleh Allah kepada bangsa Israel yang pada saat itu di bawah penjajahan bangsa Babel. Keselamatan dan pemulihan itu tersebut didapat hanya dari kemauan untuk bertobat. Itulah yang kita harapkan yang terjadi di dalam hidup kita masing-masing, keselamatan dan pemulihan; baik itu dalam hal kesehatan, perekonomian, hubungan keluarga atau lain sebagainya. Allah memilih kita menjadi umat-Nya menjadi sebuah kepastian bahwa Allah juga akan memberikan kita keselamatan dan pemulihan di dalam hidup ini, dengan syarat bahwa kita mau bertobat. Meninggalkan kemauan diri sendiri dan memberikan diri dituntun Allah melalui Firman-Nya menjadikan kita semakin berhikmat untuk menjalani hidup, itulah cara Allah melepaskan kita dari permasalahan yang kita hadapi atau apa pun yang menjajah kita. Saudara, dengan pemilihan Allah dan menjadikan kita menjadi umat-Nya, maka Dia telah memulai apa yang baik di dalam hidup kita dan juga akan mengakhiri itu dengan baik, oleh karena itu hiduplah sebagai umat Allah. Hiduplah seturut dengan Firman Allah. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-274: 1 Bila Nanti Yesus Datang
Bila nanti Yesus datang menata intan-Nya, tiap orang yang percaya kepunyaan-Nya. Tiap orang percaya kelak bercahaya bagai intan permata di mahkota-Nya

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MUKA YANG BERSERI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-45: 6 Hosianna Anak Ni
Hosianna! Pargogoi hami sasude o Tuhan, asa gabe pangoloi hami na di pardangolan. Di hataM na denggan i, asa pinatulus i

PEMBACAAN FIRMAN
Yes. 42: 8-9 (Pagi)
Yes. 9: 1-6 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 34:5
Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.

MUKA YANG BERSERI
Pandanglah seseorang yang wajahnya sedang cemberut atau kacau, maka kitapun akan menjadi cemberut dan kacau. Tapi pandanglah orang yang suka tersenyum maka kitapun akan tersenyum dan gembira. Atau pandanglah orang yang suka menolong maka kita pun akan merasa orang itu akan menolong kita juga, walaupun yang bersangkutan tidak berbuat apa-apa kepada kita saat itu. Kuncinya adalah sejauh manakah kita mengenal orang yang kita pandang itu? Keyakinan kepada Tuhan akan menentukan pandangan kepada Tuhan, apakah kita akan menatapnya dengan wajah berseri atau malu tersipu-sipu. Dalam perjalanan iman, tanpa disadari ada banyak orang yang berpandangan Tuhan sebagai makhluk yang suci, agung dan begitu menakutkan dengan anggapan pasti Tuhan akan menghukum kita yang tidak suci dan agung. Sebaliknya kita juga dapat menganggap Tuhan tidak jelas keberadaannya, apakah di atas langit, di bawah bumi atau di bumi ini sendiri, bila demikian bagaimana caranya Dia akan menolong kita. Ada juga pandangan lain yaitu berurusan dengan Tuhan terlalu rumit, harus berdoalah, mengasihi, menolong orang lain, memberi persembahan bahkan disuruh melayani lagi, bukankah tidak lebih baik bahwa cukup kita melakukan hal sederhana saja yaitu berbuat baik saja titik. Atau pandangan terakhir, hanya ada satu Tuhan yang menciptakan bumi, langit dan segala isinya dan Dia memandang semua ini sempurna, Dia juga yang akan memelihara, Dia juga yang akan menolong dan Dia juga yang akan menyelamatkan.

Dengan keempat pandangan ini maka akan berbeda pula caranya pandang kita kepada Tuhan, ada yang takut, ada yang tidak percaya, ada yang tidak ambil pusing dan yang terakhir adalah dengan sikap wajah yang berseri-seri, berpengharapan karena yakin Tuhan adalah menolongnya. Pandangan yang terakhir ini yang menunjukkan bahwa Tuhan ada di dalam hidup seseorang melalui kehadiran Roh Kudusnya dan membuat wajahnya berseri dan tidak akan pernah dipermalukan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-57: 3 Yesus, Lihat Umat-Mu
Sinar Mahamulia, lahir dari Allah Bapa, buka dan siapkanlah hati, mulut, pendengaran: biar doa dan nyanyian berkenan pada-Mu Tuhan!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MENDENGAR DAN MEMENUHI PANGGILAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-45: 5 Hosianna, Anak ni
Hosianna! Saut ma baen bagabaga ni Jahowa, Nang buni dope nuaeng, hasangaponMi di jolma, angka na porsea i do mananda gogoMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Yes. 11: 1 -3 (Pagi)
2 Sam. 7: 8 – 16 (Malam)

RENUNGAN
Yesaya 55: 3
Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku: dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud

MENDENGAR DAN MEMENUHI PANGGILAN TUHAN
Keselamatan yang dijanjikan Allah bagi umat-Nya akan datang melalui pendengaran akan Firman-Nya: “Dengarkanlah, maka kamu akan hidup!” Firman-Nya adalah kebaikan bagi hidup yang tidak terbatas sampai kapanpun. Siapa yang haus dan lapar, datanglah kepada Tuhan, sebab hanya pada Dia sajalah kita akan menerima segala yang baik dalam kehidupan ini. Agar bangsa itu memperoleh penebusan dan pemulihan atas krisis iman. Yesaya menyuarakan agar bangsa itu mau menyendengkan telinganya akan firman Tuhan. Artinya tidak hanya sekedar mendengar, tapi juga memperhatikan, merenungkan dan meyakini bahwa firman Tuhan itu pasti benar adanya. Datang kepada Tuhan yang memberikan kepuasan, kedamaian bagi jiwa kita yang haus dan lapar adalah dengan mendengar Dia. Kita tidak dapat datang kepada Tuhan kalau kita tidak mau mendengar Dia. Kita tidak akan dapat memakan makanan dari-Nya, Firman-Nya kalau kita tidak mau mendengar, maka kita tidak akan hidup. Dengarkanlah maka kita akan hidup.

Mengapa begitu penting sekali untuk mendengar? Kita harus mendengar karena Tuhan memberikan roti dan minum kekal ini, keselamatan kekal ini, dalam suatu perjanjian sama halnya ketika Tuhan memberikan perjanjian hukum Taurat kepada Israel, Dia meminta mereka untuk mendengar dan menurutinya. “Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yanag di janjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya (Ul. 6:3).” Mendengar dan memenuhi panggilan Tuhan berarti bangsa Israel dituntut untuk melakukan pertobatan atas dosa yang mereka lakukan dan bangsa Israel harus sanggup mengembalikan citra mereka sebagai bangsa pilihan Allah yang senantiasa beroleh perlindungan dan penyertaan Allah. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-350: 1 O, Berkati Kami
O, berkati kami dan lindungi kami. Tuhan b’rilah rahmat-Mu oleh Sinar wajah-Mu!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

PENYERTAAN TUHAN SEPANJANG MASA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-227: 4 Jesus Ngolu ni Tondingku
Tangkup au Jesus Tuhanku, tiop au mansai gomos. Asa unang runsur pathu sian dalan na tingkos.

PEMBACAAN FIRMAN
Yes. 60: 1 – 4 (Pagi)
Yes. 42: 1 – 7 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 71: 5
Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH.

PENYERTAAN TUHAN SEPANJANG MASA
Jika Tuhan mengijinkan kita hidup hingga saat ini, itu adalah suatu anugerah. Tidak semua orang memiliki kesempatan hidup sampai usia tua. Namun banyak orang merasa masa tua adalah masa tersulit dalam fase kehidupan. Kekuatan semakin melemah, kecantikan atau kegagahan menjadi pudar, penyakit datang silih berganti, kesulitan ekonomi karena tidak bisa bekerja mencari nafkah lagi sementara pengeluaran terus berjalan. Masalah anak juga terkadang menjadi masalah di hari tua, terkadang masa tua tidak bisa dinikmati karena ulah anak yang membuat orang tua semakin susah. Pemazmur menggambarkan pergumulan masa tuanya, ketika menghadapi kesulitan sehingga memerlukan bantuan Allah untuk membebaskan dirinya dari semua kesusahan. Ketika masa muda kita selalu memelihara iman, maka ketika tiba masa tua kita tetap harus bertekad untuk menjalankan sisa hidup ini dengan keyakinan bahwa Allah akan menunjukkan kuasa dan kebaikan-Nya di dalam hidup kita. Dengan mengingat kembali tuntunan Allah pada masa lalu, kita berharap bahwa penyertaan Allah akan tetap sama di masa tua kita, karena Allah kita adalah Allah yang sama sejak kita kecil hingga usia kita menjadi tua, tidak berkurang kasih setia dan kebaikan-Nya.

Kita harus sadar bahwa jika kita diijinkan hidup hingga masa tua, maka Tuhan juga mengijinkan kita untuk tetap berkarya di masa tua. Hendaknya kita sabar dalam menjalani hidup, sekalipun tantangan datang silih berganti di usia tua, namun Tuhan tetap menunjukkan jalan keluar dari setiap masalah yang datang. Kita juga sebaiknya menyadari sebenarnya kuat atau lemah bukan suatu masalah, apalagi menjadi beban dalam hidup kita ketika kita menjadi tua. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap bisa berkorban untuk orang lain di masa tua kita, tetap semangat memuji Tuhan di masa tua, selalu menunjukkan sikap sukacita dan tidak bersungut-sungut, di situlah letak kekuatan kita yang sesungguhnya.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 49:1 Firman Tuhan Jayalah
Firman Tuhan jayalah sampai ujung dunia:
kita pun dipanggilnya untuk hidup yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin