Arsip Kategori: Ibadah Harian

DIANGKAT MENJADI ANAK ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE. 492 : 1 Na Mora Tutu
Na mora tutu, sangap Damang i, Ibana nampuna sude arta i. Nang sere, nang perak, nang hepeng sude, Tapuji Ibana, unduk hita be. AnakkonNa do au, AnakkonNa do au, Dibaen Tuhan Jesus, anakkonNa do au.

PEMBACAAN FIRMAN
Why. 13.11-14.5 (Pagi) Hab. 2.1-5 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 14 Desember 2017
Galatia 4:6
Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

DIANGKAT MENJADI ANAK ALLAH
Dosa membuat hubungan manusia dengan Allah terputus, hidup menderita dan mati dan terkutuk (Rm 6:23). Tetapi Tuhan tidak menginginkan manusia mati karena dosanya. Dia mengutus anak-Nya untuk menebus manusia dari dosa. Jadi kita yang sudah ditebus bukan lagi hamba dosa, tetapi sudah diangkat menjadi anak Allah, karena itulah kita memanggil Allah sebagai sebutan: “Ya Abba, Ya Bapa.”

Kata Abba adalah bahasa Aram yaitu kata yang mesra untuk menggambarkan hubungan yang akrab, intim antara seorang anak dengan ayahnya, merasa tidak takut kalau sudah bersama dengan ayahnya, karena ada tanggung-jawab ayahnya untuk mengajar, membimbing, melindungi dari segala mara bahaya, tetapi tidak melupakan perasaan hormat sama ayahnya. Demikian jugalah kita yang sudah diangkat menjadi anak Allah tidak takut lagi menjalani hidup kita, karena ada yang setia menolong dan melindungi kita. Dia tidak melihat status, apakah orang kaya atau miskin, apakah pejabat atau rakyat bisa, siapa saja yang percaya berhak menjadi anak Allah. Kita tidak lagi seorang hamba tapi anak, itupun adalah anugerah Allah dalam Kristus, yang berhak menjadi waris kerajaan Bapa. Seorang hamba bekerja untuk mendapatkan upah dan tidak akan pernah memperoleh status sebagai anak dan ahli waris dari keluarga itu. Inilah yang menjadi sukacita besar bagi kita sebagai anak-anak Allah. Oleh karena itu, marilah kita menyerahkan hidup kita kepada Allah, agar Allah setia menyertai, menolong, dan menguatkan kita untuk melawan segala kuasa-kuasa dunia ini dan menyelesaikan segala pergumulan dan penderitaan yang kita alami. Untuk itu marilah kita dengan setia berdoa dan rajin selalu berseru dan memanggil nama-Nya karena Dia adalah Bapa kita, dan kita adalah anak-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-413:1 Tuhan Pimpin Anakmu
Tuhan pimpin anakmu, agar tidak tersesat. Akan jauhlah seteru, bila Kau tetap dekat. Tuhan, pimpin, arus hidup menderas, agar jangan ku sesat, pegang tanganku erat.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

AKU DAN ALLAHKU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-39:1 Beha ma panjalongku
Beha ma panjalongku di Ho o, Tuhanki?
Beha ma panomungku di Ho, o Rajangki?
Sondangi ma rohangku na holom na bodo, ai naeng patupaonku las ni rohaM di Ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Why 12:7-13:10 (Pagi) Mal. 2:10-3:1(Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 13 Desember 2017
Yehezkiel 20: 12
“Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka.”

AKU DAN ALLAHKU
Allah mengadakan perjanjian dengan umatNya Israel. Isi perjanjiannya “jika umat Israel setia pada Allah, maka umat akan selamat”. Dalam nas renungan ini, Allah memberikan peraturanNya untuk ditaati bersama oleh umat Israel. Satu di antaranya adalah soal pengudusan “Hari Sabat Tuhan”. Ini menjadi satu peringatan bagi umat Israel bahwa Allahlah yang menguduskan mereka menjadi umat kepunyaan Allah sendiri. Konteks kehidupan Israel ketika itu Hari Sabat Tuhan adalah hari khusus bagi Israel untuk menguduskan Allah. Mereka harus mengistirahatkan semua aktivitas mereka agar fokus dan terpusat kepada Allah saja. Di sini Allah tidak hendak membedakan antara semua hari-hari yang Tuhan berikan pada manusia. Bagi Tuhan semua hari sama untuk kebaikan manusia dan kekudusan Allah. Ketaatan pada “Hari Sabat” di sini tidak dipahami secara dangkal yang terbatas pada ‘hari itu sendiri’ tapi pada ketaatan umat pada peraturan dan peringatan Allah. Apakah umat itu taat dan setia selalu pada apa yang difirmankan Tuhan?

Saudara-saudara. Kita hidup dalam ikatan perjanjian dengan Tuhan. Secara personal perjanjian itu adalah antara ‘aku’ dan ‘Allahku’. Kesetiaan kita pada firman-Nya adalah tanda kesetiaan kita pada perjanjian yang Tuhan bangun antara kita dengan-Nya. Perwujudan kesetiaan kita pada perjanjian dengan Allah akan tampak dalam perilaku hidup kita sehari-hari, hidup dalam kasih dengan sesama, hidup dalam keadilan dan kejujuran, dan pembawa damai dan sejahtera dalam semua keadaan dan tempat. Percayalah Allah selalu setia pada orang-orang yang setia pada-Nya. Kebaikan dan keselamatan menjadi upah kesetiaan kita pada Allah.

BERDOA

BERNYANYI KJ-250a:1 Allahmu benteng yang teguh
Allahmu benteng yang teguh perisai dan senjata. Betapa pun sengsaramu, pertolongannya nyata. Si jahat yang geram berniat ‘kan menang. Ngeri kuasanya dan tipu dayanya di bumi tak bertara

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

MANUSIA BARU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-690:1 Hibul Rohangku
Hibul rohangku tu Tuhan Jesus, sude ngolungku di Tuhan Jesus, ihuthononku do Tuhan Jesus, dang olo au sumurut be.

PEMBACAAN FIRMAN
Wah.11:15-12:6 (Pagi) Yes. 4:2-6 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 12 Desember 2017
Kolose 3 :16
Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

MANUSIA BARU
Paulus mengirimkan surat ini kepada jemaat di Kolose dengan tujuan mengemukakan ajaran Kristen yang benar dan menentang ajaran-ajaran yang salah dari guru-guru palsu pada waktu itu. Guru-guru palsu inI mengajarkan untuk menyembah roh-roh yang menguasai alam semesta. Melalui suratnya ini Paulus menggambarkan perilaku hidup dari manusia baru di mana kita harus mematikan segala sesuatu yang duniawi karena semuanya itu hanya akan mendatangkan murka Allah. Ketika kita memilih menjadi pengikut Kristus maka kita harus menanggalkan manusia lama serta kelakuannya dan mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khalik-Nya (ayat 9-10).

Paulus juga meminta agar kita tidak membeda-bedakan sesama berdasarkan latar belakang, karena pada hakikatnya kita adalah sama dan satu di dalam Kristus, dan kita akan dapat menjadi saksi damai sejahtera bagi dunia. Di dalam Kristus kita akan mampu dengan bijaksana dan berhikmat dalam mengajar dan menegur seorang akan yang lain, sehingga tidak akan ada sakit hati. Perpecahan selalu diawali dengan adanya rasa sakit hati, dendam dan merasa menjadi yang paling benar dari yang lain. Jika kita sungguh-sungguh mau dipimpin Roh Kudus, niscaya kita akan menjadi jemaat yang utuh dan mampu secara bersama-sama bermazmur, menyanyikan lagu pujian dan mengucap syukur atas semua berkat yang sudah diberikan Tuhan dalam menolong dan menopang hidup kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 450:5 Hidup Kita Yang Benar
Tuhan Yesus tolonglah, sempurnakan syukurku, Roh Kudus berkuasalah, di dalam hidupku. Dalam susah pun senang; dalam segala hal. Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendak-Nya!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

AKU MEMBERKATI DAN MELINDUNGI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-566:1 Na badia
Na badia do Ho, dipuji rohangkon do.
Diboto rohangkon do mandok: “Badia do Ho”

PEMBACAAN FIRMAN
Why 11: 1-14 (Pagi) Yes. 26: 7-15 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 11 Desember 2017
Bilangan 6: 24
“TUHAN memberkati dan melindungi engkau”

AKU MEMBERKATI DAN MELINDUNGI
Firman ini selalu terdengar di setiap kali pendeta akan mengakhiri ibadah dan jemaat menyambutnya melalui doa nyanyian Amin (3x). Secara lengkap “Ucapan berkat IMAM” ini terdapat di dalam Bilangan 6:24-26, yaitu pernyataan Allah lewat Imam Harun untuk memberkati orang Israel.

Kata memberkati dan melindungi atau diberkati dan dilindungi adalah dambaan dan kerinduan semua orang. Yang memberkati dan yang mampu melindungi tentulah sesuatu atau seseorang yang berkuasa, kuat dan perkasa. Sebagai umat kristiani, kita adalah orang-orang yang sudah mengenal dan mengetahui bahwa Allahlah yang berkuasa dan berdaulat sepenuhnya atas hidup kita dan seisi dunia ciptaan-Nya. Lebih dari sekedar mengetahui Kuasa-Nya, kita juga menerima anugerah pengampunan dan keselamatan di dalam pengorbanan Kristus Yesus disalib. Sehingga kita berhak dan layak memperoleh berkat-berkat kasih karunia, damai sejahtera dan jaminan hidup di surga kekal. Menjadi bahan renungan kita: “Apa dan bagaimanakah kita merespon berkat dan perlindungan Tuhan yang kita terima? Menjelang akhir tahun 2017 ini, di samping kata “berkat dan lindungan” maka kita diingatkan juga oleh kata “berbuah”. Sebab berkat dan perlindungan Tuhan mengandung tugas dan tanggungjawab seperti tertulis dalam Yesaya 15:5: “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Tuhanlah pokok anggur dan kitalah ranting-ranting-Nya. Berkat dan perlindungan Allah menuntut kita setia didalam Dia sehinga kita dapat berbuah banyak yaitu dengan hidup saling mengasihi dan selalu bertolong- tolongan. Tuhan memberkati dan melindungi kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-356:1 Tinggallah dalam Yesus
Tinggallah dalam Yesus, jadilah murid-Nya, belajarlah. Firman Tuhan taat kepada-Nya. Tinggallah dalam Yesus, andalkan kuasa-Nya. Dialah pokok anggur yang benar, kitalah ranting-Nya

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

YESUS SEBAGAI TELADAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-277:1 Marsada roha hita
Marsada roha hita, sitanda Jesus i.
Tatiop tongtong jamita, pasonang roha i.
Sai pir tondinta be, sada tongtong rohanta
Mangihut tu Tuhanta, sihophop sasude.

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 6:9-7:8 (Pagi) Mikha4:1-5 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 9 Desember 2017
Filipi 2: 5
“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”

YESUS SEBAGAI TELADAN
Manusia memiliki tiga anatomi yaitu tubuh, jiwa dan roh (1Tes. 5:23). Roh itulah yang mengaku kehadiran Roh Kudus dalam kehidupan. Manusia perlu pemimpin untuk ditiru atau diteladani. Sedikitnya ada tujuh keteladanan dari seorang pemimpin yaitu: teladan dalam pengajaran, cara hidup, pendirian, iman, kesabaran, kasih dan ketekunan (2Tim. 3:10). Sadar tidak sadar saat ini, kita kehilangan figur pemimpin teladan yang baik di rumah, masyarakat dan gereja, itu sebabnya kehadiran kita sering kurang diterima, bahkan ditolak. Rasul Paulus berkata dalam 1Korintus 11:1.”Jadilah pengikutku sama seperti aku juga jadi pengikut Kristus.” Umat percaya apalagi pemimpin harus menjadi teladan di mana dan dalam keadaan apapun. Pertanyaanya adalah sudah berapakah dari tujuh keteladanan itu, yang telah kita lakukan? Berusahalah untuk menjadi teladan bagi sesama.

Menjadi Kristen adalah menjadi murid Kristus yang mau belajar secara terus menerus belajar kepada Kristus Sang Guru, karena tugas dan hakekat murid adalah belajar dalam kondisi apapun dan kapanpun. Menjadi murid Yesus tidak dibatasi usia, pekerjaan, keadaan, waktu, dan tempat, itu sebabnya orang Yahudi pernah marah kepada Yesus karena Yesus mengajar pada hari sabat, bergaul dengan pemungut cukai, dan pelacur. Pengampunan adalah dasar pembelajaran utama menjadi murid Yesus. Mari kita jujur sudah seberapa karakter Yesus yang menular bagi hidup kita. Karakter dan perbuatan kita jauh lebih penting dari perkataan kita, jadi apa yang kita lakukan itu yang dilihat orang, bukan apa yang kita katakan. Yesus telah memberikan perintah baru bagi kita yaitu agar kita saling memgasihi, sama seperti Kristus telah mengasihi kita, karena itu kita harus saling mengasihi (Yoh. 13:34-35). Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-356: 1 Tinggallah dalam Yesus
Tinggallah dalam Yesus, jadi murid-Nya, belajarlah Firman Tuhan, taat kepadanya. Tinggallah dalam Yesus, andalkan kuasa-Nya. Dialah pokok yang benar, kitalah rantingnya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

JADIKAN HATIKU TAHIR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-104:1 Bongoti Ma Rohangku
Bongoti ma rohangku ingani ma au on
O Tondi Debatangku, pasonang rohangkon
Namarhabangsa Ho raphon Debata
Ama, nang Jesus pe AnakNa, naeng pujionku Ho

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 9:12-21 (Pagi) Yer. 1:4-10 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 8 Desember 2017
Mazmur 51:12
“Jadikanlah hariku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah hatiku dengan roh yang teguh”

JADIKAN HATIKU TAHIR
Dalam Alkitab berulang kali digambarkan bahwa Daud sebagai manusia yang senantiasa mengejar hati Allah dan dengan setia melayani Allah di sepanjang hidupnya. Daud tidak pernah melupakan pemberontakan yang pernah ia lakukan saat ia lemah; Daud seringkali menyalahkan dirinya sendiri dengan penuh penyesalan kepada Tuhan. Seperti tertulis dalam Mazmur 53:3, “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.” Daud menyadari bahwa ia telah berdosa, bukan karena ia tidak bersedia mengikuti perintah Allah, tetapi karena ia mempunyai keinginan daging yang tidak bisa dia kendalikan. Karena itu, Daud memohon kepada Tuhan “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh.” Daud mengetahui pentingnya pertobatan.

Kebangkitan iman dimulai dengan kesadaran akan dosa-dosa dan pengakuan yang tulus. Mengetahui sebab dosa-dosa kita akan menolong membantu kita menghindari perbuatan dosa yang sama lagi. Begitu dosa-dosa kita diampuni, kita tidak boleh lagi menjadi hamba dosa, karena kita adalah ciptaan baru di dalam Tuhan. Sebagai orang telah diselamatkan oleh Tuhan, kita masih seringkali jatuh dalam dosa, tetapi yang terpenting bagi kita adalah untuk mengikuti teladan Daud, kita harus memohon kepada Allah untuk menjadikan hati yang tahir, dan memperbarui roh yang teguh di dalam diri kita. Kita tidak boleh meyerah kepada dosa, tetapi harus mengalahkannya. Hanya dengan hati yang berseru-seru seperti hati Daud, hati yang sudah lelah dengan kehidupan dosa, barulah kita dapat berhasil dalam peperangan dengan manusia lama, untuk melanjutkan pembaruan yang terang dan lebih baik bersama Tuhan kita Yesus Kristus. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-36:2 Dihapuskan Dosaku
Pengampunan dosaku hanya oleh darah Yesus
Penyucian hidupku hanya oleh darah Yesus
O, darah Tuhanku, sumber pembasuhku!
Sucilah hidupku, hanya oleh darah Yesus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

KARUNIA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-704:1, 3 Basa do Ho
Basa do Ho, basa do Ho, Basa do Ho tu au Debata. Haposanhi, haposanhi,
Haposanhi do Ho Debata

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 9:1-11 (Pagi) Mikha 5:1-5a (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 7 Desember 2017
1 Petrus 4:10
“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”

KARUNIA
Karunia adalah sesuatu yang didapat seseorang namun pada hakikatnya seseorang tersebut tidak layak memperolehnya. Jika demikian adanya; sudah barang tentu seseorang tersebut pastilah mengucapkan terima kasih kepada si pemberi karunia. Siapakah yang dimaksud seseorang itu? Saya salah satunya dan Allahlah Sang Pemberi. Jika memang sayalah penerima karunia itu, renungan ini memerintahkan saya sebagai ucapan terima kasih untuk melayani seorang akan yang lain sesuai dengan karunia yang saya peroleh sebagai pengurus yang baik. Demikian pula orang-orang yang ada dalam kepengurusan dimaksud melayani dengan cara yang sama sesuai dengan karunia yang mereka peroleh. Dengan demikian terciptalah sinergi pelayanan dalam kepengurusan tersebut katakanlah dalam sebuah gereja.

Karunia apakah yang saya peroleh sebagai anggota gereja? Setiap orang sudah diperlengkapi dengan karunia oleh karena kasih Allah di dalam Yesus Kristus. Sudah saatnya kita sadar akan karunia yang kita peroleh dan kita gunakan untuk melayani sesama. Janganlah kita berpangku tangan karena sama saja itu namanya melayani diri sendiri yang tidak dikehendaki Tuhan dari kita. Di akhir perikop renungan ini dengan tegas dikatakan bahwa melayani dengan karunia yang kita peroleh akan memuliakan Allah karena Dialah yang empunya kemuliaan itu. Apakah yang menjadi bagian kita sebagai pelayan? Tidak lain adalah damai sejahtera sebagaimana pujian malaikat di padang Efrata: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-286:1, 4 Bumi dan langit, Pujilah
Bumi dan langit, pujilah Yang Tinggi dan Kudus:
Firman-Nya maha mulia dan jalan-Nya tentu.
Tak sekedar karunia yang dimiliki-Nya:
Hakekat Allah yang kekal jadi Kodrat-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.