MEMANDANG HADIRAT-NYA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 14 : 1 “Puji Hamu Jahowa Tutu”
Puji hamu Jahowa tutu, Pardengganbasa, parasiroha salelengna i. Pardengganbasa i, parasiroha i.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 11: 9-13 (pagi) Yer. 26: 1-6 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 20 Maret 2018
Yesaya 17: 7
Pada waktu itu manusia akan memandang kepada Dia yang menjadikannya, dan matanya akan melihat kepada Yang Mahakudus, Allah Israel;

MEMANDANG HADIRAT-NYA
Allah Israel adalah Allah yang cemburu. Ia membenci para penyembah berhala apalagi menyembah berhala hasil buatan tangan manusia. Dia tidak segan-segan membuat negeri yang penuh madu dan susu yang diwariskan kepada umat pilihan-Nya itu menjadi negeri yang tandus dan suatu timbunan reruntuhan. Karena bangsa itu beralih dari pada-Nya dan menyembah berhala. Itu pula yang dialami manusia sepanjang masa ketika mereka berbalik dari Tuhan dan memalingkan wajahnya kepada kemapanan yang sudah dalam genggaman. Untuk apa percaya kepada Tuhan ketika segala sesuatunya sudah tersedia. Dengan usaha dan kekuatan sendiri mampu menghadirkan apa yang dibutuhkan, dengan sombongnya manusia berkata: “Apa Tuhan masih diperlukan?”

Berhala pada jaman ini dapat disebut harta, jabatan, pangkat, ketenaran dan lain sebagainya. Dengan memiliki hal tersebut banyak orang terjebak dengan rutinitas kemapanan. Semua serba tersedia sehingga tidak membutuhkan lagi orang lain bahkan Tuhan sekalipun. Tuhan menganugerahkan semua kemapanan dimaksud tentu untuk dikelola dengan rendah hati. Pengelolaan demikian membuat semua yang kita miliki bukan saja hanya berguna untuk kita sendiri melainkan menjadi berkat bagi orang lain di sekitar kita. Hal ini dapat terwujud ketika kita senantiasa memandang kepada Allah yang menjadikannya dan mata kita tertuju kepada Yang Mahakudus Allah Israel, Allah kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ. No. 57 : 3 Yesus Lihat Umat-Mu
Sinar mahamulia lahir dari Allah Bapa, buka dan siapkanlah hati, mulut, pendengaran: biar doa dan nyanyian berkenan padaMu, Tuhan!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s