PENYERTAAN TUHAN SEPANJANG MASA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-227: 4 Jesus Ngolu ni Tondingku
Tangkup au Jesus Tuhanku, tiop au mansai gomos. Asa unang runsur pathu sian dalan na tingkos.

PEMBACAAN FIRMAN
Yes. 60: 1 – 4 (Pagi)
Yes. 42: 1 – 7 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 71: 5
Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH.

PENYERTAAN TUHAN SEPANJANG MASA
Jika Tuhan mengijinkan kita hidup hingga saat ini, itu adalah suatu anugerah. Tidak semua orang memiliki kesempatan hidup sampai usia tua. Namun banyak orang merasa masa tua adalah masa tersulit dalam fase kehidupan. Kekuatan semakin melemah, kecantikan atau kegagahan menjadi pudar, penyakit datang silih berganti, kesulitan ekonomi karena tidak bisa bekerja mencari nafkah lagi sementara pengeluaran terus berjalan. Masalah anak juga terkadang menjadi masalah di hari tua, terkadang masa tua tidak bisa dinikmati karena ulah anak yang membuat orang tua semakin susah. Pemazmur menggambarkan pergumulan masa tuanya, ketika menghadapi kesulitan sehingga memerlukan bantuan Allah untuk membebaskan dirinya dari semua kesusahan. Ketika masa muda kita selalu memelihara iman, maka ketika tiba masa tua kita tetap harus bertekad untuk menjalankan sisa hidup ini dengan keyakinan bahwa Allah akan menunjukkan kuasa dan kebaikan-Nya di dalam hidup kita. Dengan mengingat kembali tuntunan Allah pada masa lalu, kita berharap bahwa penyertaan Allah akan tetap sama di masa tua kita, karena Allah kita adalah Allah yang sama sejak kita kecil hingga usia kita menjadi tua, tidak berkurang kasih setia dan kebaikan-Nya.

Kita harus sadar bahwa jika kita diijinkan hidup hingga masa tua, maka Tuhan juga mengijinkan kita untuk tetap berkarya di masa tua. Hendaknya kita sabar dalam menjalani hidup, sekalipun tantangan datang silih berganti di usia tua, namun Tuhan tetap menunjukkan jalan keluar dari setiap masalah yang datang. Kita juga sebaiknya menyadari sebenarnya kuat atau lemah bukan suatu masalah, apalagi menjadi beban dalam hidup kita ketika kita menjadi tua. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap bisa berkorban untuk orang lain di masa tua kita, tetap semangat memuji Tuhan di masa tua, selalu menunjukkan sikap sukacita dan tidak bersungut-sungut, di situlah letak kekuatan kita yang sesungguhnya.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 49:1 Firman Tuhan Jayalah
Firman Tuhan jayalah sampai ujung dunia:
kita pun dipanggilnya untuk hidup yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s