Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

Yesus Sumber Kehidupan


BERNYANYI BE-826:2 Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi
Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Efesus 3:1-12
Malam: Yesaya 60:1-6

RENUNGAN
Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Kolose 1:16

Yesus Sumber Kehidupan
Manusia hidup di dalam realitas yang kelihatan dan tidak kelihatan, yang natural dan supernatural. Dalam suatu perjalanan di atas sebuah perahu untuk melihat ikan paus di lepas pantai. Seekor paus biasanya beristirahat sebentar di permukaan laut, mengambil napas dalam-dalam untuk beberapa kali, lalu mengeluarkan hembusan napas yang menciptakan semburan yang menakjubkan, kemudian menyelam kembali ke dalam lautan untuk memangsa cumi-cumi. Meski memiliki habitatnya sendiri yang penuh dengan tumbuhan dalam air dan makhluk laut, paus harus muncul ke permukaan laut untuk menghirup oksigen dari waktu ke waktu atau ia akan mati. Meskipun paus tidak tahu banyak tentang dunia di atas laut, ia perlu terus berhubungan dengan dunia itu agar dapat bertahan hidup.

Allah yang menciptakan dunia yang kelihatan ini selalu aktif menopang ciptaan-Nya dan membuka jalan bagi kita untuk menghampiri Dia yang tidak kelihatan. Paulus menulis, “Kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya” (Kol. 1:21-22). Firman Allah mengatakan kepada kita bahwa segala sesuatu diciptakan melalui Kristus dan untuk Kristus. Dan jika segala sesuatu diciptakan bagi-Nya, maka itu berarti bahwa Yesus berada di tengah-tengah itu semua! Sebagai orang percaya, penting bagi kita kemudian untuk membuat Yesus Pusat dalam setiap bidang kehidupan kita. Hidup menjadi penuh dengan rasa tujuan yg dalam dan hidup menjadi mudah karena mengalir bersama Kristus. Berdoalah bahwa Yesus menjadi pusat dalam kehidupan keluarga kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-467:1 Tuhanku bila hati Kawanku
Tuhanku bila hati kawanku, terluka oleh tingkah ujarku,
dan kehendakku jadi panduku, ampunilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Doa Memohon Belas Kasihan


BERNYANYI BE. 369:1. O’ Jesus Panondang
Na marhahaanggi, hita sasude. Ndang mardia imbar manang ise pe. Asing be hatanta, nang luat ta pe. Sada do Amanta i taingot be.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yeremia 31:7-14
Malam: Yohanes 1:10-18

RENUNGAN
Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami. Mazmur 90:14

Doa Memohon Belas Kasihan
Merill Douglas mengatakan perihal hidup: “Anda tidak bisa membelinya, menyewakannya, menyimpannya, membuatnya atau menabungnya. Anda hanya bisa menghabiskannya.” Pemazmur menyaksikan bahwa hidup manusia di dunia ini terasa singkat dan pendek, dibandingkan dengan sesudah kematian yang sifatnya kekal. Dalam doanya, Pemazmur memohon belas kasihan Allah supaya diberi pemahaman yang memadai tentang singkatnya hidup ini, supaya kita mempersembahkan hati yang bijaksana kepada Tuhan dalam memanfaatkan setiap hari yang diberikannya kepada kita.

Pemazmur menyadari bahwa keselamatan hanya ada pada Allah. Tuhanlah yang membuat keputusan dan keputusannya mutlak. Maka, Pemazmur memohon supaya murka Tuhan disingkirkan dari mereka dan kiranya Tuhan mau berbalik dengan bermurah hati dan berbelas kasih, sehingga mereka beroleh keselamatan yang menjadi suka cita dan penghiburan. Kita memang tidak layak untuk menerima pertolongan ilahi, tetapi kita tidak mampu melaksanakan apapun tanpa pertolongan-Nya.

Waktu adalah anugerah Tuhan kepada manusia. Kita hendaknya menerima dan mensyukuri setiap detik yang diberikan-Nya, sebagai suatu mujizat, yang tidak dapat diulangi. Ketika waktu kita di dunia ini sudah habis Tuhan akan menilai hidup kita. Pergunakanlah waktu yang diberikan Tuhan dengan sebaik-baiknya untuk memperoleh hidup yang kekal, janganlah kita menggunakan hidup yang singkat ini hanya untuk memperoleh kesenangan duniawi. Mohonlah belas kasihan Tuhan supaya diberi hati yang bijaksana sehingga setiap detik yang diberikan dapat kita nikmati sebagai anugerah dan tanda kesetiaan kepada kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-419:1 “Yesus Pimpinlah”
Yesus pimpinlah kami s’lamanya
Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup
Tuntun umatMu, masuk rumah-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Hidup ini Pemberian Tuhan


BERNYANYI BE 66:1 Debata Baen Donganmi
Debata baen donganmi. Lao mangula ulaonmu. Baen Ibana haposanmu. Sai paserep rohami. Debata baen dongami. Debata baen donganmi.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Lukas 8:16-21
Malam: Ayub 42:10-17

RENUNGAN
Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. Efesus 3:7

Hidup ini Pemberian Tuhan
Selamat Tahun Baru bagi kita semua. Biarlah tahun baru ini, membawa hati dan pikiran yang baru, semangat, dan harapan yang baru dalam kehidupan kita. kita bersyukur atas penyertaan Tuhan selama tahun 2018, walau ada pergumulan yang kita alami. Untuk menjalani tahun baru 2019, kita harus yakin kepada Tuhan. Untuk menguatkan kita menjalani tahun ini, kita perlu belajar dari pengalaman hidup rasul Paulus. Dalam pelayanan dan perjalanan hidupnya ia tetap berpegang teguh kepada Tuhan sekalipun ia harus menderita. Ia telah melupakan masa lalunya, sebelum bertobat ia pernah mengejar, menyiksa bahkan membunuh orang yang percaya kepada Yesus. Tetapi setelah ia bertobat dan mengalami hidup baru ia mengakui segala dosa-dosanya (Kisah 9:1-10). Pertobatan dan hidup baru yang dialami Paulus bukanlah karena kebaikan atau jasanya, tetapi semuanya hanya karena kuasa pemberian kasih karunia Allah yang dianugerahkan kepadanya, sehingga Paulus bersyukur atas kasih anugrah itu, dan menjadikan dia seorang rasul sebagai penginjil dan pemberita firman Tuhan bagi semua orang. Paulus berkata bahwa anugrah Allah yang cuma-cuma itu telah menjadikan dia seorang pelayan. Karena itulah bagi kita orang percaya dalam menjalani hidup kita di tahun ini, janganlah kita sesekali mengandalkan akan kuasa, pengetahuan, kepintaran, pikiran, jabatan yang kita miliki, tetapi marilah kita selalu mengandalkan akan kuasa Allah, menyerahkan diri kepada Allah, terutama dalam menjalani hidup kita di tahun ini, marilah kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, karena hidup kita ini adalah pemberian kasih karunia Allah. Amen.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 363:1 Bagi Yesus Kuserahkan
Bagi Yesus kuserahkan, hidupku seluruhnya
Hati dan perbuatanku, pun waktuku milik-Nya
Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milik-Nya
Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milik-Nya

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tahun Baru


Tahukah kita bahwa tahun baru dimulai pada hari ke delapan terhitung dari 25 Desember sebagai Natal hari Pertama. Setiap tahunnya kita akan merasakan suasana tema yang sama sekalipun topik yang dibicarakan akan berbeda-beda. Karena itu, setiap tahun akan ditutup pada Natal hari ke tujuh, hal ini mengingatkan kita kepada angka kesempurnaan yaitu “7” sesuai dengan penuturan Alkitab (secara khusus Kejadian pada penciptaan dan wahyu yang menggunakan angka tujuh). Hari ke delapan adalah hari baru, dimana awal hari dimulai kembali. Melalui gambaran ini, sesungguhnya Tahun Liturgi telah menuntun kita kepada ucapan syukur yang begitu besar, bahwa tahun sebelumnya kita telah disempurnakan oleh Allah, baik secara hidup maupun rohani. Maka kita telah siap untuk melangkah pada hari yang baru, bahkan tahun yang baru.

Perjanjian baru sendiri menekankan bahwa anak yang baru lahir harus disunat pada hari yang ke delapan. Sesuai dengan tradisi Yahudi (bnd. Lukas 2:21 dan Filipi 3:5). Ini adalah pembersihan diri dan penetapan sebagai umat percaya pada perjanjian lama. Karena itu pada “Tahun Baru” kita diingatkan kembali sebagai umat Allah yang telah ditetapkan dan memutuskan hubungan dengan keduniawian. Seperti tahun yang lama telah berakhir, demikian juga kehidupan lama akan berakhir, maka perjuangan pada kehidupan yang beru telah dimulai. Menarik jika pada natal hari ke delapan ini diwarnai dengan tema “delapan ASI (Air Susu Ibu) sebagai gambaran permulaan kehidupan. Gambaran ini juga Nampak pada Gorga Batak, delapan ASI yang berhadapan dengan “Dua Boras Pati”.

TUNTUTAN TUHAN PADAKU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-68:1 Masilelean Angka Taon
Marsilelean angka taon, ro di ujung na sogot.
O Jesus lehon parrohaon, na naeng tongtong marningot
Dihalalao ni aringki, huhut manimbang ujung ni.

PEMBACAAN FIRMAN
Gal. 3:15-18 (Pagi)
Why. 3:20-22 (Malam)

RENUNGAN
Yohanes 12:48
Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

TUNTUTAN TUHAN PADAKU
Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia akan datang untuk keduakalinya dengan memberikan penghakiman. Dia akan menghakimi perbuatan yang kita lakukan kepadaTuhan, sesama dan diri sendiri. Dia tahu apa yang ada di dalam hati, jiwa dan akal budi kita. Tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan semuanya terang benderang.

Tuhan Yesus mengajak kita semua untuk bisa menikmati kehidupan yang kekal. Syarat yang diminta adalah mengikuti dan melakukan apa yang yang diperintahkan-Nya. Kita ambil saja yang mudah, namun sebenarnya sulit yaitu hukum kasih. Mengasihi Allah yang tidak kelihatan melalui mengasihi sesama yang kasat mata. Mungkin kita masing-masing bisa menjabarkan sendiri menurut kemampuan kita. Mengasihi tanpa syarat dan embel-embel, tidak menghitung untung dan ruginya, mengasihi bukan karena kewajiban namun kebutuhan hidup rohani kita.

Nas ini sungguh-sungguh ingin mengingatkan kita bahwa ada masa akhir zaman itu pasti akan datang dan kita semua akan mendapat pengadilan dari-Nya. Setiap orang akan mempertanggungjawabkan semua yang telah diperbuatnya selama dia hidup di dunia ini. Barangsiapa yang percaya kepada Tuhan maka dia termasuk pada kelompok yang menerima Yesus. Sebaliknya, mereka yang berbuat dosa tanpa mau bertobat maka mereka termasuk kelompok yang menolak Yesus. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-110:1 Di Betlehem T’lah Lahir Seorang Putera
Di Betlehem t’lah lahir, seorang Putera
Semoga ‘ku menjadi, abadi milik-Nya
Sungguh, sungguh, abadi milik-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

WAKTU DALAM TAHUN LITURGI


Ini adalah Minggu dimana kita merayakan Natal hari yang ke-enam. Namun pada saat ini kita akan membahas mengenai waktu dalam tahun liturgi. Mari kita mengulang pertanyaan pada Malam Natal “mengapa Natal sudah dirayakan pada tanggal 24 Desember, sedang Natal sesungguhnya jatuh pada tanggal 25 Desember?” Tradisi ini lahir dari Yahudi, dimana perubahan hari jatuh pada pukul 6 sore. Yahudi menggunakan ayat dalam Kitab Kejadian sebagai perubahan hari: “Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari …” (Kejadian 1) menarik bukan? Jika kita memahami bahwa perubahan tanggal jatuh pada pukul 12 malam, tetapi tidak demikian dengan tahun liturgi gereja. Pada pukul 6 sore tema liturgy untuk esok telah dimulai. Seluruh Gereja baik Katolik maupun Protestan (Luther dan Calvin) menggunakan pembagian waktu dari tradisi Yahudi, di mana pergantian hari tidak terjadi pada pukul 12 malam, tetapi terjadi pada pukul 6 sore. Tradisi ini dipakai juga oleh HKBP, itu sebabnya gereja-gereja akan membunyikan loncengnya pada hari Sabtu pukul 6 sore sebagai tanda “buka sabat” dan membunyikan kembali loncengnya pada pukul 6 sore di hari Minggu sebagai tanda “tutup sabat”. Maka hari Sabat dimulai pada hari Sabtu pukul 6 sore dan berakhir pada hari Minggu pukul 6 sore. Mari kita ingat peristiwa kematian Yesus Kristus, ketika Yesus telah mati pada pukul 2 sore, maka tidak lama lagi Yesus harus diturunkan, karena sabat akan dimulai, yaitu pada pukul 6 sore (bnd. Markus 15:42). Itu sebabnya Yusuf Arimatea berusaha keras untuk meminta mayat Yesus agar dikuburkan sebelum malam tiba.

TUNTUTAN TUHAN PADAKU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-201:1 Na Martungkot Sere Au
Na martungkot sere au di dalanhu tu na dao. Sian surgo i do ro, surgo i di tudu do. I ma haporseaonhu na pahothon pardalanhu na patogu langkangki sahat ro di surgo i.

PEMBACAAN FIRMAN
Gal. 3:13-14 (Pagi)
Why. 3:11-13 (Malam)

RENUNGAN
Mika 6:8
“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”

TUNTUTAN TUHAN PADAKU
Teks di atas merupakan perkataan Tuhan kepada bangsa Israel melalui Nabi Mika tentang pemberian persembahan bangsa Israel yang menganggap bahwa dengan korban persembahan tersebut maka Allah akan memaafkan dosa dan kesalahan mereka. Allah tegas menjawab bahwa yang dituntut Allah adalah perubahan sikap bangsa Israel untuk berlaku adil, setia melakukan kasih, dan bersikap rendah hati.

Apakah di saat ini tuntutan Allah itu bisa kita lakukan dengan mudah? Mari kita lihat tuntutan pertama, ADIL, secara makna artinya adalah tidak berpihak kecuali pada kebenaran. Sepertinya kita sudah terbiasa dalam melakukan sesuatu itu cenderung untuk menguntungkan diri sendiri, walaupun terkadang akan mengorbankan kepentingan orang lain bahkan terkadang yang kita lakukan itu tidak benar. Tuntutan kedua, Setia Berbuat KASIH, bermakna berbuat kebaikan dengan ikhlas tanpa berharap imbalan. Sangat sulit bagi kita untuk melakukan kasih, karena ketika seseorang berbuat kasih maka orang tersebut akan merugi karena apa yang dikeluarkan akan mengurangi apa yang dimilikinya. Tuntutan ketiga, Hidup RENDAH HATI, hal ini juga kemungkinan sulit dilaksanakan bagi orang-orang yang sudah memiliki banyak kelebihan terutama orang yang berkelebihan dalam harta, kuasa dan latar belakang pendidikan. Mereka akan cenderung tinggi hati atau sombong karena tidak mau ditandingi orang lain, sudah merasa yang paling hebat. Sekarang pilihan ada pada diri kita sendiri, Tuhan mau kita melakukan ketiganya secara bersamaan, tidak boleh dipisah-pisahkan. Dan kita harus berjuang dan bekerja keras serta terus berdoa supaya bisa memenuhi ketiga tuntutan Tuhan tersebut. Hanya dengan demikianlah kita berkenan di hadapan Allah dan siap menerima berkat dari Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 57:1 Yesus Lihat Umat-Mu
Yesus lihat umat-Mu yang mendamba Kau berfirman. Dan arahkan pada-Mu hati dan seluruh ind’ra, hingga kami yang di dunia Kau dekatkan pada sorga.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin