Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

Memperkatakan Firman Tuhan


BERNYANYI BE-227: 4 Jesus Ngolu ni Tondingku
Tangkup au Jesus Tuhanku, tiop au mansai gomos, asa unang runsur pathu sian dalan na tingkos.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: 2 Samuel 7:17-24
Malam: Yesaya 51:9-16

RENUNGAN
Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.
Roma 10:8

Memperkatakan Firman Tuhan
Setiap hari pastilah kita berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar, sekolah, kantor, dan sebagainya. Komunikasi secara verbal yakni dengan mulut diperlukan agar komunikasi lebih jelas. Sering tidak disadari bahwa kita sebagai umat yang telah ditebus oleh Kristus, maka ucapan kita sebenarnya mencerminkan identifikasi diri kita. Sesungguhnya kita juga adalah utusan-utusan Tuhan untuk memberitakan Firman berupa berita keselamatan, sebagai konsekuesi dari kita telah menjadi murid Yesus, yang kita percaya telah mati dan bangkit untuk keselamatan manusia. Jadi di semua aktivitas kehidupan, kita sepatutnya mempersaksikan kebaikan dan anugerah Kristus pada kita. Itu akan terlihat dari perkataan kita apakah perkataan kita benar, dapat dipertanggungjawabkan, membangun dan membuat orang di sekitar kita menjadi terberkati dengan apa yang kita sampaikan. Kesaksian kita melalui mulut dan tindakan harusnya membuat orang-orang bahagia dan berkeinginan menjadi sama seperti kita sebagai pengikut Kristus.

Kita telah mendengar Kebenaran Firman, melalui Alkitab, pemberitaan para pendeta, evangelis, parhalado, dan orang tua kita. Sebarkanlah Berita Baik itu ke sekeliling kita, pertama-tama sebagai orang tua kepada anak-anak kita. Sebagai orang yang bekerja ke kalangan rekan-rekan kita. Firman dan kebenarannya harus disebarkan. Jangan ditahan karena keegoisan kita. Selain itu kita harus konsisten dengan melakukan apa yang kita katakan dan apa yang dilakukan. Belajarlah dan renungkanlah kebenaran Firman siang dan malam, agar itu menjadi acuan dalam bertindak dan berkata-kata. Kita harus seperti Yosua, Yosua diberi ‘kunci’ penting oleh Tuhan agar perjalanan hidupnya dan tugas dari Tuhan itu berhasil dan berkemenangan. Kunci itu adalah: memperkatakan kitab Taurat, renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati, sesuai firman, sehingga perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Band Yosua 1:8).

BERDOA

BERNYANYI KJ-345: 1 Sertai Kami Tuhan
Sertai kami, Tuhan dengan anugerah-Mu.
Berilah pertolongan melawan si set’ru

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Dibersihkan Supaya Berbuah Banyak


BERNYANYI BE-12: 2 Dipuji Rohangkon Do Ho
Huboto Ho do mual ni na denggan sasude. Dilehon Ho do sian i godang di hami be.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: 2 Samuel 7:4-16
Malam: Yesaya 56:1-7

RENUNGAN
Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Yohanes 15:3

Dibersihkan Supaya Berbuah Banyak
Setiap kita mandi dan membersihkan badan maka sesudahnya tubuh dan jiwa kitapun menjadi segar. Kesegaran itu menjadi modal kita untuk melakukan banyak aktifitas dan pekerjaan yang baik dan menyenangkan. Sebaliknya tubuh yang selalu kotor membuat badan dan jiwa kita malas dan tidak bergairah. Demikian halnya rohani kita yang sudah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan menjadikan kita bersukacita dan siap melakukan banyak hal kebaikan dan menyenangkan. Namun Yesus bersabda: “Akulah pokok anggur dan kamulah rantingnya. Barang siapa tinggal di dalam Aku dan Aku dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Sebagai ranting kita memang melekat pada pokok Anggur, namun kotoran atau kuman dari luar dapat merusak dan menghambat pertumbuhannya. Syukurlah dengan Firman Tuhan yang selalu kita dengar dan percayai dapat membersihkan kita. Namun di dalam Yohanes 3:36 dikatakan percaya saja tidaklah cukup karena supaya kita dapat melihat dan menikmati hidup yang dijanjikan-Nya harus taat kepada Anak. Jadi di samping Iman percaya, kita juga harus taat yakni menuruti perintah-Nya. Melakukan perintah-Nya dengan taat akan menghasilkan buah-buah kebaikan dan juga pertobatan (Mat.3:8). Tuhan memberkati kita.

BERDOA

BERNYANYI KJ-341: 1 Kuasa-Mu dan Nama-Mulah
Kuasa-Mu dan Nama-Mulah hendak kami sebar. Dan kar’na itu, ya Tuhan, kami takkan gentar. Bagaikan padi segenggam mestilah mati dipendam. Supaya tumbuh dan segar, dipanas surya memekar, berbuahlah tuaian pun besar.

BERNYANYI
DOA BAPA KAMI
Amin-amin-amin

Bagi Allah Tidak Ada Yang Mustahil


BERNYANYI BE-569:1 O Debata Tung Longang do Rohangku
O Debata, tung longang do rohangku molo hubereng na tinompa-Mi. Saluhut bintang, hilap dohot ronggur, manghatindangkon hasangaponMi. ;; Marende au Tuhan mamuji Ho, O Debata sangap do ho;;

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: 2 Samuel 7:1-3
Malam: Yesaya 50:1-3

RENUNGAN
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Lukas 1:37

Bagi Allah Tidak Ada Yang Mustahil
Alkitab banyak menceritakan tentang kuasa Allah yang besar dan ajaib, yang sulit dipahami. Tidak ada sesuatu pun yang tidak sanggup Allah kerjakan dalam kehidupan manusia karena Dia adalah Allah yang Mahakuasa yang tidak terbatas. Dia sanggup melakukan mujizat, membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada. Dia menciptakan alam semesta, langit dan bumi dan segala isinya, hanya dengan perkataan-Nya. Dalam hidup kita sering menghadapi keadaan atau masalah yang sulit yang membuat kita menjadi cemas dan mudah menyerah ataupun berfikir tidak ada jalan keluar. Ingatlah! Di dalam Tuhan selalu ada jalan keluar. Bagi Tuhan tidak ada yg terlalu sulit. Apapun yg sedang kita hadapi, Ia lebih dari sanggup dan bersedia untuk menolong dan memberkati kita. Menjalani hidup bersama Tuhan dapat membuat kita menjadi orang yang kuat serta teguh di dalam mencapai setiap tujuan. Berserahlah hanya pada Tuhan sebab tidak ada perkara yang mustahil bagi Dia. Milikilah iman dan sikap yang menerima dan mempercayai apapun yang Tuhan katakan. Jangan pernah meragukan dan mengkhawatirkan kuasa dan janji Tuhan Allah dalam hidup ini, sebab kekhawatiran dapat menghalangi kita untuk melihat kuasa dan mujizat Tuhan. (Bnd. Yeremia 32:27).

Dalam situasi yang sulit sekalipun tetaplah belajar percaya serta berharap kepada Tuhan karena Dia sanggup memberikan melebihi dari yang kita doakan, atau pikirkan, karena Dialah Tuhan yang besar sehingga segalanya mungkin bagi Dia bahkan segalanya Dia sediakan bagi kita yang percaya padaNya. Andalkan Tuhan dalam setiap langkah hidupmu, karena tidak ada yang mustahil bagi Tuhan! Tuhan Yesus memberkati. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-376: 1 Ikut Dikau Saja Tuhan
Ikut Dikau saja Tuhan, jalan damai bagiku. Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darah-Mu. Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi pada-Mu. Dalam dikau Jurus’lamat, ‘ku bahagia penuh!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Hidup Dipimpin Roh Allah


BERNYANYI BE-252: 1-2 Paian ma dihami
O Jesus Sai dongani ma hami sasude. Pasada rohanami, asa bulus sude. Ndang hadalanan hami salangka na ture, dung Ho pe dongannami tiur ma sasude.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Mazmur 55:15-23
Malam: Lukas 12:10-24

RENUNGAN
Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
Roma 8:14

Hidup Dipimpin Roh Allah
Tentu semua orang ingin hidup merdeka, merdeka dari perbudakan, merdeka dari rasa takut, merdeka dari perbuatan dosa dan lain-lain. Namun, dapatkah manusia sungguh-sungguh merdeka? Ternyata manusia tidak akan pernah sungguh-sungguh merdeka dari dan oleh dirinya sendiri. Sejak manusia pertama jatuh ke dalam dosa, citra Allah yang ada dalam diri manusia menjadi rusak. Kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan, bertentangan dengan keinginan Tuhan. Meskipun Tuhan telah memberikan hukum Taurat dan firman-Nya, namun manusia yang sudah jatuh kedalam dosa selalu melanggarnya, Manusia tidak mampu menuruti dan melakukannya. Kuasa dosa itu begitu kuat, sehingga manusia tidak dapat melepaskan diri dengan kemampuannya sendiri.

Syukur kepada Allah, karena begitu besar kasih-Nya akan dunia ini (baca – manusia), Ia telah mengutus Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Hukuman yang seharusnya kepada manusia, telah ditimpakan kepada Kristus Yesus melalui penderitaan, pengorbanan dan kematian-Nya di kayu salib. Kebangkitan-Nya dari antara orang mati adalah bukti bahwa Tuhan telah mengalahkan kuasa dosa dan maut. Selanjutnya, Tuhan dalam kasih setia-Nya memberikan Roh Kudus untuk memimpin manusia yang percaya kepada pengorbanan Kristus Yesus untuk bertumbuh dalam pengenalan yang sempurna akan Allah. Roh Allah akan terus memimpin orang-orang percaya untuk hidup dalam damai sejahtera, merdeka dari hukum dosa dan maut. Pertanyaan: apakah kita mau dan rela dipimpin oleh Roh Allah? Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-57: 2 Yesus, Lihat Umat-Mu
Tanpa cah’ya Roh Kudus kami dalam kegelapan;
biar oleh sabda-Mu akal budi Kau cerahkan,
hingga Tuhan kuasai karya dan ucapan kami.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Harta Kesayangan Tuhan


BERNYANYI BE-25: 1 HataMi Ale Tuhanku
Hatami ale Tuhanku, arta na ummargai. Sai paian di rohangku unang so hutiop i. Molo so be sitiopan hata nabadia i. Aha nama haojahan ni haporseaon i?

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Mazmur 25:1-11
Malam: Lukas 18:1-13

RENUNGAN
Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.
Keluaran 19:5

Harta Kesayangan Tuhan
Kitab Keluaran menjelaskan bagaimana kuasa TUHAN membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Di saat bangsa Israel hidup menderita, Tuhan merespon untuk membawa mereka keluar dari Mesir ke tanah Kanaan lewat kepemimpinan Musa. Pada bulan ketiga setelah Israel keluar dari Mesir, mereka tiba di padang gurun Sinai, lalu bangsa Israel berkemah di sana dan Musa naik ke gunung Sinai untuk menghadap Allah dan mendengar firman TUHAN. TUHAN menjelaskan kepada Musa bagaimana TUHAN membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir. TUHAN berpesan kepada Musa agar bangsa Israel sungguh-sungguh mendengar firman TUHAN dan berpegang pada perjanjian TUHAN, maka dengan demikian mereka akan menjadi harta kesayangan TUHAN.

Tentu kita juga ingin menjadi harta kesayangan TUHAN. Apakah otomatis identitas itu melekat? Tentu dibutuhkan beberapa hal agar kita bisa menjadi harta kesayangan TUHAN. Pertama, kita harus mendengar Firman-Nya, berpegang pada perjanjian-Nya, menunjukkan ketaatan kepada TUHAN serta setia kepada-Nya dengan sungguh-sungguh. TUHAN telah memperlihatkan kasih karunia-Nya pada kita melalui anak-Nya Yesus Kristus yang telah berkorban, disalibkan dan mati untuk menebus dosa kita. Kedua, Firman TUHAN harus menjadi pelita dan terang dalam perjalanan hidup kita (Maz 119:105). Kesukaan kita adalah taurat TUHAN dan merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ketiga, kita haruslah bersikap adil seperti yang dikatakan oleh nabi Mika 6:8 ”Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati dihadapan AllahMu. Kita hidup dalam anugerah dan kebaikan TUHAN. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-450: 4 Hidup Kita yang Benar
Bertekun bersyukurlah hingga suara-Nya kaudengar. Sungguh indah anakKu, ungkapan syukurmu. Dalam susah pun senang; dalam segala hal. Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendak-Nya

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Injil Yang Membebaskan


Matius 13:53-58

“Daripada hujan emas di negeri orang lebih baik hujan batu di negeri sendiri” Sejauh apa pun kaki ini melangkah kampung halaman tempat yang terbaik. Pada nas ini dikatakan Yesus kembali ke Nazaret, di situ Yesus mengajar di Sinagoge (Kemana pun Yesus melangkah tidak lepas dari mengajar, baik itu secara verbal maupun dari sikap dan tindakan-Nya). Yesus tidak hanya mengajarkan hikmat tetapi Dia sendiri adalah hikmat Allah namun sayang sekali kekaguman mereka berubah menjadi kekecewaan dan penolakan, pikiran mereka langsung tertutup; kuasa kebenaran dan berita firman dikalahkan oleh pengenalan mereka terhadap diri Yesus yang hanya seorang anak tukang kayu. mengapa itu bisa terjadi?

Yang pertama : Ketakjuban mereka bukan karena pengajaran yang disampaikan oleh Yesus, tetapi mereka heran dari mana kuasa Yesus. Jadi mereka sebetulnya tidak peduli pada Firman/Ajaran yang disampaikan oleh Yesus. Memang manusia sering takjub pada hal-hal yang salah dan ini menyebabkan mereka tak peduli pada Firman Tuhan, misalnya: takjub pada kepandaian/ karunia/ kharisma dari pengkhotbah, bisa menyebabkan kita tidak mempedulikan Firman Tuhan yang ia beritakan. Oleh sebab itulah ketakjuban mereka bisa berubah seketika berujung menjadi sebuah penolakan.

Yang kedua : Mereka mengetahui dan melihat dari latar belakang Yesus. Orang Nazareth menganggap sebagai hal yang aneh bahwa Yesus yang lama hidup di tengah-tengah mereka sebagai tukang kayu, tiba-tiba menjadi pembuat mujizat dan pengajar besar pada bidang agama. Mereka tidak dapat menerima status sosial Yesus karena itulah, Yesus mengatakan bahwa seorang nabi tidak diterima di tempat asalnya sehingga tidak memungkinkan Ia membuat banyak mujizat. (Siapapun akan mengalami hal serupa, yaitu jika dicurigai, dianggap tidak mampu melakukan apa-apa, dicemooh, dan tidak dipercayai maka orang tersebut tidak memberikan hasil yang maksimal).

Tindakan penolakan tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi. Sebab pada umumnya orang menilai seseorang berdasarkan apa yang tampak jarang sekali kita menilai berdasarkan kualitas pribadi dan potensi seseorang. Dari nats kita hari ini, kita dapat belajar bahwa cara pandang kita terhadap sesuatu sangat menentukan reaksi dan respon kita. Cara pandang yang benar melahirkan tindakan yang benar, jangan terlalu cepat menilai, meremehkan/memandang seseorang dengan sebelah mata tetapi hendaklah kita belajar menghargai orang lain bukan karena latar belakangnya. Hargailah orang lain karena mereka adalah ciptaan Tuhan. Dalam menjalani hidup ini, tarkadang kita juga melakukan hal yang sama seperti orang-orang Nazareth masih meragukan kuasa Yesus di dalam hidup kita. Kita lebih percaya pada diri sendiri dalam menghadapi setiap persoalan. Kita lebih suka membangun tembok dalam mempertahankan diri, seakan-akan semua hal dapat kita atasi dengan kemampuan kita. Oleh sebab itu dalam nats ini kita diajarkan untuk lebih peka dan terbuka pada kehadiran Allah dengan melepas kesombongan kita yang menjadi gerbang munculnya penolakan terhadap kebenaran. Peka dan terbuka bahwa dalam diri orang kecil, tertindas dan miskin sekali pun Allah berkarya. Melepas kesombongan berarti membiarkan Allah berkarya dalam diri kita hingga hidup kita pun menjadi tanda kehadiran Allah dan berdampak bagi sesama.

Pdt. Z. Yosafat Nababan, S.Th

Berjaga-jaga Menanti Hari Tuhan


BERNYANYI BE-802: 1 Pangke Tingkim Saonari
Pangke tingkim saonari, dapothon ma Tuhan i. Unang godang sidalian ingot jempek ngolumi. Nunga rade hasonangan, di surgo i, di surgo i. Unang adong nanggo sada na so parjambar disi.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yehezkiel 34:11-15
Malam: Lukas 17:11-19

RENUNGAN
Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Matius 24:42

Berjaga-jaga Menanti Hari Tuhan
Hari Tuhan tidak ada yang mengetahuinya kapan waktunya (Mat.24:36), namun yang pasti hari Tuhan akan datang dan seluruh ciptaan akan dihakimi sesuai dengan perbuatan-Nya. Keadilan dan kebenaran akan ditegakkan pada hari Tuhan, yang akan memurnikan segala sesuatu agar kembali seperti yang diinginkan oleh Sang Pencipta, yaitu hidup dalam kekudusan. Karena tidak ada yang mengetahui kapan waktu datangnya hari Tuhan, maka setiap manusia diwajibkan untuk terus berjaga-jaga, yaitu hidup di dalam iman percaya yang nyata dalam perbuatan-perbuatan baik.

Renungan pada hari ini mengajak kita untuk memulai awal tahun ini dengan kesadaran bahwa segala sesuatu akan dihakimi sesuai dengan perbuatannya (Why. 20: 12-13). Hal ini mendorong kita untuk selalu berbuat baik, berjaga-jaga atas kualitas iman kita. Sehingga dengan demikian kita akan melakukan kebaikan tanpa harus diketahui oleh orang lain karena Tuhan dapat melihatnya. Salah satu contohnya adalah melakukan pekerjaan sebagaimana tanggung jawab yang diberikan bagi kita dengan sebaik-baiknya tanpa harus diawasi oleh manusia, namun atas kesadaran bahwa pekerjaan yang kita miliki adalah cara untuk memuliakan Tuhan. Kesadaran yang demikian menjadikan kita sebagai orang yang bertanggungjawab atas apa yang kita perbuat. Hal itu juga mendorong kita untuk bekerja dengan adil dan benar dalam setiap proses kehidupan. Selamat berjaga-jaga dalam menanti hari Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-49: 1 Firman Allah Jayalah
Firman Allah Jayalah sampai ujung dunia:
kita pun dipanggilnya untuk hidup yang baka

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin