Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

RAHAB DIKASIHI TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 364:1. “Berserah kepada Yesus”
Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku
Kukasihi, kupercaya, ku ikuti Dia t’rus
Aku berserah, aku berserah
KepadaMu Jurus’lamat aku berserah.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Keluaran 25:17-22.
Malam : Mazmur 50:1-15.

03. Renungan: Yosua 2:12.
Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya.

Allah melihat keadaan di Kanaan dan daerah ini akan diserahkan kepada umatNya (Ul.7:1,2). Rahab perempuan Kanaan yang tinggal di kota Jeriko yakin bahwa daerah Jeriko akan diserahkan kepada Israel. Rahab menyelematkan dua orang pengintai yang diutus Musa ke kota Jeriko. Ia memohon kepada kedua orang pengintai itu agar ia dan keluarganya dibebaskan, dan tidak ikut dibunuh. Dua mata-mata itu setuju dengan syarat Rahab menjaga rahasia kedatangan. Rahab percaya bahwa penduduk Jeriko tidak mampu menghadapi umat Tuhan (ay. 11). Bahkan Rahab dengan iman dapat berkata bahwa Tuhan telah menyerahkan negeri ini (Yerikho) kepada bangsa Israel.

Rahab memiliki iman yang besar, lebih daripada iman para pengintai Israel yang diutus oleh Musa (Bil 13:27-33). Karena iman dan dukungan Rahab dan keluarganya akhirnya ia dan keluarga diselamatkan (Yos 6:17). Akhirnya, Rahab sendiri menjadi bagian dari bangsa Yahudi. Ia menikah dengan pria bernama Salmon. Putra mereka Boas dan menikahi Rut, seorang wanita Moab. (Rut 4:13,22) Raja Daud dan belakangan Sang Mesias, Yesus Kristus, adalah keturunan keluarga beriman. Hal yang dapat kita pelajari dari kisah Rahab adalah bahwa Tuhan memakai semua orang tanpa memandang latar belakang sesuai dengan rencanaNya. Jika Tuhan menyelamatkan Rahab, maka kita juga akan diselamatkan oleh Yesus. Milikilah keyakinan yang teguh kepada Tuhan dan terimlah Yesus sebagai Juru Selamat. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 319:2. Sai tiop ma tanganku
Sai sesa nasa dosa, ale Amang! Ho, na marholong roha, asi rohaM!
Paias ma rohangku na ramun i; pagigir au, mamuji Ho, Tuhanki.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HARI TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 26:1. “Mampirlah dengar doaku”
Mampirlah dengar doaku, Yesus Penebus
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus
Yesus, Tuhan dengar doaku orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus

02. Pembacaan Firman
Pagi : Kisah Para Rasul 5:1-11.
Malam : Amsal 31:10-31.

03. Renungan: 2 Petrus 3:12.
Yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah . Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya

Nas ini membahas tentang kedatangan Kristus atau hari Tuhan. “Hari Tuhan” ditemukan juga dalam Kitab Wahyu dengan sebutan “hari Allah” (Why. 16:14). “Hari Allah” akan ditandai dengan hancurnya ‘langit’ oleh api dan mencairnya ‘unsur-unsur langit’. Kita tidak tahu secara pasti bagaimana proses itu terjadi, tetapi hal tersebut jelas disebabkan oleh “hari Allah” dan bukan merupakan bencana alam. Rasul Petrus tidak bermaksud menakut-nakuti orang Kristen, dengan apa yang dipaparkannya ini, melainkan untuk mengingatkan bahwa segala sesuatu akan berakhir. Hanya hidup dalam ketaatan kepada Allah akan memberikan hidup kekal (1 Yoh. 2:17).

Kesadaran akan hari Tuhan itu akan menentukan cara atau pola hidup kita. Artinya, keyakinan seseorang mengenai kedatangan Kristus akan menentukan cara hidupnya. Jika manusia memiliki pengharapan hidup seperti dikehendaki oleh Petrus, maka mereka akan menjalani kehidupan yang kudus apapun konsekuensinya. Itulah sebabnya Petrus dengan penuh kesungguhan menasihatkan, “Betapa suci dan salehnya kamu harus hidup. Tuhan masih memberi kesempatan kepada kita, supaya kita bertobat dan kembali ke jalan yang benar karena Dia tidak menginginkan seorang pun binasa, melainkan supaya semua orang mendapat hidup yang kekal. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 309:4. Raphon Tuhan Jesus i
Hupasahat ma tongtong saluhut langkangku.
Tu Tuhanku na tongtong, mian di rohangku
Manang aha pe hubaen, Ho hupangasahon. Ale Tuhan! Tulus baen saluhutna, Amen.

06. Doa Bapa kami – Amin.

IMAN YANG MENYELAMATKAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian NKB. No. 3:1. “Terpujilah Allah”
Terpujilah Allah, hikmatNya besar, begitu kasihNya ‘tuk dunia cemar
Sehingga di b’rilah PutraNya kudus, mengangkat manusia serta menebus
Pujilah, pujilah! Buatlah dunia bergemar, bergemar mendengar suaraNya
Dapatkanlah Allah demi PutraNya, b’ri puji padaNya sebab hikmatNya.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 2 Korintus 8:1-9.
Malam : Amsal 25:11-22.

03. Renungan: Lukas 18:42.
Lalu Yesus berkata kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau”.

Iman memberikan kepada kita visi batiniah mendalam, yang lebih penting daripada karunia kesembuhan itu sendiri, seperti membuat mata orang dapat melihat. Seorang yang memiliki iman memiliki mata terbuka yang dapat melihat jari-jari Allah bergerak menelusuri rencana hidupnya di dunia ini. Dalam segala hal yang diamatinya, seorang insan beriman senantiasa memandang Allah dulu. Barangkali cara terbaik adalah menggambarkan dengan suatu kontras: seorang pribadi manusia yang mengikuti jalan Allah dan seorang baik, namun dari dunia ini – katakanlah bahwa dia adalah seorang yang percaya pada ilmu pengetahuan semata. Banyak orang tidak melihat bahwa ilmu pengetahuan pun sebenarnya adalah ciptaan Allah. Mereka berpandangan seakan-akan ilmu pengetahuan dapat menghalangi pancaran dari sumber pengetahuan yang jauh lebih tinggi. Iman percaya kita akan lebih menguatkan dan menyelamatkan kita dari hal-hal yang tidak berkenan dimata Tuhan.

Jikalau seorang pengemis saja yang hanya mendengar Yesus melalui kabar burung saja mempunyai iman yang begitu besar, sehingga oleh imannya dia dapat melihat kembali, bagaimana dengan kita yang telah mengaku sebagai anak Allah? Beriman memang tidak mudah terlebih jika kita sedang mengalami sebuah cobaan, namun percayalah, Allah yang sama ketika Dia disalib, Allah itulah yang juga menyelamatkan kita, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 309:1. Raphon Tuhan Jesus i
Raphon Tuhan Jesus i, pungka ulaonmu. Ingkon tu Ibana i, parguruhononmu
Baen Ibana donganmi, hehe dohot modom. Dege ma bogasNa i, rohami pahohom.

06. Doa Bapa kami – Amin.

DOSA UMAT TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 299:1. “Besyukur kepada Tuhan”
Bersyukur kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan
Sebab Ia baik, bersyukur kepada Tuhan.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Efesus 6:1-9.
Malam : Amsal 23:29-35.

03. Renungan: Yesaya 43:24.
Engkau tidak membeli tebu wangi bagi-Ku dengan uang atau mengenyangkan Aku dengan lemak korban sembelihanmu. Tetapi engkau memberati Aku dengan dosamu, engkau menyusahi Aku dengan kesalahanmu.

Sepanjang perjalanan hidup, pikiran kita dipenuhi dengan kekhawatiran akan terjadinya sesuatu yang buruk di masa mendatang. Kadang kita mempunyai bayangan bahwa apabila Yesus datang kembali, segala dosa saya akan terpampang pada suatu layar raksasa sehingga semua orang dapat melihatnya. Namun sekarang kita tahu bahwa Allah memilih untuk tidak mengingat-ingat lagi satu pun dari pemberontakan kita. Setiap dosa kita telah dikuburkan-Nya di tubir laut yang terdalam, dan tidak akan pernah digali dan diungkit lagi. Amy Carmichael menulis, “Beberapa hari yang lalu, aku agak sedih saat memikirkan masa laluku—begitu banyak dosaku, kegagalanku, dan kejatuhanku. Aku sedang membaca Yesaya 43, lalu aku melihat diriku sendiri pada ayat 24: ‘Engkau memberati Aku dengan dosamu, engkau menyusahi Aku dengan kesalahanmu.’ Lalu untuk pertama kalinya aku menyadari bahwa tidak ada jeda di antara ayat 24 dan ayat 25: ‘Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.’”

Pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali, segala sesuatu terang dan tidak ada yang tersembunyi. Orang benar akan menerima pujian dari Allah” (1Kor. 4:5). Pada hari itu pekerjaan kita akan diuji, dan kita mungkin akan menderita kerugian, tetapi kita tidak akan dihukum karena dosa-dosa kita (3:11-15). Jauhilah segala dosa dan kejahatan sebab itu sangat memberatkan dan menggagalkan langkah menuju kehidupan yang kekal. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 227:1. Yesus ngolu ni tondingku
Yesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanki
Gok di Ho na ma diringku, ro di nasa langkaki.

06. Doa Bapa kami – Amin

MENDERITA TANPA BERPUTUS ASA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 376:1. “Ikut Dikau saja Tuhan”
Ikut di Kau saja Tuhan, jalan damai bagiku
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darahMu
Aku ingin ikut di Kau dan mengabdi padaMu
Dalam di Kau Juru s’lamat, ‘ku bahagia penuh.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Yohanes 4:7-16.
Malam : Amsal 16:1-10.

03. Renungan: Rut 1:21.
Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku.

Kisah Naomi dan Rut sangat menarik dan menjadi renungan yang sangat berharga sepanjang kehidupan orang percaya. Naomi meninggalkan Israel menuju Moab, dia masih bersama dengan suaminya beserta dengan dua anaknya, bahkan membawa harta benda. Sementara di tanah Moab seluruhnya hal tesebut hilang lenyap, suami dan anaknya meninggal. Dia hanya memiliki menantu yang setia Rut. Naomi sungguh menderita, dan ia tidak mau di panggil lagi dengan nama Naomi (yang artinya menyenangkan) tetapi minta dinamai dengan Mara, artinya sangat pahit (ay.20). Sama halnya Ketika kita mengalami cobaan yang sangat berat, dimana keadaan itu tidak kita harapkan terjadi, maka kita harus tetap setia kepada Tuhan. Nas ini mengajak kita untuk tidak pernah berputus-asa. Walau Naomi sangat kecewa sampai mengatakan “…, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku.” Akan tetapi Naomi tetap berpegang teguh bahkan memuji Tuhan (Ruth 2;22). Naomi menjadi teladan bagi Rut sebagai mertua yang baik bagi menantunya. Di kemudian hari Rut menikah dengan Boas berkat arahan dari Naomi. Bahkan melalui Boas dan Rut memperoleh keturunan yang diberkati Allah. Kita tahu bahwa mereka memperanakkan Obed dan cucunya Daud, serta akhirnya sampai ke Yusuf dan Yesus. Masalah apa pun yang kita alami, hendaklah kita tetap setia dan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Yesus, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 304:3. Naeng ma Pujionku
Jesus, pargogoi ma au sadari on, sai padao ma dosa sian rohangkon
Asa hu ihuthon hataMi tongtong, jala hupasangap Ho di tano on.

06. Doa Bapa kami – Amin.

BERTAHAN DALAM PENCOBAAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 406:1. “Ya Tuhan bimbing aku”
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ‘ku selalu bersamaMu
Engganlah ‘ku melangkah setapak pun, ‘pabila Kau tak ada di sampingku

02. Pembacaan Firman
Pagi : Kejadian 4:2-15.
Malam : Amsal 15:16-23.

03. Renungan: Yakobus 1:12.
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Ada dua berkat besar yang akan kita terima saat kita menghadapi pencobaan, yaitu: Karakter Tahan Uji. Sebelum pencobaan itu datang maka Anda tidak bisa berkata, ”Aku sudah tahan uji.” Kedua, Mahkota Kehidupan. Kita akan menerima mahkota kehidupan di bumi dan di surga. Kehidupan yang dimaksud adalah kehidupan Allah atau sifat-sifat Allah. Kita akan dimahkotai dengan kesehatan ilahi juga kasih setia Tuhan dan kebaikan-Nya. Masih banyak lagi yang akan kita terima. Sebab Yesus katakan, ”Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

Kata ”berbahagialah”, dapat diartikan “blessed” – diberkatilah. ”Diberkatilah orang yang bertahan dalam pencobaan……” Mengapa justru diberkati saat kita bertahan dalam pencobaan? Bukankah saat dalam pencobaan kita justru rugi atau menderita? Di mana letak bahagianya itu? Kalau kita hanya terpaku pada hal-hal jasmani saja maka kita tidak akan bisa menemukan kebahagiaan itu. Tetapi bila kita melihat secara rohani ada berkat besar yang sedang menanti kita saat kita sedang mengalami tantangan atau pencobaan. Pencobaan di sini bukan pencobaan karena kita berbuat dosa tetapi karena kita hidup menurut kebenaran firman Tuhan. Berkat-berkat yang kita terima sehingga kita disebut berbahagia adalah saat kita sedang menghadapi pencobaan tidak akan bisa kita dapatkan di luar itu. Berkat itu kita hanya dapatkan saat kita menghadapi pencobaan di luar itu tidak ada. Oleh sebab nikmatilah saat-saat dalam pencobaan, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 301:6. Las situtu rohangku
Marguru tu Tuhanku ma au di sasude; ditogu Debatangku ma au tu na ture
Sai pasupasu ma ulaon ni tanganku, sude sibahenonku, o Tuhan Debata.

06. Doa Bapa kami – Amin.

MENJADI PELOPOR KEBAIKAN DALAM IMAN


MINGGU XVIII SETELAH TRINITATIS, 20 OKTOBER 2019
Yohanes 4:21-26

Perikop ini adalah bahagian dari perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria. Menurut sejarah, orang-orang Samaria (yang berada di sisi Israel Utara) tidak dapat bersatu dengan bangsa Yahudi, sebab mereka telah bercampur dengan bangsa Asyur. Itu sebabnya mereka dianggap kafir oleh bangsa Yahudi. Tetapi dialog Yesus dengan perempuan Samaria ini menyatakan bahwa keselamatan itu berlaku bagi seluruh bangsa. Keselamatan yang universal ini dinyatakan Yesus. Yesus menekankan bahwa keselamatan itu terletak di dalam dua hal, yaitu: Roh dan Kebenaran.

  1. Umat yang diselamatkan tidak lagi dibatasi atau waktu-waktu tertentu atau arah tertentu dalam beribadah, tetapi ia akan beribadah dalam segala waktu, bahkan seluruh waktunya akan diberikan untuk ibadahnya kepada Tuhan. Ibadah tidak lagi diukur kepada arah tertentu (kiblat), tetapi berfokus kepada hati dan roh.
  2. Di sisi lain, Yesus juga mengangkat mengenai kebenaran. Kebenaran merupakan simbol dari hukum. Hukum dunia dapat dibelokkan, sehingga kebenaran tidak lagi nampak dalam hukum, tetapi umat Tuhan harus menunjukkan kebenaran tersebut melalui tindakan yang benar. Itu sebabnya perbuatan orang yang beriman bukan di dasarkan pada hukum yang berlaku, tetapi berdasar kepada pemahaman akan kebenaran Allah.

Kedua hal ini nampaknya menjadi ketentuan yang berlaku dalam mengimani Tuhan. Seolah-olah menjadi bebas, tetapi pada dasarnya bukan kebebasan yang tidak terbatas. Tetapi ukurannya adalah kebenaran Allah. Pemahaman ini melahirkan paham baru bagi umat Kristen. Ibadah tidak lagi berpatok kepada jam dan tempat tertentu, atau aturan-aturan mengenai pakaian, kebersihan dan arah altar (kiblat), tetapi semua telah mengarah kepada hati yang dipimpin oleh Roh yang benar. Itu sebabnya dikatakan “gereja bukanlah gedungnya, tetapi orangnya”.

Sama halnya dengan kebenaran. Menjalankan hukum Taurat belum tentu menuju kebenaran dan kesalehan hidup, tetapi setiap orang yang hidup benar, pasti akan menjalankan hukum taurat tersebut tanpa ditakut-takuti oleh hukuman. Itu sebabnya seseorang berkata: “Dalam beragama janganlah mencari surga yang benar, sebab dapat membawa kepada Allah yang salah. Tetapi carilah Allah yang benar, maka kita akan mendapat surga yang benar”. Karena itu, hiduplah di dalam Tuhan, agar kita menjalani jalan yang benar, bukan sebaliknya. Maka ibadah kita adalah totalitas kehidupan yang kita persembahkan kepada Allah. Amin.