DIPERSATUKAN DALAM DAMAI KRISTUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-644: 1 Ro Ma Ho Parasiroha
Ro ma Ho parasiroha, sai pagirgir rohangkon. Mangendehon denggan basa nilehonMu di au on. Tiruonku ma suruan mangendehon sangapMi. Pujionku Ho Jahowa partanobatoanki

PEMBACAAN FIRMAN
Kol. 3: 12 -14 (Pagi)
Ul. 22: 1 – 4 (Malam)

RENUNGAN
Efesus 2: 17
“Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang jauh dan damai sejahtera kepada mereka yang dekat”

DIPERSATUKAN DALAM DAMAI KRISTUS
Nas ini merupakan penekanan Paulus di dalam suratnya atas kehidupan persekutuan jemaat di Efesus. Satu hal yang mendasar diingatkan Paulus adalah: Kita diselamatkan dan dipersatukan hanya oleh karena “Anugerah”. Iman kepada Yesus Kristus menjadikan kita dapat bersatu di dalamNya dan hidup dengan pekerjaan yang baik sebagai anak-anak Kristus.

Sebagai manusia yang hidup di dalam Kristus haruslah dipersatukan di dalam damai sejahtera Kristus dengan pemahaman bahwa hanya orang Yahudilah yang mendapatkan hak janji Allah, sedangkan yang lain tidak. Orang Jauh dan dekat disatukan sebagai warga Allah di dalam kesatuan Yesus Kristus dan sebagai orang-orang kudus. Kesatuan ini menjadikan sukacita sebagai warga keluarga Allah. Kesatuan ini dihubungkan dengan peran orang yang dipersatukan oleh Kristus yang dirancang untuk memenuhi bangunanNya (Kerajaan-Nya). Setiap bangunan-bangunan tersebut saling menopang sehingga nampak kemuliaan Allah sekaligus tempat kediaman Allah. Bangunan yang terdiri dari para rasul, para nabi dan semua orang yang percaya, Kristus adalah “batu Penjurunya”. Arti sederhana semuanya dipersatukan oleh karena Kristus. Paulus menegaskan tentang Kristus yang mempersatukan Yahudi dan non Yahudi sehingga mereka yang dulunya Jauh sekarang menjadi dekat dengan Anugerah. Jika Kristus mati di kayu salib untuk memperdamaikan bukan hanya antara manusia dengan Allah, tapi antara manusia dengan sesamanya. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-353: 1 Sungguh Lembut Tuhan Yesus Memanggil
Sungguh Lembut Tuhan Yesus memanggil, memanggil aku dan kau. Lihatlah Dia p’rihatin menunggu, menunggu aku dan kau. Hai mari datanglah, kau yang lelah mari datanglah. Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil, Kau yang sesat marilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s