POHON KEHIDUPAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI – BE- 246:1 Jesus Urupi
Jesus urupi pamonang ma hami Tatap ma gogo ni na holom i. Na so mansadi mangonggop di hami Naeng polgahanna do hami sude. Sai dipingkiri sibolis dalanna Manang beha au tongtong arsahanna.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 15:1-7 (Pagi) Luk. 12:35-48 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 6 Februari 2018
Wahyu 2:7b
“Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.”

POHON KEHIDUPAN
Kehidupan yang bermakna tidak ditentukan bagian yang kelihatan, tetapi yang tidak kelihatan, yaitu akar, bagian dalamnya dari diri seseorang. Paulus menyebutnya bagian batiniahnya. Saat ini manusia tampil pada generasi di depan layar, layar pementasan, layar televisi, layar Face Book, WA. Manusia dipoles di-make-up dan pencitraan, yang lama kelamaan sebagai makna diri padahal sekedar pencitraan, sehingga kita sering tertipu. Temasuk ibadah yang berubah hanya sekedar panggung penampilan.

Hidup ini bukan ditentukan yang kelihatan, tetapi yang tidak kelihatan yaitu batiniah, kualitas jiwa, integritas, ketangguhan mental dan karakter jiwa. Mutiara dibuang ke got akan tetap mutiara demikianlah karakter kebaikan batiniah itu. Alkitab menerangkan lebih lanjut, mengapa akar yang di dalam itu bisa tetap hidup? Jawabanya akar itu menyerap air. Orang benar itu seperti pohon yang ditanam di tepi sungai (Maz. 1:3). Saudara, semua pohon yang berbuah tidak mengetahui rasa buah yang dihasilkannya. Berbicara tentang pohon berbicara dengan manusia yang bermanfaat untuk orang bayak, bukan untuk dirinya, kelompok atau golongannya. Ada dua jenis pohon dalam taman Eden yaitu; pohon tentang pengetahuan yang baik dan yang jahat. Jadilah pohon yang berbuah yang tidak pernah menikmati buah yang dihasilkan pohon tersebut. Meskipun buahnya selalu diambil, namun pohon itu tidak mau kecewa dan marah, dia tetap berbuah, karena pohon berbuah bukan untuk dirinya tetapi utuk orang lain. “Janganlah jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai , jika kita tidak menjadi lemah “(Gal 6:9). Oleh karena itu, apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (Kol 3:23). Amin

BERDOA

BERNYANYI – KJ-450 : 1 Hidup kita yang benar
Hidup kita yang benar haruslah mengucap syukur. Dalam Kristus bergemar janganlah tekebur. Dalam susah pun senang dalam segala hal. Aku bermazmur dan ucap syukur, itu kehendak-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s