Yesus Jalan dan kebenaran


BERNYANYI BE. 815:1. Uli do Tingki na hohom
Uli do tingki na hohom di jolo ni habangsa ni Amangku na rade tongtong manjalo pangidoanki. Ai di na marsak rohangki sai diapuli tondingki. Malua sian jorgong i di tingki martangiang i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Ibrani 9:11-14
Malam: Matius 5:42-48

RENUNGAN
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Yohanes 14:6

Yesus Jalan dan kebenaran
Sedikitnya ada tiga hal penting yang Yesus tekankan yaitu: jalan, kebenaran, dan kehidupan. Artinya bahwa Yesus satu-satunya jalan keselamatan, bukan seperti dogma agama lain dan pengetahuan dunia yang mengajarkan, keselamatan diperoleh karena usaha atau perbuatan baik manusia. Yesus berkata manusia diselamatkan bukan karena perbuatan baik, usaha, atau amal tetapi, karena anugerah Allah (sola gracia), karena beriman kepada Yesus Kristus (Sola Cristo), karena mempercayai firman Allah (sola Scriptura). Barangsiapa yang percaya kepada Yesus pasti meneladani-Nya.

Menurut Epikurus jalan keselamatan adalah dengan menikmati hidup sebebas-bebasnya. Stoa jalan keselamatan dengan jalan penderitaan, menyiksa diri, bertarak atau askese. Manusia modern menyatakan bahwa hidup harus masuk akal, dapat dipahami, padahal jalan Allah tidak terselidiki dan terselami (Yes 55:8 Maz 139:17). Yesus telah menggugurkan konsep keselamatan yang diajarkan agama dan manusia bijak seperti Stoa, Epikurus, Sidarta Gautama dan lain-lain. Setelah manusia jatuh dalam dosa, manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya, maka Allah mengutus Anak-Nya Yesus Kristus, dari surga turun ke bumi. Karena itu bergantunglah sepenuhnya kepada Allah saja. Allah telah menjamin bahwa hanya melalui Dialah manusia diselamatkan. Setelah manusia jatuh dalam dosa jalan keselamatan sudah ditutup, artinya manusia tidak dapat lagi hidup seperti semula di Taman Eden. Maka Allah mengutus Anak-Nya Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia. Karena itu serahkanlah hidupmu secara total kepada-Nya, percayalah bahwa hanya Yesus Kristuslah jalan kehidupan dan kebenaran agar Dia yang berkuasa dalam hidupmu. Periksalah dirimu apakah kamu sudah berjalan seturut jalan Tuhan? Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-402:1 “Kuperlukan Jurus’lamat”
Kuperlukan Juru s’lamat, agar jangan ku sesat
S’lalu harus kurasakan, bahwa Tuhanku dekat.
Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
bila Tuhanku membimbing, ku di malam pun tent’ram

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Iman yang Memenangkan


BERNYANYI BE. 66:1 Debata Baen Donganmi
Debata baen donganmi, lao mangula ulaonmu. Baen Ibana haposanmu sai paserep rohami. Debata baen donganmi Debata baen donganmi

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Roma 8:5-13
Malam: Efesus 5:1-3

RENUNGAN
Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
1 Yohanes 5:4b

Iman yang Memenangkan
Nas ini adalah penjelasan Yohanes tentang iman Kristen yang benar, yaitu iman yang berpusat pada Yesus Kristus. Dan melalui Iman tersebut kita mampu untuk berbuat kasih dan melaksanakan segala perintah Tuhan, bahkan mengalahkan dunia ini. Hal ini ditegaskan Yohanes dalam rangka meyakinkan pengikut Kristus untuk tidak menjadi pengikut ajaran gnostik yang dilakukan oleh guru-guru palsu di jaman itu. Ajaran gnostik itu intinya mengajarkan bahwa Yesus itu bukan Mesias dan bukan Anak Allah.

Saat ini banyak sekali bermunculan berbagai ajaran sesat yang para pengajarnya juga memakai Alkitab. Namun Yohanes mengajak kita untuk fokus kepada Iman Kristus, karena hanya dengan Iman tersebut kita bisa mengalahkan dunia. Dalam 1 Yohanes 2:16 dikatakan “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” Jadi selama kita masih hidup di dunia ini tentunya kita akan berbenturan dengan 3 hal yang disebutkan di ayat tersebut, dan jika kita lemah dan lengah, maka kita akan ditaklukan oleh keinginan dunia tersebut dan akan membawa kita kepada kebinasaan yang abadi. Dengan Iman Kristus tersebut kita mampu untuk berbuat Kasih kepada Allah dan bagi sesama dan melakukan segala perintah Allah dengan hati yang sukacita. Mari kita jaga terus menerus Iman Kristus tersebut tetap hadir dalam diri kita, supaya kita bisa menjadi pemenang dalam kehidupan ini. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-363:1 Bagi Yesus Kuserahkan
Bagi Yesus kuserahkan hidupku seluruhnya;
hati dan perbuatanku, pun waktuku milik-Nya.
Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milik-Nya.
Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milik-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Perisai Iman


BERNYANYI BE. 12:1 Dipuji Rohangkon do Ho
Dipuji rohangkon do Ho Jahowa, Tuhanki. Huhut hubaritahon do sude pambaenanMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Roma 3:21-31
Malam: Yudas 1:20-25

RENUNGAN
Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.
Efesus 6:16

Perisai Iman
Hidup ini adalah suatu peperangan; peperangan antara kebaikan dan keburukan atau kejahatan. Rasul Paulus menggambarkan bahwa kehidupan orang Kristen itu diibaratkan dengan seseorang yang sedang berperang melawan iblis. Sejak dahulu rencana iblis tidak pernah berubah, yaitu ingin menghancurkan, membunuh dan merusak kehidupan manusla. lblis sangat tidak suka kepada orang-orang yang taat dan setia kepada Tuhan. Apalagi kalau mereka adalah orang-orang yang hidupnya begitu efektif dan produktif melayani Allah. Orang-orang seperti ini adalah target utama yang ingin lblis taklukan. Bagi lblis mereka harus dibungkam dan dibuat tidak berdaya atau kalah. Karena itu dipenghujung suratnya kepada jemaat Efesus Paulus memberikan kesimpulan dari seluruh nasehat yang telah disampaikan kepada jemaat Efesus. Kenakanlah, ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah (ay 11,13). Apa sajakah seluruh perlengkapan senjata Allah tersebut? Paulus memakai ilustrasi pakaian seorang tentara pada waktu berperang dengan segala pernak-perniknya, antara lain: lkat pinggang, Kebenaran; baju zirah, Keadilan; kaki yang berkasutkan, kerelaan memberitakan lnjil – dalam segala keadaan kita harus memberitakan Kabar Baik; hidup dalam damai Sejahtera; menggunakan perisai iman sehingga mampu menangkis cobaan dan godaan yang menyerang; Ketopong keselamatan – saat kita mengenakannya, maka sebenarnya kita mengenakan ‘pikiran Kristus` (1 Kor. 2:16); pedang Roh, yaitu Firman Allah (lbr 4:12) serta segala Doa dan Permohonan; Berdoa dalam Roh. Dengan demikian kita dapat bertahan dan dimampukan untuk mengalahkan kekuatan lblis. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-376:1 Ikut Dikau Saja Tuhan
Ikut dikau saja, Tuhan, jalan damai bagiku;
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darah-Mu.
Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi pada-Mu:
Dalam Dikau, Jurus’lamat, ‘ku bahagia penuh!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Berserah Sepenuhnya


BERNYANYI BE. 207:1Sai Tiop ma Tanganku
Sai tiop ma tanganku, sai togu au. Paima tos hosangku, ramoti au. Ndang olo au mardalan sasada au. Sai Ho ma ale Tuhan Manogu au.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Ibrani 11:4-7
Malam: Yakobus 2:14-26

RENUNGAN
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.
Mazmur 37:5

Berserah Sepenuhnya
“Hidup adalah sebuah perjalanan” Dalam menempuh perjalanan hidup, kita tidak selamanya nyaman, aman, penuh sukacita. Tetapi seringkali jalan kita berliku: menghadapi masalah, kesulitan, tantangan dan rintangan. Seringkali kita merasa dibawa kepada pengalaman baru yang belum pernah kita alami, suatu kejadian yang masih asing dan belum pernah kita ketahui. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa hal itu kadang bisa membuat kita lemah dan frustasi. Demikian Tuhan dalam memimpin umat-Nya, Dia tidak selalu berada di depan. Kadang Dia sepertinya meninggalkan kita dan tidak memperdulikan kita. Padahal sesungguhnya Ia berada tepat di belakang kita untuk mengawasi, mendukung dan menopang, dan bahkan menggendong kita ketika jalan yang kita tempuh itu jalan yang berkelok-kelok, tidak rata dan mungkin jalan itu tidak kita kenal. Mengapa Tuhan perlu berada di belakang kita? Karena Tuhan lebih tahu segala hal yang ada di depan kita. Itulah sebabnya kita perlu ditopang dan didorong agar terus maju. Ketika ada rintangan biasanya kita mudah sekali menjadi lemah, putus asa dan menyerah di tengah jalan. Itulah sebabnya Tuhan perlu menopang dan mendorong kita. Ada kalanya Tuhan perlu berada di belakang, dimana kita tidak mudah melihat-Nya, supaya kita belajar percaya dan bergantung penuh kepada-Nya. untuk itu mari kita memandang perjalanan hidup kita ke depan bersama Tuhan. Dalam berbagai situasi Tuhan menyertai, Tuhan memimpin, Tuhan menopang. Tuhan mau, kita belajar bergantung sepenuhnya kepada-Nya! Maksud Tuhan berada di belakang adalah hendak melatih iman kita. Mulai saat ini, relakan diri untuk dipimpin oleh Tuhan, sebab hanya Dia lah yang tahu jalan mana yang harus kita tempuh. Dia menuntun kita di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-364:1 Berserah Kepada Yesus
Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku; kukasihi, kupercaya, kuikuti Dia t’rus. Aku berserah, aku berserah; kepada-Mu,Jurus’lamat, aku berserah!.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

oculi mei semper ad Dominum


Seruan Passion Kedua:
“oculi mei semper ad Dominum”

Kita masih dalam Minggu-minggu Penderitaan atau biasa disebut dengan Minggu Passion. Pada Minggu ini kita diajak kembali untuk mengenang bagaimana pengorbanan Kristus untuk menebus dosa manusia.
Pada minggu Okuli ini, kita diingatkan sebuah peristiwa penting dalam perjalanan penderitaan Yesus Kristus. Ketika waktunya hamper tiba, Yesus menyuruh murid-muridNya untuk mempersiapkan tempat bagi perjamuan makan mereka yang terakhir. Namun sebelum mereka mengadakan perjamuan makan, Yesus dihadapan para muridNya mengambil ember dan kain, ia membasuh kaki para murid. Pembasuhan yang dilakukan Yesus kepada murid-muridNya adalah bentuk keteladanan yang diberikan Yesus bagi mereka. Seorang pemimpin yang justru hidup dalam kerendahan. Pada akhirnya Yesus mengajak mereka untuk berbuat hal sama kepada sesama manusia.

Okuli memiliki arti “Mata”. Artinya adalah sebuah penglihatan. Banyak kalimat-kalimat motifator yang menggunakan mata, misalkan “mata adalah jendela hati”, atau “apa yang kamu lihat, itu yang memenuhi hatimu” dan lain sebagainya. Ketika mata melihat satu hal yang baik (yang perlu untuk dicontoh) maka kehidupan manusia tersebut akan berubah dari yang tidak baik menjadi baik. Sikap manusia tercipta dari apa yang dilihatnya. Ketika mata tertuju kepada Allah, maka baiklah sikapnya, tetapi jika mata dipergunakan untuk melihat hal yang tidak baik, maka jauhlah hidupnya dari kebaikan.

Menuju Hidup Kekal


BERNYANYI BE. 263:3 Debatangku do Donganku
Debatangku do donganku, tung na ganggu m’au disi? Nda tongtong hangoluanku. Asi ni rohaNa i? Pos do rohangki disi, Debata do donganki Salelenglelengna i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Roma 5:1-11
Malam: Mazmur 139:1-10

RENUNGAN
Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.
Yohanes 6:68b

Menuju Hidup Kekal
Nas ini adalah jawaban Simon Petrus ketika Yesus menguji kesungguhan murid-murid-Nya dalam mengikuti-Nya. Yesus mengajarkan beberapa hal mendasar dalam mengikut-Nya,: 1. Mengikut Yesus adalah karunia Allah, sementara sebagian besar orang banyak mengikuti-Nya karena mujizat yang sudah dilakukan-Nya. 2. Percaya sepenuh hati bahwa Yesus adalah Anak Allah yang diutus untuk menyelamatkan manusia, sementara pemahaman mereka Yesus adalah manusia biasa, anak Yusuf. 3. Yesus adalah roti hidup yang turun dari sorga dan memberi hidup selama-lamanya, sementara pemahaman mereka Yesus bukanlah roti, melainkan manusia biasa yang punya kelebihan dibandingkan dengan mereka. 4. Bekerja untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal. Sementara pemahaman murid-murid-Nya pada masa itu, bekerja untuk mendapat makanan bagi tubuh jasmani. Mendengar pengajaran yang sangat berbeda ini, beberapa dari orang banyak yang mengikuti Yesus mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia. Melihat hal tersebut, Yesus berkata kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Nas ini jawaban Simon Petrus kepada Yesus: Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.

Apa yang dapat kita petik dari nas ini? Hidup adalah sebuah perjalanan untuk mencapai tujuan. Mengetahui dan menetapkan tujuan akan menentukan sikap kita dalam menjalaninya. Sebagai orang percaya, apakah kita sudah sungguh-sungguh percaya kepada Yesus sehingga kelak memperoleh hidup yang kekal? Jika ya, perlu komitmen, kesungguhan dan keteguhan hati untuk menjalani hidup sesuai dengan firman Tuhan sampai pada kesudahannya hingga memperoleh hidup yang kekal. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-375:1 Saya Mau Ikut Yesus
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya. Meskipun saya susah, menderita dalam dunia, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Berseru Kepada Tuhan


BERNYANYI BE. 464:1 Huboan Ma Diringku
Huboan ma diringku, Tuhan, hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu, umbaen tarbaen au ro. Pagalak ma rohangku, dison managam au, Tondi Mi ma suru, na boi manggomgom au.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Mazmur 142:1-8
Malam: Matius 8:23-27

RENUNGAN
Nyanyian ziarah. Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku.
Mazmur 120:1

Berseru Kepada Tuhan
Pemazmur sangat mengenal Allah dengan baik, dia percaya ketika dia berteriak dalam kesesakkan Allah pasti mendengar bahkan menjawabnya. Pengenalan ini yang kita perlukan, mengenal Allah dengan baik sehingga kita percaya di segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, Allah akan ada bagi kita. Allah akan siap mendengar keluhan kita, curhatan kita bahkan teriakkan kita. Dan setelah itu Allah siap menjawab kita, memberi kita jawaban atas segala pertanyaan yang kita ajukan kepada-Nya dan yang terpenting Allah ada di dalam kesesakkan kita. Kuncinya adalah berseru dan memanggil nama-Nya dalam iman dan pengharapan. Seruan supaya Allah mendengar doa kita adalah merupakan titik awal dari doa kita. Alkitab memang memerintahkan kita untuk berdoa dengan tulus dan terbuka, tapi kita juga harus sadar bahwa Dia dapat bertindak sesuai dengan kemauan-Nya, bisa saja doa kita tidak digubris-Nya sama sekali.

Kita semua pernah mengalami yang namanya “Pergumulan” atau mengalami hari kesesakan. Yang jadi pertanyaanya adalah kepada siapa kita datang? Atau kepada yang lain? Yah hanya kepada TUHANlah kita berseru meminta pertolongan TUHAN, dan jangan pernah datang kepada yang lain. Alkitab berkata dalam Pemazmur: “Apabila orang-orang benar itu berseru-seru maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya” (Maz. 34:18 ). Siapakah yang dimaksud dengan orang-orang benar itu? Orang-orang benar adalah orang yang hidupnya melakukan firman TUHAN dan apa saja yang diperintahkan TUHAN ia lakukan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 26:1 Mampirlah Dengar Doaku
Mampirlah, dengar doaku, Yesus Penebus. Orang lain Kauhampiri, jangan jalan t’rus. Yesus, Tuhan,
dengar doaku; Orang lain Kau hampiri, jangan jalan t’rus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin