Arsip Kategori: Ibadah Harian

DICIPTAKAN MELAKUKAN PEKERJAAN BAIK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 15 :1 Aut Na Saribu Hali Ganda
Aut na saribu hali ganda saringar ni soarangki. Naeng nasa gogo bahenonhu mamuji Debatanta i. Paboa las ni rohangki hinorhon ni pambaenNa i

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 4:21-30 (Pagi) Maz. 119:89-91 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 8 Februari 2018
Efesus 2: 10
“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan di dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya.”

DICIPTAKAN MELAKUKAN PEKERJAAN BAIK
Manusia diciptakan oleh Allah secara spesial pada hari keenam yaitu Adam dan Hawa (Kej 1:26). Ciptaan tertinggi dari segala ciptaan dan disebut sebagai citra Allah (imago Dei). Luar biasa bukan? Tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah dan menikmati anugerah-Nya. Mandat yang harus kita lakukan adalah melakukan pekerjaan baik, meliputi mandat injil dan mandat budaya (band. Kej 1:28; Ef 2:10, Mat. 28:19). Namun, banyak orang alergi mendengar kata “pekerjaan baik.” Bagi mereka kata itu seakan menyiratkan bahwa keselamatan diperoleh bukan karena anugerah melalui iman tetapi karena perbuatan baik. Tentu saja bukan ini maksudnya. Keselamatan diperoleh sebagai anugerah melalui iman! Namun, Yakobus menyatakan dengan jelas bahwa: “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya adalah mati” (Yak. 2:17). Keselamatan hanya dapat diperoleh melalui iman, dan iman ditunjukkan dengan perbuatan baik.

Saudaraku, kita adalah wakil Tuhan untuk melakukan pekerjaan baik. Sebagai gambar Allah kita memiliki tujuan hidup agar melakukan pekerjaan baik yaitu menyembah Tuhan dan melakukan pekerjaan baik dan kudus bagi Allah dan lingkungan hidup. Selagi ada waktu untuk terus bersyukur dan melakukan pekerjaan baik di setiap pekerjaan kita dan hendaknya rajin membantu fakir miskin, yatim piatu, janda miskin, orang diasingkan dan di penjara. Marilah kita gunakan setiap waktu (kronos dan Kairos) lebih produktif dengan segenap hati, pikiran, jiwa, dan tenaga dengan tetap memohon pertolongan dari Allah yang yang Mahatinggi. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 246:1 Ya Allah yang Mahatinggi
Ya Allah yang Mahatinggi, Kau Pencipta dunia ini; Kami juga Tuhan ciptakan, agar Dikau tetap dipuji. Engkau Bapa yang memberkati tiap orang yang rendah hati. Tolonglah kami sekarang ini dan selamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

PERCAYA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE No. 9:3 Hupuji HolongMi
Huhilala ingkon marTuhan ingkon mangolu au di Ho. Ndang jumpang au be hangoluan aut unang dipatupa Ho. Sai Ho do paradiananku, sai gok di Ho na ma langkangku.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 14:16-24 (Pagi) Mrk. 4:30-34 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 7 Februari 2018
1 Yohanes 5: 5
“Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah.”

PERCAYA
Setiap orang ingin menjadi pemenang bukan pecundang. Alkitab bersaksi dalam Ulangan 28:13 Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor. Menjadi kepala berarti pemenang. Menjadi pemenang dalam renungan ini kata kuncinya adalah percaya. Apa artinya percaya; percaya sama artinya dengan iman dalam Ibrani 11:1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Apakah arti percaya seperti hal itu belum juga dapat kita pahami karena masih abstrak? Mari kita simak ceritera nyata tentang seorang bernama Blondin yang bisa menyeberang melalui tali baja di atas air terjun Niagara. Pada pertunjukan pertama dia bisa menyeberang tanpa membawa beban, kemudian Blondin berhasil juga menyeberang kembali dengan kereta dorong berisi pasir. Menejernya berseru kepada penonton, apakah saudara sekalian percaya dia dapat melintasi tali baja ini kembali ke seberang dengan mendorong seseorang di dalam kereta? Penonton serentak berkata: “percaya!” Jika demikian, siapa yang bersedia naik ke dalam kereta itu? Ternyata tidak ada yang bersedia. Akhirnya ada seorang anak kecil naik kereta dorong dan membiarkan dirinya didorong oleh Blondin menyeberangi Niagara dan selamat. Siapakah anak yang mempercayakan dirinya kepada Blondin? Ternyata dia adalah anak Blondin sendiri. Percaya seperti itulah yang diminta renungan bagi kita yang adalah anak-anak Allah sehingga kita menjadi pemenang yang sesungguhnya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-446:1 Setialah
Setialah kepada Tuhanmu, hai kawan yang penat. Setialah sokongan-Nya tentu di jalan yang berat. ‘Kan datang Raja yang berjaya. Menolong orang yang percaya. Setialah

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

POHON KEHIDUPAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI – BE- 246:1 Jesus Urupi
Jesus urupi pamonang ma hami Tatap ma gogo ni na holom i. Na so mansadi mangonggop di hami Naeng polgahanna do hami sude. Sai dipingkiri sibolis dalanna Manang beha au tongtong arsahanna.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 15:1-7 (Pagi) Luk. 12:35-48 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 6 Februari 2018
Wahyu 2:7b
“Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.”

POHON KEHIDUPAN
Kehidupan yang bermakna tidak ditentukan bagian yang kelihatan, tetapi yang tidak kelihatan, yaitu akar, bagian dalamnya dari diri seseorang. Paulus menyebutnya bagian batiniahnya. Saat ini manusia tampil pada generasi di depan layar, layar pementasan, layar televisi, layar Face Book, WA. Manusia dipoles di-make-up dan pencitraan, yang lama kelamaan sebagai makna diri padahal sekedar pencitraan, sehingga kita sering tertipu. Temasuk ibadah yang berubah hanya sekedar panggung penampilan.

Hidup ini bukan ditentukan yang kelihatan, tetapi yang tidak kelihatan yaitu batiniah, kualitas jiwa, integritas, ketangguhan mental dan karakter jiwa. Mutiara dibuang ke got akan tetap mutiara demikianlah karakter kebaikan batiniah itu. Alkitab menerangkan lebih lanjut, mengapa akar yang di dalam itu bisa tetap hidup? Jawabanya akar itu menyerap air. Orang benar itu seperti pohon yang ditanam di tepi sungai (Maz. 1:3). Saudara, semua pohon yang berbuah tidak mengetahui rasa buah yang dihasilkannya. Berbicara tentang pohon berbicara dengan manusia yang bermanfaat untuk orang bayak, bukan untuk dirinya, kelompok atau golongannya. Ada dua jenis pohon dalam taman Eden yaitu; pohon tentang pengetahuan yang baik dan yang jahat. Jadilah pohon yang berbuah yang tidak pernah menikmati buah yang dihasilkan pohon tersebut. Meskipun buahnya selalu diambil, namun pohon itu tidak mau kecewa dan marah, dia tetap berbuah, karena pohon berbuah bukan untuk dirinya tetapi utuk orang lain. “Janganlah jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai , jika kita tidak menjadi lemah “(Gal 6:9). Oleh karena itu, apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (Kol 3:23). Amin

BERDOA

BERNYANYI – KJ-450 : 1 Hidup kita yang benar
Hidup kita yang benar haruslah mengucap syukur. Dalam Kristus bergemar janganlah tekebur. Dalam susah pun senang dalam segala hal. Aku bermazmur dan ucap syukur, itu kehendak-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BELAJAR DARI ORANG LAIN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-25-1 Hatami Ale Tuhanku
Hatami ale Tuhanku arta na umarga i, sai paian di rohangku unang so hutiop i. molo so be sitiopan Hata na badia i, aha nama haojahan ni haporseaon i.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 17:7-10 Mat. 21:28-32

RENUNGAN HARIAN, Senin 5 Februari 2018
Filipi 4: 9
“Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu. “

BELAJAR DARI ORANG LAIN
Ketika jemaat Filipi menghadapi tantangan, mereka membutuhkan dorongan dan semangat. Bagaimana caranya hidup agar sesuai dengan ajaran dan iman kepada Yesus Kristus Sang Juruselamat? Rasul Paulus mengatakan: 1. Yesus sudah meninggalkan keteladanan dalam ajaran dan kehidupan-Nya. 2. Paulus meneladani ajaran dan kehidupan Yesus. 3. Jemaat meneladani Paulus. 4. Kita meneladani Paulus dan Jemaat dalam Perjanjian Baru. 5. Kita menjadi teladan bagi orang lain.

Panggilan Paulus meneladaninya, sekaligus merupakan panggilan bagi kita untuk juga menjadi teladan bagi orang lain. Kita perlu belajar dari orang lain. Keteladanan orang lain akan lebih mudah kita terima bila kita memiliki hubungan dengannya. Ada hubungan emosional dalam persahabatan, ikatan kekeluargaan, ikatan sekampung, satu gereja dan lain-lain. Itu sangat baik dan sangat penting dibangun. Tetapi dasar yang paling kuat adalah hubungan yang dibangun dengan keyakinan, hubungan bersama dan di dalam Tuhan. Artinya, kita menjalin hubungan dengan sesama yang diikat atau terjalin di dalam Tuhan. Itulah yang harus kita perbuat. Iman dan pengalaman kita bukan untuk diri kita sendiri. Iman dan pengalaman iman kita juga tertuju bagi orang lain. Demikianlah iman dan pengalaman iman menjadi rentetan peristiwa di mana Tuhan bertindak dan terjadi pertumbuhan iman, yang tentunya menjadi kemuliaan bagi Tuhan. Yesus sudah berbuat dan menjadi teladan. Paulus sudah berbuat untuk menjadi teladan. Kini kita juga terpanggil untuk menjadi teladan bagi orang lain dan kemuliaan untuk Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-49:1-2 Firman Allah Jayalah
Firman Allah jayalah sampai ujung dunia. Kita pun dipanggilnya untuk hidup yang baka. Firman Khalik semesta yang mengasuh mahluk-Nya. Bimbingan-Nya pun tepat bagi orang tersesat.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

PENGHARAPAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-218: 1- Tong do Tau Haposan
Tong do tau haposan Tuhan Jesus i, ala naung diporsan do dosanta i./ Hata nang dameNa hangoluan ni angka na porsea dihataNa i./Hata nang dameNa hangoluan ni angka na porsea dihataNa i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 13:47-52 (Pagi) Mika 4:6-8 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 3 Februari 2018
Roma 15:13
“Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan”

PENGHARAPAN
Hidup dalam pengharapan adalah sumber pemberi semangat dalam hidup. Hidup tanpa pengharapan akan membuat kita putus asa, hidup menjadi tidak berarti. Kata ‘pengharapan‘ belakangan ini menjadi trend yaitu singkatan yang beredar di media sosial; ‘php’. PHP (pemberi harapan palsu) ditujukan tentang seseorang yang menjanjikan sesuatu yang indah dan baik di kemudian hari akan tetapi tidak ditepati.

Pengharapan yang dimaksudkan dalam nas hari ini adalah sebagaimana disebut pada ayat sebelumnya, Roma 15:12 yaitu “taruk dari pangkal Isai” yaitu Yesus Kristus. Pengharapan kepada yang akan memberikan keselamatan dan kehidupan yang kekal. Pengharapan umat akan tergenapinya janji keselamatan Tuhan bukanlah suatu utopia yang konyol, tetapi janji itu telah menjadi kenyataan. Keselamatan dari Allah yang telah nyata atas kehidupan umat, bahkan keselamatan bagi seluruh manusia. Allah sumber pengharapan itu telah nyata atas kehidupan manusia. Yesus Kristus adalah satu-satunya harapan bagi keselamatan manusia, bahwa tidak ada harapan lain yang membawa pada keselamatan selain di dalam Yesus. Semakin kita dekat kepada Allah maka akan menambahkan sukacita dan damai sejahtera. Pengharapan yang dimaksud disini juga merupakan pancaran dari iman, maksudnya bahwa pengharapan kita adalah sesuatu yang pasti bukan angan-angan atau khayalan. Iman adalah dasar dari segala yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1). Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-40:5 Ajaib Benar Anugerah
Kendati nanti ragaku, terkubur dan lenyap.
padaNya aku berteduh bahagia tetap.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

UPAH DARI TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-790:1- Marlas Roha ma Hamu
Marlas roha ma hamu di bagasan Jesus.
Napasonanghon hamu, Jesus Kristus Tuhanmu. Jonok do di lambungmu.

PEMBACAAN FIRMAN
2Kor. 4:1-6 (Pagi) Kel. 33.1-6 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 2 Februari 2018
Matius 5: 12
“Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi sebelum kamu”

UPAH DARI TUHAN
Sukacita bagi orang percaya tidak ditentukan oleh situasi atau kondisi yang dialami; karena situasi dan kondisi terus akan berubah. Sukacita bagi orang yang percaya adalah penyertaan Allah di dalam hidupnya meski situasi sukacita atau pun dukacita. Menjadi orang Kristen dan percaya kepada Kristus adalah tindakan dari Allah (1Ptr.2:9), sehingga Dia berkuasa atas tindakan-Nya dan memperlengkapi orang yang dipilih-Nya. Sama halnya dengan orang-orang pilihan yang terlebih dahulu seperti Musa, Yesaya, Yeremia dan banyak lagi dimana: TUHAN memilih, disitu Dia memperlengkapi dan bertindak. Sehingga setiap orang pilihan-Nya mampu mengerjakan apa yang telah diperintahkan-Nya.

Nas hari ini adalah bagian dari Kotbah di Bukit (Pasal 5–7) yang mengungkapkan tentang praktik dari etika Kristen, yaitu menyatakan kebenaran dan keadilan di dalam kehidupan. TUHAN memilih setiap orang Kristen, saudara juga menjadi orang yang berani menyatakan kebenaran dan keadilan di dalam kehidupan ini, meski banyak orang yang menolaknya. Namun penting kita ingat bahwa kita ini bekerja untuk TUHAN, sehingga upah yang akan kita terima adalah dari TUHAN bukan dari dunia ini. Untuk itu selama masih bernafas, marilah menyatakan keadilan dan kebenaran di mana pun kita berada, dalam situasi apa pun itu, karena TUHAN yang telah memilih kita telah memperlengkapi kita dan akan tetap menyertai kita. Sungguh orang percaya akan senantiasa bersukacita karena TUHAN tetap menyertainya sekarang dan sampai selamanya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-344:3 Ingat akan Nama Yesus
Sungguh agung nama Yesus, hati kita bergemar. Bila kita dirangkul-Nya, sukacita pun besar. Indahlah nama-Nya, pengharapan dunia! Indahlah nama-Nya, suka sorga yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

JANGAN TAKUT, TUHAN MENYERTAIMU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-806:1- Aha Pe Masa di Ngolumon
Aha pe masa di ngolumon, Tuhan manjaga ho. Holongna do mangondihon ho, Tuhan manjaga ho. Tuhan manjaga ho, las pe roham, marsak pe ho. Sai diramoti ho, Tuhan manjaga ho.

PEMBACAAN FIRMAN
1Kor. 1:18-25 (Pagi) Yes. 1:10-17 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 1 Februari 2018
Zefanya 3: 17
“TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang kerena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai.”

JANGAN TAKUT, TUHAN MENYERTAIMU
Dalam hidup ini selalu ada saja pergumulan yang kita hadapi. Pergumulan karena masalah ekonomi, pekerjaan, keluarga, kekerasan dan sebagainya yang sering terjadi di masyarakat. Musuh-musuh yang berusaha untuk menjerumuskan hidup kita. Selain itu, bisa juga karena pengaruh penyakit sosial masyarakat, yang bisa membuat hidup kita ini takut dan gentar. Lalu kepada siapa kita berseru? Kepada siapa kita meminta tolong? Sebagai orang percaya janganlah kita selalu mengandalkan kekuatan, pikiran, pengetahuan, kuasa-kuasa dunia ini, tetapi marilah kita hanya mempercayakan diri hanya kepada Allah, karena Allah selalu setia menolong dan melindungi kita.

Tuhan hadir setiap saat, terutama bila mereka mau bertobat dan membaharui diri dan melakukan kehendak Allah, maka Allah akan senang dan bergirang dengan sukacita. Demikian jugalah dalam perjalanan hidup kita, Tuhan itu selalu hadir di segala tempat, yang tidak dibatasi ruang dan waktu, bila kita benar-benar meminta pertolongan, meminta kekuatan. Allah hadir sebagai Pahlawan, Benteng Kekuatan dan Benteng Pertahanan kita, sehingga kita tidak takut lagi untuk menghadapi segala marabahaya. Oleh karena itu, marilah kita setia mendengar, merenungkan, menghayati dan berbuat kehendak-Nya, karena Tuhan setia menyertai hidup kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-424:3 Yesus Menginginkan Daku
Kumohon Yesus menolong, menjaga hatiku. Agar bersih dan bersinar meniru Tuhanku. Bersinar, bersinar, itulah kehendak Yesus; Bersinar, bersinar, aku bersinar terus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin