Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

Doa Kemenangan


BERNYANYI BE-504:1 Ditogu Tuhan Jesus Au
Ditogu Tuhan Jesus au, ido na mangapuli au. Di ganup dalan nang tung maol tanganNa do tongtong huhaol. Ditogutogu Jesus au tanganNa sai maniop au. Tongtong ma siseanNa au, paima boi tu surgo lao.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Kejadian 12:1-9
Malam: Markus 1:16-20

RENUNGAN
Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.
Mazmur 60:14

Doa Kemenangan
Ayat Renungan di atas bagian dari penutup doa Daud yang memohon pertolongan Tuhan untuk memenangkan peperangan terhadap Orang Aram dan Orang Edom. Daud sangat merasakan betapa berkuasanya Tuhan terhadap alam semesta beserta seluruh makhluk pengisinya. Daud sangat menyadari bahwa tidak ada kekuatan manusia yang bisa diandalkan kecuali hanya kekuatan Tuhan semata.

Kehidupan zaman now juga merupakan arena peperangan batin bagi kebanyakan orang, permasalahan dan tantangan hidup, bencana dan kejahatan yang merajalela sangat terasa menekan kehidupan ini. Terkadang di suatu saat kita terpojok ke dalam situasi yang sangat menggalaukan hati dan perasaan kita, bahkan terkadang kekhawatiran tersebut bermanefestasi dalam kesakitan fisik tubuh kita sendiri, seperti munculnya penyakit yang mengejutkan kita dan keluarga. Mari kita meneladani sikap Daud yang beribu tahun lalu sudah berada dalam posisi kita saat ini. Mari berdoa kepada Tuhan dalam segala kerendahan hati kita, memohon kekuatan dan penyertaan Tuhan dalam menghadapi badai kehidupan kita. Serahkan segala beban tersebut kepada Tuhan dan berpasrah diri menunggu dan mensyukuri apa yang baik yang telah Tuhan berikan kepada kita. Jangan ragu dan jangan mencoba mengandalkan kekuatan manusia dan dunia, karena situasinya malah makin memburuk. Tuhan akan melakukan apa yang terbaik bagi kita. Mungkin Tuhan juga akan menggunakan orang lain untuk membantu kita menyelesaikan persoalan hidup kita. Percayalah bahwa Tuhan itu sebenarnya adalah sumber kemenangan yang sejati. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita (1 Kor. 15:57). Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 402:1 Kuperlukan Jurus’lamat
Kuperlukan Jurus’lamat, agar jangan ’ku sesat; s’lalu harus kurasakan bahwa Tuhanku dekat. Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan; bila Tuhanku membimbing, ’ku di malam pun tentram.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Kuasa Tuhan


BERNYANYI BE 574:2 Puji ma Debata
Olophon, olophon Tuhan i, hatindanghon denggan basaNa i. Sai arahon donganmi, ro tu Sipalua i. Olophon, olophon Tuhan i, hatindanghon ma denggan basaNa i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Amsal 18:1-10
Malam: Ibrani 6:9-12

RENUNGAN
Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
Lukas 1:51

Kuasa Tuhan
Teks ini merupakan nyanyian pujian Maria saat dia sedang mengandung Bayi Kudus. Dia memuji kebesaran kuasa Tuhan Allah karena dia melihat apa yang telah diperbuat Tuhan Allah kepada dirinya. Sejak Maria mengatakan: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” kepada malaikat, maka dia melihat perkara-perkara besar dalam dirinya. Hidup Maria menjadi teladan bagi kita untuk percaya kepada Tuhan Allah bahwa kuasa Tuhan besar. Bagaimana kita berkata ya kepada Tuhan Allah, taat dan setia kepada-Nya. Kuasa Tuhan tidak hanya melakukan perbuatan baik tapi juga melawan setiap perbuatan yang jahat. Tuhan tidak mau kompromi terhadap kuasa Iblis yang mau menguasai dunia ini dan segala isinya agar tunduk menyembah kepadanya. Bukti kesungguhan dan cinta kasih Tuhan kepada kita semua adalah dengan lahirnya Yesus ke dalam dunia. Dia akan menggenapi janji Tuhan untuk menaklukkan kuasa si Iblis dan menyelamatkan umat manusia dan dunia ini. Kini, kita semua sebagai anak-anak Tuhan, yang menjadi milik Tuhan, diberi kuasa untuk menyatakan kebesaran-Nya lewat melakukan perbuatan-perbuatan sesuai kehendak Tuhan Allah dan menceraiberaikan perbuatan jahat. Isi dari berkat yang disampaikan oleh pendeta saat seseorang menerima peneguhan sidi adalah: “Terimalah berkat Tuhan, Allah Bapa kita dan Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus. Dialah yang menyertai saudara untuk melawan segala yang jahat dan menguatkan saudara untuk melakukan segala yang baik.” Maka melalui diri kita yang percaya kepada Yesus Kristus, kita boleh nyatakan kuasa Tuhan dalam hidup kita dengan melakukan yang baik dan melawan yang jahat. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 413:2 Tuhan Pimpin Anakmu
Hanya Dikau sajalah perlindungan yang teguh. Biar hidup menekan, Kau harapanku penuh. Tuhan, pimpin! Arus hidup menderas; agar jangan ’ku sesat, pegang tanganku erat.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

IBADAH YANG BENAR “BAKTI KEPADA ALLAH”


(Maleakhi 3:13-18)

Kemajuan tekhnologi saat ini telah menghantarkan manusia menuju kemudahan dalam segala bidang. Jika kita perbandingkan tingkat perekonomian dahulu dengan sekarang, sangatlah jelas bahwa saat ini ada peningkatan perekonomian bagi setiap orang. Lapangan pekerjaan yang seolah-olah semakin sempit ternyata telah membentuk pola pikir manusia yang semakin kreatif. Membuka lapangan kerja sendiri serta menciptakan usaha kemandirian menjadi marak sebagai bentuk kemajuan dalam kreatifitas manusia. Khususnya kemudahan untuk usaha dalam menghasilkan income yang didukung oleh perkembangan jaringan internet saat ini. Usaha-usaha online kini menjadi trend tersendiri dalam generasi millennial saat ini.

Namun disela-sela perkembangan tersebut, ada kemerosotan iman. Pola piker manusia saat ini cenderung beranggapan bahwa semua yang dihasilkannya adalah bentuk dari kerja keras dan usahanya sendiri. Iman semakin terkikis, berkat seolah-olah bukanlah anugerah yang diberikan oleh Allah. Bahkan seolah-olah Tuhan tidak ikut ambil bagian dalam kehidupan manusia. Ibadah hanya sebatas ritus yang diajarkan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Menariknya, keaktifan dalam ibadah tidak membentuk pola pikir yang benar-benar lahir dari iman kepada Allah. Bahkan dari tengah-tengah yang aktif beribadah, banyak yang berkata “tidak ada gunanya beribadah kepada Allah”. Beberapa jemaat beranggapan bahwa pengakuan gereja atas keanggotaan jemaatnya cukup dibayar melalui “persembahan bulanan atau tahunan”, sedang ibadah tidak diindahkan. Inilah sikap yang dikecam oleh Allah, seolah-olah Allah mampu di suap.

Nats ini mengecam perilaku yang demikian. Allah tidak dapat ditipu dan tidak dapat dibohongi. Itu sebabnya Allah berbicara dengan keras “Bicaramu kurang ajar tentang Aku.” (ayat 13). Memberikan persembahan kepada Allah adalah baik, sama baiknya dengan memberikan hati untuk mendengarkan Firman Allah. Tetapi jika hati dan pikiran tidak tertuju kepada Allah, semua itu menjadi sia-sia. Terlebih jika ada perkataan yang membuat seolah-olah apa yang dilakukannya jauh lebih penting. Hal inilah yang dikecam oleh Yesus dalam Epistel. Apa yang diperbuat Maria adalah baik, yaitu mendengarkan Kristus dan berbicara denganNya. Tetapi apa yang dilakukan Marta juga baik, mempersiapkan apa yang terbaik bagi Yesus. Hanya saja ucapan Marta yang tidak disukai oleh Yesus. Marta tidak mengajarkan secara langsung kepada Maria mengenai sopan santun, tetapi justru ia meminta kepada Yesus agar Kristus membela dirinya kepada Maria, seolah-olah apa yang dilakukan Maria tidak berguna. Segala sesuatu berguna dihadapan Tuhan, yang membuat segala sesuatunya rusak adalah hati dan ucapan yang tidak baik. Paulus berkata: “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” (Roma 12:1). Karena itu perbuatlah segala sesuatunya dengan hati yang tertuju kepada Allah dan jangan ada iri serta dengki di dalam hati serta ucapan, sehingga apa yang kita lakukan tidak menjadi dosa. Seperti yang tertulis dalam Kolose 3:23 “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Amin.

(Pdt Kadir Manullang)

SEXAGESIMA


Sexagesima berasal dari bahasa Latin Sexaginta, yang artinya 60. Yaitu Minggu ke dua persiapan diri menuju Pra-Paskah. Minggu ini juga merujuk kepada perhitungan mundur dari kebangkitan Kristus. Sesuai dengan angka yang diangkat, maka penekanannya berada pada hari keenam masa penciptaan, yaitu “manusia”.

Alkitab Perjanjian Lama mencatat dengan baik bahwa angka 6 adalah angka untuk menunjukkan kepenuhan bagi manusia. Usia 600 atau pasukan yang berjumlah 600 atau 60 keturunan atau 60 orang, atau pensucian hanya dilakukan selama 6 hari dan sebagainya, ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia yang sempurna dihadapan Tuhan. Karena itu dalam minggu Sexagesima ini kita berbicara mengenai manusia yang utuh yang diperhadapkan kepada rencana dan rancangan Allah yang sempurna. Itu sebabnya topik yang harus di angkat adalah mengenai sikap, perbuatan, rencana jahat dan dosa manusia yang utuh.

Sexagesima sendiri adalah minggu di mana kita berbicara mengenai manusia yang lemah dengan segala kesalahannya. Ini semakin menghantar kita kepada minggu Pra-Paskah yang akan kita masuki dalam dua pekan ke depan. Sama seperti Minggu Ordinary yang lain, minggu ini juga berbicara mengenai perjuangan manusia untuk mencapai kasih setia Allah. Penderitaan yang dialami manusia akibat dosanya harus menghantarkan dirinya menuju pertobatan. Manusia memang terikat dengan kelemahan dan perbuatan dosa, tetapi bukan berarti manusia tidak dimungkinkan untuk mencapai Allah. Satu-satunya jalan adalah beralih kepada pertobatan yang dikehendaki Allah.

Cari Dahulu Kerajaan Allah


BERNYANYI BE 789:1 Lului Hamu Harajaon Ni Debata
Lului hamu harajaon ni Debata rap dohot hatigoranNa. TambahononNa ma ondeng tu hamu, Haleluya, Haleluya. (Haleluya) 5x

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: 2 Timotius 2:11-14
Malam: Yehezkiel 39:25-29

RENUNGAN
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Matius 6:33

Cari Dahulu Kerajaan Allah
Nas ini sudah tidak asing lagi buat kita. Sebelum nas ini banyak berbicara tentang kehidupan duniawi seperti: hal mengumpulkan harta (19-24) dan kekuatiran (25-34). Ini merupakan gambaran konteks kehidupan pada waktu itu dan itu juga dapat kita temukan pada saat ini. Banyak orang cemas atas masa depan, kuatir atas biaya hidup, biaya uang sekolah anak-anak, kekuatiran terhadap berbagai perilaku menyimpang dan sebagainya.
Apakah “Kerajaan Allah” itu? Kerajaan Allah berarti pemerintahan yang didirikan oleh Allah. Sifatnya kekal, kudus, dan mulia. Di mana para penghuninya bersukacita untuk melakukan kehendak Allah Bapa. Oleh karena itu, orang yang berusaha dan mengutamakan Kerajaan Allah dalam hidupnya maka dia sudah berada di jalan yang benar dan tahu apa yang menjadi tujuan dalam hidupnya. Namun, apakah ketika kita masih di bumi ini kita tidak boleh mengurusi hal duniawi? Apakah bertentangan dengan hal mencari kerajaan sorga? Pasti tidak. Tetapi sebagai orang Kristen, pekerjaan Allah menjadi prioritas seperti: hidup taat kepada-Nya, memberitakan Kerajaan Allah dan sebagainya.

Sebagai orang percaya, mencari Kerajaan Allah menjadi sebuah keharusan dan mereka yakin bahwa Tuhan akan mencukupkan, memelihara dan menuntun hidup kita di dalam dunia ini. Mencari berarti membutuhkan sebuah usaha tapi mencari di dalam Tuhan seperti seorang anak sekolah minggu yang sedang mencari telor Paskah. Tentu Guru Sekolah Minggunya tidak menaruh jauh-jauh, tempat yang sangat sulit ditemukan, posisinya pasti aman, dan di bawah kendali Guru Sekolah Minggu. Demikian halnya mencari di dalam Tuhan maka harapan, percaya, dan iman sangat penting. Kiranya nas ini menguatkan dan menuntun kita dalam menjalani tahun 2019 ini. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 415:1 Gembala Baik Bersuling Nan Merdu
Gembala baik bersuling nan merdu membimbing aku pada air tenang, dan membaringkan aku berteduh di padang rumput hijau berkenan. O, Gembalaku itu Tuhanku, membuat aku tent’ram hening. Mengalir dalam sungai kasihku kuasa damai cerlang bening.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Utamakan Tuhan


BERNYANYI BE 698 Sai Ihuthononhu Jesus
Sai ihuthononhu Jesus, sai ihuthononhu Jesus salelenglelengna i. Nang godang haporsuhon sai benget do au manaon, sai ihuthononhu Jesus salelenglelengna i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: 2 Samuel 22:3-4
Malam: 1 Raja-raja 18:23-26

RENUNGAN
Sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.
Mazmur 9:11b

Utamakan Tuhan
Tuhan mau kita lebih dulu menjadikan-Nya sebagai prioritas utama dalam seluruh aspek hidup kita. Itulah sebabnya, dalam Doa Bapa Kami, kata “Datanglah kerajaan-Mu jadilah kehendak-Mu“ ditempatkan lebih dulu dari doa meminta berkat atau kebutuhan seperti makanan. Dengan mengutamakan Allah sebagai prioritas utama, yaitu dengan hidup taat kepada-Nya, maka Tuhan akan menjaga urusan kita sebagaimana telah Dia janjikan. Berkat-Nya pasti dilimpahkan bagi kita yang mengutamakan Dia dan hidup menurut kehendak-Nya. Sebaliknya jika kita tidak mengutamakan Tuhan dan memilih berjalan menurut kehendak dan keinginan diri sendiri niscaya kita menghadapi banyak kesulitan dan persoalan.

Tekun beribadah, membaca dan merenungkan fiman-Nya, dan melayani Dia sepenuh hati, adalah contoh sederhana dan konkrit perihal mengutamakan atau memprioritaskan Tuhan. Dengan mengutamakan Tuhan pasti Dia memiliki rancangan yang terbaik bagi kita, “…yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yer.29:11). Nas hari ini menguatkan kita bahwa setiap orang yang mencari, mengutamakan dan setia di dalam Tuhan maka dia tidak akan pernah dikecewakan Tuhan, dia akan mendapatkan kebahagiaan, damai sejahtera dan sukacita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-376:1 “Ikut Dikau Saja, Tuhan
Ikut dikau saja, Tuhan, jalan damai bagiku;
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darah-Mu
Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi pada-Mu:
Dalam Dikau, Jurus’lamat, ‘ku bahagia penuh!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Percaya Kepada Tuhan


BERNYANYI BE No. 149:3 Ho Tongtong Ihuthononhu
Manang aha pe na masa, las ni roha arsak pe. Tioponhu Ho na basa na marholong roha pe. Tung saleleng au mangolu, nang dung suda bohalhon. Ingkon Ho, O Sipangolu, pujionhu sai tongtong.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: 1 Yohanes 4:1-6
Malam: Yesaya 33:20-24

RENUNGAN
Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.
Yesaya 26:4

Percaya Kepada Tuhan
Hari esok seseorang tidak seorang pun yang tahu pasti apa yang akan terjadi. Masa depan seseorang pun tidak seorang pun yang bisa mengklaim akan seperti ini dan seperti itu. Hanya nubuatan yaitu melihat “sebagian” hari esok bisa membantu kita memiliki gambaran bahwa hari esok atau masa depan akan seperti ini dan itu. Meski demikian masa depan seseorang pun bisa diprediksi akan seperti apa dilihat dari apa yang dilakukannya sekarang ini. Tentu ada dasar dan ukuran yang mendasarinya. Alkitab dan ajaran gereja memberikan dasar bahwa iman menjadi sangat penting dan utama. Dibutuhkan iman tentang bagaimana hari esok. Dibutuhkan iman untuk menjalani hari ini, yaitu kehidupan sekarang ini. Dan paling utama dibutuhkan iman untuk meyakini bahwa ada Pribadi yang berkuasa atas itu semuanya. Nas hari ini meyakinkan agar kita hanya boleh percaya dan dibantu untuk menjalani kehidupan sekarang ini dengan tetap percaya hanya kepada Tuhan Allah.

Iman itu seringkali diuji oleh berbagai keadaan dan peristiwa yang bisa membuat goyah, khawatir dan berpaling dari Tuhan Allah. Bagaimana agar kita bisa percaya kepada Tuhan selama-lamanya bahwa Dia adalah gunung batu yang kekal. Kesaksian di Alkitab cukup untuk membantu kita agar senantiasa percaya kepada-Nya. Pengalaman para leluhur bangsa Israel yang takut Tuhan dan mereka yang tidak percaya kepada Tuhan dapat membantu kita. Percaya kepada Tuhan pun masih aktual dan relevan pada masa sekarang ini, bahkan kita bisa saksikan bahwa Tuhan itu ada dan hidup.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 405:1 Kaulah Ya Tuhan Surya Hidupku
Kaulah ya Tuhan Surya hidupku; asal Kau ada yang lain tak perlu. Siang dan malam Engkau kukenang; di hadirat-Mu jiwaku tenang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin