Jadilah pewaris hidup yang kekal 


MINGGU AKHIR TAHUN GEREJANI

BE. 836:1-2 “Nunga Loja Au, O Tuhan” (Diriku Lelah, Ya Tuhan)

Nunga loja au, o Tuhan; di siulubalang ari.
Naeng tumibu au pajumpang rap dohot Ho di surgo i.
Nunga bot mata ni ari, lam jonok nang ajalhi.
Nunga loja au, o Tuhan; rade ma baen ingananki.

Nang pe naung hudai, hubolus hamoraon, hagabaeon.
Songon ombun na mamolus, sude do tinggal, ambolong.
Aha na tarboan ahu lobi sian uloshi.
Nunga loja au, o Tuhan; rade ma baen ingananki.

Diriku lelah, ya Tuhan, menanti ajalku tiba.
‘Ku ingin cepat berjumpa bersama Tuhan s’lamanya.
Malam hari hampir tiba ajalku s’makin dekat.
Diriku lelah, ya Tuhan, b’ri aku masuk rumah-Mu.

Walau sudah kurasakan nikmat kaya dan bahagia.
Bagai kabut pagi hari semua ‘kan sirna dan pergi.
Tiada yang dapat kubawa, hanyalah pakaianku.
Diriku lelah, ya Tuhan, b’ri aku masuk rumah-Mu.

Evangelium: Matius 25:31-46
Epistel: Mazmur 95:1-7a

Jadilah pewaris hidup yang kekal
Nas ini adalah tentang kedatangan kembali Yesus Kristus kedua kalinya. Ia akan datang kemuliaan-Nya dan duduk di atas tahta-Nya menghakimi semua manusia. Semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya, dan Ia akan memisahkan mereka seorang daripada seorang seperti gembala memisahkan domba dari kambing. Pemisahan itu didasarkan atas hukum cinta kasih terhadap orang-orang yang lapar, haus, tunawisma, terpenjara dan pesakitan yang butuh belas kasihan. Mereka itu adalah wajah Yesus yang sesungguhnya. Mereka datang dan menawarkan diri untuk menjadi pembela pada pengadilan terakhir. Bagi yang memiliki kepedulian dan kasih terhadap mereka sesungguhnya mereka melakukannya kepada Yesus. Mereka akan memperoleh hidup yang kekal. Bagi yang tidak melakukan kebaikan kepada mereka akan mengalami kerugian.

Dengan ini Yesus memberikan dasar yang lebih dalam tentang kasih. “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Mat 25:40) Perbuatan kita kepada sesama kita sesungguhnya adalah kepada Allah sendiri. Sesama kita adalah representasi Tuhan Yesus sendiri. Yesus Kristus hadir dalam diri sesama kita yang miskin, lemah dan tersingkir. Kasih kepada Tuhan Yesus harus nyata kita tunjukkan kepada sesama yang menurut kacamata kita tidak layak untuk dikasihi. Amin!

DOA:
“Jadikanlah aku pewaris yang memiliki hidup kekal di sorga bersama-Mu, ya Yesus. Aku mau melayani sesamaku. Amin!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s