Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

HIDUP RUKUN DALAM TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-309:1 Raphon Tuhan Jesus i
Raphon Tuhan Jesus i, pungka ulaonmu. Ingkon tu Ibana i parguruhononmu. Baen Ibana donganmi, hehe dohot modom. Dege ma bogasna i, rohami pahohom.

PEMBACAAN FIRMAN
Ibr. 12:14-15 (Pagi)
Kej. 13:1-12 (Malam)

RENUNGAN
Roma 15:5
Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus.

HIDUP RUKUN DALAM TUHAN
Salah satu jalan hidup dalam rukun dan damai adalah ketika kedua pihak menahan kekuatan mereka untuk tidak melakukan kekerasan. Justru ketika masing-masing dengan kekuatan yang ada pada mereka berlomba-lomba melakukan kebaikan-kebaikan. Ungkapan ini senada dengan yang disampaikan oleh Paulus kepada jemaat yang tengah berada di Roma. Di situ ada jemaat yang kuat dan jemaat yang lemah yang tidak saling peduli antara yang satu dengan yang lain. Mereka hanya melakukan apa yang mereka pandang baik menurut mereka dan hanya untuk kepentingan mereka sendiri. Jemaat yang kuat dapat digolongkan kepada orang Yahudi yang satu sisi masih kuat menjalankan hukum ke-yahudian mereka meski sudah percaya kepada Yesus Kristus. Sedangkan jemaat yang lemah adalah mereka non Yahudi yang juga menerima Yesus Kristus atau masih lemah di dalam pengenalan kehidupan keberagamaan.

Paulus mengatakan: “Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus.” Kita semua beroleh anugerah dari satu sumber yaitu dari Yesus Kristus. Dialah satu-satunya sumber ketekunan dan penghiburan, yaitu keselamatan dan kekuatan. Itu berarti kita sama di hadapan Tuhan Allah. Anugerah itu pun diberikan dengan tidak membeda-bedakan antara yang satu dengan yang lain. Justru dengan anugerah yang kita terima dari Tuhan kita saling menerima, saling mengasihi, bersama-sama memuji memuliakan Tuhan dan memampukan kita hidup dalam damai dan rukun. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-454:1 Indahnya Saat Yang Teduh
Indahnya saat yang teduh menghadap takhta Bapaku: kunaikkan doa pada-Nya, sehingga hatiku lega. Di waktu bimbang dan gentar, jiwaku aman dan segar; kubebas dari seteru di dalam saat yang teduh.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MENGASIHI SAUDARA BERARTI MENGASIHI ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-640-1 Haholongon Sian Ginjang
Haholongon sian ginjang las ni roha na hot i./ Tumpal ni asi ni roha sai bongoti rohangki./ Jesus na gok asi ni roha dohot haholongon i, baen malua, baen martua hami na tahutan i.

PEMBACAAN FIRMAN
Gal. 6: 1 – 6 (Pagi)
1 Sam. 18:1–3 (Malam)

RENUNGAN
1 Yohanes 4: 21
“Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya. “

MENGASIHI SAUDARA BERARTI MENGASIHI ALLAH
“Salib” sebagai simbol dari pengorbanan yang dilakukan oleh Yesus memiliki dua aspek yang saling berhubungan. Aspek yang pertama adalah garis vertikal, yaitu sebagai simbol pendamaian manusia dengan Allah; dan aspek yang kedua adalah garis horizontal, yaitu sebagai simbol perdamaian manusia dengan manusia. Kedua aspek ini adalah pembuktian kasih Yesus Kristus kepada dunia ini, di mana kasih kepada Allah harus dinyatakan dengan kasih kepada sesama manusia. Adalah sebuah kebohongan apabila seseorang menyatakan dirinya mengasihi Allah, padahal tidak mengasihi sesama manusia. Mengasihi sesama manusia adalah respon karena telah menerima kasih Allah, dari pengorbanan Yesus Kristus; hanya seorang yang telah menyadari bahwa dirinya telah menerima kasih Allah yang akan dengan tulus mengasihi sesamanya.

Seorang Teolog bernama Karl Barth berkata bahwa “Mengasihi sesama manusia adalah bukti bahwa kita mengasihi Allah, sehingga tidak ada kasih kepada Allah tanpa kasih kepada manusia.” Lalu bagaimana kita mengasihi sesama manusia? Untuk mengasihi sesama manusia tentu harus belajar banyak dari apa yang dilakukan oleh Yesus, karena kasih yang diberikannya adalah kasih yang tulus. Mengasihi berarti tidak membalas hal yang tidak baik, tidak mengecewakan orang lain, membawa damai, memberikan pengaruh yang positif, dan hal baik lainnya. Karena itu juga yang diajarkan oleh Yesus. Selamat berbuat kasih kepada sesama manusia. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-427-1 ‘Ku Suka Menuturkan
‘Ku suka menuturkan cerita mulia, cerita Tuhan Yesus dan cinta kasih-Nya./ ‘Ku suka menuturkan cerita yang benar, penawar hati rindu, pelipur terbesar./ ‘Ku suka menuturkan, ‘ku suka memashyurkan cerita Tuhan Yesus dan cinta kasih-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

HIDUP DALAM KASIH PERSAUDARAAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-227:1 Jesus Ngolu ni
Jesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanki/ Gok di Ho na ma diringku, ro di nasa langkangki.

PEMBACAAN FIRMAN
Kisah 10:34-43 (Pagi)
Im. 19:16-18 (Malam)

RENUNGAN
1 Petrus 1:2
“Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.”

HIDUP DALAM KASIH PERSAUDARAAN
Ayat ini ditulis oleh Rasul Petrus ketika memberi semangat dan tuntunan hidup kepada jemaat Kristus di perantauan ketika menghadapi penganiayaan untuk selalu hidup saling mengasihi dengan tulus ikhlas. Dapatkah kita membayangkan ketika kita dianiaya oleh orang tetapi di saat yang sama kita harus mengasihi orang yang menganiaya kita tersebut? Sulit sekali membayangkannya.

Petrus menjelaskan bahwa kita dapat melaksanakannya dengan syarat kita harus hidup suci melalui ketaatan kepada kebenaran. Hidup suci harus menjadi gaya hidup kita bukan pilihan akan tetapi menjadi satu keharusan, kesucian akan didapat apabila kita sunguh-sungguh hidup dalam ketaan kepada Firman Tuhan karena Firman Tuhan adalah kebenaran yang sejati. Dengan hidup suci, maka kita akan dapat hidup saling mengasihi dengan segenap hati, bukan mengasihi dengan tendensi atau tujuan tertentu. Kita akan mengasihi orang di sekeliling kita dengan sepenuh hati, kita akan hidup rukun dengan tetangga kita dekan damai, kita hidup dengan keluarga penuh kedamaian seperti yang tertulis dalam Roma 12:9-10 “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat”. Sudah seharusnya kita sebagai anak-anak Tuhan, bisa mengasihi Allah melalui kebenarannya dan hidup kita selalu membaca kebenaran itu dan mengasihi sesama berdasarkan muatan kasih yang tulus yang tidak munafik. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-37a: 3 Batu Karang yang Teguh
Tiada lain kupegang, hanya salib dan Iman; dalam kehampaanku kudambakan rahmat-Mu. Tanpa Dikau, Tuhanku, takkan hidup jiwaku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

PETUNJUK MENEGUR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-227:1 Jesus Ngolu ni Tondingku
Jesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanki. Gok di Honama diringku, ro di na sa langkangki.

PEMBACAAN FIRMAN
Roma 13:8-14 (Pagi)
Amsal 3: 27-35 (Malam)

RENUNGAN
1 Timoteus 5: 1 – 2
“Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudara, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian”

PETUNJUK MENEGUR
Melalui ayat ini Rasul Paulus memberi pedoman kepada Timotius, dan juga kepada hamba-hamba Tuhan lain, tentang menegur. Para pelayan Tuhan adalah orang-orang yang bertugas memberi teguran, sebagai bagian dari pekerjaan mereka. Mereka harus memberitakan firman, dan menegur serta menasihati (2 Tim. 4:2). Memberi teguran harus mempertimbangkan usia, sifat, dan budaya dari orang-orang yang ditegur. Nah, pedomannya adalah :

    1. Bersikap lemah lembut, ketika menegur orang yang sudah tua, lebih tua dalam hal usia, atau kedudukan. Martabat mereka harus dihormati, dan karena itu mereka tidak boleh ditegur dengan keras atau seperti dihakimi.
    2. Orang yang lebih muda harus ditegur sebagai saudara, dengan kasih dan kelembutan, bukan ingin mencari-cari kesalahan atau menyulut pertengkaran
    3. Perempuan yang lebih tua harus ditegur, kalau memang perlu ditegur, sebagai ibu. Mohonkanlah dengan sangat kepada ibumu, mohonkanlah (Hos. 2:2).
    4. Perempuan yang lebih muda harus ditegur, tetapi ditegur sebagai adik, dengan penuh kemurnian.

Kalau Timotius saja, orang yang sudah “mati” pada dunia dan hawa nafsu kedagingan, masih perlu diberi peringatan seperti itu, apalagi kita! Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-424: 2 Yesus Menginginkan Daku
Yesus menginginkan daku menolong orang lain. Manis dan sopan selalu ketika ku bermain. Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus. Bersinar, bersinar aku bersinar terus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tata Ibadah Arisan – Bahasa Batak


Disadur dari Buku Ibadah Harian, Edisi Juli – Agustus 2018

1. Marende BE No. 115:1+3. “Tuhan Debata”
Tuhan Debata, sai ramoti ma
Daging dohot tondinami, ido pangidoannami
Sai pahipas be, hami on sude
Sai parbadiai, sai tongtong rajai
Ale Tondi Parbadia, rohanami asa ria
Mangoloi hataM, hombar tu rohaM

2. Votum-Introitus-Tangiang. (L= Liturgis & R= Ruas)
L. Marhitehite goar ni Debata Ama dohot goar ni Anakna Tuhan Jesus Kristus dohot goar ni Tondi Parbadia natumompa langit dohot tano on,
R. Amen.
L. Marolopolop ma hamu, ale angka partigor, mangasahon Jahowa talup do marende angka unjur marroha. Marlas ni roha ma hamu, ale angka partigor dibagasan Jahowa, jala puji hamu ma goarNa na badia i.
R. Sai pujionku do angka pambahenan ni Jahowa, sai ingotonhu do halongangan angka na binahenNa i sian na robi.
L. Na denggan situtu do na mamuji Jahowa dohot mengendehon goarMu, ale na tumimbul. Mamaritahon asi ni rohaM manogotna i dohot hasintonganMi bornginnai.
R. Oloi hamu ma Jahowa marhitehite las ni roha, ro be ma hamu tu joloNa marhitehite olopolop. Ai pardenggan basa do Jahowa, ro disaleleng ni lelengna do asi ni rohaNa, jala marsundutsundut do hasintonganNa. Haleluya !
L. Martangiang ma hita. Mauliate dipasahat rohanami tu Ho Debata Amanani, ala asi dohot holong ni rohaM na mandongani jala mangaramoti daging dohot tondinami. Diloas Ho do hami marpungu jala marlas ni roha sadari on. Ale Tuhan, ramoti jala horasi ma hami saluhutna, sai tompa ma roha na ias jala na ringgas dibagasan rohanami be. Sai parrohai ma hami mamilangi ariari ni ngolunami asa dapotan roha bisuk hami. Jalo ma tangiangnami marhitehite Jesus Kristus Tuhannami. Amen.

3. Marende BE No. 194 : 2 “Aut so asi rohaM”
Mauliate ma di Ho, o Debata, ala basaM
Sibahen dalan i, marhite AnakMi, tu banuaM

4. Pujipujian ala asi ni roha ni Debata
L. Ale Debata, Amanami marhite Jesus Kristus Tuhannami, Hupuji hami ma goarMu nabadia i. Ala jumolo Ho manghaholongi hami. Balga nai panumpakMu, ale Tuhan, molo dilehon Ho bagas on gabe inganannami, hupangido hami ma tu Ho, pasupasu jala mian ma Ho ditongatonga ni bagas on, asa lam tu balgana holong ni rohanami laho mangihuthon Ho. Songon partubu ni hau dohot bunga na di topi ni sunge, songon i ma nian partubu ni holong ni pangisi ni bagas on.
R. Ale Debata parholong roha, mauliate ma di asi ni rohaM
L. Ale Debata, Ho do marsuru surusuruanMu tu undungundung ni si Abraham so pamotoanna, laho pasahat pasupasuM. Hupangido hami ma, paloas ma keluarganami saluhutna gabe keluarga sitiruon, na girgir mangalehon dohot mangurupi angka na hurangan, mangurupi na pogos jala na so marama so marina.
R. Ale Debata na gabe jolma, hupuji hami Ho ala dipatupa Ho do las ni roha di hami, sai lam tambai ma i di ngolunami be.
L. Huparhatopot hami do ale Debata, saluhutna do manumpak tu na denggan diangka na marholong roha di Ho. Ala ni i, sai baen ma rohanami gabe inganan ni Tondi Parbadia asa boi hami masihaholongan, marsisarion, jala inganan las ni roha.
R. Ale Debata parasiroha na sumurung, mian ma Ho di tongatonganami!
L. Huparhatopot hami do, ndang adong di son huta na hot dihami. Alai dipaloas Ho do hami mangingani bagas on paima sahat hami tu inganan na pinaradeM. Urupi ma hami laho mandok mauliate tu Ho. Asa hupelehon hami peleannami marhitehite ma mangaradoti ulaon lomo ni rohaM dibagas on.
R. Pujionnami ma Ho marsundut-sundut jala pajojoronnami ma saluhut denggan ni basaM.
L. Pasupasu ma hami saluhutna, ingani ma roha dohot pingkirannami, ala Anak haholongan ni rohaM, Tuhan Jesus Kristus Tuhannami.
L+R. Amen.

5. Tangiang Pangondianon

6. Marende BE No. 262:1. “Jahowa Tuhanki”
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan
Sitompa sasude, silehon hangoluan
Sai lehon ma di au, pamatang na hipas
Maringan ma di au, baen roha na ias

7. Jamita:

8. Marende BE No. 581:1– “Sangap Di Jahowa” (P. Pelean)
Sangap di Jahowa na Sun timbul i, Balga ni holongNa ndang tarasam i,
Di lehon AnakNa na sasada i, manobus hita jolma pardosa i
Puji ma Debata ale manisia, Las roham, las roham, somba ma Debata
Dapothon Jahowa na sun timbul i, Marhite AnakNa Tuhan Jesus i
Tung so hasuhatan do basaNa i, Marhite AnakNa ni lehonNa i
MudarNa durus do di hau silang i, Rara pe dosanta ias dibaen i.
Puji ma Debata ale manisia, Las roham, las roham, somba ma Debata
Dapothon Jahowa na sun timbul i, Marhite AnakNa Tuhan Jesus i

9. Tangiang Panutup: Ale Amanami + Pasupasu.

Tata Ibadah Arisan, disadur dari Buku Ibadah Harian bulan Juli – Agustus 2018


1. Bernyanyi KJ No.3:1+4. “Kami puji dengan riang”
Kami puji dengan riang di Kau Allah yang besar
Bagai bunga t’rima siang hati kami pun mekar
Kabut dosa dan derita kebimbangan t’lah lenyap
Sumber suka yang abadi b’ri sinarMu menyerap
Mari kita pun memuji dengan suara menggegap
Menyanyikan kuasa kasih yang teguh serta tetap
Kita maju dan bernyanyi jaya walau diserang
Ikut mengagungkan kasih dalam lagu pemenang

2. Votum dan Doa ( L = Liturgis & J = Jemaat )
L. Di dalam Nama Allah Bapa dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi, amin. Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.
J. Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.
L. Sebab inilah barita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi.
J. Ingatlah bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus.
L. Segala tulisan yang di-ilhamkan oleh Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakukan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
J. Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik.
L. Haleluya, Marilah kita berdoa! Ya Tuhan Allah Bapa yang Maha Kuasa! Hanya karena kasih-Mu kami sekarang dapat berkumpul dan berdoa kepada-Mu. Dalam firman-Mu engkau berjanji bahwa dimana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Mu di situ Engkau ada di tengah-tengah mereka. Ya Tuhan, genapilah janji-Mu, dalam kehidupan kami. Berkatilah kami, supaya kami bertumbuh didalam kebenaran firman-Mu. Berilah pengetahuan dan hikmat serta pengharapan didalam Anak-Mu Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami, amin.

3. Bernyanyi KJ No. 10:1+5. “Pujilah Tuhan Sang Raja”
Pujilah Tuhan Sang Raja yang Maha Mulia
Segenap hati dan jiwaku pujilah Dia
Datang berkaum, b’rilah musikmu bergaung
Angkatlah puji-pujian
Pujilah Tuhan hai jiwaku mari bernyanyi
Semua makhluk bernafas, iringilah kami
Puji terus, Nama yang Maha Kudus. Padukan suaramu, amin.

4. Epistel : Amsal 3:3-7, 11. (Responsoria)
L. Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau!
J. Kalungkanlah itu pada lehermu, dan tuliskanlah itu pada loh hatimu.
L. Maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.
J. Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri.
L. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka ia akan meluruskan jalanmu.
J. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan.
L. Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan Tuhan, dan janganlah engkau bosan akan peringatanNya. Demikianlah firman Tuhan, Berbahagialah orang yang mendengar firman Tuhan serta memeliharanya.
J. Amin.

5. Bernyanyi KJ No. 393:1 “Tuhan Betapa Banyaknya”
Tuhan, betapa banyaknya berkat yang Kau beri,
Teristimewa rahmat-Mu dan hidup abadi.
T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku
Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi

6. Doa Syafaat

7. Bernyanyi KJ No. 356:1. “Tinggallah Dalam Yesus”
Tinggallah dalam Yesus, jadilah murid-Nya
B’lajarlah firman Tuhan, taat kepada-Nya
Tinggallah dalam Yesus, andalkan kuasa-Nya
Dialah pokok yang benar, kitalah rantingnya

8. Renungan.

9. Bernyanyi KJ No. 424:1 … “Yesus Menginginkan Daku” (Persembahan)
Yesus menginginkan daku bersinar bagiNya
Dimana pun ‘ku berada ‘ku mengenangkanNya
Bersinar, bersinar, itulah kehendak Yesus
Bersinar, bersinar, aku bersinar terus
Yesus menginginkan daku menolong orang lain
Manis dan sopan selalu ketika ku bermain.
Bersinar, bersinar, itulah kehendak Yesus…….

10. Doa Penutup dan Berkat.

KEMERDEKAAN HARUS DIPERJUANGKAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-121:1 Jesus Raja ni Huria
Jesus Raja ni huria na porsea na badia, pasupasu ma au on. Sai sungguli ma rohangku mangihuthon Ho, Rajangku; pargogoi ma au tongtong, pargogoi ma au tongtong.

PEMBACAAN FIRMAN
Titus 3:1-7 (Pagi)
Yer. 34:8-17 (Malam)

RENUNGAN
2 Korintus 3: 17
“Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.”

KEMERDEKAAN HARUS DIPERJUANGKAN
Kemerdekaan merupakan suatu bentuk kebebasan. Orang Kristen adalah orang-orang yang bebas. Tuhan Yesus mati di kayu salib menebus lunas dosa kita dari hukuman maut. Meski nyatanya manusia masih membuat belenggu-belenggu ketidakbebasan atas manusia lainnya atau atas makhluk hidup lainnya. Dengan demikian kemerdekaan atau kebebasan bagi umat manusia harus terus diperjuangkan. Dulu manusia memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan atas manusia lainnya atau bangsa lainnya, kini manusia berjuang untuk bebas dari kemiskinan, bebas dari ketakutan, ketidakadilan dan diskriminasi. Bebas merdeka dari tirani minoritas dan dari dominasi mayoritas. Kebebasan bagi orang Kristen bukanlah kebebasan yang tanpa batas atau kebablasan. Dalam hidup bermasyarakat tentu ada aturan dan ada kewajiban-kewajiban yang harus kita penuhi. Taatilah aturan dan kewajiban yang sudah disepakati dan memang perlu ditaati khususnya untuk kehidupan bersama di ruang publik, serta hukumlah para pelanggar aturan. Demikian pula di gereja, kita diwajibkan untuk mentaati aturan peraturan gereja.

Saudara, kemerdekaan atau kebebasan bagi orang Kristen adalah kebebasan yang didasari oleh Roh Kudus. Salah satu contoh kebebasan bagi orang Kristen adalah kebebasan untuk berfikir dan berbuat bagi kebaikan diri sendiri, keluarga, orang lain dan bagi semua makhluk. Kebebasan berfikir dan berbuat membuat orang Kristen menjelajah dunia dan alam semesta. Manusia menguasai teknologi untuk membuat pesawat, roket, obat-obatan, dan lain sebagainya untuk kebaikan umat manusia dan semua makhluk ciptaan Tuhan. Hal-hal duniawi yang tidak masuk akal atau dahulu dilarang janganlah dijadikan hambatan bagi orang Kristen untuk bebas berfikir dan berbuat (lih. Mat. 12:10-13).

BERDOA

BERNYANYI KJ-401: 1 Makin Dekat, Tuhan
Makin dekat Tuhan, kepada-Mu; walau pun saliblah mengangkatku, inilah laguku: Dekat kepada-Mu; makin dekat, Tuhan, kepada-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin