Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

ANAK-ANAK ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-826:2 Gohi Au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi
Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku O Tuhan di HataMi
Gohi au Tuhan marhite HataMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Roma 8:12-17 (Pagi)
1 Kor. 8:12-13 (Malam)

RENUNGAN
Galatia 3:26
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.

ANAK-ANAK ALLAH
Kita terpilih menjadi anak-anak Allah bukan karena kekuatan, kepintaran, kuasa, perbuatan kita, tetapi hanya karena kasih anugrah Tuhan. Paulus menjelaskan dalam firman ini, hukum taurat tidak bisa membawa kita selamat, alasannya adalah karena tidak ada orang yang mampu melakukan hukum taurat. Memang hukum taurat bermanfaat bagi kita yaitu sebagai penuntun dan pengenalan akan dosa kita (Gal. 3:24), tetapi oleh hukum taurat kita tidak bisa selamat, maka jalan satu-satunya adalah Yesus. Karena itulah Paulus menyebut: “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.” Penekanan Paulus adalah hanya dengan iman kepada Yesus sehingga kita layak menjadi anak-anak-Nya.

Kita yang telah dibaptis dalam Kristus telah menjadi ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Korintus 5 : 17). Status menjadi anak-anak Allah bukan tergantung karena suku, status sosial, jenis kelamin, usia tetapi ketika kita mengaku dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Penerimaan kita sebagai anak-anak Allah sungguh anugrah yang termulia, di mana kita mengalami keintiman dan perlindungan dari Allah yang setia mengasihi, yang terutama mewariskan bagi kita kehidupan yang kekal. Masalahnya adalah sebagai anak-anak Allah hendaklah kita dapat berbuat, bertindak, berperilaku sesuai dengan kehendak Allah. Hendaklah kita menjadi contoh dan teladan bagi semua orang. Apalagi kita yang tinggal di masyarakat yang majemuk, yang berbeda suku, ras, budaya, agama, tetapi marilah kita hidup dengan tampil beda dalam arti bukan beda dengan penampilan, kegantengan, kecantikan, mode tetapi tampil beda dengan prilaku yang baik, etika yang baik, inilah tandanya kita sebagai anak-anak Allah. Amen.

BERDOA

BERNYANYI KJ-460:1 Jika Jiwaku Berdoa
Jika jiwaku berdoa kepada-Mu Tuhanku. Ajar aku t’rima saja pemberian tangan-Mu. Dan mengaku s’perti Yesus di depan sengsara-Nya. Jangan kehendakku Bapa, kehendak-Mu jadilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MENGALAH AWAL KEBAHAGIAAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-14:5 Puji Hamu Jahowa Tutu
Somba hamu Jahowa burju. Marhapantunon ma hita di Tuhanta Debata. Burju tasomba ma, Tuhanta Debata.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Kor. 3:1-9 (Pagi)
Yeh. 20:18-20 (Malam)

RENUNGAN
Efesus 5:21
Dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

MENGALAH AWAL KEBAHAGIAAN
Kata yang dipakai rendahkanlah dirimu adalah submit yang mengandung arti tunduk, menyerah, memasrahkan. Kata ini bisa dimaknai dengan mengalah; jadi sikap mengalah terhadap orang lain di dalam Tuhan menjadi ajakan dan nasihat untuk menuju hidup bahagia. Teks ini sangat erat hubungannya dengan ayat selanjutnya yang mendeskripsikan hubungan antara suami dan istri. Si istri harus tunduk kepada suami dan suami harus mengasihi istrinya.

Sikap mengalah ternyata sangat penting ketika untuk menjalankan hidup tunduk dan hidup mengasihi antara yang satu dengan yang lain. Sikap ini bukan sesuatu yang negatif, kompromi dan pasif melainkan sebuah sikap yang positif, tegas dan aktif. Mengapa? Karena mengalah berarti memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berintropeksi diri atas apa yang dilakukannya dan bersegera memperbaiki dirinya. Sikap ini pun menunjukkan sebuah kedewasaan yang kita tidak perlu memaksakan pikiran dan kebenaran kita sendiri. Sikap ini sangat baik jika dihidupi secara bersama-sama, bukan sepihak, dan yang lain keras kepala tegar tengkuk.

Jika sikap ini terus dipelihara dengan positif dan mendidik maka kehidupan antara yang satu dengan yang lain bisa hidup saling menghargai dan saling mengasihi. Dari diri mereka akan mengalir sikap yang tunduk dan mengasihi. Tentu hidup bahagia pun tidak jauh dari mereka. Sebaliknya, di antara mereka tidak ada yang mengalah dan hanya mau menang sendiri dan benar sendiri maka akan terbangun tembok yang membuat aliran kasih dan tunduk itu tidak akan mengalir. Lebih baik mengalah untuk hidup bahagia di dalam keluarga (suami istri) daripada menuntut untuk dihormati dan menuntut untuk dikasihi. Percayalah sikap tunduk dan hormat akan mengalir dengan sendirinya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-256:1 Kita satu di dalam Tuhan
Kita satu di dalam Tuhan, satu G’reja yang esa. Marilah bertolong-tolongan, kau dan aku s’muanya. Marilah bertolong-‘tolongan, kau dan aku, s’muanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KEHIDUPAN SEBAGAI HAMBA ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita
Beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 656. 1. Parhahamaranggion
Parhahamaranggion i, lam hot jala togu,
Singhopma hasadaon i, di Jesus i burju
Rap sauduran hita be marholong na tutu
Mardame marlas roha ma di Jesus i tutu.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Joh. 3: 11-14 (Pagi)
Mika 2: 12-13 (Malam)

RENUNGAN
1 Petrus 2: 17
Hormatilah semua orang, kasihanilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja.

KEHIDUPAN SEBAGAI HAMBA ALLAH
Dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai makluk ciptaan Tuhan tentunya hidup dalam lingkungan yang berinteraksi antara yang satu dengan yang lain. Interaksi itu harus berdasarkan kasih dari Tuhan agar baik. Nas di atas bertujuan agar tidak terjadi perpecahan. Alkitab membuat jelas bahwa keluarga yang stabil dan masyarakat yang stabil dibangun dengan rasa hormat. Alkitab juga memerintahkan kita untuk menghormati orang tua kita, menghormati otoritas sipil, dan menghormati pemimpin gereja.

Setiap orang layak menerima rasa hormat. Mengapa? Karena: 1. Tuhan yang menciptakan mereka untuk kemuliaan. Mazmur 8: 5 mengatakan, “Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.”Tidak ada yang tidak berharga. Orang membuat keputusan yang salah sepanjang waktu, tetapi mereka masih berharga untuk Tuhan. 2. Yesus mati untuk semua orang. Alkitab mengatakan, “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. ” (1 Pet. 1: 18-19). 3. Ini menunjukkan bahwa Allah mengenal Anda. Alkitab memberitahu kita bahwa Allah adalah kasih. Jika Anda mengenal Allah, anda akan memenuhi hidup dengan cinta.

Alkitab mengatakan, “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih “(1Yoh. 4: 8). Cinta selalu memperlakukan setiap orang dengan hormat. 4. Akan mendapatkan kembali apa pun yang Anda berikan. Ini hukum panen. Apapun yang Anda tabur, akan Anda tuai. Jika Anda ingin dihormati, Anda harus memperlakukan orang lain dengan hormat. Alkitab mengatakan, “Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” (Gal. 6: 7b). Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-450:1 Hidup Kita Yang Benar
Hidup kita yang benar haruslah mengucap syukur. Dalam Kristus bergemar; janganlah tekebur. Dalam susahpun senang; dalam segala hal. Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendak-Nya

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

DIPERSATUKAN DALAM DAMAI KRISTUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-644: 1 Ro Ma Ho Parasiroha
Ro ma Ho parasiroha, sai pagirgir rohangkon. Mangendehon denggan basa nilehonMu di au on. Tiruonku ma suruan mangendehon sangapMi. Pujionku Ho Jahowa partanobatoanki

PEMBACAAN FIRMAN
Kol. 3: 12 -14 (Pagi)
Ul. 22: 1 – 4 (Malam)

RENUNGAN
Efesus 2: 17
“Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang jauh dan damai sejahtera kepada mereka yang dekat”

DIPERSATUKAN DALAM DAMAI KRISTUS
Nas ini merupakan penekanan Paulus di dalam suratnya atas kehidupan persekutuan jemaat di Efesus. Satu hal yang mendasar diingatkan Paulus adalah: Kita diselamatkan dan dipersatukan hanya oleh karena “Anugerah”. Iman kepada Yesus Kristus menjadikan kita dapat bersatu di dalamNya dan hidup dengan pekerjaan yang baik sebagai anak-anak Kristus.

Sebagai manusia yang hidup di dalam Kristus haruslah dipersatukan di dalam damai sejahtera Kristus dengan pemahaman bahwa hanya orang Yahudilah yang mendapatkan hak janji Allah, sedangkan yang lain tidak. Orang Jauh dan dekat disatukan sebagai warga Allah di dalam kesatuan Yesus Kristus dan sebagai orang-orang kudus. Kesatuan ini menjadikan sukacita sebagai warga keluarga Allah. Kesatuan ini dihubungkan dengan peran orang yang dipersatukan oleh Kristus yang dirancang untuk memenuhi bangunanNya (Kerajaan-Nya). Setiap bangunan-bangunan tersebut saling menopang sehingga nampak kemuliaan Allah sekaligus tempat kediaman Allah. Bangunan yang terdiri dari para rasul, para nabi dan semua orang yang percaya, Kristus adalah “batu Penjurunya”. Arti sederhana semuanya dipersatukan oleh karena Kristus. Paulus menegaskan tentang Kristus yang mempersatukan Yahudi dan non Yahudi sehingga mereka yang dulunya Jauh sekarang menjadi dekat dengan Anugerah. Jika Kristus mati di kayu salib untuk memperdamaikan bukan hanya antara manusia dengan Allah, tapi antara manusia dengan sesamanya. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-353: 1 Sungguh Lembut Tuhan Yesus Memanggil
Sungguh Lembut Tuhan Yesus memanggil, memanggil aku dan kau. Lihatlah Dia p’rihatin menunggu, menunggu aku dan kau. Hai mari datanglah, kau yang lelah mari datanglah. Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil, Kau yang sesat marilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

GEMBALA YANG BAIK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-247:2 Sai Hehe ma Hamuna
Tangihon panjouonna tu hamusuon i. Ihuthon ma hataNa mangalo dosa i. Ibana do donganmu mandopang musu i. Ipe tongtong haposi Tuhanta Jesus i.

PEMBACAAN FIRMAN
Yak. 4:11 – 12 (Pagi)
Gal. 2:11- 14 (Malam)

RENUNGAN
Yohanes 10: 16
“Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.”

GEMBALA YANG BAIK
Gembala yang baik. Ya, itulah Yesus yang telah memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba gembalaan-Nya, termasuk saya dan saudara. Semasa hidup dan pelayanan-Nya di Israel, Yesus melihat bagaimana orang-orang Farisi menggembalakan bangsa Israel. Melalui nas ini Yesus “menegur dan menyadarkan” orang-orang Farisi, karena mereka lebih mengutamakan ritual agamanya, duduk di tempat terdepan dan terhormat. Mereka membebankan masyarakat dengan aturan dan peraturan yang tidak dapat dilakukan, tetapi mereka sendiri sangat miskin dalam kasih dan pengorbanan. Melalui nas ini, Yesus juga mau memperlengkapi murid-murid-Nya dalam pelayanan mereka kelak. Yesus telah memberikan keteladanan kepada murid-murid-Nya dahulu dan juga kepada kita sekarang.

Apakah nas ini masih relevan untuk dilakukan di tengah-tengah hidup yang semakin mementingkan diri sendiri? Tentu sangat relevan, karena kita harus bersungguh-sungguh mengasihi sesama. Karena itu, ada beberapa hal penting yang dapat kita petik dari nas ini, yaitu : 1. Berusahalah untuk mengenal sesama dengan sebaik-baiknya yang didasarkan kepada kasih Yesus. Dengan demikian akan terbangun sikap saling percaya. 2. Kehadiran kita, baik sebagai jemaat (domba) apalagi sebagai anggota majelis (gembala) harus berkontribusi untuk membangun kesatuan di tengah-tengah masyarakat maupun jemaat sehingga Yesus dipermuliakan. 3. Jadilah pribadi yang bertanggung jawab dan bersedia berkorban. Yesus telah melakukannya supaya kita beroleh hidup yang kekal. Maukah kita melakukannya? Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-376: 4 Ikut Dikau Saja Tuhan
Ikut dalam kesucian, lahir batin yang bersih. Aku rindu mengikuti suri yang Engkau beri. Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi padaMu: dalam Dikau Jurus’lamat kubahagia penuh.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KEBAHAGIAAN PEMBAWA DAMAI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-26: 1 Ale Dongan Na Saroha
Dame nimMu ale Jesus, lehononMu di bangsoM./ TondiMi do napatulus hataMi tu naposoM./ Dangol hami jala pogos, dang tau baen parhaladoM, tondi Parbadia tongos margogoihon hami on.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Kor.12:12-14 (Pagi)
Yoh. 15:1-6 (Malam)

RENUNGAN
Matius 5: 9
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

KEBAHAGIAAN PEMBAWA DAMAI
Semua orang pastilah mendambakan kebahagiaan. Ada dua hal pokok dalam rumusan bahagia yang disampaikan Yesus pada kotbah di bukit yakni tentang waktu saat ini (sekarang) dan waktu yang akan datang. Yesus mengatakan berbahagialah pada apa yang terjadi, yang dialami dan apa yang dilakukan saat ini, karena pada masa mendatang atau sesudahnya akan memperoleh buah-buah kebaikan. Nas ini menekankan ”Berbahagialah orang yang membawa damai (saat ini), karena mereka akan disebut anak-anak Allah (mendatang).

Dunia penuh kekacauan, perseteruan dan pertentangan apabila tidak ada damai. Ada banyak contoh yang dapat kila lihat yang tertulis dalam Alkitab yang menggambarkan betapa kengerian akan terjadi di tengah tengah kehidupan manusia apabila tidak ada lagi damai. Kain membunuh saudaranya Habel karena dia tidak berdamai dengan dirinya sendiri. Yakub menghianati abangnya Esau untuk merebut hak kesulungan, karena tidak ada lagi damai sehingga dia harus menjadi orang pelarian yang dihantui rasa bersalah yang dikejar-kejar. Raja Saul juga mencari dan merencanakan untuk membunuh Daud karena tidak ada lagi rasa damai di hatinya menyaksikan ketangkasan dan kepintaran Daud yang masih muda itu. Herodes juga demikian, ketika dia membunuh anak-anak di bawah umur 2 tahun, karena tidak ada lagi damai di hatinya. Dewasa ini, kehadiran pembawa damai sangat diharapkan terutama di dalam kehidupan keluarga, gereja bahkan masyarakat. Sebagai orang Kristen kita dijadikan sebagai pelopor damai. Mari menjadi pelaku damai dalam kehidupan kita sehingga kebahagiaan itu menjadi milik kita dan kitapun akan disebut anak-anak Allah. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-249:1 Serikat Persaudaraan
Serikat persaudaraan, berdirilah teguh! Sempurnakan persatuan di dalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah, dikuatkan iman. Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA HAL


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-706:1 Godang Ni Pasupasu I
Godang ni pasupasu i dilehon Tuhanhi. Tarlobi asiasiMi, marhite AnakMi. Jalo ma pujianhi, Jesus Sipalua i. Boi au bongot tu surgo i, marnida hasangaponMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Kisah 18:9-17 (Pagi)
Kej. 26: 1- 5 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 50: 23
“Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku, siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.”

MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA HAL
Bagaimana hari-hari saudara? Apakah dipenuhi oleh ucapan syukur kepada Tuhan setiap waktu atau terus diliputi kekhawatiran, keluh kesah dan persunggutan? Ayat ini bahwa hidup yang di penuhi ucapan syukur adalah kunci kepuasaan dan kebahagiaan hidup. Dengan selalu mengucap syukur kita percaya dan mengakui bahwa Tuhan berkuasa dan mengendalikan seluruh hidup kita yang kita jalani di dunia ini. Apa yang kita alami di dunia ini harus diyakini kalau itu semua terjadi menurut kehendak Tuhan sehingga kita bisa menerima keadaan hidup kita seutuhnya. Menerima keadaan hidup kita seutuhnya juga merupakan salah satu bentuk ucapan syukur. Jadi Apapun kondisi yang kita alami kalau kita percaya dan mengakui kedaulatan Tuhan, kita pasti akan yakin juga kalau Tuhan memiliki rancangan damai sejahtera dalam hidup kita sehingga kita bisa menerima keadaaan hidup kita baik saat sukacita atau dukacita.

Jadi bagaimana untuk dapat mengucap syukur dalam segala hal? Ini merupakan pertanyaan yang sangat sulit. Akan sangat mudah bersyukur dalam kondisi yang baik atau menguntungkan, tetapi apabila keadaan berbalik sulit untuk bersyukur? Mengucap syukur itu bukan tergantung keadaan yang dialami tetapi bagaimana respon atas keadaan. Keadaaan yang alami tidak dapat diubah tetapi respon dan suasana hati dapat diubah. Dengan Percaya kepada Tuhan yang akan selalu menjaga dan menyertai kita dalam kondisi apapun tentu tidak sulit bagi kita untuk mengucap syukur. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-345:4 Sertai Kami Tuhan
Sertai kami Tuhan; berkat-Mu turunlah. Kuasa-Mu kau limpahkan penuh karunia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin