MENERAPKAN PRINSIP-PRINSIP PENAFSIRAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE – 30:1 Jesus Lehon Hatorangan
Jesus lehon hatorangan, hapistaran mangantusi hataMi. Lehon mata na marnida dohot roha na umboto dalanMi. Asa tongtong maradophon bohiMi mardalan hami. Asa digomgomi TondiMi ma hami.

PEMBACAAN FIRMAN
Fil. 1:27-30 (Pagi)
Kel. 24:1-8 (Malam)

RENUNGAN
2 Petrus 1:20
Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri.

MENERAPKAN PRINSIP-PRINSIP PENAFSIRAN
Dinyatakan bahwa nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri. Nubuat adalah wahyu Allah yang disampaikan melalui nabi, bukan bersumber dari manusia atau didasarkan atas kehendak manusia. Oleh karena itu, saat kita membaca firman undanglah Roh Kudus untuk bisa mengerti isi Alkitab. Tetapi sayang sering Alkitab dipahami menurut si pembaca bukan menurut si penulis Alkitab itu. Itulah sebabnya lahirnya pengajaran sesat yang berkedok nas Alkitab.

Jadi bagaimana cara memahami Alkitab secara benar? Ada 2 cara untuk memahami Alkitab yaitu, pertama “Jangan mengandalkan akal manusia”. Dalam 2 Petrus 1:20 dikatakan “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri.” Sekalipun yang menulis Alkitab itu adalah manusia, tetapi dia diilhami Roh Kudus. Memang manusia dikaruniai Tuhan akal untuk dapat memikirkan hal-hal yang dapat dipikirkan tetapi akal manusia terbatas untuk memahami rahasia firman Allah. Sebab kita tidak akan pernah bisa menemukan maksud yang sesungguhnya dari firman Allah yang kita pelajari kalau kita mendasarinya dengan kemampuan berpikir kita. Yang kedua “Andalkan Roh Kudus” dalam 2 Petrus 1:21 dikatakan “Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” Karena penulis Alkitab diilhami Roh Allah, maka kita harus memakai pendekatan Roh Kudus dalam mempelajari firman Allah. Memahami Alkitab yang benar adalah dengan melihatnya dari Roh Kudus. Hanya Roh Kudus yang dapat menjelaskan firman-Nya itulah sebabnya perlu memberikan keleluasaan pada Roh Kudus untuk mengartikan firman-Nya. Roh itu akan memampukan kita untuk menerima, mempercayai dan mengihidupi firman Allah melalui dan di dalam iman percaya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-49:1 Firman Allah Jayalah
Firman Allah jayalah sampai ujung dunia: kita pun dipanggilnya untuk hidup yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s