Arsip Kategori: Ibadah Harian

HIDUP KUDUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-566:1 Na Badia
Na badia do Ho, dipuji rohangkon do; diboto rohangkon do mandok: “Badia do Ho.”

PEMBACAAN FIRMAN
Ibr. 10:22-25 (Pagi)
1 Taw. 28:6-10 (Malam)

RENUNGAN
Titus 2:12
Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini

HIDUP KUDUS
Kita semua yang membaca firman pada saat ini pasti pernah mengalami suasana sekolah, kita dapat melihat bagaimana bagaimana guru kita di depan kelas mencoba mendidik kita mengajari kita tentang hal-hal yang belum kita ketahui dan mengajari kita hal-hal yang baik yang harus kita ikuti dan hal-hal yang salah yang harus kita hindari. Firman Tuhan pada hari ini menjelaskan kepada kita bagaimana Ia sebagai Guru kita mendidik dan membimbing kita umat-Nya untuk meninggalkan, menolak, menyangkal “kefasikan” (kefasikan: sikap yang bertentangan dengan hukum Tuhan) dan juga keinginan keinginan duniawi atau nafsu duniawi. Juga, kita umat Tuhan diajak untuk melakukan kebenaran yaitu kita hidup “Bijaksana” artinya hidup dengan pikiran yang sehat, sabar, menunjukkan penguasaan diri, dan tenang. Juga, kita harus “Adil” yang berarti kita harus jujur, bertindak dengan tepat dan tulus. Dan kita juga harus “Beribadah” yang artinya hidup kita harus saleh, penuh iman. Dan semuanya ini disebut dengan “hidup kudus”.

Hidup di dalam kekudusan adalah merupakan tujuan hidup orang percaya dan juga kerinduan hidup bagi semua orang yang tekun beribadah. Hidup kudus merupakan ciri khas orang percaya. Untuk itu kita harus hidup dengan melakukan atau mempraktikkan apa yang telah diperintahkan oleh Firman Tuhan (Yak. 2:26) bukan hanya perkataan atau teori saja akan tetapi tindakan konkrit atau nyata. Untuk itulah marilah mengikuti apa yang telah diperintahkan oleh Firman Tuhan dan menjauhi apa yang telah dilarang dalam firman Tuhan, Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-370:1 ‘Ku Mau Berjalan Dengan Jurus’lamatku
‘Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku di lembah berbunga dan berair sejuk. Ya, kemana juga aku mau mengikut-Nya sampai aku tiba di neg’ri baka. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ‘ku tetap mendengar dan mengikut-Nya. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ya, kemana juga ‘ku mengikut-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MENERAPKAN PRINSIP-PRINSIP PENAFSIRAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE – 30:1 Jesus Lehon Hatorangan
Jesus lehon hatorangan, hapistaran mangantusi hataMi. Lehon mata na marnida dohot roha na umboto dalanMi. Asa tongtong maradophon bohiMi mardalan hami. Asa digomgomi TondiMi ma hami.

PEMBACAAN FIRMAN
Fil. 1:27-30 (Pagi)
Kel. 24:1-8 (Malam)

RENUNGAN
2 Petrus 1:20
Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri.

MENERAPKAN PRINSIP-PRINSIP PENAFSIRAN
Dinyatakan bahwa nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri. Nubuat adalah wahyu Allah yang disampaikan melalui nabi, bukan bersumber dari manusia atau didasarkan atas kehendak manusia. Oleh karena itu, saat kita membaca firman undanglah Roh Kudus untuk bisa mengerti isi Alkitab. Tetapi sayang sering Alkitab dipahami menurut si pembaca bukan menurut si penulis Alkitab itu. Itulah sebabnya lahirnya pengajaran sesat yang berkedok nas Alkitab.

Jadi bagaimana cara memahami Alkitab secara benar? Ada 2 cara untuk memahami Alkitab yaitu, pertama “Jangan mengandalkan akal manusia”. Dalam 2 Petrus 1:20 dikatakan “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri.” Sekalipun yang menulis Alkitab itu adalah manusia, tetapi dia diilhami Roh Kudus. Memang manusia dikaruniai Tuhan akal untuk dapat memikirkan hal-hal yang dapat dipikirkan tetapi akal manusia terbatas untuk memahami rahasia firman Allah. Sebab kita tidak akan pernah bisa menemukan maksud yang sesungguhnya dari firman Allah yang kita pelajari kalau kita mendasarinya dengan kemampuan berpikir kita. Yang kedua “Andalkan Roh Kudus” dalam 2 Petrus 1:21 dikatakan “Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” Karena penulis Alkitab diilhami Roh Allah, maka kita harus memakai pendekatan Roh Kudus dalam mempelajari firman Allah. Memahami Alkitab yang benar adalah dengan melihatnya dari Roh Kudus. Hanya Roh Kudus yang dapat menjelaskan firman-Nya itulah sebabnya perlu memberikan keleluasaan pada Roh Kudus untuk mengartikan firman-Nya. Roh itu akan memampukan kita untuk menerima, mempercayai dan mengihidupi firman Allah melalui dan di dalam iman percaya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-49:1 Firman Allah Jayalah
Firman Allah jayalah sampai ujung dunia: kita pun dipanggilnya untuk hidup yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

HIDUP WAJAR DAN ALAMIAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-194:2 Aut So Asi Roham
Mauliate ma di Ho, o Debata ala basaM. Sibahen dalan i marhite AnakMi tu banuaM.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 5:37-47 (Pagi)
2 Raj. 22:8-20 (Malam)

RENUNGAN
1 Timotius 6:8
Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

HIDUP WAJAR DAN ALAMIAH
Orang-orang dunia merasakan kehidupan ini adalah suatu perjalanan waktu yang kelak suatu saat akan berhenti atau menghadapi kematian. Orang-orang dunia yang merasa sehat, kuat dan pintar berupaya untuk mencari harta yang banyak, kekuasaan yang tinggi dan popularitas yang luas. Sebaliknya orang-orang dunia yang kurang beruntung, sakit-sakitan, tertindas dan terpenjara merasa frustasi, menyia-nyiakan kehidupannya dan tidak berpengharapan.

Kebangkitan Yesus merupakan suatu momentum bagi manusia untuk terbebas dari dosa dan suatu jaminan untuk hidup kekal dan berbahagia. Artinya, kehidupan kita bukan hanya di dunia ini saja tetapi melalui penebusan dosa dalam darah Kristus, kita manusia yang percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup yang kekal. Seperti tertulis pada Yohanes 14:6, “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Kita yang mempercayai Yesus, sedang berjalan di dunia ini, di atas jalan menuju kehidupan yang kekal. Jalan itu sedang kita lalui pada saat ini, dan jalan yang sama juga akan kita lalui kelak ketika kita telah meninggalkan dunia ini.

Kita hidup di dunia ini bukan sedang menunggu saat-saat kematian. Atau kita hidup di dunia ini bukan sedang mencari kesenangan, mengejar harta dan menumpuk kekayaan. Tentu kita juga perlu hidup sesuai dengan lingkungan dan alam di dunia ini, di mana kita perlu makan, pakaian, rumah dan kebutuhan lainnya agar kita dapat bertahan hidup dan tidak sakit atau menderita. Inilah refleksi dari Nas renungan kita, yaitu bagaimana seharusnya kita melalui kehidupan di dunia ini. Demikian pula tersebut dalam doa Bapa Kami, berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, bukan yang berlebihan, berkelimpahan atau cukup untuk tujuh turunan. Tampilkanlah kehidupan di dunia secara wajar dan alamiah sesuai kebutuhan kita.

BERDOA

BERNYANYI KJ-450:3 Hidup Kita Yang Benar
Apa arti hidupmu? Bukankah ungkapan syukur, kar’na Kristus, Penebus, berkurban bagimu! Dalam susah pun senang; dalam segala hal aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendak-Nya!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MENGENAL ALKITAB SEJAK DINI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-221:2 Saleleng Jesuski
Parmahan Jesushi, birubiruNa au, ditogutogu tondingki, ndang be marmara au

PEMBACAAN FIRMAN
1 Kor. 15:1-11 (Pagi)
Neh. 8:1-4 (Malam)

RENUNGAN
2 Timotius 3:15
Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

MENGENAL ALKITAB SEJAK DINI
Proses tumbuh kembang anak sangat dipengaharui lingkungan si anak. Kemampuan intelektualitas, emosional dan spiritual adalah tiga hal yang bertumbuh sangat pesat di saat usia dini. Eunike Ibunya Timotius dan neneknya Lois adalah perempuan Yahudi yang saleh dan yang memperkenalkan serta mengajarkan Alkitab (septuaginta) kepadanya sejak kecil. Seperti yang tertulis pada 2 Timotius 1:5 Paulus mengatakan: “Melihat Imannya Timotius yang tulus ikhlas itu adalah pertama-tama hidup di dalam neneknya Lois dan di dalam ibunya Eunike.” Pada tahun 1648 Rembrandt, seorang pelukis legendaris mengabadikan kisah Timotius dan neneknya ini dalam sebuah lukisan mahakarya dengan judul “Timothy and his grandmother.” Suatu pesan lukisan yang indah dan kuat perihal perbuatan bijak seorang nenek yang mengasihi cucunya agar dapat bertumbuh dan hidup dalam firman Allah.

Sebagai anak yang terbiasa hidup dalam didikan, Timotius segera mendapat perhatian dari Rasul Paulus. Timotius menjadi pembantu muda yang rajin dan dan sangat diandalkan. Timotius juga dipercaya dan diutus untuk mengatur keadaan jemaat di Korintus yang sedang berselisih dan di Tesalonika memberi nasihat yang menguatkan jemaat yang sedang teraniaya. Di usia yang ke-80 dengan keadaan tubuh lemah Timotius tampil berkhotbah mengingatkan jemaat Efesus untuk tidak melakukan prosesi penyembahan berhala. Namun massa marah dan memukulinya, menyeretnya di jalan-jalan, melemparinya dengan batu sampai mati. Timotius dicatat sebagai salah satu Uskup Kristen abad pertama yg terkenal dan juga dihormati sebagai seorang Rasul, Santo dan Syuhada.

Untuk tiba dan sanggup menjalani hidup Timotius ini tidak lain adalah karena Firman Tuhan yang telah mengubah hidupnya. Maka marilah kita perkenalkan dan didik Alkitab kepada anak-anak kita sejak dini. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-457:4 Ya Tuhan Tiap Jam
Ya Tuhan, tiap jam ajarkan maksud-Mu; b’rilah janji-Mu genap di dalam hidupku. Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan; ‘ku datang, Jurus’lamat, berkatilah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

INGAT FIRMAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-248:1 Saleleng Ho Di Tano On
Saleleng ho di tano on patigor ma roham. Paingotingot ma tongtong nidok ni Debatam.

PEMBACAAN FIRMAN
Rom. 15:1-4 (Pagi)
Yes. 40:6-8 (Malam)

RENUNGAN
Yohanes 2:22
Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

INGAT FIRMAN TUHAN
Lupa adalah salah satu sifat manusia. Lupa dapat dialami siapa saja, tanpa memandang usia. Lupa dapat terjadi untuk hal-hal yang ringan tetapi dapat juga terjadi untuk hal-hal yang sangat penting. Namun, ada juga orang ada yang menggunakan “lupa” untuk menghindar dari tanggung jawab dan lari dari kenyataan. Disadari atau tidak, sifat lupa ini pasti merugikan bagi yang melakukannya.

Pada nas hari ini, kita diingatkan betapa penting mengingat firman Tuhan. Ketika Tuhan melakukan pelayanan di dunia ini, DIA memberikan firman, perintah dan janji kepada murid-murid-Nya untuk meneguhkan dan memperlengkapi mereka di dalam hidup dan pelayanan mereka kelak. Tentu firman, perintah dan janji Tuhan itu berlaku juga bagi kita yang hidup pada masa kini. Di tengah-tengah pergumulan hidup setiap hari, firman TUHAN harus menjadi jawaban. Karena itu, sangat baik dan berguna, jika kita mengingat firman, perintah dan janji Tuhan. Ada beberapa manfaat yang dapat kita peroleh ketika mengingat dan hidup menurut firman Tuhan, yaitu : 1. Menjadi pelita bagi perjalanan hidup kita. Hal ini akan menuntun kita untuk setia mengikuti-Nya. 2. Menjaga supaya hidup kita berpadanan dengan kehendak-Nya. Firman Tuhan akan menolong kita untuk dapat membedakan yang baik dan yang tidak baik, yang berguna dan tidak berguna. 3. Menyadarkan akan kesalahan dan kekurangan kita di hadapan Tuhan sekaligus mendidik dan membawa kita dalam kebenaran. Karena itu, mari terus belajar mengingat firman Tuhan dan melakukannya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-392:1 ‘Ku Berbahagia
‘Ku berbahagia, yakin teguh: Yesus abadi kepunyaanku! Aku waris-Nya, ‘ku ditebus, ciptaan baru Rohul kudus. Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya. Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

JADILAH PERCAYA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-826:3 Gohi Au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite hataMi, gohi au Tuhan marhite hataMi. Asa tang jala matoras au marhite hataMi, gohi au Tuhan marhite hataMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Rom. 1:16-17 (Pagi)
Ul. 30: 11-14 (Malam)

RENUNGAN
Lukas 24:25
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!

JADILAH PERCAYA
Kalau mau jadi juara, sukses dan berprestasi bisa saja dunia ini memberikannya dan itu mudah juga diberikan si Iblis. Tapi untuk ditemukan menjadi orang yang percaya kepada Tuhan hingga akhirnya, itu hanyalah karena karya Roh Kudus yang memelihara iman kita, dunia tidak bisa. Bagian kita adalah bagaimana kita mau bergerak dari tempat kita yang tidak percaya menjadi percaya kepada Tuhan. Pengalaman para murid yang berjalan menuju Emaus dan mereka sedang mempercakapkan tentang kematian Yesus. Mereka tidak sadar bahwa Yesuslah yang ikut nimbrung dalam percakapan mereka. Singkatnya mereka telah mendengar kisah kebangkitan Yesus dari para perempuan dan murid yang lain, namun mereka belum percaya. Maka, muncullah perkataan Yesus: betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu.

Saudara, ada beberapa yang menghalangi para murid tidak percaya, yaitu: kedagingan mereka yang takut kepada para penguasa, mereka butuh bukti yang bisa dilihat oleh mata, dan tidak belajar tentang firman Tuhan yang telah dikatakan para nabi. Semuanya tampak alamiah dan manusiawi. Hanya saja berbahagialah orang yang percaya kepada Tuhan dengan tidak gentar, tanpa harus melihat bukti dan menyukai kebenaran firman Tuhan. Tuhan senang dan bangga ketika kita ditemukan menjadi orang yang percaya. Seharusnya keadaan kita yang kaya, miskin, pintar, terbatas intelektualitasnya, cantik, ganteng, sehat, sakit dan sebagainya tidak menghalangi kita untuk percaya kepada Tuhan. Menjadi orang yang percaya kepada Tuhan justru menembus kebingungan, kekhawatiran, kegelapan, kebuntuan hidup kita karena percaya akan menghantar kita kepada sebuah harapan, kepastian dan kehidupan di dalam Yesus Kristus.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 416:1 Tersembunyi Ujung Jalan
Tersembunyi ujung jalan, hampir atau masih jauh; ‘ku dibimbing tangan Tuhan ke neg’ri yang tak ‘ku tahu. Bapa ajar aku ikut, apa juga maksud-Mu, tak bersangsi atau takut, beriman tetap teguh.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

SESAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-28:1 – Hata Ni Jahowa
Hata ni Jahowa sipadame jolma, hangoluan i. Halalas ni roha siapuli roha ni na marsak i. Gogo ni Debatangki paluahon na porsea, sian nasa jea

PEMBACAAN FIRMAN
Kis. 17:1-11 (Pagi)
Ul. 30: 1-10 (Malam)

RENUNGAN
Matius 22:29
Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!

SESAT
Dahulu waktu masih aktif bekerja pengalaman pertama mendapat kesempat berkunjung ke luar negeri dengan rombongan. Biasanya setelah tugas-tugas selesai diberi kesempatan untuk melihat-lihat kota tempat berkunjung. Rombongan berangkat ke suatu lokasi yang demikian ramai. Oleh karena pendapat dan keinginan sendiri, saya menyimpang dari rombongan, hati dag dig dug dan khawatir berkecamuk menjadi satu. Tersesat, itulah yang saya alami pada saat itu. Setelah sekian lama dalam kekhawatiran, entah bagaimana dari kejauhan pandangan saya akhirnya tertuju kepada salah satu anggota rombongan dan saya berlari menghampirinya. Pandangan tersebut menghilangkan seluruh kekhawatiran saya, aman!.

Beberapa orang Saduki yang memiliki pendapat dan keinginan bahwa tidak ada kebangkitan dari orang mati bertanya kepada Yesus dengan menyampaikan dalil dari kitab Musa tentang siapakah suami dan istri yang sudah mati kelak pada hari kebangkitan? Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat!” Kata sesat ini tidak mereka pahami dan tidak membuat mereka khawatir karena mereka bergeming dari pendapat dan keinginan mereka tentang tidak ada kebangkitan dari kematian. Demikian juga setiap orang siapapun apabila oleh karena pendapat dan keinginan sendiri membuat sesat, suatu tanda kekhawatiran akan mengingatkan bahwa kita tersesat. Pada saat itulah kita mengangkat wajah dan pandangan kita tertuju kepada Yesus. Saat itu pula rasa khawatir akan hilang dan aman dalam rangkulan-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-242:2 Muliakanlah Allah Bapa
Muliakan Raja Kasih yang menjadi Penebus, yang membuat kita waris Kerajaan-Nya terus. Haleluya, puji Dia, Anak domba yang kudus!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin