AKU DAN ALLAHKU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-39:1 Beha ma panjalongku
Beha ma panjalongku di Ho o, Tuhanki?
Beha ma panomungku di Ho, o Rajangki?
Sondangi ma rohangku na holom na bodo, ai naeng patupaonku las ni rohaM di Ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Why 12:7-13:10 (Pagi) Mal. 2:10-3:1(Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 13 Desember 2017
Yehezkiel 20: 12
“Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka.”

AKU DAN ALLAHKU
Allah mengadakan perjanjian dengan umatNya Israel. Isi perjanjiannya “jika umat Israel setia pada Allah, maka umat akan selamat”. Dalam nas renungan ini, Allah memberikan peraturanNya untuk ditaati bersama oleh umat Israel. Satu di antaranya adalah soal pengudusan “Hari Sabat Tuhan”. Ini menjadi satu peringatan bagi umat Israel bahwa Allahlah yang menguduskan mereka menjadi umat kepunyaan Allah sendiri. Konteks kehidupan Israel ketika itu Hari Sabat Tuhan adalah hari khusus bagi Israel untuk menguduskan Allah. Mereka harus mengistirahatkan semua aktivitas mereka agar fokus dan terpusat kepada Allah saja. Di sini Allah tidak hendak membedakan antara semua hari-hari yang Tuhan berikan pada manusia. Bagi Tuhan semua hari sama untuk kebaikan manusia dan kekudusan Allah. Ketaatan pada “Hari Sabat” di sini tidak dipahami secara dangkal yang terbatas pada ‘hari itu sendiri’ tapi pada ketaatan umat pada peraturan dan peringatan Allah. Apakah umat itu taat dan setia selalu pada apa yang difirmankan Tuhan?

Saudara-saudara. Kita hidup dalam ikatan perjanjian dengan Tuhan. Secara personal perjanjian itu adalah antara ‘aku’ dan ‘Allahku’. Kesetiaan kita pada firman-Nya adalah tanda kesetiaan kita pada perjanjian yang Tuhan bangun antara kita dengan-Nya. Perwujudan kesetiaan kita pada perjanjian dengan Allah akan tampak dalam perilaku hidup kita sehari-hari, hidup dalam kasih dengan sesama, hidup dalam keadilan dan kejujuran, dan pembawa damai dan sejahtera dalam semua keadaan dan tempat. Percayalah Allah selalu setia pada orang-orang yang setia pada-Nya. Kebaikan dan keselamatan menjadi upah kesetiaan kita pada Allah.

BERDOA

BERNYANYI KJ-250a:1 Allahmu benteng yang teguh
Allahmu benteng yang teguh perisai dan senjata. Betapa pun sengsaramu, pertolongannya nyata. Si jahat yang geram berniat ‘kan menang. Ngeri kuasanya dan tipu dayanya di bumi tak bertara

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s