Arsip Kategori: Ibadah Harian

JADILAH ORANG BAIK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 192:1 O Tuhan Jesus Raja
O Tuhan Jesus, Raja ni sudena, tubu sian Ama i. Haholonganhu, sisombaonhu, sasada Ho do Tuhanhi.

PEMBACAAN FIRMAN
Rm 6:1-11 (Pagi) Ul. 34:1-12 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 24 Februari 2018
Mazmur 37:3a
Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik.

JADILAH ORANG BAIK
Kebahagiaan sejati hanya ditemukan di dalam hati yang baik dengan melakukan hal yang baik. Mereka melakukan kebaikan itu dengan penuh tanggung jawab dan tulus. Saudara, percayalah kepada Tuhan! Sebagian orang selalu takut dan gelisah tanpa alasan. Setiap hari mereka dikelilingi oleh tanda-tanda kasih Tuhan, setiap hari mereka menikmati kelimpahan pemeliharaan-Nya, tetapi mereka tidak mensyukurinya dan melihat siapa sumber berkat-berkat itu.

Mengapa kita tidak berterimakasih dan selalu ragu? Yesus adalah sahabat kita. Seluruh surga menaruh perhatian kepada kesejahteraan kita, namun kecemasan dan kekuatiran kita sangat mendukakan Roh Kudus Tuhan. Kita tidak boleh hanyut dalam kekuatiran, yang hanya menjengkelkan dan merusak kita saja, yang tidak menolong kita untuk menghadapi kekuatiran tersebut. Kita tidak boleh memberikan tempat sedikit pun terhadap kebimbangan dan kekuatiran tersebut, karena itu justru menghilangkan rasa syukur, kebahagiaan dan iman kita kepada Tuhan. Hal itu pun berdampak untuk berbuat baik kepada sesama.

Lakukanlah segala sesuatu yang bisa anda lakukan untuk membawa hasil yang memuaskan. Bilamana sambil bergantung kepada Penolongmu yang telah teruji, anda telah melakukan segala sesuatu yang bisa anda lakukan, terimalah hasilnya dengan gembira, walaupun tidak selamanya menguntungkan dari sudut pandang duniawi. Kiranya kasih dan kebaikan yang sudah kita terima, mendorong kita untuk melakukan perbuatan baik yang Allah sediakan bagi kita, apapun panggilan profesi kita dan dimanapun kita berada. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 424:2 Yesus Menginginkan Daku
Yesus menginginkan daku menolong orang lain, manis dan sopan selalu, ketika ‘ku bermain. Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus; bersinar, bersinar, aku bersinar terus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

ANDALKAN ALLAH SAJA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 25: 1 HataMi Ale Tuhanku
HataMi Ale Tuhanku arta na ummargai, sai paian di rohangku unang so hutiop i. Molo so be sitiopan Hata na badia i, aha nama haojahan ni haporseaon i.

PEMBACAAN FIRMAN
Rm 5:1-11 (Pagi) Maz. 118:1-9 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 23 Februari 2018
1 Samuel 2:2
Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita.

ANDALKAN ALLAH SAJA
Nas hari ini adalah bagian dari puji-pujian Hana dalam doanya kepada Tuhan. Hana berkeyakinan Tuhan akan menolongnya dalam penderitaannya. Hanya kepada Tuhan dia menumpahkan semua isi hatinya. Bertahun-tahun dia menderita karena mandul, sering diejek oleh Penina yang mempunyai anak dari suami mereka Elkana, dan dengan hati pedih ia berdoa kepada Tuhan sambil menangis tersedu-sedu (1 Sam. 1: 10). Banyak orang berpikir hidup dalam penderitaan atau kesengsaraan adalah takdir Tuhan. Benarkah demikian? Alkitab menyatakan Tuhan tidak pernah merancang kecelakaan atau hari depan yang suram bagi umat-Nya, tapi rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan hari depan yang penuh harapan (Yer. 29:11).

Mengapa penderitaan seringkali terjadi dalam hidup orang percaya? Penderitaan bisa terjadi akibat dosa dan pelanggaran, karena itu Tuhan perlu menegur dan memperingatkan agar kita bertobat. Penderitaan bisa juga terjadi sebagai sebuah proses, yang Tuhan ijinkan untuk mendewasakan iman. Bersyukurlah jika kita ditegur dan diperingatkan Tuhan melalui penderitaan atau kesengsaraan, itu adalah bukti bahwa Tuhan masih mengasihi kita dan menganggap kita sebagai anak-Nya. “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak”(Ibr. 12:5b-6). Seberat apapun penderitaan yang kita alami , kalau kita senantiasa mengandalkan Tuhan yang Kudus dan menjadikan Allah gunung batu benteng keselamatan, kita pasti mampu menghadapi segala penderitaan dan pergumulan. Firman Tuhan yang mengatakan: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Fil. 4: 13), menguatkan kita untuk berjalan menghadapi pergumulan dan penderitaan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ 49:1-2” Firman Allah Jayalah”
Firman Allah jayalah sampai ujung dunia, kitapun dipanggil-Nya untuk hidup yang baka Firman khalik semesta yang mengasuh mahluk-Nya, bimbingan-Nya pun tepat bagi orang tersesat.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

JADILAH GUNUNG BATU TEMPAT PERLINDUNGANKU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 487 :1, Tung Halak Na Margogo
Tung halak namargogo si partangiang i.
Dokdok pe sitaonnon dang olo talu i.
Pos situtu rohana di Debatana i,
Tuhanna manaluhon sude pangalo i

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 5:18-21 (Pagi) 2Sam.22:1-7+47(Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 22 Februari 2018
Mazmur 31:3
Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!

JADILAH GUNUNG BATU TEMPAT PERLINDUNGANKU
Daud mengalami masa sulit dan tidak aman, karena musuh mengejar-ngejarnya. Dia hampir menyerah dan kehilangan semangat. Tuhan seolah-olah membiarkannya seorang diri menghadapi persoalannya tanpa ada dukungan dan pertolongan. Sepertinya doa yang diserukan siang malam sia-sia. Apa respon Daud atas itu semuanya? Dia tetap mengucap syukur, setia melayani Tuhan, percaya dan tetap berdoa. Tuhan adalah gunung batu tempatnya berlindung.

Setiap orang pernah mengalami masalah atau penderitaan yang beragam. Banyak cara dan sikap untuk menghadapinya, di antaranya: sebagian menjadi putus asa, mencari perlindungan kepada kekuatan dunia, dan tidak sabar akan pertolongan Tuhan sehingga jatuh ke dalam dosa. Tapi pengalaman Daud ini memberikan kita pilihan yang lain, yaitu untuk tetap beriman dan berdoa kepada Tuhan, yang menjadikan Tuhan sebagai gunung batu tempat perlindungan. Hidup beriman berarti hidup kita bukan ditentukan oleh musuh-musuh, bukan ditentukan oleh masalah, dan bukan ditentukan oleh penyakit. Kita harus meyakini bahwa hidup kita ada di dalam tangan Tuhan, hidup kita hanya ditentukan oleh Tuhan. Janganlah bersandar pada pikiran sendiri tapi jadikan Tuhan sebagai penolong, tempat perlindungan yang setia. Hidup berdoa berarti hidup yang tetap berdoa, walaupun itu tidak sesuai dengan permohonan kita, kita harus percaya bahwa di dalam Tuhan tersedia pertolongan-Nya. Jangan pernah berhenti untuk berdoa dan berharap kepada Tuhan, menjadikan hanya Tuhan pilihan hidup, gunung batu dan perisai. Terkadang jalan Tuhan tidak kita mengerti, tapi Daud megajak ita agar tetap percaya dan tetap berdoa. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya dan Ia akan bertindak” (Maz 37:5). Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ- 440 :1, Di Badai Topan Dunia
Di badai topan dunia. Tuhanlah perlindunganmu; Kendati goncang semesta. Tuhanlah perlindunganmu! Ya, Yesus gunung batu di dunia, di dunia, di dunia; Ya, Yesus gunung batu di dunia, tempat berlindung yang teguh.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

PENCOBAAN DI PADANG GURUN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-497:1 Di Na Humolso Rohangki
Di na humolso rohangki pasari hangoluan hi. Tibu bolonghononhu pe holsongku sasude. Ai i didokhon Jesus i, Tuhanta na di surgo i; na sumarihon ngolumi denggan sudena i.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 1:5-19 (Pagi) Yos. 5:13-15 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 21 Februari 2018
Matius 4:4
Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

PENCOBAAN DI PADANG GURUN
Ayat ini adalah jawaban Yesus ketika Iblis mencobai Dia, setelah berpuasa selama 40 hari dan 40 malam, saat itu Yesus merasa lapar. Iblis berkata “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus tidak tergoda dan memberikan jawaban sebagaimana ayat ini. Sebagai manusia kita terdiri dari tubuh dan roh, ada kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Namun kita juga tidak boleh salah dalam mengartikan bahwa cukuplah kita membaca firman Tuhan untuk memenuhi kebutuhan rohani kita. Kita harus memahami lebih dalam makna dari “setiap firman yang keluar dari mulut Allah” bukanlah semata-mata hanya ayat-ayat yang tertulis dalam Alkitab, tetapi juga bermakna tentang kedaulatan Allah. Artinya segala sesuatu itu terjadi atas kehendak Allah, kita dimungkinkan tidak lapar meskipun kita tidak makan jika Allah berkehendak demikian.

Sepanjang hidup, kita tidak akan terlepas dari cobaan dan godaan Iblis, dan Iblis akan selalu mencobai pada kelemahan kita. Perasaan haus terhadap harta duniawi, nama baik dan kekuasaan akan menggiring kita untuk berbuat yang tidak sesuai kehendak Allah. Kita akan melakukan korupsi, mencuri dan berbuat curang. Kekuatan untuk bisa melawan godaan ini, kita perlu mengetahui, memahami dan melaksanakan Firman Tuhan dalam hidup kita. Firman Tuhan akan memberi kita kekuatan dan kemampuan untuk menimbang mana yang baik dan mana yang benar. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 436:1 Lawanlah Godaan
Lawanlah godaan, s’lalu bertekun; tiap kemenangan kau tambah teguh; nafsu kejahatan harus kau tentang, harap akan Yesus: pasti kau menang. Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan; Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TAKUT AKAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 223 : 1 Husomba Ho Tuhan
Husomba Ho Tuhan, tangihon au.
SangkapMu ma tongtong pasaut tu au.
Lam ganda baenonMi, holong ni rohangki. Sai lam gandai, holong tu Ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Mrk. 4:16-30 (Pagi) Kel. 12:21-23 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 20 Februari 2018
Pengkotbah 3:14
Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia.

TAKUT AKAN TUHAN
Tahun demi tahun berganti, namun usaha dan pekerjaan umat manusia kebanyakan cerita yang menyedihkan saja, bahkan separuh hidupnya hanya berduka belaka. Seluruh kehidupan alam semesta termasuk kehidupan manusia, adalah bagian dari suatu siklus yang sudah ditentukan. Contoh padanan kata yang bertentangan seperti: lahir/meninggal, menanam/mencabut, menangis/tertawa, perang/damai, hidup/mati dan seterusnya seakan mengambarkan ritme hidup yang teratur dan pasti. Walaupun manusia merindukan sesuatu yang lebih namun dia tidak dapat berbuat apa-apa. Itulah takdir hidup manusia di dunia ini. Perenungan sang Pengkhotbah ini bisa diangap frustasi atau putus asa. Hidup sudah diatur oleh Tuhan, tidak ada lagi kebebasan. Banyak ajaran yang menawarkan jaminan “Hidup Bahagia dan Berhasil” dengan mengandalkan kebebasan diri. Pengandalan diri terhadap akal pikiran, memang meningkatkan peradaban manusia menjadi lebih baik dan lebih modern, namun tidaklah dapat merubah siklus/ritme kehidupan yang disampaikan Pengkhotbah ini.

Namun dengan memahami bahwa Allahlah yang menciptakan segala sesuatu termasuk memberi manusia akal dan pikiran yang lebih dari mahluk ciptaan lainnya, maka kita dapat menempatkan diri kita di dalam keindahan rancangan pemeliharaan-Nya. Menempatkan diri secara tulus dan jujur didalam keindahan rancangan dan kehendak Tuhan, inilah arti dari Takut akan Tuhan. Bahkan Amsal 22:4 memberi jaminan bahwa “Ganjaran kerendah hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan”. Mari rendahkan diri dan takutlah akan Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 364:1 Berserah Kepada Yesus
Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku;
Kukasihi kupercaya, kuikuti Dia t’rus. Aku berserah, aku berserah; Kepada-Mu Jurus’lamat, aku berserah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERSIAP DIRILAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE No. 28:6 Hata ni Jahowa
I do haojahan na tongtong manahan salelengna i. I hajongjonganku, i do haposanku hangoluanki. Gogongki tongtong ma i, mangihuthon tu hataNa, lao mambaen lomoNa.

PEMBACAAN FIRMAN
Fil. 2:1-4 (Pagi) 1Sam. 15:35b-16:3 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 19 Februari 2018
Matius 24:35
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.

BERSIAP DIRILAH
Perkataan Tuhan itu pasti. Banyak orang yang hidupnya selalu mempertimbangkan dan mengartikan kata-kata Tuhan Yesus secara harafiah dan nalar manusia. Namun, kata-kata itu haruslah jauh dari cara berpikir kita yang sempit dan dangkal. Kita harus menerimanya dalam iman terlebih dahulu baru berusaha untuk memahaminya. Seperti, ungkapan langit dan bumi pasti akan berlalu, namun Firman Tuhan tidak akan berlalu melainkan akan senantiasa digenapi oleh Tuhan. Kedatangan Yesus yang keduakalinya membawa pesan kepada kita bahwa kedatangan-Nya untuk menyatakan kemuliaan bagi kita, menyatakan kekuasaan, dan untuk mengumpulkan umat-Nya dalam menyongsong hari kedatangan-Nya.

Firman yang diimani akan memberi kekuatan dan semangat yang baru. Umat yang percaya akan dikuatkan dan penuh pengharapan untuk menghadapi Akhir Zaman, walaupun kita menghadapi masa-masa sulit. Oleh karena itu senantiasalah bersyukur kepada Tuhan akan janji Tuhan yang pasti bagi kehidupan kita. Tuhan akan datang untuk mengumpulkan kita dalam kekuatan dan kekuasaan-Nya. Waktu itu sudah dekat dan pasti akan segera datang. Dalam Dia ada kebenaran, dalam Dia ada kemuliaan, dan dalam Dia nyata janji Tuhan. Bersiaplah, dan persiapkan dirimu dengan matang. Waktu itu sudah dekat. Apa yang ada di dunia akan hilang bersama berlalunya langit dan bumi, namun Firman Tuhan kekal selamanya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 240a:1 Datanglah, Ya Sumber Rahmat
Datanglah, ya Sumber rahmat, selaraskan hatiku. Menyanyikan kasih s’lamat yang tak kunjung berhenti. Ajar aku madah idah, gita balai sorga-Mu. Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihan-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

WASPADALAH, JANGAN SAMPAI CELAKA KARENA DOSA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 162:1 O Debata Mansai
O Debata mansai balga huhut dokdok dosang ku. Na so adong di tano on na tau haporusanhu.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Korint 3:16-23 (Pagi) Kel. 3:10-12 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 17 Februari 2018
Yesaya 55.10-11a
Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku.

WASPADALAH, JANGAN SAMPAI CELAKA KARENA DOSA
Orang susah dan lemah meminjam uang dari orang kaya dengan berbagai alasan kehidupan, namun akhirnya mereka tidak sanggup untuk membayar, hingga rumah dan tanah mereka disita. Di zaman Yesaya, ketidakadilan seperti itu marak terjadi. Karena itu, ia tampil dan menyampaikan celaka dari pihak Tuhan kepada para tuan tanah sebagai pelaku ketidakadilan. Celaka yang akan dialami adalah rumah-rumah besar dan mewah yang telah dibangun akan ditinggal sepi tanpa penghuni. Kebun dan Iadang yang sangat luas pun hasilnya hanya sedikit. Tuhan tidak ingin rakyat jelata tersingkir dari rumah, tanah dan negerinya, karena itu la memberi peringatan kepada kaum bermodal. Tuhan Yesus akan datang. Jika kita adalah orang-orang kecil yang diperlakukan tidak adil maka la datang untuk membela dan melakukan keadilan bagi kita. Tetapi jika kita adalah pelaku ketidakadilan, maka bertobatlah agar celaka tidak menimpa kita.

Kehidupan manusia pada hakikatnya adalah perjuangan melawan dosa dan kesalahan diri sendiri. Seiring perubahan jaman, manusia dihadapkan pada persoalan hidup yang semakin kompleks. Tantangan hidup pun semakin sulit ketika kita terlibat dalam lingkaran pergaulan yang salah. Hati-hatilah dalam memilih kawan dan lingkungan pergaulan karena pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik. Kawan yang baik tidak akan menjerumuskan kita pada hal-hal negatif. Kawan yang baik akan mencari solusi bagi kita dengan cara yang benar dan baik secara normatif. Sesulit apapun kehidupan, persahabatan dengan Sang Khalik adalah jalan yang terbaik. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 26:2 Mampirlah Dengar Doaku
Di hadapan takhta rahmat aku menyembah, tunduk dalam penyesalan. Tuhan tolonglah! Yesus Tuhan, dengar doaku orang lain Kau-hampiri, jangan jalan t’rus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin