Arsip Tag: Ibadah Harian

BERTEKUN MENGASIHI TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-24:1- Tatap Hami On Na Pungu Dison
Tatap hami on na pungu di son. Ai na naeng pujionnami denggan ni basaM di hami. Tatap hami on, na pungu di

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 2: 1-11 (Pagi) Yesaya 44:21-28 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 25 Nopember 2017
Yosua 23.11
Maka demi nyawamu, bertekunlah mengasihi TUHAN, Allahmu.

BERTEKUN MENGASIHI TUHAN
Mengasihi Tuhan memerlukan kesungguhan hati. Kesungguhan hati memerlukan ketekunan. Ketekunan hati memerlukan pengorbanan. Pengorbanan hati memerlukan penyerahan diri seutuhnya kepada Tuhan, mengapa? karena dengan kekuatan kita sendiri, kita sering gagal mengasihi Tuhan.

“Demi nyawamu”, artinya sebagaimana engkau menilai atau menjaga nyawamu sangat penting, seperti itulah kita bertekun mengasihi Allah. Bagi bangsa Israel mengasihi Tuhan sama dengan hidup. Tapi bila menjauh dari Tuhan hukuman akan datang. Sejauh manakah kita mengenal Tuhan melalui pergumulan hidup kita? Mengerjakan panggilan hidup Tuhan itulah yang utama. Yosua sudah menyelesaikan tugasnya dan membagikan tanah Kanaan berdasarkan suku (Yos 21:43-45). Bagi bangsa Israel, warisan sudah ada, harta secara finansial sudah cukup. Tapi Yosua memperingatkan mereka untuk jangan terikat pada harta itu.

Kita pun pasti ingin hidup tenang dan sejahtera bagi kita dan anak cucu kita. Itu tidak salah, tapi jangan terikat akan hal itu hingga kita lupa mencari Tuhan. Dalam mencari berkat Allah jangan mencari hanya berkatnya saja tapi carilah Tuhan itu sendiri. Perlu secara aktif membangun iman, bertekun beribadah dan mencari Firman Tuhan. Semua yang baik untuk kita, Tuhan sudah sediakan. Demikian juga dengan masa depan kita, Tuhan sudah mempersiapkan keselamatan kita dari awal kehidupan sampai dengan selama-lamanya, oleh karena itu teruslah bertekun mengasihi Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-432:1 Jika Padaku Ditanyakan
Jika padaku ditanyakan apa akan kub’ritakan pada dunia
yang penuh penderitaan, ‘kan kusampaikan kabar baik pada
orang-orang miskin, pembebasan bagi orang yang ditawan;
yang buta dapat penglihatan, yang tertindas dibebaskan;
sungguh tahun rahmat sudah tiba. K’rajaan Allah penuh
kurnia itu berita bagi isi dunia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KEBAHAGIAAN ORANG-ORANG KUDUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 452:2 Na Ro Pandaoni Bolon i
Tung sae do dosa i sude, ai nunga mate Jesus. Ndang jujuronNa i muse, parholong roha Jesus. Uli ni barita i, las ni roha Bolon i
Sai dipuji rohangki, Jesus, Jesus, Jesus.

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 1:9-20 (Pagi) 1 Taw. 17:1-15 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 24 Nopember 2017
1Tesalonika 4.17-18
Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.

KEBAHAGIAAN ORANG-ORANG KUDUS
Berkumpul bersama dengan orang-orang yang kita kasihi, hanyalah sebagian dari sukacita orang-orang kudus, tetapi kebahagiaan utama mereka ialah bersama-sama dengan Tuhan untuk selama-lamanya. Inilah pengharapan jemaat mula-mula akan kedatangan Kristus, yang membuat mereka tegar dan kuat di dalam iman, walaupun mereka menghadapi berbagai penganiayaan dan tekanan. Namun mereka bertanya bagaimana nasib saudara-saudara mereka yang telah meninggal. Paulus menjawab bahwa orang yang meninggal akan tetap bersama dengan Tuhan, karena ketika Kristus datang dengan kemuliaannya, orang yang masih hidup dan yang telah meninggal akan diangkat bersama-sama untuk hidup selama-lamanya bersama dengan Tuhan.

Di ujung tahun gerejawi ini, kita selalu memperingati orang-orang yang sudah meninggal, bukan untuk membuka kesedihan lama, namun mengarahkan kita bahwa kita memiliki pengharapan yang kuat akan Yesus yang telah bangkit dan telah menaklukkan kuasa maut. Pengharapan kita bukanlah omong kosong dan sia-sia tanpa dasar, tetapi keyakinan yang pasti bahwa Tuhan akan mengangkat kita dan hidup bersama-sama dengan Dia. Pengharapan inilah menjadi penghiburan bagi kita umat Kristen. Selamat menyambut Advent. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ 278:2 Bila Sangkakala Menggegap
Bila orang yang telah meninggal dalam Tuhannya dibangkitkan pada pagi mulia dan berkumpul dalam rumah lestari dan megah, pada saat itu aku pun serta. Bila nama dibacakan, bila nama dibacakan, bila nama dibacakan, pada saat itu aku pun serta.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI,
Amin, Amin, Amin

HUKUM TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-14:1 Puji hamu
Puji hamu, Jahowa tutu, Pardengganbasa, parasi roha salelengna i. Pardengganbasa i, Parasiroha

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 1: 1-8 (Pagi) Maz. 95: 1-11 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 23 Nopember 2017
Mazmur 119.52
Aku ingat kepada hukum-hukum-Mu yang dari dahulu kala, ya TUHAN, maka terhiburlah aku

HUKUM TUHAN
Latar belakang Hukum dibuat adalah untuk menciptakan keteraturan. Namun ada saja orang yang tidak taat kepada hukum sehingga membuat penderitaan bukan hanya kepada si pelanggar tapi juga berdampak kepada sekitar. Korupsi yang melanda Negara kita saat ini salah satu contoh konkrit membuat penderitaan yang demikian hebat baik kepada si koruptor dan keluarganya maupun bagi masyarakat banyak. Jika demikian siapakah yang membebaskan mereka dari penderitaan tersebut?.

Pemazmur berkata mengingat hukum Tuhan membuat dia terhibur. Seseorang yang terhibur menandakan yang bersangkutan lepas dari penderitaan. Mari kita yang menderita oleh karena ketidaktaatan kepada hukum mencontoh kehidupan pemazmur yang senantiasa mengingat hukum-Nya. Maka kita pun akan mendapat penghiburan dari Tuhan sendiri. Bagaimana kita menyikapinya? Sejenak kita menyimak apa kata firman Tuhan dalam kitab Keluaran 20. Musa menerima kesepuluh hukum taurat sebagai hukum Tuhan. Lalu Allah mengucapkan firman ini: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Setelah firman itu, baru diberikan-Nya 10 perintah hukum taurat. Tuhan yang membawa kita keluar dari negeri perbudakan yang penuh dengan penderitaan menuju ke negeri Kanaan yang penuh dengan penghiburan dan berlimpah madu dan susu. Demikianlah Tuhan senantiasa menghibur kita dan ketika kita ingat akan hal itu maka kita akan taat pada hukum-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-39:2 ‘Ku Diberi Belas Kasihan
Walau ‘ku patut dihukumkan, Kaulah penuh anugerah: darah Putra-Mu dicurahkan membasuh dosa dan cela. Di manakah selamatku? Hanyalah dalam rahmatMu, Di manakah selamatku? Hanyalah dalam rahmat-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TUHAN GEMBALAKU YANG BAIK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-188:1 Jahowa Siparmahan Au
Jahowa Siparmahan au Ndang hurang manang aha. Ai nasa jea dipadao Do sian dorbiana. Tongon dibaen na lomak i Lao pangoluhon tondingki Dibaen asi rohaNa

PEMBACAAN FIRMAN
Yudas 1: 11-25 (Pagi) Job 16: 1-21 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 22 Nopember 2017
Yohanes 10.16
Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

TUHAN GEMBALAKU YANG BAIK
Gembala yang baik akan selalu menjaga kawanan dombanya dari serangan musuh, bahkan ia rela kehilangan nyawanya agar dombanya selamat. Gembala yang baik akan menuntun dombanya, menunjukkan padang yang berumput hijau agar dombanya bisa makan dengan kenyang dan membawa dombanya ke air sungai yang jernih agar mereka tidak kehausan. Gembala yang baik juga akan menghibur dombanya, ia akan memainkan seruling dengan indahnya ketika dombanya makan dan beristirahat. Sebagai pemilik kandang, Gembala akan menuntun dombanya masuk ke dalam kandang, semua domba akan dikumpulkan menjadi satu supaya semuanya menjadi sekawan, menjadi satu dalam Kristus dan bersama-sama dengan sungguh-sungguh mengikut Tuhan Yesus, satu-satunya Gembala agar masuk dalam sorga.

Sebagai Gembala, sudah banyak yang Tuhan lakukan dalam hidup kita. Ia mengenal kita karena kita adalah ciptaan yang sangat berharga di mata-Nya. Ia memelihara hidup kita dan memberikan banyak teladan sesuai dengan FirmanNya. Sebagai Gembala, Tuhan adalah pemimpin yang sangat baik, maka kitapun harus bertindak benar dalam pimpinan-Nya. Jika Yesus adalah Gembalaku dan saya adalah domba-Nya sudahkah saya mendengar dan taat kepada tuntunan-Nya? Saatnyalah sekarang kita belajar peka, bersedia membuka telinga untuk mendengarkan suara-Nya dan melakukan perintahNya. Ketika saya mengasihi Yesus, sayapun siap dan bersedia serta dimampukan untuk melayani dan mengasihi serta menggembalakan domba-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-415:1 Gembala Baik, Bersuling Nan Merdu
Gembala baik, bersuling nan merdu, membimbing aku pada air tenang dan membaringkan aku berteduh di padang rumput hijau berkenan. O, Gembala itu Tuhanku, membuat aku tent’ram hening. Mengalir dalam sungai kasihku kuasa damai cerlang, bening.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BAHAGIA ORANG BENAR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-28:3 Hata ni Jahowa
Na rade di hita asi ni rohaNa nang basaNa pe. Nunga mate Kristus, nunga sun ditobus hita on sude, sangap ma di Debata. Na porsea di hataNa do pangoluonNa.

PEMBACAAN FIRMAN
Yudas 1: 1-10 (Pagi) Zak. 2: 1-5+5: 1-4 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 21 Nopember 2017
Mazmur 112.5
Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya

BAHAGIA ORANG BENAR
Nas Renungan di atas merupakan gambaran orang yang benar dan berhikmat. Pemazmur sungguh merasakan betapa Allah itu sangat berkenan kepada orang kudus, orang yang mengandalkan Tuhan dalam kehidupannya, orang yang setia melakukan perintah-Nya. Pemazmur menjelaskan bahwa orang yang melakukan berbelas kasih, memberi pinjaman dan melakukan urusannya dengan wajar, akan mendapat sesuatu dari Allah, yaitu KEMUJURAN.

Di zaman sekarang ini sangatlah sulit mencari orang yang bisa melakukan ketiga hal tersebut, bisa orangnya berbelas kasih, tapi hanya diucapan semata, ketika urusan meminjamkan sesuatu terutama uang, maka orang tersebut akan mencari seribu alasan untuk menghindar. Atau kalau dia berbelas kasih, mau meminjamkan sesuatu, tetapi urusannya jadi tidak wajar karena orang tersebut meminta jasa yang tak wajar atas pinjaman tersebut. Atau sebaliknya ketika ada seseorang yang bersedia membantu seseorang yang susah yang butuh pinjaman, dilayani dengan baik tapi pinjamannya tidak pernah dikembalikan sesuai janjinya, sehingga orang tersebut menjadi kecewa apalagi ketika meminta kembali pinjamannya malah sipeminjam yang marah-marah. Ayat renungan ini kembali mengingatkan kita betapa sulitnya meraih hidup yang mujur itu, karena kita harus benar-benar tulus dan ikhlas ketika kita membantu seseorang. Dan untuk bisa sampai ke tingkatan mujur tersebut dibutuhkan latihan olah rohani seperti latihan kesabaran dan keikhlasan. Dan hal tersebut hanya bisa diraih dengan doa dan pertolongan Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 39:1’Ku Diberi Belas Kasihan
‘Ku diberi belas kasihan, walau tak layak hatiku tadi ‘ku angkuh, kini heran: Tuhan, besarlah rahmat-Mu! Kidung imanku bergema: rahmat-Mu sungguh mulia, Kidung imanku bergema: rahmat-Mu sungguh mulia!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-248:2 Saleleng ho di tano on
Sai songon hau na denggan do, ramos parbue ni. Bulungna pen a uli do antong sai tiru i.

PEMBACAAN FIRMAN
3 Yoh. 1: 1-15 (Pagi) Zakh 1: 7-17 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 20 Nopember 2017
Lukas 8.21
Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN TUHAN
Mendengar dan melakukan firman adalah dua hal yang berbeda namun harus dilakukan bersamaan agar memberikan dampak. Seorang yang sedang mengalami sakit sedang diberi petunjuk oleh dokter agar ia tidak merokok lagi, istirahat yang cukup dan menghindari makan makanan berlemak. Dengan sopan dan santun ia mengatakan iya kepada sanga dokter. Akan tetapi dalam pelaksanaannya dia tidak melakukan perintah dokter tersebut. Jelas sekali petunjuk dokter tersebut tidak berakibat apa-apa baginya.

Firman Tuhan adalah petunjuk hidup bagi manusia agar manusia dapat hidup di dalam damai sejahtera dan hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11) dan yang paling penting lagi adalah menuntun manusia tetap dalam Anugerah Keselamatan yang sudah Tuhan berikan. Apapun yang Tuhan katakan dalam FirmanNya bila tidak dilakukan maka Firman tersebut tidak dapat bekerja memberi kekuatan hidup. Lalu dengan apa mereka hidup bila tidak melakukan Firman Tuhan? Ya dengan dirinya sendiri yang penuh keterbatasan. Biasanya orang yang tidak melakukan Firman Tuhan walaupun sudah mendengar Firman Tuhan hidup sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan dirinya sendiri, itu sebabnya bila ada ketidak sesuaian dengan pikirannya dia mudah marah, tersinggung, putus asa, menyalahkan orang lain, suka bertengkar dan lain sebagainya. Tidak sedikit dari mereka yang kelihatan baik dan bersahaja tetapi dia tidak pernah merasakan kepenuhan hidup dalam Tuhan. Sulit baginya dengan sungguh-sungguh menyaksikan kebesaran Tuhan dalam hidunya kecuali kebesaran dirinya sendiri. Sebagaiakibatnya dia selalu menyisih dari orang-orang yang hidup dalam mendengar dan melakukan Firman Tuhan apalagi merasakan suatu persaudaraan.

BERDOA

BERNYANYI KJ-344:4 Ingat akan nama Yesus
Bila mendengar nama-Nya, baiklah kita menyembah dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya. Indahlah nama-Nya, pengharapan dunia! Indahlah nama-Nya, suka sorga yang baka!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MESIAS MEMBERI TERANG HIDUP


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-435:1 – Marolopolop Tondingki
Marolopolop tondingki ai naung ditobus Jesus i. Hamu sude, bege ma i, sai las rohangku mandok i. Sonang ni tingki i, Dung jumpang Jesus Tuhanki! Tondi na mangajari au, tarbaen marlas. Ni ro ha au! Sonang ni tingki i, dung jumpang Jesus Tuhanki.

PEMBACAAN FIRMAN
2 Yoh. 1:13 (Pagi) Yehez. 7: 10-27 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 18 Nopember 2017
Yesaya 9.2
Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.

MESIAS MEMBERI TERANG HIDUP
Yesaya berbicara tentang nubuat yang menyatakan akan datangnya seorang yang akan menuntun umat Allah kepada sukacita, damai sejahtera, kebenaran, dan keadilan; orang itu adalah Mesias — Yesus Kristus, Anak Allah. Sebagai orang yang beriman, saat ini kita telah menjadi umat yang merdeka, walapun sepanjang menjalani hidup ini pastinya kita menghadapi ‘kuk’ masing-masing. Setahun penuh bekerja keras, ketika tiba Natal semua jerih payah itu terbayar lunas ketika berkumpul bersama di suasana malam Natal. Natal bisa menjawab pergumulan kita. Suka duka yang kita lalui tetap berpengharapan sebab Dia sudah lahir ke tengah-tengah kita, dan Dia telah menjadi terang untuk kita.

Yesaya menyapa kita dengan terang yang bukan buatan manusia. Terang itu bercahaya selamanya dan terang itu adalah sumber kehidupan itu sendiri. Terang ini adalah Tuhan kita Yesus Kristus, dan sudah seharusnya kita hidup dalam terang, karena terang itu adalah Allah sendiri. “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yoh. 8:12). Oleh karena itu, jangan pernah membiarkan terang itu menjadi redup atau menjadi gelap, tetapi usahakanlah biarlah terang yang diberikan Tuhan kepada kita itu tetap mampu menerangi dunia ini. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-425:1 Berkumandang Suara Dari Seberang
Berkumandang suara dari seberang, “Kirimlah cahyamu!” Banyak jiwa dalam dosa mengerang, “Kirimlah cahyamu!” Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap. Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin