Arsip Kategori: Ibadah Harian

JADILAH GARAM BAGI SELURUH DUNIA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 792:1 Pasupasu hami o Tuhan
Pasu-pasu hami o Tuhan, sai usehon dameMi. Sai ampehon tanganMi Tuhan, lehon tu au gogoMi. Di Portibion, baen ma au Tuhan, habaoran las ni roha. Tu na marsak i, tu na dangol i, gabe pangapuli i

PEMBACAAN FIRMAN
Kis.18:9-17 (Pagi)
Kej. 26:1-5 (Malam)

RENUNGAN
Markus 9:50
Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”

JADILAH GARAM BAGI SELURUH DUNIA
Kita orang yang percaya kepada Yesus Kristus dituntut agar merespon keselamatan yang diberikan dengan menjadi garam bagi dunia. Fungsi garam adalah memberi rasa sehingga makanan itu menjadi enak. Sifatnya larut dan tidak tampak dilihat mata dalam makanan. Orang percaya harus memberi rasa di tempat dia berada bahkan di seluruh dunia ini. Rasa yang diberikan bukanlah rasa dunia melainkan rasa surga. Dan dia tidak menjadi besar melainkan Tuhanlah yang dimuliakan. Justru garam yang bisa dilihat mata tidak akan disukai bahkan dibuang. Demikian juga orang yang ingin menonjolkan diri melalui perbuatannya maka dia tidak akan disukai.

Firman Tuhan hari ini mengajak agar hidup kita bisa terus menggarami. Firman Tuhan pada Matius 5:13 disebutkan: “Kamu adalah garam dunia”. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Orang yang tidak lagi melakukan fungsinya sebagai garam atau rasanya sudah menjadi tawar maka bagian kita adalah kita akan dibuang dan diinjak-injak. Oleh karena itu, jagalah hatimu, dirimu, dan imanmu agar kita bisa tetap menjadi garam yang menggarami dunia ini. Salah satu sikap yang membuat dia tidak lagi bisa menggarami adalah ketika dia memberontak terhadap Tuhan Allah beralih dari iman percayanya karena dengan imanlah sebenarnya kita menggarami dunia ini. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 40:2 Ajaib Benar Anugerah
Ketika insafku cemas, Sekarang ku lega.
Syukur bebanku t’lah lepas, berkat Anugerah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

SIAPA YANG KITA IKUTI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE No:695:1 Jesus Tuhanku di Ho ma au on
Jesus Tuhanku di Ho ma au on, asa mangihut tu Ho au tongtong. Gohi rohangku ingani au on. Sonang di Ho tongtong, O Tuhan togu ma au. O Tuhan togutogu ma au, gohi rohangku ingani au on, Sonang di Ho tongtong.

PEMBACAAN FIRMAN
1Kor. 1:10-17 (Pagi)
Kej. 31:36-45 (Malam)

RENUNGAN
Amsal 20:24
Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?

SIAPA YANG KITA IKUTI
Keputusan mengikut Yesus harganya mahal. Mengapa? Karena mengikut Yesus berarti harus menyangkal diri, memikul salib, dan melepaskan apa yang ada pada dirinya setiap saat. Oleh karena itu, banyak orang Kristen percaya kepada Yesus tapi sulit untuk mengikuti Yesus. Mengapa? Karena mereka tidak siap untuk hidup menderita. Orang yang seperti ini mudah untuk menyangkal Yesus di kemudian hari. Menurut Billy Graham hanya 15% menurut Enderson hanya 5% yang ikut jalan Tuhan karena manusia sering menolak dituntun Tuhan, karena Tuhan membawa kita pada jalan yang sempit, sesak, berliku, seperti bangsa Israel masuk tanah Kanaan 40 tahun dan hanya Yosua dan Kalef yang tiba.

Saudara, apa sebenarnya membuat kita staknasi, jawabannya karena kita tidak mengikuti tuntunan Tuhan, Roh Kudus selalu ingin menuntun kita tapi Roh Kudus tidak mau memaksa kita. Roh Kudus ingin menuntun kita, jika kita dituntun Tuhan maka kita pasti mengalami kemajuan, tapi ketika kita berkata tidak enak dituntun Tuhan maka kita tidak akan mengalami kemajuan. Percaya Yesus itu masih sebatas star, namun mengikuti tuntunan Tuhan baru kita berjalan tapi tidak enak. Pertanyaannya mengapa Tuhan itu memimpin kita lewat jalan berliku, sempit, sesak? Jawabannya adalah agar penyakit “ke-aku-an kita” yaitu: merasa suci, merasa benar, merasa kuat dikikis dan dibuang. Pada Galatia 5:18 disebutkan “Karena itu berilah dirimu dituntun Roh Kudus agar kamu tidak hidup di bawah hukum taurat tapi kasih Allah…” Oleh karena itu, bangunlah sikap penyangkalan diri, pikul salib dan lepaskan apa yang ada padamu. Selamat mengikut Yesus .Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No: 375:1 Saya mau ikut Yesus
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus
sampai s’lama-lamanya. Meskipun saya susah
menderita dalam dunia, saya mau ikut Yesus
sampai s’lama-lamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

HIDUP RUKUN DALAM TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-309:1 Raphon Tuhan Jesus i
Raphon Tuhan Jesus i, pungka ulaonmu. Ingkon tu Ibana i parguruhononmu. Baen Ibana donganmi, hehe dohot modom. Dege ma bogasna i, rohami pahohom.

PEMBACAAN FIRMAN
Ibr. 12:14-15 (Pagi)
Kej. 13:1-12 (Malam)

RENUNGAN
Roma 15:5
Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus.

HIDUP RUKUN DALAM TUHAN
Salah satu jalan hidup dalam rukun dan damai adalah ketika kedua pihak menahan kekuatan mereka untuk tidak melakukan kekerasan. Justru ketika masing-masing dengan kekuatan yang ada pada mereka berlomba-lomba melakukan kebaikan-kebaikan. Ungkapan ini senada dengan yang disampaikan oleh Paulus kepada jemaat yang tengah berada di Roma. Di situ ada jemaat yang kuat dan jemaat yang lemah yang tidak saling peduli antara yang satu dengan yang lain. Mereka hanya melakukan apa yang mereka pandang baik menurut mereka dan hanya untuk kepentingan mereka sendiri. Jemaat yang kuat dapat digolongkan kepada orang Yahudi yang satu sisi masih kuat menjalankan hukum ke-yahudian mereka meski sudah percaya kepada Yesus Kristus. Sedangkan jemaat yang lemah adalah mereka non Yahudi yang juga menerima Yesus Kristus atau masih lemah di dalam pengenalan kehidupan keberagamaan.

Paulus mengatakan: “Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus.” Kita semua beroleh anugerah dari satu sumber yaitu dari Yesus Kristus. Dialah satu-satunya sumber ketekunan dan penghiburan, yaitu keselamatan dan kekuatan. Itu berarti kita sama di hadapan Tuhan Allah. Anugerah itu pun diberikan dengan tidak membeda-bedakan antara yang satu dengan yang lain. Justru dengan anugerah yang kita terima dari Tuhan kita saling menerima, saling mengasihi, bersama-sama memuji memuliakan Tuhan dan memampukan kita hidup dalam damai dan rukun. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-454:1 Indahnya Saat Yang Teduh
Indahnya saat yang teduh menghadap takhta Bapaku: kunaikkan doa pada-Nya, sehingga hatiku lega. Di waktu bimbang dan gentar, jiwaku aman dan segar; kubebas dari seteru di dalam saat yang teduh.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MENGASIHI SAUDARA BERARTI MENGASIHI ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-640-1 Haholongon Sian Ginjang
Haholongon sian ginjang las ni roha na hot i./ Tumpal ni asi ni roha sai bongoti rohangki./ Jesus na gok asi ni roha dohot haholongon i, baen malua, baen martua hami na tahutan i.

PEMBACAAN FIRMAN
Gal. 6: 1 – 6 (Pagi)
1 Sam. 18:1–3 (Malam)

RENUNGAN
1 Yohanes 4: 21
“Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya. “

MENGASIHI SAUDARA BERARTI MENGASIHI ALLAH
“Salib” sebagai simbol dari pengorbanan yang dilakukan oleh Yesus memiliki dua aspek yang saling berhubungan. Aspek yang pertama adalah garis vertikal, yaitu sebagai simbol pendamaian manusia dengan Allah; dan aspek yang kedua adalah garis horizontal, yaitu sebagai simbol perdamaian manusia dengan manusia. Kedua aspek ini adalah pembuktian kasih Yesus Kristus kepada dunia ini, di mana kasih kepada Allah harus dinyatakan dengan kasih kepada sesama manusia. Adalah sebuah kebohongan apabila seseorang menyatakan dirinya mengasihi Allah, padahal tidak mengasihi sesama manusia. Mengasihi sesama manusia adalah respon karena telah menerima kasih Allah, dari pengorbanan Yesus Kristus; hanya seorang yang telah menyadari bahwa dirinya telah menerima kasih Allah yang akan dengan tulus mengasihi sesamanya.

Seorang Teolog bernama Karl Barth berkata bahwa “Mengasihi sesama manusia adalah bukti bahwa kita mengasihi Allah, sehingga tidak ada kasih kepada Allah tanpa kasih kepada manusia.” Lalu bagaimana kita mengasihi sesama manusia? Untuk mengasihi sesama manusia tentu harus belajar banyak dari apa yang dilakukan oleh Yesus, karena kasih yang diberikannya adalah kasih yang tulus. Mengasihi berarti tidak membalas hal yang tidak baik, tidak mengecewakan orang lain, membawa damai, memberikan pengaruh yang positif, dan hal baik lainnya. Karena itu juga yang diajarkan oleh Yesus. Selamat berbuat kasih kepada sesama manusia. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-427-1 ‘Ku Suka Menuturkan
‘Ku suka menuturkan cerita mulia, cerita Tuhan Yesus dan cinta kasih-Nya./ ‘Ku suka menuturkan cerita yang benar, penawar hati rindu, pelipur terbesar./ ‘Ku suka menuturkan, ‘ku suka memashyurkan cerita Tuhan Yesus dan cinta kasih-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

HIDUP DALAM KASIH PERSAUDARAAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-227:1 Jesus Ngolu ni
Jesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanki/ Gok di Ho na ma diringku, ro di nasa langkangki.

PEMBACAAN FIRMAN
Kisah 10:34-43 (Pagi)
Im. 19:16-18 (Malam)

RENUNGAN
1 Petrus 1:2
“Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.”

HIDUP DALAM KASIH PERSAUDARAAN
Ayat ini ditulis oleh Rasul Petrus ketika memberi semangat dan tuntunan hidup kepada jemaat Kristus di perantauan ketika menghadapi penganiayaan untuk selalu hidup saling mengasihi dengan tulus ikhlas. Dapatkah kita membayangkan ketika kita dianiaya oleh orang tetapi di saat yang sama kita harus mengasihi orang yang menganiaya kita tersebut? Sulit sekali membayangkannya.

Petrus menjelaskan bahwa kita dapat melaksanakannya dengan syarat kita harus hidup suci melalui ketaatan kepada kebenaran. Hidup suci harus menjadi gaya hidup kita bukan pilihan akan tetapi menjadi satu keharusan, kesucian akan didapat apabila kita sunguh-sungguh hidup dalam ketaan kepada Firman Tuhan karena Firman Tuhan adalah kebenaran yang sejati. Dengan hidup suci, maka kita akan dapat hidup saling mengasihi dengan segenap hati, bukan mengasihi dengan tendensi atau tujuan tertentu. Kita akan mengasihi orang di sekeliling kita dengan sepenuh hati, kita akan hidup rukun dengan tetangga kita dekan damai, kita hidup dengan keluarga penuh kedamaian seperti yang tertulis dalam Roma 12:9-10 “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat”. Sudah seharusnya kita sebagai anak-anak Tuhan, bisa mengasihi Allah melalui kebenarannya dan hidup kita selalu membaca kebenaran itu dan mengasihi sesama berdasarkan muatan kasih yang tulus yang tidak munafik. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-37a: 3 Batu Karang yang Teguh
Tiada lain kupegang, hanya salib dan Iman; dalam kehampaanku kudambakan rahmat-Mu. Tanpa Dikau, Tuhanku, takkan hidup jiwaku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

PETUNJUK MENEGUR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-227:1 Jesus Ngolu ni Tondingku
Jesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanki. Gok di Honama diringku, ro di na sa langkangki.

PEMBACAAN FIRMAN
Roma 13:8-14 (Pagi)
Amsal 3: 27-35 (Malam)

RENUNGAN
1 Timoteus 5: 1 – 2
“Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudara, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian”

PETUNJUK MENEGUR
Melalui ayat ini Rasul Paulus memberi pedoman kepada Timotius, dan juga kepada hamba-hamba Tuhan lain, tentang menegur. Para pelayan Tuhan adalah orang-orang yang bertugas memberi teguran, sebagai bagian dari pekerjaan mereka. Mereka harus memberitakan firman, dan menegur serta menasihati (2 Tim. 4:2). Memberi teguran harus mempertimbangkan usia, sifat, dan budaya dari orang-orang yang ditegur. Nah, pedomannya adalah :

    1. Bersikap lemah lembut, ketika menegur orang yang sudah tua, lebih tua dalam hal usia, atau kedudukan. Martabat mereka harus dihormati, dan karena itu mereka tidak boleh ditegur dengan keras atau seperti dihakimi.
    2. Orang yang lebih muda harus ditegur sebagai saudara, dengan kasih dan kelembutan, bukan ingin mencari-cari kesalahan atau menyulut pertengkaran
    3. Perempuan yang lebih tua harus ditegur, kalau memang perlu ditegur, sebagai ibu. Mohonkanlah dengan sangat kepada ibumu, mohonkanlah (Hos. 2:2).
    4. Perempuan yang lebih muda harus ditegur, tetapi ditegur sebagai adik, dengan penuh kemurnian.

Kalau Timotius saja, orang yang sudah “mati” pada dunia dan hawa nafsu kedagingan, masih perlu diberi peringatan seperti itu, apalagi kita! Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-424: 2 Yesus Menginginkan Daku
Yesus menginginkan daku menolong orang lain. Manis dan sopan selalu ketika ku bermain. Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus. Bersinar, bersinar aku bersinar terus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KEMERDEKAAN HARUS DIPERJUANGKAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-121:1 Jesus Raja ni Huria
Jesus Raja ni huria na porsea na badia, pasupasu ma au on. Sai sungguli ma rohangku mangihuthon Ho, Rajangku; pargogoi ma au tongtong, pargogoi ma au tongtong.

PEMBACAAN FIRMAN
Titus 3:1-7 (Pagi)
Yer. 34:8-17 (Malam)

RENUNGAN
2 Korintus 3: 17
“Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.”

KEMERDEKAAN HARUS DIPERJUANGKAN
Kemerdekaan merupakan suatu bentuk kebebasan. Orang Kristen adalah orang-orang yang bebas. Tuhan Yesus mati di kayu salib menebus lunas dosa kita dari hukuman maut. Meski nyatanya manusia masih membuat belenggu-belenggu ketidakbebasan atas manusia lainnya atau atas makhluk hidup lainnya. Dengan demikian kemerdekaan atau kebebasan bagi umat manusia harus terus diperjuangkan. Dulu manusia memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan atas manusia lainnya atau bangsa lainnya, kini manusia berjuang untuk bebas dari kemiskinan, bebas dari ketakutan, ketidakadilan dan diskriminasi. Bebas merdeka dari tirani minoritas dan dari dominasi mayoritas. Kebebasan bagi orang Kristen bukanlah kebebasan yang tanpa batas atau kebablasan. Dalam hidup bermasyarakat tentu ada aturan dan ada kewajiban-kewajiban yang harus kita penuhi. Taatilah aturan dan kewajiban yang sudah disepakati dan memang perlu ditaati khususnya untuk kehidupan bersama di ruang publik, serta hukumlah para pelanggar aturan. Demikian pula di gereja, kita diwajibkan untuk mentaati aturan peraturan gereja.

Saudara, kemerdekaan atau kebebasan bagi orang Kristen adalah kebebasan yang didasari oleh Roh Kudus. Salah satu contoh kebebasan bagi orang Kristen adalah kebebasan untuk berfikir dan berbuat bagi kebaikan diri sendiri, keluarga, orang lain dan bagi semua makhluk. Kebebasan berfikir dan berbuat membuat orang Kristen menjelajah dunia dan alam semesta. Manusia menguasai teknologi untuk membuat pesawat, roket, obat-obatan, dan lain sebagainya untuk kebaikan umat manusia dan semua makhluk ciptaan Tuhan. Hal-hal duniawi yang tidak masuk akal atau dahulu dilarang janganlah dijadikan hambatan bagi orang Kristen untuk bebas berfikir dan berbuat (lih. Mat. 12:10-13).

BERDOA

BERNYANYI KJ-401: 1 Makin Dekat, Tuhan
Makin dekat Tuhan, kepada-Mu; walau pun saliblah mengangkatku, inilah laguku: Dekat kepada-Mu; makin dekat, Tuhan, kepada-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin