Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

BELAS KASIHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-37:1 – Asi Ni Roha
Asi ni roha ni Tuhan Jesus Kristus, holong ni roha ni Debata, dohot parsaoran ni Tondi mandongani hita sasudena.

PEMBACAAN FIRMAN
Roma 9: 19-26 (Pagi)
Amsal 14:21-31 (Malam)

RENUNGAN
Hakim-hakim 2: 18b
Tuhan berbelas kasihan mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka.

BELAS KASIHAN
Di dalam proses kehidupan ada masa untuk mendapatkan sukacita dan juga menghadapi dukacita. Tanpa kita undang kedua keadaan ini akan datang dengan sendirinya. Namun, di dalam keadaan yang dua ini ada suatu kepastian bahwa TUHAN tetap menyertai, dan memberikan belas kasihan-Nya kepada orang yang percaya. Bagaimana tidak, di waktu sukacita Dia tetap mengajarkan kita untuk bersyukur, dan di dalam duka cita Dia tetap mengajarkan kita untuk bertahan dan berpengharapan kepadaNya. Itu semua terjadi karena TUHAN adalah Mahakasih.

Suka cita dan duka cita adalah bentuk dari penyertaan TUHAN. Suka cita mengajarkan bahwa TUHAN memiliki segala sesuatunya, yang ditunjukkan dengan berbagai berkat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Baik itu berkat melalui kehidupan, kesehatan atau pun materi. Sedangkan duka cita mengajarkan kita untuk berserah kepada-Nya, bisa saja duka cita yang terjadi dalam hidup kita adalah bentuk peringatan TUHAN, atau bisa saja untuk melihat kesetiaan kita. Sehingga setiap saat meski pun keadaan berbeda, dengan kesadaran demikian maka kita akan tetap mengatakan bahwa Allah adalah Mahakasih. Penyertaan TUHAN tidak akan pernah berhenti, karena Dia penuh dengan belas kasihan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI J-4:6 Hai Mari Sembah
Ya, Mahabesar, kekal kasih-Mu; malaikat memb’ri pujian merdu, pun kami mahluk-Mu kecil dan lemah, mengangkat pujian serta menyembah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERKOMUNIKASI DENGAN BIJAK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-15:1 – Aut Na Saribu Hali Ganda
Aut na saribu hali ganda saringar ni soarangki. Naeng nasa gogo bahenonku mamuji Debatantai. Paboa las ni rohangki hinorhon ni pambaenna i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 18:21-35 (Pagi)
Kel. 2:11-14 (Malam)

RENUNGAN
Matius 9:26
Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

BERKOMUNIKASI DENGAN BIJAK
Dalam Mateus 9:18-26 diceritakan tentang dua muzijat yang Tuhan Yesus lakukan. Pertama, Tuhan Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang mengalami pendarahan selama 12 tahun lamanya yang mana perempuan tersebut mempunyai keyakinan hanya dengan menyentuh jubah Yesus dia akan sembuh. Yang kedua, Yesus menghidupkan kembali anak perempuan dari pemimpin rumah ibadat yang sudah meninggal dunia. Kedua perbuatan inilah yang tersebar ke seluruh daerah dan membuat semakin banyak orang mengikut Yesus dan semakin banyak orang yang sakit datang untuk disembuhkan.

Dari penjelasan tadi kita melihat bahwa perbuatan baik akan mudah tersebar kepada masyarakat, yang akan membawa kebahagiaan dan damai sejahtera. Akan tetapi apabila perbuatan jahat atau perbuatan negatif kita yang diberitakan maka masyarakat akan menjauh dan mem-“bully” kita, apa lagi pada jaman “Now” media komunikasi semakin canggih seperti FB, WA, Line, Twitter dan lain sebagainya, akan sangat sulit untuk menutupi semua perbuatan jahat. Demikian juga untuk perbuatan yang baik akan sangat mudah untuk tersebar. Bahkan ada yang memanfaatkan media komunikasi untuk sekedar “pencitraan” untuk meraih simpati orang apalagi pada masa Pilkada, pilleg sekarang. Juga dalam menggunakan media komunikasi ada risiko hukum yang harus dihadapi yaitu undang-undang ITE yang dapat membawa penggunanya ke penjara. Untuk itulah di dalam menggunakan media komunikasi, kita harus bijak dan berpedoman kepada 1 Korintus 10:23-33 yang intinya bahwa dalam menggunakan media komunikasi kita harus memperhatikan manfaat dan menjadi berkat bagi orang lain. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 57:3 Yesus Lihat Umat-Mu
Sinar mahamulia lahir dari Allah Bapa, buka dan siapkanlah hati, mulut, pendengaran: biar doa dan nyanyian berkenan padaMu, Tuhan!.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BELAS KASIHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-467:1 – Asi Ni RohaM Hupuji
Asi ni rohaM hupuji ala Ho manobus au. Dipaias Ho rohangku, gabe soranganMu Au. IngananMu rohanami. TondiMi manggohi i. Pangke dohot ngolunami gabe ulaulaMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Yudas 1:20-21 (Pagi)
Kel. 2:1-10 (Malam)

RENUNGAN
Amsal 19:17
Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.

BELAS KASIHAN
Menunjukkan belas kasihan mungkin sesuatu yang susah dilakukan saat ini karena hidup yang mementingkan diri sendiri atau kelompok semakin menonjol. Namun bagi setiap orang percaya, Tuhan mengajarkan dan memerintahkan dahulu, sekarang dan seterusnya. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Bagaimana kita memahami perintah Tuhan ini dan melakukannya dalam kehidupan setiap hari? Bagi setiap orang percaya, kaya dan miskin, kuat dan lemah adalah anugerah Tuhan. Nas ini dengan jelas mengajarkan bagaimana seharusnya hidup setiap orang yang percaya kepada Tuhan di tengah-tengah masyarakat.

Menaruh belas kasihan tidak terbatas hanya memberi materi, namun juga non materi, misalnya: memberi waktu dan diri untuk mendengar, menguatkan, menghibur dan memberikan solusi bagi sesama yang membutuhkan. Setidaknya ada tiga hal yang dapat kita petik dari nas ini, yaitu: 1. Menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah harus didasari pada pengertian dan pengakuan bahwa seluruh hidup kita adalah anugerah dan belas kasihan Tuhan. 2. Mengasihi sesama manusia adalah perwujudan mengasihi Tuhan. 3. Menaruh belas kasihan tidak akan mengurangi milik dan sukacita kita, karena Tuhan sumber segala berkat dan sukacita akan membalasnya. Dengan pengertian dan pemahaman yang benar, setiap orang percaya sadar dan senang menaruh belas kasihan kepada sesama terutama kepada orang yang lemah. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-19:1 Tuhanku Yesus
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan Manusia, Kau kukasihi, Kau Junjunganku, Bahagiaku yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KASIH LEBIH PENTING DARIPADA PERSEMBAHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-9 :1 Hupuji Holong Ni RohaMu
Hupuji holong ni rohaMu, O Tuhan Jesus Rajangki. Tu Ho hulehon ma diringku ai ido pinagidoMi. Huhalupahon ma diringku, mamingkir holong ni rohaMu.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 20:20-28 (Pagi)
Maz. 37:18-28 (Malam)

RENUNGAN
Matius 12:7
Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.

KASIH LEBIH PENTING DARIPADA PERSEMBAHAN
Hidup ini penuh dengan pilihan. Sejak kecil kita sudah dihadapkan dengan berbagai pilihan yang akan sangat menentukan kemana langkah kita selanjutnya. Kita memilih apakah mau rajin belajar atau malas-malasan, apakah kita mau hidup teratur atau acak-acakan, menuruti orang tua atau membangkang, jujur atau bohong dan sebagainya.

Dalam nas diterangkan dua pilihan antara kasih dan persembahan, di mana kedua pilihan itu sangat penting dilakukan orang Kristen, tapi Yesus Kristus menekankan bahwa belas kasihan itu lebih penting dari pada persembahan, karena belas kasihan mempunyai makna kerendahan dan kemurahan hati. Sementara persembahan sering disalahgunakan untuk menghukum kesalahan sesama. Untuk itu melalui belas kasih kita mampu merasakan dan memahami sebuah kekurangan dengan tidak menghukum kesalahan sesamanya. Inilah sikap orang yang rendah hati dan berkenan di hadapan Tuhan. Orang yang rendah hati meletakkan dasar hubungannya dengan Allah dan sesama melalui Kasih. Kasih haruslah menjadi landasan hidup orang percaya, mengapa demikian? Karena Allah adalah kasih itu sendiri. Di mana belas kasih Allah dinyatakan-Nya lewat karunia-Nya yang besar yang dikerjakan oleh Yesus Kristus. Menunjukkan belas kasihan pada sesama adalah cara kita membalas belas kasihan yang telah Allah berikan kepada kita melalui kemurahan, kerendahan hati, kelemah-lembutan serta kesabaran, semuanya itu harus mengisi kehidupan kita sehari-hari. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 39:1 ‘Ku Diberi Belas Kasihan
‘Ku diberi belas kasihan, walau tak layak hatiku; tadi ‘ku angkuh, kini heran: Tuhan, besarlah rahmatMu! Kidung imanku bergema: rahmatMu sungguh mulia, Kidung imanku bergema: rahmatMu sungguh mulia!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

PENYERTAAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-14:1 – Puji Hamu Jahowa Tutu
Puji hamu Jahowa tutu, Pardengganbasa, parasiroha salelengna i. Pardengganbasa i, parasiroha i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mrk. 8:2-6 (Pagi)
Kej. 35:20-29 (Malam)

RENUNGAN
Ayub 26: 2
“Alangkah baiknya bantuanmu kepada yang tidak kuat, dan pertolonganmu kepada lengan yang tidak berdaya!

PENYERTAAN TUHAN
Dalam kehidupan ini, Allah tidak pernah menjanjikan kehidupan kita akan mudah dan tanpa masalah, tetapi Allah berjanji bahwa Ia akan selalu menyertai kita sepanjang perjalanan hidup dan justru dalam pergumulan kita tersebut, penyertaan-Nya terhadap kita akan semakin sempurna. Kisah Ayub menjadi peringatan bagi kita. Kekayaan, anak, istri, kesehatan, semua dari Tuhan. Masihkah kita memuji Tuhan waktu semuanya ini diambil oleh Tuhan? Ayub menjaga kekudusannya di hadapan Tuhan. Jika kita membaca keseluruhan kitab Ayub ini, kita dapat melihat bahwa tujuan Iblis hanya satu yaitu ia ingin membuat Ayub mengutuki Tuhan. Tetapi Ayub tidak melakukannya, walaupun banyak penderitaan dan pergumulan ia hadapi. Betapa indahnya kerohanian seperti ini yang tidak dipengaruhi keadaan miskin atau kaya, sehat atau sakit. Dan penilaian Tuhan terhadap Ayub terbukti benar.

Sebagai orang beriman, marilah kita tidak merasa terintimidasi oleh beratnya permasalahan yang datang kepada kita, marilah kita mulai belajar untuk mengarahkan diri dan fokus pada kebesaran dan kemampuan Tuhan. Belajar dan bertobat, memohon ampun kepada Tuhan dan bertanya apakah yang Allah inginkan dalam kehidupan kita dan dengan cara apa yang Allah inginkan agar pergumulan tersebut dapat terselesaikan dengan baik. Ingat bahwa masalah yang kita alami tidak serta merta berakhir begitu kita berdoa, tetapi Tuhan mengajarkan kita untuk mengalami semua proses penyelesaian ini seturut dengan waktuNya, karena pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat selalu tepat waktu. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-438:1 Apapun Juga Menimpamu
Apapun juga menimpamu, Tuhan menjagamu. Naungan kasihNya pelindungmu, Tuhan menjagamu. Tuhan menjagamu waktu tenang atau tegang, Ia menjagamu, Tuhan menjagamu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERBAHAGIALAH MEREKA YANG MENYENANGKAN HATI ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-504:1 – Di Togu Tuhan Jesus Au
Ditogu Tuhan Jesus au, i do na mangapuli au. Diganup dalan nang tung maol, tanganna do tongtong huhaol, Ditogu togu Jesus au, tanganna sai maniop au, Tongtong ma siseanna au, paima boi tu surgo lao.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 9:9-13 (Pagi)
Maz. 112:6b-10 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 41:2-3a
Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya.

BERBAHAGIALAH MEREKA YANG MENYENANGKAN HATI ALLAH
Bagaimana cara kita untuk menyenangkan hati Allah? Renungan ini mau mengajarkan kita untuk memperhatikan orang yang lemah dengan bersikap baik pada orang lain dan menghibur mereka yang menderita. pemazmur menekankan bahwa kita berbahagia “jika dapat menyenangkan/ memperhatikan orang lemah, orang sakit, orang miskin, yang tidak mempunyai pengharapan bahkan orang berduka baik yang kita kenal dekat, maupun yang tidak atau baru saja kita kenal, misalnya : dirumah sakit, penjara. Tuhan akan membalasnya dengan meluputkan kita dari segala marabahaya dan memelihara nyawa kita, inilah suatu hiburan, dan harapan kita yang memperhatikan orang-orang lemah.

Pada dasarnya, tidak ada satu orangpun yang suka dengan penyakit, tetapi dunia di mana kita hidup adalah dunia yang sudah dikuasai oleh penyakit, jadi ingatlah: Yesus Kristus yang kita sembah adalah Allah yang menjamin hidup kita bahwa oleh bilur-bilur-Nya kita yang percaya sudah disembuhkan, itu berarti: 1. Penyakit bukanlah akhir dari segalanya. 2. Penyakit adalah saat kita untuk intropeksi diri. 3. Penyakit bukan berasal dari Tuhan, karena Tuhan menyediakan kita berkat, anugerah dan kesembuhan. 4. Penyakit harus membuat kita lebih memuliakan Tuhan, karena hanya di dalam nama Yesus ada jawabannya, hanya Yesus yang sanggup menyembuhkan dan memulihkan semua keadaan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-3: 2 Kami Puji Dengan Riang
Kau memb’ri, Kau mengampuni, kau limpahkan rahmatMu. Sumber air hidup ria, lautan kasih dan restu. Yang mau hidup dalam kasih Kau jadikan milikMu. Agar kami menyayangi, meneladan kasihMu

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

LITURGI HKBP: “Hukum Tuhan”


Pada poin kedua dalam Liturgi HKBP adalah Hukum Tuhan. Perlu di ketahui bahwa menyuarakan Hukum Tuhan dalam Ibadah HKBP bukan untuk menyatakan bahwa kita masih hidup dalam bayang-bayang ketakutan akan hukum tersebut, namun Hukum Tuhan yang disuarakan adalah petunjuk kehidupan dalam sebuah keteraturan. Itu sebabnya bukan hanya 10 Titah Tuhan yang disuarakan disini, namun juga beberapa diambil dari Alkitab, Konfessi HKBP, RPP dan lain sebagainya.

Dalam Hukum Tuhan ada 3 hal yang perlu untuk diperhatikan, yaitu: 1. Suara isi dari Hukum Tuhan itu sendiri. Perlu dipahami dengan baik, pernyataan Hukum Tuhan dimulai dengan kalimat: “dengarkanlah Hukum Tuhan (Tangihon hamu ma Patik ni Debata)”. Bukan menyatakan bahwa Liturgis tidak ikut di dalamnya, tetapi justru pernyataan dari Allah “Shema Ho Israel (dengarlah hai Israel)”; 2. Doa memohon kekuatan. Ini adalah pernyataan bahwa kita manusia yang lemah yang tidak mampu hidup dalam kesempurnaan, tetapi kekuatan itu telah diberikan oleh Allah, sehingga kita dimampukan (awalan “di” yang menyatakan bahwa bukan kita yang mampu, tetapi Allah yang membuat kita mampu), untuk melakukan kehendakNya; 3. Nyanyian respon jemaat terhadap Hukum Tuhan yang telah disuarakan. Respon ini menunjukkan bahwa kita adalah manusia lemah yang seharusnya dihukum, tetapi kemurahan Tuhan diberikanNya kepada kita. Itu sebabnya Hukum Tuhan ini dilanjutkan dengan “pengakuan dosa”.