HIDUP DALAM KASIH PERSAUDARAAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-227:1 Jesus Ngolu ni
Jesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanki/ Gok di Ho na ma diringku, ro di nasa langkangki.

PEMBACAAN FIRMAN
Kisah 10:34-43 (Pagi)
Im. 19:16-18 (Malam)

RENUNGAN
1 Petrus 1:2
“Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.”

HIDUP DALAM KASIH PERSAUDARAAN
Ayat ini ditulis oleh Rasul Petrus ketika memberi semangat dan tuntunan hidup kepada jemaat Kristus di perantauan ketika menghadapi penganiayaan untuk selalu hidup saling mengasihi dengan tulus ikhlas. Dapatkah kita membayangkan ketika kita dianiaya oleh orang tetapi di saat yang sama kita harus mengasihi orang yang menganiaya kita tersebut? Sulit sekali membayangkannya.

Petrus menjelaskan bahwa kita dapat melaksanakannya dengan syarat kita harus hidup suci melalui ketaatan kepada kebenaran. Hidup suci harus menjadi gaya hidup kita bukan pilihan akan tetapi menjadi satu keharusan, kesucian akan didapat apabila kita sunguh-sungguh hidup dalam ketaan kepada Firman Tuhan karena Firman Tuhan adalah kebenaran yang sejati. Dengan hidup suci, maka kita akan dapat hidup saling mengasihi dengan segenap hati, bukan mengasihi dengan tendensi atau tujuan tertentu. Kita akan mengasihi orang di sekeliling kita dengan sepenuh hati, kita akan hidup rukun dengan tetangga kita dekan damai, kita hidup dengan keluarga penuh kedamaian seperti yang tertulis dalam Roma 12:9-10 “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat”. Sudah seharusnya kita sebagai anak-anak Tuhan, bisa mengasihi Allah melalui kebenarannya dan hidup kita selalu membaca kebenaran itu dan mengasihi sesama berdasarkan muatan kasih yang tulus yang tidak munafik. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-37a: 3 Batu Karang yang Teguh
Tiada lain kupegang, hanya salib dan Iman; dalam kehampaanku kudambakan rahmat-Mu. Tanpa Dikau, Tuhanku, takkan hidup jiwaku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s