Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

Jadilah pewaris hidup yang kekal 


MINGGU AKHIR TAHUN GEREJANI

BE. 836:1-2 “Nunga Loja Au, O Tuhan” (Diriku Lelah, Ya Tuhan)

Nunga loja au, o Tuhan; di siulubalang ari.
Naeng tumibu au pajumpang rap dohot Ho di surgo i.
Nunga bot mata ni ari, lam jonok nang ajalhi.
Nunga loja au, o Tuhan; rade ma baen ingananki.

Nang pe naung hudai, hubolus hamoraon, hagabaeon.
Songon ombun na mamolus, sude do tinggal, ambolong.
Aha na tarboan ahu lobi sian uloshi.
Nunga loja au, o Tuhan; rade ma baen ingananki.

Diriku lelah, ya Tuhan, menanti ajalku tiba.
‘Ku ingin cepat berjumpa bersama Tuhan s’lamanya.
Malam hari hampir tiba ajalku s’makin dekat.
Diriku lelah, ya Tuhan, b’ri aku masuk rumah-Mu.

Walau sudah kurasakan nikmat kaya dan bahagia.
Bagai kabut pagi hari semua ‘kan sirna dan pergi.
Tiada yang dapat kubawa, hanyalah pakaianku.
Diriku lelah, ya Tuhan, b’ri aku masuk rumah-Mu.

Evangelium: Matius 25:31-46
Epistel: Mazmur 95:1-7a

Jadilah pewaris hidup yang kekal
Nas ini adalah tentang kedatangan kembali Yesus Kristus kedua kalinya. Ia akan datang kemuliaan-Nya dan duduk di atas tahta-Nya menghakimi semua manusia. Semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya, dan Ia akan memisahkan mereka seorang daripada seorang seperti gembala memisahkan domba dari kambing. Pemisahan itu didasarkan atas hukum cinta kasih terhadap orang-orang yang lapar, haus, tunawisma, terpenjara dan pesakitan yang butuh belas kasihan. Mereka itu adalah wajah Yesus yang sesungguhnya. Mereka datang dan menawarkan diri untuk menjadi pembela pada pengadilan terakhir. Bagi yang memiliki kepedulian dan kasih terhadap mereka sesungguhnya mereka melakukannya kepada Yesus. Mereka akan memperoleh hidup yang kekal. Bagi yang tidak melakukan kebaikan kepada mereka akan mengalami kerugian.

Dengan ini Yesus memberikan dasar yang lebih dalam tentang kasih. “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Mat 25:40) Perbuatan kita kepada sesama kita sesungguhnya adalah kepada Allah sendiri. Sesama kita adalah representasi Tuhan Yesus sendiri. Yesus Kristus hadir dalam diri sesama kita yang miskin, lemah dan tersingkir. Kasih kepada Tuhan Yesus harus nyata kita tunjukkan kepada sesama yang menurut kacamata kita tidak layak untuk dikasihi. Amin!

DOA:
“Jadikanlah aku pewaris yang memiliki hidup kekal di sorga bersama-Mu, ya Yesus. Aku mau melayani sesamaku. Amin!”

Pertanyaan Penting 


Namaku Joanna, aku saat ini sedang kuliah semester akhir di sebuah universitas negeri. Aku kuliah disebuah jurusan yang cukup favorit, yaitu jurusan Kedokteran. Sebuah jurusan – yang aku yakini – dapat membuat hidupku lebih baik di masa mendatang.
Bukan kehidupan yang hanya untukku, tetapi juga buat keluargaku yang telah susah payah mengumpulkan uang – agar aku dapat meneruskan dan meluluskan kuliahku. Kakakku juga rela untuk tidak menikah tahun ini, karena ia harus menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai tugas akhir dan biaya-biaya laboratoriumku yang cukup tinggi.

Hari ini adalah hari ujian semesteranku. Mata kuliah ini diampu oleh dosen yang cukup unik, dia ingin memberikan pertanyaan-pertanyaan ujian secara lisan. “Agar aku bisa dekat dengan mahasiswa.” katanya beberapa waktu lalu.

Satu per satu pertanyaan pun dia lontarkan, kami para mahasiswa berusaha menjawab pertanyaan itu semampu mungkin dalam kertas ujian kami. Ketakutanku terjawab hari ini, 9 pertanyaan yang dilontarkannya lumayan mudah untuk dijawab. Jawaban demi jawaban pun dengan lancar aku tulis di lembar jawabku.

Tinggal pertanyaan ke-10.

Ini pertanyaan terakhir.” kata dosen itu.“Coba tuliskan nama ibu tua yang setia membersihkan ruangan ini, bahkan seluruh ruangan di gedung Jurusan ini !” katanya.

Seluruh ruangan pun tersenyum. Mungkin mereka menyangka ini hanya gurauan, jelas pertanyaan ini tidak ada hubungannya dengan mata kuliah yang sedang diujikan kali ini.

Ini serius !” lanjut Pak Dosen yang sudah agak tua itu dengan tegas. “Kalau tidak tahu mending dikosongkan aja, jangan suka mengarang nama orang !”

Aku tahu ibu tua itu, dia mungkin juga satu-satunya cleaning service di gedung jurusan kedokteran ini. Aku tahu dia, orangnya agak pendek, rambut putih yang selalu digelung, dan ia selalu ramah serta amat sopan dengan mahasiswa-mahasiswa di sini. Ia selalu menundukkan kepalanya saat melewati kerumunan mahasiswa yang sedang nongkrong.

Tapi satu hal yang membuatku konyol.. aku tidak tahu namanya ! dan dengan terpaksa aku memberi jawaban ‘kosong’ pada pertanyaan ke-10 ini.

Ujian pun berakhir, satu per satu lembar jawaban pun dikumpulkan ke tangan dosen itu. Sambil menyodorkan kertas jawaban, aku memberanikan bertanya kepadanya kenapa ia memberi ‘pertanyaan aneh’ itu, serta seberapa pentingkah pertanyaan itu dalam ujian kali ini.

Justru ini adalah pertanyaan terpenting dalam ujian kali ini” katanya. Beberapa mahasiswa pun ikut memperhatikan ketika dosen itu berbicara.

Pertanyaan ini memiliki bobot tertinggi dari pada 9 pertanyaan yang lainnya, jika anda tidak mampu menjawabnya, sudah pasti nilai anda hanya C atau D !

Semua berdecak, aku bertanya kepadanya lagi, “Kenapa Pak ?”

Kata dosen itu sambil tersenyum, “Hanya yang peduli pada orang-orang sekitarnya saja yang pantas jadi dokter.” Ia lalu pergi membawa tumpukan kertas-kertas jawaban ujian itu.

Selamat hari Guru bagi para guru di sekolah, dosen di tempat kuliah dan juga buat para guru yang di rumah, yang dengan tekun mengajari anak-anak kita

BERTEKUN MENGASIHI TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-24:1- Tatap Hami On Na Pungu Dison
Tatap hami on na pungu di son. Ai na naeng pujionnami denggan ni basaM di hami. Tatap hami on, na pungu di

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 2: 1-11 (Pagi) Yesaya 44:21-28 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 25 Nopember 2017
Yosua 23.11
Maka demi nyawamu, bertekunlah mengasihi TUHAN, Allahmu.

BERTEKUN MENGASIHI TUHAN
Mengasihi Tuhan memerlukan kesungguhan hati. Kesungguhan hati memerlukan ketekunan. Ketekunan hati memerlukan pengorbanan. Pengorbanan hati memerlukan penyerahan diri seutuhnya kepada Tuhan, mengapa? karena dengan kekuatan kita sendiri, kita sering gagal mengasihi Tuhan.

“Demi nyawamu”, artinya sebagaimana engkau menilai atau menjaga nyawamu sangat penting, seperti itulah kita bertekun mengasihi Allah. Bagi bangsa Israel mengasihi Tuhan sama dengan hidup. Tapi bila menjauh dari Tuhan hukuman akan datang. Sejauh manakah kita mengenal Tuhan melalui pergumulan hidup kita? Mengerjakan panggilan hidup Tuhan itulah yang utama. Yosua sudah menyelesaikan tugasnya dan membagikan tanah Kanaan berdasarkan suku (Yos 21:43-45). Bagi bangsa Israel, warisan sudah ada, harta secara finansial sudah cukup. Tapi Yosua memperingatkan mereka untuk jangan terikat pada harta itu.

Kita pun pasti ingin hidup tenang dan sejahtera bagi kita dan anak cucu kita. Itu tidak salah, tapi jangan terikat akan hal itu hingga kita lupa mencari Tuhan. Dalam mencari berkat Allah jangan mencari hanya berkatnya saja tapi carilah Tuhan itu sendiri. Perlu secara aktif membangun iman, bertekun beribadah dan mencari Firman Tuhan. Semua yang baik untuk kita, Tuhan sudah sediakan. Demikian juga dengan masa depan kita, Tuhan sudah mempersiapkan keselamatan kita dari awal kehidupan sampai dengan selama-lamanya, oleh karena itu teruslah bertekun mengasihi Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-432:1 Jika Padaku Ditanyakan
Jika padaku ditanyakan apa akan kub’ritakan pada dunia
yang penuh penderitaan, ‘kan kusampaikan kabar baik pada
orang-orang miskin, pembebasan bagi orang yang ditawan;
yang buta dapat penglihatan, yang tertindas dibebaskan;
sungguh tahun rahmat sudah tiba. K’rajaan Allah penuh
kurnia itu berita bagi isi dunia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KEBAHAGIAAN ORANG-ORANG KUDUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 452:2 Na Ro Pandaoni Bolon i
Tung sae do dosa i sude, ai nunga mate Jesus. Ndang jujuronNa i muse, parholong roha Jesus. Uli ni barita i, las ni roha Bolon i
Sai dipuji rohangki, Jesus, Jesus, Jesus.

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 1:9-20 (Pagi) 1 Taw. 17:1-15 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 24 Nopember 2017
1Tesalonika 4.17-18
Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.

KEBAHAGIAAN ORANG-ORANG KUDUS
Berkumpul bersama dengan orang-orang yang kita kasihi, hanyalah sebagian dari sukacita orang-orang kudus, tetapi kebahagiaan utama mereka ialah bersama-sama dengan Tuhan untuk selama-lamanya. Inilah pengharapan jemaat mula-mula akan kedatangan Kristus, yang membuat mereka tegar dan kuat di dalam iman, walaupun mereka menghadapi berbagai penganiayaan dan tekanan. Namun mereka bertanya bagaimana nasib saudara-saudara mereka yang telah meninggal. Paulus menjawab bahwa orang yang meninggal akan tetap bersama dengan Tuhan, karena ketika Kristus datang dengan kemuliaannya, orang yang masih hidup dan yang telah meninggal akan diangkat bersama-sama untuk hidup selama-lamanya bersama dengan Tuhan.

Di ujung tahun gerejawi ini, kita selalu memperingati orang-orang yang sudah meninggal, bukan untuk membuka kesedihan lama, namun mengarahkan kita bahwa kita memiliki pengharapan yang kuat akan Yesus yang telah bangkit dan telah menaklukkan kuasa maut. Pengharapan kita bukanlah omong kosong dan sia-sia tanpa dasar, tetapi keyakinan yang pasti bahwa Tuhan akan mengangkat kita dan hidup bersama-sama dengan Dia. Pengharapan inilah menjadi penghiburan bagi kita umat Kristen. Selamat menyambut Advent. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ 278:2 Bila Sangkakala Menggegap
Bila orang yang telah meninggal dalam Tuhannya dibangkitkan pada pagi mulia dan berkumpul dalam rumah lestari dan megah, pada saat itu aku pun serta. Bila nama dibacakan, bila nama dibacakan, bila nama dibacakan, pada saat itu aku pun serta.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI,
Amin, Amin, Amin

HUKUM TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-14:1 Puji hamu
Puji hamu, Jahowa tutu, Pardengganbasa, parasi roha salelengna i. Pardengganbasa i, Parasiroha

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 1: 1-8 (Pagi) Maz. 95: 1-11 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 23 Nopember 2017
Mazmur 119.52
Aku ingat kepada hukum-hukum-Mu yang dari dahulu kala, ya TUHAN, maka terhiburlah aku

HUKUM TUHAN
Latar belakang Hukum dibuat adalah untuk menciptakan keteraturan. Namun ada saja orang yang tidak taat kepada hukum sehingga membuat penderitaan bukan hanya kepada si pelanggar tapi juga berdampak kepada sekitar. Korupsi yang melanda Negara kita saat ini salah satu contoh konkrit membuat penderitaan yang demikian hebat baik kepada si koruptor dan keluarganya maupun bagi masyarakat banyak. Jika demikian siapakah yang membebaskan mereka dari penderitaan tersebut?.

Pemazmur berkata mengingat hukum Tuhan membuat dia terhibur. Seseorang yang terhibur menandakan yang bersangkutan lepas dari penderitaan. Mari kita yang menderita oleh karena ketidaktaatan kepada hukum mencontoh kehidupan pemazmur yang senantiasa mengingat hukum-Nya. Maka kita pun akan mendapat penghiburan dari Tuhan sendiri. Bagaimana kita menyikapinya? Sejenak kita menyimak apa kata firman Tuhan dalam kitab Keluaran 20. Musa menerima kesepuluh hukum taurat sebagai hukum Tuhan. Lalu Allah mengucapkan firman ini: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Setelah firman itu, baru diberikan-Nya 10 perintah hukum taurat. Tuhan yang membawa kita keluar dari negeri perbudakan yang penuh dengan penderitaan menuju ke negeri Kanaan yang penuh dengan penghiburan dan berlimpah madu dan susu. Demikianlah Tuhan senantiasa menghibur kita dan ketika kita ingat akan hal itu maka kita akan taat pada hukum-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-39:2 ‘Ku Diberi Belas Kasihan
Walau ‘ku patut dihukumkan, Kaulah penuh anugerah: darah Putra-Mu dicurahkan membasuh dosa dan cela. Di manakah selamatku? Hanyalah dalam rahmatMu, Di manakah selamatku? Hanyalah dalam rahmat-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TUHAN GEMBALAKU YANG BAIK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-188:1 Jahowa Siparmahan Au
Jahowa Siparmahan au Ndang hurang manang aha. Ai nasa jea dipadao Do sian dorbiana. Tongon dibaen na lomak i Lao pangoluhon tondingki Dibaen asi rohaNa

PEMBACAAN FIRMAN
Yudas 1: 11-25 (Pagi) Job 16: 1-21 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 22 Nopember 2017
Yohanes 10.16
Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

TUHAN GEMBALAKU YANG BAIK
Gembala yang baik akan selalu menjaga kawanan dombanya dari serangan musuh, bahkan ia rela kehilangan nyawanya agar dombanya selamat. Gembala yang baik akan menuntun dombanya, menunjukkan padang yang berumput hijau agar dombanya bisa makan dengan kenyang dan membawa dombanya ke air sungai yang jernih agar mereka tidak kehausan. Gembala yang baik juga akan menghibur dombanya, ia akan memainkan seruling dengan indahnya ketika dombanya makan dan beristirahat. Sebagai pemilik kandang, Gembala akan menuntun dombanya masuk ke dalam kandang, semua domba akan dikumpulkan menjadi satu supaya semuanya menjadi sekawan, menjadi satu dalam Kristus dan bersama-sama dengan sungguh-sungguh mengikut Tuhan Yesus, satu-satunya Gembala agar masuk dalam sorga.

Sebagai Gembala, sudah banyak yang Tuhan lakukan dalam hidup kita. Ia mengenal kita karena kita adalah ciptaan yang sangat berharga di mata-Nya. Ia memelihara hidup kita dan memberikan banyak teladan sesuai dengan FirmanNya. Sebagai Gembala, Tuhan adalah pemimpin yang sangat baik, maka kitapun harus bertindak benar dalam pimpinan-Nya. Jika Yesus adalah Gembalaku dan saya adalah domba-Nya sudahkah saya mendengar dan taat kepada tuntunan-Nya? Saatnyalah sekarang kita belajar peka, bersedia membuka telinga untuk mendengarkan suara-Nya dan melakukan perintahNya. Ketika saya mengasihi Yesus, sayapun siap dan bersedia serta dimampukan untuk melayani dan mengasihi serta menggembalakan domba-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-415:1 Gembala Baik, Bersuling Nan Merdu
Gembala baik, bersuling nan merdu, membimbing aku pada air tenang dan membaringkan aku berteduh di padang rumput hijau berkenan. O, Gembala itu Tuhanku, membuat aku tent’ram hening. Mengalir dalam sungai kasihku kuasa damai cerlang, bening.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BAHAGIA ORANG BENAR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-28:3 Hata ni Jahowa
Na rade di hita asi ni rohaNa nang basaNa pe. Nunga mate Kristus, nunga sun ditobus hita on sude, sangap ma di Debata. Na porsea di hataNa do pangoluonNa.

PEMBACAAN FIRMAN
Yudas 1: 1-10 (Pagi) Zak. 2: 1-5+5: 1-4 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 21 Nopember 2017
Mazmur 112.5
Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya

BAHAGIA ORANG BENAR
Nas Renungan di atas merupakan gambaran orang yang benar dan berhikmat. Pemazmur sungguh merasakan betapa Allah itu sangat berkenan kepada orang kudus, orang yang mengandalkan Tuhan dalam kehidupannya, orang yang setia melakukan perintah-Nya. Pemazmur menjelaskan bahwa orang yang melakukan berbelas kasih, memberi pinjaman dan melakukan urusannya dengan wajar, akan mendapat sesuatu dari Allah, yaitu KEMUJURAN.

Di zaman sekarang ini sangatlah sulit mencari orang yang bisa melakukan ketiga hal tersebut, bisa orangnya berbelas kasih, tapi hanya diucapan semata, ketika urusan meminjamkan sesuatu terutama uang, maka orang tersebut akan mencari seribu alasan untuk menghindar. Atau kalau dia berbelas kasih, mau meminjamkan sesuatu, tetapi urusannya jadi tidak wajar karena orang tersebut meminta jasa yang tak wajar atas pinjaman tersebut. Atau sebaliknya ketika ada seseorang yang bersedia membantu seseorang yang susah yang butuh pinjaman, dilayani dengan baik tapi pinjamannya tidak pernah dikembalikan sesuai janjinya, sehingga orang tersebut menjadi kecewa apalagi ketika meminta kembali pinjamannya malah sipeminjam yang marah-marah. Ayat renungan ini kembali mengingatkan kita betapa sulitnya meraih hidup yang mujur itu, karena kita harus benar-benar tulus dan ikhlas ketika kita membantu seseorang. Dan untuk bisa sampai ke tingkatan mujur tersebut dibutuhkan latihan olah rohani seperti latihan kesabaran dan keikhlasan. Dan hal tersebut hanya bisa diraih dengan doa dan pertolongan Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 39:1’Ku Diberi Belas Kasihan
‘Ku diberi belas kasihan, walau tak layak hatiku tadi ‘ku angkuh, kini heran: Tuhan, besarlah rahmat-Mu! Kidung imanku bergema: rahmat-Mu sungguh mulia, Kidung imanku bergema: rahmat-Mu sungguh mulia!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin