Arsip Kategori: Ibadah Harian

ALLAH TEMPAT PERLINDUNGAN KITA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 15 : 1 “Aut Na Saribu Hali Ganda”
Aut na saribu hali ganda saringar ni soarangki. Naeng nasa gogo bahenonku mamuji Debatantai. Paboa las ni rohangki hinorhon ni pambaenna i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 21: 18-22 (pagi) Yer. 33: 10-11 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 21 Maret 2018
Mazmur 62: 9.
Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. S e l a.

ALLAH TEMPAT PERLINDUNGAN KITA
Satu keluarga kecil melakukan perjalanan pulang kampung dari Jakarta ke satu kota di Sumatera Utara untuk merayakan ulang tahun orang tua laki laki dari si bapak. Mereka menggunakan pesawat udara. Selama perjalanan mereka bergembira dan bersukacita demikian juga penumpang yang lain. Akan tetapi setelah perjalanan 1 jam tiba-tiba terjadi guncangan yang sangat hebat yang dalam penerbangan disebut “Turbulensi” pesawat seperti akan jatuh, para penumpang berteriak teriak, menjerit, ada yang mengatakan “Kita akan mati….” Keluarga kecil itu dan juga beberapa penumpang yang lain juga berteriak “Tuhan Yesus tolong kami…..”, berulang-ulang, mereka saling berpegang tangan terus memohon kepada Tuhan untuk melindungi mereka. Setelah beberapa lama pesawat itu normal kembali dan suasana terdengar ada tangisan dan erangan kesakitan akibat benturan. Setelah pesawat mendarat sambil menunggu bagasi ada seseorang bertanya kepada keluarga kecil tersebut “Bagaimana perasaan bapak tadi? Jawab si bapak: “Saya takut! Tetapi saya menyerahkan hidup saya dan keluarga saya kepada perlindungan Tuhan, setelah itu saya merasa tenang.
Firman Tuhan pada pagi ini mengajak kita untuk menyerahkan segala permasalahan, persoalan yang kita hadapi kepada-Nya kerena Allah menjadi tempat perlindungan kita seperti yang telah dilakukan keluarga kecil di atas, mereka sadar hanya kepada-Nya tempat berlindung. Nasihat Daud, “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” (Maz 37:5). Percayakan dirimu kepada Tuhan artinya jangan hanya karena ada masalah baru kita percaya, jangan karena sakit kita baru menyerahkan diri kita. Kita harus terus menerus tiada putus berserah serta aktif, curahkan semuanya permasalahanmu, bebanmu kepada-Nya, Allah akan melindungi dan mendengarkan serta menjawab keinginanmu. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ. No. 250a : 1 Allahmu Benteng Yang Teguh
Allahmu benteng yang teguh, perisai dan senjata; betapa pun sengsaramu, pertolongan-Nya nyata! Si jahat yang geram berniat ‘kan menang; Ngeri kuasanya dan tipu dayanya di bumi tak bertara.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

MEMANDANG HADIRAT-NYA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 14 : 1 “Puji Hamu Jahowa Tutu”
Puji hamu Jahowa tutu, Pardengganbasa, parasiroha salelengna i. Pardengganbasa i, parasiroha i.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 11: 9-13 (pagi) Yer. 26: 1-6 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 20 Maret 2018
Yesaya 17: 7
Pada waktu itu manusia akan memandang kepada Dia yang menjadikannya, dan matanya akan melihat kepada Yang Mahakudus, Allah Israel;

MEMANDANG HADIRAT-NYA
Allah Israel adalah Allah yang cemburu. Ia membenci para penyembah berhala apalagi menyembah berhala hasil buatan tangan manusia. Dia tidak segan-segan membuat negeri yang penuh madu dan susu yang diwariskan kepada umat pilihan-Nya itu menjadi negeri yang tandus dan suatu timbunan reruntuhan. Karena bangsa itu beralih dari pada-Nya dan menyembah berhala. Itu pula yang dialami manusia sepanjang masa ketika mereka berbalik dari Tuhan dan memalingkan wajahnya kepada kemapanan yang sudah dalam genggaman. Untuk apa percaya kepada Tuhan ketika segala sesuatunya sudah tersedia. Dengan usaha dan kekuatan sendiri mampu menghadirkan apa yang dibutuhkan, dengan sombongnya manusia berkata: “Apa Tuhan masih diperlukan?”

Berhala pada jaman ini dapat disebut harta, jabatan, pangkat, ketenaran dan lain sebagainya. Dengan memiliki hal tersebut banyak orang terjebak dengan rutinitas kemapanan. Semua serba tersedia sehingga tidak membutuhkan lagi orang lain bahkan Tuhan sekalipun. Tuhan menganugerahkan semua kemapanan dimaksud tentu untuk dikelola dengan rendah hati. Pengelolaan demikian membuat semua yang kita miliki bukan saja hanya berguna untuk kita sendiri melainkan menjadi berkat bagi orang lain di sekitar kita. Hal ini dapat terwujud ketika kita senantiasa memandang kepada Allah yang menjadikannya dan mata kita tertuju kepada Yang Mahakudus Allah Israel, Allah kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ. No. 57 : 3 Yesus Lihat Umat-Mu
Sinar mahamulia lahir dari Allah Bapa, buka dan siapkanlah hati, mulut, pendengaran: biar doa dan nyanyian berkenan padaMu, Tuhan!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

BERPRILAKU YANG BAIK DENGAN KATA DAN PERBUATAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 650 : 1 Dipasada HolongNa i
Dipasada holongNa i, saluhutna porsea i, Na tarjou tu sada panghirimon i, songon daging ni Kristus i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 14: 22-33 (pagi) Yer. 10: 23-25 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 19 Maret 2018
Amsal 11: 9.
Dengan mulutnya orang fasik membinasakan sesama manusia, tetapi orang benar diselamatkan oleh pengetahuan.

BERPRILAKU YANG BAIK DENGAN KATA DAN PERBUATAN

Kitab Amsal adalah kitab yang isinya kata-kata hikmat yang mengajar serta mendidik para pendengar untuk dapat hidup bijaksana dan benar. Raja Salomo yang merupakan penulis kitab Amsal, yang bertindak sebagai guru pengajar mendorong murid-muridnya menjadi orang yang bijaksana dan berprilaku yang baik. Bagaimana hal itu, bisa terwujud? Apa yang harus kita lakukan? Hal ini dapat terwujud bila kita benar-benar dapat menerima hikmat dari Tuhan, tetapi bila kita menerima hikmat dunia ini, prilaku dan perbuatannya tidak sesuai dengan kata dan perbuatan, inilah yang dikatakan dalam Firman ini: “Dengan mulutnya orang fasik membinasakan sesama manusia.” Orang Fasik maksudnya di sini adalah orang yang selalu berbuat jahat, selalu menyakiti hati orang lain, berusaha menghancurkan hidup seseorang, yang tidak bisa menjaga mulutnya, selalu sering menghakimi orang lain walaupun tidak jelas mengetahui apa kesalahannya yang sebenarnya.

Yakobus 3:6 “Lidah pun adalah api, ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalahkan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyatakan oleh api neraka”. Artinya walaupun lidah itu selalu basah tetapi juga dapat juga seperti api yang bernyala-nyala untuk membumi hanguskan sesuatu. Oleh karena itulah kita sebagai anak-anak Tuhan, marilah kita selalu meminta hikmat dari Tuhan, agar kita dapat hidup dengan benar, berkata yang benar, berprilaku yang benar, bertindak yang benar dan selalu sesuai dengan kata-kata dan perbuatan, dan perkataan kita tidak menyakiti hati orang yang lain, tetapi justru perkataan kita yang membuat orang menjadi senang. Hidup kita ini menjadi saluran berkat bagi semua orang. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ. No. 424 : 2 Yesus Menginginkan Daku
Yesus menginginkan daku, menolong orang lain. Manis dan sopan selalu, ketika ‘ku bermain Bersinar, bersinar, itulah kehendak Yesus. Bersinar, bersinar, aku bersinar terus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

KEMURAHAN DAN BERKAT TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 4 : 1 Sai Puji Debata
Sai puji Debata dibaen asi rohaNa. Huhut tongtong basa di nasa tinompaNa. Ria ma hita be mamuji Debata; Ai sesa do nuaeng dosanta i dibaen

PEMBACAAN FIRMAN
1 Pet. 1: 13-16 (pagi) Yes. 40: 12-17 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 17 Maret 2018
Bilangan 21:8
Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.

KEMURAHAN DAN BERKAT TUHAN
Mungkin kita sering bertanya-tanya dalam hidup kita sehari-hari: apakah Tuhan ada hadir dalam hidup saya? Kenapa Tuhan seperti membiarkan hidup saya kekurangan? Mengapa hidup saya kurang diberkati dibanding orang lain? Bukankah hidup dalam kebebasan yang jauh dari hukum Tuhan memuaskan? Pertanyaan-pertanyaan yang nyaris sama dilontarkan umat Israel saat mereka menuju Kanaan setelah dibebaskan dari Mesir. Mereka bersungut-sungkut merasa Tuhan tidak memberikan mereka makanan dan kebutuhan yang cukup. Berkat dan anugerah pembebasan Tuhan dari Mesir seketika dan mudah dilupakan umat Israel. Akibatnya, mereka dihukum dengan kehadiran ular tedung yang menggigit mereka.

Apa yang ditarik dari nas ini? Tetaplah ingat kemurahan dan berkat Tuhan. Ingatlah bahwa keluarga, harta, dan jabatan apa pun yang ada pada kita sekarang ini adalah semua karena kemurahan Tuhan. Bukankah keluarga, kesehatan dalam hidup, dan persekutuan komunitas di gereja, sekolah, lingkungan kita adalah juga anugerah Tuhan? Jadi aneh juga, ketika ada kejadian yang membuat kehidupan kita agar kurang bahagia kita langsung ragu dan bersungut-sungut. Pandanglah Yesus dan berpeganglah pada ajaran-Nya. Rajinlah membaca firman-Nya dan lakukanlah dalam kehidupan sehari-hari. Tinggikanlah Tuhan dalam kehidupan sehari-hari dan sediakan waktu untuk berdoa dan berkomunikasi dengan Dia. Ingatlah bahwa kita sangat berharga sehingga Kristus harus mati di kayu salib untuk membebaskan kita. Dengan rajin melakukannya, itu akan membuat hidup kita teratur dan tertata dalam jalan-Nya. Jika kita membiasakan diri hidup dalam ajaranNya, praktik kehidupan yang selaras dengan Firman itu akan membuat kita tidak terombang-ambing dan ujungnya adalah buahnya: kebahagiaan dan keselamatan kekal dalam Kristus. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 15 : 3 Berhimpun Semua
‘Berdoa dan jaga supaya jangan penggoda merugikan jiwamu. Di dunia tegaklah kemenangan dan dasarnya imanmu yang teguh.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

KEMERDEKAAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 256 : 1 Jesus Kristus Ido Raja
Jesus Kristus i do Raja pinabangkit ni AmaNa. Manggomgomi sasude, manggomgomi sasude. Jala nasa hajolmaon tu Ibana do mar-Tuhan parhatopotonna be parhatopotonna be

PEMBACAAN FIRMAN
Mrk. 7: 31-37 (pagi) Yes. 42: 14-17 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 16 Maret 2018
YESAYA 52:10
“TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita”

KEMERDEKAAN
Kemerdekaan adalah sesuatu yang sangat didambakan setiap orang maupun bangsa yang berada dalam keadaan tertindas. Bagi mereka tidak ada yang paling diharapkan kecuali bebas, merdeka. Sukacita ini dirasakan oleh bangsa Israel ketika Allah memerdekakan mereka dari penjajahan, karena dosa-dosa mereka bahkan mereka tidak harus membayar apa-apa untuk kemerdekaan itu. Allah membawa umat-Nya yang suci untuk kembali ke Yerusalem, kota Allah yang kudus. Wajarlah jika mereka menikmati suatu sukacita karena karya besar pembebasan Allah.

Manusia telah berdosa dan memerlukan keselamatan dari Allah. Semua manusia telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Rom.3:23), upah dosa adalah maut tapi kasih karunia Allah dalam Kristus Yesus adalah hidup kekal (Rom.6:23). Yesus adalah pemilihan Allah dari sejak semula (EF.1:4) yang telah memilih kita supaya kudus dan tak bercacat. Pemilihan untuk diselamatkan dalam batasan lingkaran kasih karunia Allah dalam Kristus Yesus, inilah pengertiannya pengenalan Allah dari sebelumnya tentang kita yang dimerdekakan dari dosa. Sejarah membuktikan bahwa ketika manusia tidak sanggup menolak keinginan berbuat dosa, ketika itu pula manusia masuk dalam perbudakan dosa. Tetapi Allah yang maha mulia, melalui Putra-Nya Yesus Kristus memerdekakan manusia dari kuasa dosa. Seperti halnya Israel yang dibebaskan tanpa membayar apa pun, demikian juga orang yang percaya kepada Kristus. Kini kita hidup dalam masa-masa penuh kemerdekaan. Sukacita menikmati anugerah keselamatan Allah sepatutnyalah mewarnai kehidupan setiap orang percaya. Karena itu janganlah sia-siakan anugerah yang begitu agung dan mulia itu, melainkan hiduplah sebagai orang percaya yang benar-benar merdeka dari perbudakan dosa. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 387- ‘Ku Heran Allah Mau Memb’ri
‘Ku heran, Allah mau memb’ri rahmat-Nya padaku dan Kristus sudi menebus yang hina Namun ‘ku tahu yang kupercaya dan aku yakin ‘kan kuasaNya, Ia menjaga yang kutaruhkan hingga hariNya kelak

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

KEPADA SIAPAKAH KITA MENCARI KESELAMATAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-518:1 – Marsinondang Dibaen Jesus
Marsinondang dibaen Jesus asi ni rohana i, jala hita do disuru, asa tapaboa i. Tapagalak palitonta, tapatiur dalan i. Ai torop dope na lilu, sai hatop ma mulak i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat 8:1-4 (Pagi) Ul. 4:30-35 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 15 Maret 2018
Mazmur 80:4
Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajahMu bersinar, maka kami akan selamat.

KEPADA SIAPAKAH KITA MENCARI KESELAMATAN
Keselamatan menjadi tujuan hidup seluruh umat manusia. Apapun agamanya pasti menginginkan dan mengajarkan agar jemaatnya ‘selamat’. Keselamatan yang dimaksud adalah keselamatan Sorgawi yaitu kebahagiaan sejati. Pada ajaran Kristen, Allah adalah sumber keselamatan. Setidaknya nas hari ini pada Mazmur 80:4 merupakan permohonan akan keselamatan. Hanya saja, sekarang (zaman now) semua ingin serba cepat tanpa terlebih dulu menganalisa baik buruk. Gaya hidup zaman “now” menggiring opini masyarakat pada umumnya dengan ketergantungan pada gedjet atau sejenisnya, sehingga apapun yang diinginkan cari di “mbah google” tanpa membaca, tanpa susah payah apapun yang ingin kita ketahui akan ada di sana walaupun itu belum tentu benar adanya. Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa keselamatan datangnya dari Tuhan. Jangan pernah mencari keselamatan kepada siapapun atau kemanapun, walau dunia ini seolah-olah mampu memberikan keselamatan itu tidak akan berhasil. Ketika kita sedang susah, ketika kita benar-benar sedang menghadapi pergumulan hidup, terkadang kita sudah lelah, kita ingin cepat cepat keluar dari persoalan, di saat seperti itu bisa jadi banyak godaan yang bertentangan dengan Firman Allah. Untuk itu jangan pernah ragu akan Firman Allah, sesungguhnya Tuhan adalah sumber keselamatan. Carilah Tuhan sebab Dialah solusi akan setiap persoalan hidup kita. Mungkin saja kita tidak sabar karena kita ingin cepat-cepat keluar dari persoalan yang kita hadapi, berdoa pasti, rajin ibadah ok, konsultasi juga sudah namun hasilnya tetap nihil, untuk itu kita dituntut lebih sabar dan jangan sampai menyimpang, jangan sampai sesat sebab Tuhan pada akhirnya akan memberikan yang terbaik bagi kita. Kiranya renungan ini menguatkan kita untuk semakin yakin bahwa sesungguhnya keselamatan itu datang-Nya dari Tuhan, amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-424:1 – Yesus Menginginkan Daku
Yesus menginginkan daku bersinar bagi-Nya, di mana pun ‘ku berada, ‘ku mengenangkan-Nya. Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus. Bersinar, bersinar aku bersinar terus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

ANUGERAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-189:7- O Jesus Na Pangolu Au
O Jesus alealengki, rohaM nama di au
Ai Ho do hangoluanhi, nang di na mate au

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh 8:21-30 (Pagi) Yunus 2:1-10 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 14 Maret 2018
Efesus 2; 8
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah

ANUGERAH
Anugerah dalam bahasa Indonesia dapat diartikan pemberian atau ganjaran tanpa mengharapakan imbalan dan tanpa biaya. Sedangkan Anugerah menurut Alkitab adalah pernyataan Allah melalui Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan Dia jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16).

Kenapa kita diselamatkan? Pada ayat permulaan dalam Efesus 2 disebutkan, manusia perlu diselamatkan karena manusia sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosanya, bahkan manusia hidup di dalamnya. Mati dimaksudkan di sini adalah mati secara rohani. Manusia perlu diselamatkan agar kembali mengenal dan mengikut Tuhan. Manusia yang sudah mati secara rohani berarti jauh dari Allah. Namun Allah yang penuh kasih mengambil inisiatif untuk menyelamatkan manusia. Dapat dikatakan bahwa dalam hal ini manusia tidak ada memiliki andil dalam memperoelh keselamatan itu karena semuanya adalah karya Tuhan semata. Di dalam diri kita tidak terdapat apapun yang memantaskan kita kepada Allah (Roma 3:10-11). Kita tidak memiliki “kasih karunia yang menyelamatkan” dari dalam diri kita. Karena ketidakpantasan itu, keselamatan adalah karya Allah. Ia memberikan kasih karunia yang kita butuhkan. “Kasih karunia yang menyelamatkan” kita ialah Kristus Sendiri. Karya-Nya di atas salib -lah yang menyelamatkan kita, bukan kepantasan kita sendiri. Janganlah kita beranggapan dengan perbuatan baik, kita jadi diperhitungankan apalagi memegahkan diri. Perbuatan baik adalah merupakan buah dari iman, karena iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak 2; 17).

BERDOA

BERNYANYI KJ-406:1 – – Ya Tuhanb bimbing aku
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ‘ku selalu bersama-Mu. Engganlah ku melangkah setapak pun. ‘Pabila Kau tak ada di sampingku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin