Ditebus dengan Harga yang Mahal


BERNYANYI BE. 802:1. Pangke tingkim saonari
Pangke tingkim saonari, dapothon ma Tuhani. Unang godang sidalian, ingot jempek ngolumi. Nunga rade hasonangan, di surgoi, di surgoi unang adong naggo sada na so parjambar disi.
parjambar disi.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yesaya 9:1-5
Malam: Lukas 9:1-20

RENUNGAN
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
1 Korintus 6:20

Ditebus dengan Harga yang Mahal
Nama Nelson Mandela tentu akrab dengan kita. Dia adalah seorang tokoh yang berjuang untuk menegakkan keadilan dan melawan sistem apartheid; yang menyatakan bahwa orang berkulit putih lebih tinggi derajatnya dibanding dengan orang kulit hitam yang adalah budak. Perjuangan yang dilakukannya menghadapi berbagai penderitaan, seperti dipenjara, disiksa dengan tidak diberi makan dan minum. Namun pada akhirnya perjuangannya itu membuahkan hasil dengan perubahan sikap dalam dirinya, yaitu dengan memaafkan segala penderitaan yang diterimanya dari orang kulit putih. Proses ini menjadikan dia kuat, dan tetap berjuang sampai pada akhirnya sistem apartheid dihapuskan dan dia dipilih sebagai kulit hitam pertama yang menjadi presiden pada tahun 1992.
Perjuangan yang dilakukan oleh Nelson Mandela menjadikan orang kulit hitam merdeka. Mereka menjadi bisa masuk dalam kehidupan politik, semakin terpelajar, dan mendapat hidup yang layak. Tindakan Yesus menyelamatkan manusia jauh melebihi tindakan Nelson Mandela. Yesus datang ke dunia dan menjadikan diri-Nya sendiri menjadi tebusan. Dengan darah-Nya yang tercucur di kayu salib menjadikan kita berharga, karena sudah ditebus dan menjadikan kita merdeka. Lalu apa yang akan kita tunjukkan dengan kemeredekaan tersebut? Paulus mengatakan “…muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” Memuliakan Allah dengan tubuh berarti kita menjauhkan diri dari perbuatan dosa, menjaga kesucian sebagai orang tertebus dan terutama ikut serta dalam kegiatan perjuangan melawan dosa. Memuliakan Allah dengan tubuh berarti kita juga menggunakan seluruh pikiran dan perbuatan kita sebagai wadah Allah berkarya di dunia ini. Oleh karena itu jangan sampai ada dosa yang timbul lagi di dalam hidup kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-367:1 “PadaMu, Tuhan dan Allahku”
Pada-Mu, Tuhan dan Allahku, kupersembahkan hidupku. Dari-Mu jiwa dan ragaku, hanya dalam-Mu ku teduh. Hatiku yang engkau pulihkan pada-Mu juga ku berikan.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s