Berseru Kepada Tuhan


BERNYANYI BE. 557:3 Dao Dumenggan
Dao dumenggan holong ni RohaM, dao ummarga sian ngolungkon. Sai pujionku ma Ho Tuhanku, sandok ngolungku do mamuji Ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yohanes 11:33-34
Malam: 1 Korintus 15:50-58

RENUNGAN
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
Mazmur 145:17

Berseru Kepada Tuhan
Orang Kristen pasti mengalami banyak masalah dan persoalan, namun di balik setiap masalah dan persoalan itu ada berkat dan mujizat yang Tuhan sudah sediakan. Semakin tinggi dan berat masalah yang kita hadapi, maka semakin tinggi dan besar pula berkat dan mujizat yang disiapkan Tuhan bagi kita. Lalu, apa yang harus kita lakukan ketika masalah dan persoalan itu datang? Mau tidak mau kita harus menghadapi setiap masalah dan persoalan tersebut. Lari dari masalah, tidak menyelesaikan masalah, bahkan berpotensi menambah masalah-masalah baru.

Lalu bagaimana cara kita menghadapi masalah tersebut? Hal yang paling sederhana dan paling mudah dilakukan adalah berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Mengapa? Tuhan kita adalah Tuhan yang adil (ay. 17a), Tuhan juga penuh kasih (ay. 17b). Selanjutnya, bagaimana cara kita berserah kepada Tuhan? Ya tentu saja dengan cara berseru kepada Tuhan, meminta Tuhan menolong kita. Tuhan kita adalah Tuhan yang dekat dengan orang-orang yang mau berseru kepadaNya (ay. 18). Apalagi bagi orang-orang yang tetap setia dengan Tuhan, pasti Tuhan akan semakin dekat dengan orang itu. Pertanyaannya, sudahkah kita berseru kepada Tuhan? Berseru dalam hal ini berarti meminta Tuhan menolong kita, karena kita tidak dapat mengandalkan siapa-siapa. Hanya Tuhan saja yang mampu melepaskan kita dari masalah kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-364:4 Berserah Kepada Yesus
Berserah kepada Yesus kuberikan diriku. B’ri kasih-Mu dan kuasa-Mu, ya, berkati anak-Mu! Aku berserah, aku berserah; kepada-Mu, Jurus’lamat, aku berserah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Makna Berjumpa Dengan Tuhan


BERNYANYI BE. 652: 1 Ihot ma hami
Ihot ma hami, sai ihot ma hami, pasada hami o Tuhan. Ihot ma hami, pasada ma hami, sai ihot do holong-Mi. Sada do Debata, Raja na songkal i; sada do pamatangNa, hita ruasNa i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Matius 9:18-26
Malam: FIlipi 2:5-11

RENUNGAN
Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.
Mazmur 17:15

Makna Berjumpa Dengan Tuhan
Pernahkan Anda memiliki hasrat yang kuat memuji Tuhan? Kerinduan pemazmur untuk berjumpa dengan Tuhan dinyatakan dalam Mazmur 17: 15 ini. Rindu dan haus ingin berjumpa Tuhan mendorong hasratnya mencari Tuhan. Melalui kebenaran Tuhan, yaitu Firman Tuhan dia memandang wajah Tuhan. Mazmur dinyanyikan sebagai wujud hidup penuh syukur dan menikmati kehidupan yang penuh sukacita bersama Allah. Namun bisa sebaliknya, di mana saat terjadi kesedihan, penderitaan, ratapan, keluhan dan sejenisnya dapat kita sampaikan dalam pujian, ucapan syukur, musik, sorak-sorai, tepuk tangan dan bahkan tari-tarian, dengan hati yang takut dan menyembah keagungan Tuhan.

Saat terindah dalam hidup kita adalah berjumpa dengan Tuhan setiap hari. Merenungkan Firman-Nya menjadikan kita memperoleh kepuasan. Kita menikmati sukacita sejati dan kebahagiaan sejati yang tidak dapat diberikan dunia ini. Kerinduan hati yang didorong oleh Roh Kudus mendorong kita seperti pemazmur di saat bangun memandang wajah Tuhan, berjumpa dengan Tuhan melalui Firman-Nya, kemudian hadirlah hati yang lega, hati yang puas, jiwa yang puas, dan semangat hidup yang makin bangkit dan bergelora. Melalui renungan pagi ini, kita dimotivasi agar makin tekun dan setia berjumpa dengan Tuhan melalui permenungan Firman-Nya serta melantunkan melodi indah mengagungkan Dia. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-293:1 “Puji Yesus”
Puji Yesus! Pujilah Juruselamat! Langit, bumi, maklumkan kasih-Nya. Haleluya! Nyanyilah, para malaikat, kuasa, hormat, b’rilah kepada-Nya. Selamanya Yesus gembala kita, siang malam kita didukung-Nya. Puji Dia! B’ritakan keagungan-Nya! Puji Dia! Mari bernyanyilah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Minggu Judika


Berilah Keadilan Kepadaku, ya Allah (Maz 43:1a)

Topik:
Hidup Dalam Kasih Setia Tuhan
(Mangolu Di Bagasan Asi Ni Roha Ni Debata)

Warna Tutup Altar : Violet (Ungu)
Warna Kerajaan, lambang pengampunan dari Kristus Sang Raja

Ev. Mazmur 25:1-7
Ep. Yohanes 15:9-15

Seruan Passion Keempat:
“Iudica me Deus et Discerne”
Pada Minggu Passion yang ke empat ini, kita diajak untuk memahami bagaimana keadilan Allah. Kebenaran dan keadilan Allah memang sangat bertolak belakang dengan pikiran dan logika manusia. Realita kehidupan manusia sering terpatri kepada pemahaman “menang” atau “kalah”. Tetapi kebenaran dan keadilan bukan sebatas siapa yang menang dan siapa yang kalah. Dalam perjalanan penderitaan Yesus, ketika Ia diperhadapkan kepada imam-imam Yahudi terlebih dihadapan imam besar Kayafas, sesungguhnya Ia harus diadili melalui kebenaran dan keadilan Allah. Tetapi justru mereka teralihkan kepada keputusan “menang” atau “kalah”. Itu sebabnya dalam minggu ini disuarakan “Iudica me Deus et discerne” (berilah aku keadilan, ya Allah). Iudica sendiri memiliki arti “hakim”. Dalam bahasa Ibrani tiga huruf konsonan tersebut mewakili beberapa kata: “HKM” dapat diartikan “hakim” atau “hukum”. Dua kata ini tidak terpisah. Dimana ada hukum disana ada penegaknya yaitu hakim, dan dimana ada hakim disana ada hukum yang harus ditegakkan.
Minggu Judika ini mengajak kita untuk memahami bahwa keadilan Allah bukanlah keadilan manusia dan kebenaran Allah adalah mutlak sesuai dengan kehendakNya. Peristiwa pengadilan Yesus dihadapan Kayafas adalah bentuk ketidak-adilan, sebab mereka hanya memikirkan status dihadapan manusia, bukan kebenaran dihadapan Allah. Tetapi itulah jalan yang ditetapkan Allah, agar Kristus masuk dalam karya penyelamatanNya.

Allah Memberikan Apa yang Terbaik!


BERNYANYI BE. 6:3 Puji Jahowa na sangap
Puji Jahowa naung tipak manompa dagingmu; Jala na tongtong manumpak hisar pamatangmu; Jotjot do ro pangurupiNa tu ho, uju na ro hagogotan.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yesaya 60:1-6
Malam: Lukas 24:28-35

RENUNGAN
“Sungguh, Allah tidak berlaku curang, Yang Mahakuasa tidak membengkokkan keadilan.”
Ayub 34:12

Allah Memberikan Apa yang Terbaik!
Seseorang yang kehilangan harta, keluarga, kekuasaan tentu mengalami kekecewaan dalam hidupnya. Keadaan seperti itu dapat menjadikannya frustasi, mengutuk Tuhan, atau berbuat kejahatan sebagai pemuasan akan keadaan yang tidak dapat dihadapi. Dunia menilai itu adalah wajar. Kewajaran yang dinilai oleh dunia itu telah dilampaui oleh Ayub, yang telah kehilangan segala sesuatunya di dalam hidupnya; namun tak sedikit pun dia mengutuk Tuhan atau berubah menjadi jahat. Seketika kekayaan, kuasa, keluarga, dan saudara-saudara hilang dari kehidupannya, namun dia tetap memuji Tuhan. Adalah sungguh luar biasa di saat segala sesuatunya hilang dari kehidupannya, Ayub malah memuji Tuhan, mengakui kedaulatan-Nya di dalam hidup-Nya, dan mengungkapkan bahwa apa yang terjadi di dalam hidupnya meski itu pergumulan yang besar adalah yang terbaik yang diberikan oleh Tuhan! (bnd. Ayub 1:21).

Keadaan kita sama dengan keadaan Ayub, Tuhan telah merencanakan apa yang terbaik dalam hidup kita, sehingga baik itu suka maupun duka adalah rencana Tuhan untuk membentuk iman yang semakin kuat. Namun tidak sedikit orang di saat bersukacita karena berkat-berkat yang diterima menjadi meninggikan hati, atau di saat berdukacita menjadi jauh dari Tuhan. Tentu orang yang demikian adalah orang yang tidak mengakui kedaulatan Tuhan di dalam kehidupannya. Saudara, Ayub dalam perilaku dan tindakannya di dalam pergumulannya mengajak kita untuk melihat bagaimana Tuhan memberikan apa yang terbaik di dalam hidup kita. Hal sekecil apa pun yang terjadi baik itu suka atau pun duka diberikan Tuhan pada saat yang tepat agar iman kita semakin bertumbuh. Sehingga bersyukurlah atau apa pun yang terjadi dalam hidup karena Tuhan itu adil. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-395: 4 Betapa Indah Harinya
Sentosalah, hai hatiku, Pelindungmu percayalah! Jangan tinggalkan Tuhanmu, sumber segala kurnia. Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku. ‘Ku diajari penebus berjaga dan berdoa t’rus. Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku. 7. BERNYANYI

DOA BAPA KAMI
Amin-amin-amin

Doa Memohon Belas Kasihan


BERNYANYI BE. 698:1. Sai ihuthononku Jesus
Sai ihuthononku Jesus, sai ihuthonon ku Jesus, salelenglelengna i. Nang godang haporsuhon sai benget do au manaon. Sai ihuthononku Jesus, salelenglelengna i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Mazmur 37:1-7
Malam: Lukas 23:55-56

RENUNGAN
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau.”
Keluaran 33:17

Doa Memohon Belas Kasihan
Keluaran 33 adalah salah satu bagian dari kisah perjalanan bangsa Israel saat di tengah gurun pasir. Musa memimpin bangsa Israel bukanlah hal yang mudah karena besar dan bangsa itu mudah memberontak. Di tengah perjalanan dari Mesir ke tanah Perjanjian, umat Israel sempat membuat dosa besar dengan membuat patung anak lembu emas untuk disembah. Hal ini membuat Musa merasa gagal menunaikan tugas dari Allah. Ia semakin merasa tidak sanggup menanggung beratnya beban di pundaknya. Ketika Allah memintanya memimpin bangsa Israel melanjutkan perjalanan, ia memohon kasih karunia–Nya. Musa mengatakan hanya mau berangkat apabila Tuhan sendiri menyertai mereka. Allah mengetahui kegelisahan hati Musa. Diapun berfirman bahwa Dia sendiri yang akan membimbing Musa.

Seperti Musa, dalam kehidupan kita dapat merasa begitu tidak berdaya menghadapi tantangan dan cobaan. Sehingga diingatkan begitu pentingnya tuntunan Tuhan dalam kehidupan kita. Untuk itu kita harus rela mengikuti-Nya, harus setia. Meski hidup bersama Tuhan cobaan akan terus datang silih berganti, namun kita harus percaya Tuhan akan membimbing kita menuju masa depan yang lebih cerah seperti tertulis dalam Yeremia 29:11  “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan  apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera  dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan  yang penuh harapan.

Untuk benar-benar mengalami penggenapan janji Tuhan, kita harus berjuang dan bekerja keras tidak ada yang gratis, kita harus melembutkan hati kita yang keras, sesulit apapun pencobaan yang kita hadapi, kita harus tetap setia dan percaya kepada-Nya, janganlah bersandar kepada logika dan pengertian kita sendiri, Kita harus yakin bahwa Tuhan akan mengenapi janji-Nya. Amin.

BERDOA

Bernyanyi – Kj-370:1 “Ku Mau Berjalan Dengan Jurus’lamatku”
‘Kumau berjalan dengan Jurus’lamatku di lembah berbunga dan berair sejuk. Ya kemana juga aku mau mengikut-Nya. Sampai aku tiba di neg’ri baka. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ku tetap mendengar dan mengikut-Nya. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus, ya kemana juga ‘ku mengikut-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Pujilah Allah dalam bait-Nya


BERNYANYI BE. 654: 3. Marpungu sude
Tapuji Tuhanta na pamonang hita, huhut tumangiangkon Huria i, asa monang di sude parungkilionna, pasangap Tuhan salelengna i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yesaya 54:1-4
Malam: 1 Petrus 4:1-16

RENUNGAN
Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
Mazmur 100:3

Pujilah Allah dalam bait-Nya
Berdasarkan kamus bahasa Indonesia, kata “ibadah” berarti perbuatan atau penyataan bakti terhadap Tuhan yang didasari oleh peraturan agama. Ayat 1 dari perikop ini adalah ajakan kepada seluruh bumi untuk bersorak-sorak bagi Tuhan, dan pada ayat 2 ajakan untuk beribadah kepada Tuhan dengan sukacita dan sorak-sorai. Sedangkan pada ayat 3 dijelaskan alasan kita beribadah kepada Tuhan. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena Tuhanlah Allah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. Di dalam ayat 4 kita diajak untuk masuk melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya. Kenapa kita harus senantiasa bersyukur kepada Tuhan?

Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya dan kesetiaan-Nya tetap turun temurun. Di dalam Ibrani 10:25 dikatakan “janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasehati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

BERDOA

BERNYANYI PKJ 264:1 “Apalah arti Ibadahmu”
Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan, bila tiada rela sujud dan sungkur? Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan, bila tiada hati tulus dan syukur? Ibadah sejati, jadikanlah persembahan, ibadah sejati kasihilah sesamamu! Ibadah sejati yang berkenan bagi Tuhan, jujur dan tulus ibadah murni bagi Tuhan.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Ditebus dengan Harga yang Mahal


BERNYANYI BE. 802:1. Pangke tingkim saonari
Pangke tingkim saonari, dapothon ma Tuhani. Unang godang sidalian, ingot jempek ngolumi. Nunga rade hasonangan, di surgoi, di surgoi unang adong naggo sada na so parjambar disi.
parjambar disi.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yesaya 9:1-5
Malam: Lukas 9:1-20

RENUNGAN
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
1 Korintus 6:20

Ditebus dengan Harga yang Mahal
Nama Nelson Mandela tentu akrab dengan kita. Dia adalah seorang tokoh yang berjuang untuk menegakkan keadilan dan melawan sistem apartheid; yang menyatakan bahwa orang berkulit putih lebih tinggi derajatnya dibanding dengan orang kulit hitam yang adalah budak. Perjuangan yang dilakukannya menghadapi berbagai penderitaan, seperti dipenjara, disiksa dengan tidak diberi makan dan minum. Namun pada akhirnya perjuangannya itu membuahkan hasil dengan perubahan sikap dalam dirinya, yaitu dengan memaafkan segala penderitaan yang diterimanya dari orang kulit putih. Proses ini menjadikan dia kuat, dan tetap berjuang sampai pada akhirnya sistem apartheid dihapuskan dan dia dipilih sebagai kulit hitam pertama yang menjadi presiden pada tahun 1992.
Perjuangan yang dilakukan oleh Nelson Mandela menjadikan orang kulit hitam merdeka. Mereka menjadi bisa masuk dalam kehidupan politik, semakin terpelajar, dan mendapat hidup yang layak. Tindakan Yesus menyelamatkan manusia jauh melebihi tindakan Nelson Mandela. Yesus datang ke dunia dan menjadikan diri-Nya sendiri menjadi tebusan. Dengan darah-Nya yang tercucur di kayu salib menjadikan kita berharga, karena sudah ditebus dan menjadikan kita merdeka. Lalu apa yang akan kita tunjukkan dengan kemeredekaan tersebut? Paulus mengatakan “…muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” Memuliakan Allah dengan tubuh berarti kita menjauhkan diri dari perbuatan dosa, menjaga kesucian sebagai orang tertebus dan terutama ikut serta dalam kegiatan perjuangan melawan dosa. Memuliakan Allah dengan tubuh berarti kita juga menggunakan seluruh pikiran dan perbuatan kita sebagai wadah Allah berkarya di dunia ini. Oleh karena itu jangan sampai ada dosa yang timbul lagi di dalam hidup kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-367:1 “PadaMu, Tuhan dan Allahku”
Pada-Mu, Tuhan dan Allahku, kupersembahkan hidupku. Dari-Mu jiwa dan ragaku, hanya dalam-Mu ku teduh. Hatiku yang engkau pulihkan pada-Mu juga ku berikan.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin