Arsip Kategori: Ibadah Harian

TUHAN MEMELIHARA HIDUPMU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-475:1 Tuhan Jesus Siparmahan
Ho tongtong ihuthononku Jesus, Sipangolu au. Tung na so tadingkononhu Ho na paluahon au. Sai marguru au tu Ho, sai marguru au tu Ho, Ho tongtong ihuthononku Jesus Sipangolu au.

PEMBACAAN FIRMAN
Bil. 20:2-8 (Pagi) 2 Raj. 3:16-19 (Malam)

RENUNGAN
Ulangan 11:11-12
Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit; suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.

TUHAN MEMELIHARA HIDUPMU
Aku adalah Penciptamu. Engkau ada dalam pemeliharaan-Ku bahkan sebelum engkau dilahirkan (bnd. Yes. 44:2). Saudara, kelahiran kita di dunia ini bukanlah terjadi secara kebetulan atau sebuah kekeliruan. Bisa jadi kita tidak tahu bahkan tidak merancangkan kelahiran kita di dalam dunia ini, tapi Tuhanlah yang merancangkannya. Dia begitu rinci merancangnya, mulai dari bentuk tubuh, jenis kelamin, suku, orangtua yang melahirkan dan sebagainya. Pasti Tuhan tidak berhenti di situ saja, termasuk pemeliharaan Tuhan dalam hal kebutuhan dalam hidup, seperti makanan, minuman, keamanan dan tempat tinggal.

Begitu juga pemilihan Abraham menjadi leluhur bangsa Israel, sejak dipanggil dari Ur-Kasdim hingga menjadi sebuah bangsa besar, Tuhan memiliki tujuan terhadap bangsa Israel dan terus memelihara hidup mereka. Nas hari ini, meyakinkan umat Israel bahwa Tuhan adalah Allah yang setia, Mahabesar dan Pemelihara hidup mereka. Dia membawa mereka keluar dari Mesir memasuki tanah Perjanjian yang penuh dengan makanan, minuman, dan kenyamanan. Pemeliharaan ini meminta respon dari kita untuk hidup dalam ketaatan kepada Tuhan Allah. Kita harus berpegang kepada seluruh perintah Tuhan Allah, mengasihi Tuhan Allah dan beribadah kepada-Nya maka pemeliharaan Tuhan itu akan nyata bagi kita. Di sisi lain, si Iblis akan mencoba mengganggu dan menawarkan berbagai kemudahan lainnya, yang membuat kita tergiur, tapi itu semua membuat kita harus tunduk menyembah kepadanya. Itu akan membawa ke neraka tapi bersama Tuhan Allah Dia akan terus memelihara kita sampai menuju sorga. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-407:4 Tuhan, Kau Gembala Kami
Kehendak-Mu kami cari, ingin turut maksud-Mu. Tuhan, isi hati kami dengan kasih-Mu penuh. Tuhan Yesus, Jurus’lamat, tak terhingga kasih-Mu. Tuhan Yesus, Jurus’lamat, tak terhingga kasih- Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

PAULUS TELADAN ORANG BERTOBAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-458:1- Barita Na Umuli i
Barita na umuli i, na sian Tuhan Jesus. Sai ido margogoihon au, nang arsak pe hubolus. On mangapuli rohangki: Sai Tuhanki na basa i do donganki.

PEMBACAAN FIRMAN
Mzm. 65:10 – 11 (Pagi) Kel. 2:15b–19 (Malam)

RENUNGAN
Kisah Para Rasul 22: 16
Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!

PAULUS TELADAN ORANG BERTOBAT
Perikop ini merupakan kesaksian Paulus tentang panggilan pertobatannya (I Tim. 1:15-16; Kis. 9; 22; 26; Gal. 1, 2; Flp 3:1-14). Ada tiga fase pengalaman pertobatan Paulus yaitu; Allah menerima Paulus tanpa syarat, Allah mempercayai dan mendidik Paulus menjadi hamba-Nya. Paulus mentransformasi emosinya, memperbaharui pikiran jahat, dan panggilan Allah memampukan Paulus mewujudnyatakan kehendak Allah dalam hidupnya. Dalam mengikut Yesus Paulus mempercayai Yesus sebagai Juruselamat, menyangkal diri dan memikul salib. Banyak pengikut Kristus gagal, karena hanya percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat tetapi tidak mau menyangkal diri dan memikul salib, akibatnya gagal menaati Allah. Pertobatan Paulus membuat dirinya berubah 180 derajat nyata dari penyangkalan diri, dan kerelaannya memikul salib terbukti dalam setiap ucapan dan tindakan Paulus (Fil. 3:7).

Allah memanggil kita semua agar bertobat, meninggalkan kehidupan lama masuk kedalam panggilan pelayanan (Kis. 1:18). Sedikitnya ada 3 cara untuk meninggalkan masa lalu kita yaitu; Berdamai dengan masa lalu, menerima setiap pengalaman masa lalu sebagai bagian dari pengalaman hidup, dan mengampuni segala kesalahan orang lain. Jangan biarkan kepahitan, kekecewaan, amarah, dan kesedihan, memenjarakan hidupmu, ucapkan selamat tinggal pada masa lalu baik atau buruk, indah atau kelam, semuanya sudah berlalu, seperti Yusuf tidak terpenjara akan masa lalunya, jangan selalu mengingat masa lalu lihat lah kedepan. Tuhan mau kita bertobat dalam sukacita, bersyukurlah untuk hari ini, fokus menatap ke masa depan kepada Tuhan. Tanpa perjumpaan dan pengalaman pribadi dengan Tuhan, mustahil seseorang jadi murid Allah. Panggilan jadi murid Yesus identik dengan belajar agar semakin hari semakin sama dengan Kristus (Mat. 16:24).

BERDOA

BERNYANYI KJ-289:6 Tuhan, Pencipta Semesta
Tidak terbalas kurnia, ampunan dosa dunia dan pengharapan yang baka yang Kauberi

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

AIR KEHIDUPAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-405:1- Adong Sada Mual
Adong sada mual, tung sae uli ni. Sombu do disi uasmi. Ai manang beha jorbut ni sahitmi, na malum luhutna disi. Oloi ma joujouna i, lului mual na uli i, so pola martuhor mual i. Porsea di ho nama i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 6: 11 (Pagi) Kel. 17: 1 – 7 (Malam)

RENUNGAN
Zakaria 14: 8
Pada waktu itu akan mengalir air kehidupan dari Yerusalem; setengahnya mengalir ke laut timur dan setengahnya lagi mengalir ke laut barat; hal itu akan terus berlangsung dalam musim panas dan dalam musim dingin.

AIR KEHIDUPAN
Nabi Sakaria bernubuat tentang pemulihan bangsa Israel pada waktu mereka masih dalam pembungan Babel. Kota Yerusalem yang hancur akan dipulihkan kembali, musuh-musuhnya akan ditaklukkan. Dari Yerusalem akan mengalir air kehidupan, seperti dalam nas hari ini. Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu mengalir menuju ke timur, sebab Bait Suci juga menghadap ke timur, dan air itu mengalir dari bawah bagian samping Kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah (Yehezkiel 47 : 1). Di mana ada kehadiran Allah maka akan mengalir air kehidupan yang memberi kehidupan bagi setiap makhluk hidup. Bagi mereka yang menerima air itu, akan mengalami kelegaan dan bersukacita (Mzm 46: 5, Yes. 12:3). Hal ini juga yang dikatakan oleh Yesus waktu merayakan puncak hari raya Pondok Daun, Yesus menyerukan: Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum (Yoh. 7:37), yang mau ditekankan oleh Yesus adalah Dialah air kehidupan yang kekal, dan ini juga ajakanya bagi perempuan Samaria, barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal (Yoh. 4:14).

Oleh karena itu, marilah kita minum dari air kehidupan dari Yesus agar kita tidak haus lagi, menyerahkan segala pergumulan, beban, kuk, masalah kepada Yesus, agar diberi kelegaan ( Mat. 11:28). Demikian halnya dengan hidup dan tubuh kita yang adalah bait Allah (I Kor. 6:19). Karena itu, biarlah ada air kehidupan yang mengalir dari hati kita dan memberi kehidupan tidak hanya bagi diri kita tetapi juga bagi semua orang. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-358:1 Semua yang letih lesu
Semua yang letih lesu berdosa, bercela. Terima rahmat Tuhanmu, percaya sabda-Nya. Datanglah saja pada Yesus, kini saatnya. Datang saja pada Yesus, t’rima rahmat-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERBAHAGIALAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena
itu marilah kita beribadah dan memuji
nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-133:8- O Tondi na Manggohi Roha
Sai tatap nasa parguruan, inganan ni TondiM ma baen sude. Lopokkon hata hangoluan tu roha ni parguru i sude. Sai lehon guru angka na burju, parroha pangondian situtu.

PEMBACAAN FIRMAN
Hag. 2: 5 – 9 (Pagi) Yoh. 21: 15 -17 (Malam)

RENUNGAN
Matius 16: 17
Kata Yesus kepadanya: Berbahagialah Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

BERBAHAGIALAH
Kata “berbahagialah” dialamatkan kepada Petrus atas jawabannya bahwa Yesus adalah Mesias. Siapapun akan mendapatkan kebahagiaan jika imannya mengaku bahwa Yesus adalah Mesias. Bukan manusia yang mendorong seseorang untuk pengakuan tersebut tetapi Allah Bapa melalui Roh Kudus. Ucapan bahagia banyak kita temukan pada Khotbah di Bukit yang terdapat di dalam Matius 5. Sebanyak sembilan kata berbahagia dikumandangkan oleh Yesus dan diakhiri dengan besar upahmu di sorga. Berbahagia adalah dambaan setiap orang. Secara khusus bagi orang Batak ketika dikatakan berbahagia sering dikaitkan dengan filosofi hasangapon, hamoraan, dan hagabeon.

Dari segi hagabeon (memiliki anak dan boru) yang sukses, pastilah orang tua tersebut dikatakan berbahagia. Orang tua Batak selalu menginginkan anak-anaknya jauh lebih baik dari padanya. Bagaimanakah cara orang tua mewujudkannya? Alkitab mengajar orang tua melalui Ulangan 6:7 yang mengatakan “Haruslah engkau mengajarkannya (memperkenalkan Yesus) berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Niscaya kebahagiaan itu dapat kita genggam sampai anak cucu kita. Berbahagilah kita melihat anak anak kita mengajarkan Ulangan 6 :7 kepada anak-anaknya di dalam hidupnya. Mulialah Tuhan dalam kehidupan kita. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-392: 1 ‘Ku Berbahagia
‘Ku berbahagia, yakin teguh: Yesus abadi kepunyanku! Aku warisnya ‘ku ditebus ciptaan baru Rohol Kudus. Aku bernyanyi bahagia, memuji Yesus selamanya. Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MELAWAN HAWA NAFSU, MENJAGA KEKUDUSAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-467:4 Asi ni rohaM Hupuji
Sai papulik rohanami gabe pangoloi di Ho/ Asa marsahala hami lao manghatindangkon Ho/ IngananMu rohanami, TondiMi manggohi i. Pangke dohot ngolunami gabe ulaulaMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Yes. 19: 21 (Pagi)
2 Kor. 9: 10-15 (Malam)

RENUNGAN
2 Petrus 2:10
Terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan.

MELAWAN HAWA NAFSU, MENJAGA KEKUDUSAN
Setiap manusia diberikan TUHAN perasaan, keinginan (kehendak bebas) dan akal budi, itu menjadikan manusia sebagai ciptaan yang lebih sempurna dibanding ciptaan yang lainnya. Hari ini dijelaskan tentang kehidupan manusia yang dipenuhi dengan keinginan, namun bukan keinginan yang baik; yaitu keinginan daging atau hawa nafsu. Keinginan ini berhubungan dengan apa yang terjadi di kota Sodom dan Gomora (ay.6). Manusia yang tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya nampak dalam percabulan, tindakan anarkis, dan tidak memandang TUHAN lagi. Hawa nafsu tersebut membawa penghukuman TUHAN, karena itu adalah perbuatan keji di mata TUHAN. Namun, sebelum hukuman itu berlangsung TUHAN tetap menunjukkan kasih sayangnya agar mereka bertobat (Kej.18:22-33).

Saudara, keinginan adalah pemberian TUHAN; dengan demikian keinginan itu haruslah digunakan untuk memuliakan TUHAN, keinginan dalam hidup haruslah tetap selaras dengan perintah TUHAN. Diberikan kebebasan, bukan berarti kita bebas tanpa aturan, namun hidup dalam kehendak TUHAN. Kita tidak menafikan bahwa TUHAN memberikan kehendak bebas kepada kita, namun kita harus menjaganya sesuai dengan kehendak TUHAN agar kekudusan tetap terjaga. Apabila ada keinginan saat ini yang tidak sesuai dengan perintah TUHAN, selayaknya segera disadari dan bertobat karena TUHAN masih memberikan pengampunan, namun jika tidak maka yang adalah adalah penghukuman. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-436:2 Lawanlah Godaan
Tinggalkan yang jahat, dosa dicegah; tindakanmu tulus tiada bercela: jungjung kebenaran, hidup dalam t’rang, harap akan Yesus: pasti kau menang. Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan; Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KETAKUTAN? NO WAY!


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-640: 1. Haholongan Sian Ginjang
Haholongan sian ginjang las ni roha na hot i. Tumpal ni asi ni roha sai bongoti rohangki, Jesus na gok asi roha dohot haholongon i. Baen malua baen martua hami natahutan i.

PEMBACAAN FIRMAN
2 Pet. 3: 17-18 (pagi) Yes. 6: 3-7 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 31 Mei 2018
2 Timotius 1: 7
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

KETAKUTAN? NO WAY!
Ketakutan adalah senjata yang sering dipakai Iblis untuk melumpuhkan iman kita. Bukankah si Iblis itu seperti singa yang mengaum-ngaum sambil berjalan keliling untuk mencari orang yang dapat ditelannya? (1 Pet. 5:8). Begitu mendengar auman singa, banyak yang ketakutan lalu menjadi lemah. Itulah yang terjadi pada Saul dan para tentaranya saat menghadapi Goliat. Mereka melihat Goliat yang tinggi besar, dan begitu mendengar suara tantangannya, hati mereka langsung menjadi kecut dan gemetar ketakutan.

Jika kita dikuasai oleh ketakutan maka iman kita tak lagi berfungsi. Dan saat itu Iblis sudah menang atas kita. Kita akan menjadi bahan bulan-bulanan olehnya. Daud tidak mau dikuasai oleh ketakutan. Dia katakan ”Tidak” pada ketakutan. Ketika Daud menghadapi Goliat dia berserah kepada Tuhan. Dia sadar bahwa Tuhan ada di pihaknya. Dia memberikan kemenangan kepada orang yang ada di pihak-Nya. Daud menang bukan oleh pedang, tombak dan lembing, tetapi dia menang karena dia mendapat perkenan dari Tuhan.

Tuhan memberi kepada kita bukan roh ketakutan, tapi roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban (2 Tim. 1:7). Ketakutan bukan berasal dari Tuhan. Untuk itu pastikan bahwa kita memiliki kekuatan dari Tuhan. Kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan dan pergumulan dalam hidup kita. Agar kita tidak menjadi orang Kristen yang gampang menyerah. Agar kita menjadi orang Kristen yang ulet, bermental pejuang, berjiwa penakluk, dan berpikir sebagai pemenang. Untuk itu Jalani hidup ini bersama Tuhan dan rasakanlah kekuatan daripada-Nya yang senantiasa mengalir dalam diri kita, maka kita akan selalu bersukacita dalam menjalani hidup ini. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-453:3. Yesus Kawan Yang Sejati
Adakah hatimu sarat, jiwa-ragamu lelah? Yesuslah Penolong kita; naikkan doa pada-Nya! Biar kawan lain menghilang, Yesus Kawan yang baka. Ia mau menghibur kita atas doa pada-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

UCAPAN SYUKUR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 755: 1. Haposan Ho Tuhan
Haposan Ho Tuhan hot do holongMu. Di las ni roha tingki arsak pe. Asi ni rohaMi nang pambaenanMu. Ho Sipalua pangondingan pe. Haposan Ho Tuhan, haposan Ho Tuhan, Ndang na mansohot asi ni rohaM. Nasa na ringkot di au di parade. Tung ala ni asiM do i sude.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Yohanes 1: 1-4 (pagi) Mazmur 72: 18-19 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 30 Mei 2018
1 Korintus 1: 9
Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

UCAPAN SYUKUR
Ayat ini adalah bagian dari isi surat Paulus yang pertama kepada jemaat di Korintus. Paulus menuliskan suratnya yang pertama ini, setelah ia mendengar bahwa jemaat di Korintus sudah kembali kepada kebiasaan mereka menyembah berhala, percabulan, keangkuhan dan terjadinya perpecahan jemaat. Pada ayat 1 – 4, Paulus menggambarkan ucapan syukurnya kepada Allah atas keberadaan jemaat Korintus yang kaya dalam segala hal, dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan. Untuk itu Paulus ingin meneguhkan kembali jemaat Korintus agar menyadari hal ini dan dapat menggunakan karunia ini untuk kemuliaan Allah semata, bukan sebaliknya membuat jemaat menjadi sombong dan angkuh.

Gambaran jemaat di Korintus ini juga bisa menjadi refleksi tentang keberadaan umat Kristen sekarang ini, bagaimana kita menunjukkan ucapan syukur kita atas berkat kasih karunia yang Tuhan sudah dianugrahkan kepada kita? Sejauh mana kita menjaga kekudusan kehidupan rohani kita? Sejauh mana persekutuan kita mempersatukan kita dengan Bapa dan Anak, Yesus Kristus? Kiranya pergumulan hidup dan godaan kesenangan dunia ini tidak membuat kita menjadi sama dengan dunia ini, sebaliknya marilah kita senantiasa menjaga kekudusan hidup sebagai bentuk ucapan syukur dan pernyataan kesetiaan kita kepada Tuhan (Baca 1 Pet. 1:13-25). Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-413: 3. Tuhan, Pimpin Anakmu
Sampai akhir hidupku, Tuhan, pimpin ‘ku terus. K’lak kupuji, kusembah Kau Tuhanku Penebus. Tuhan pimpin! Arus hidup menderas; Agar jangan ‘ku sesat, pegang tanganku erat.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin